Login to Website

Login dengan Facebook
Advertise? Click here

 

Post Reply
SHORT URL : http://ceri.ws/1019845
 
Thread Tools
Old 27th May 2012   # 1
 

lumpiabasah's Avatar
Senior Ceriwiser
Join : May 2012
Posts : 5,803
lumpiabasah is a New Born 0
THREAD STARTER

[INFO+SOLUSI] Abis Kencing Kok Keluar Lagi ?


akhir2 ini ane was was gan setelah pipis karena sering merasa keluar satu atau dua tetes air kencing setelah memasukkan maap 'kemaluan' ke dalam celana dalam ane. ane sempat stress karena harus berganti celana dalam lebih dari dua kali dalam sehari terutama kalau mau sholat. ane sempat periksa ke dokter tapi kata dokter semua normal aja dan gak ada masalah. terus ane nemu jawaban masalah ane dari kaskus. dan Alhamdulillah setelah ane praktekin ternyata berhasil. ane cuma mau sharing jadi sorry kalo repost. bagi2 info untuk agan2 semua







Anak kunci kepada shalat itu adalah bersuci



[ Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi ]



Dari hadits tadi dapat dipahami bahwa tidak sah shalat seseorang apabila dia tidak bersuci dari hadats kecil ataupun hadats besar. Dengan kata lain hadats adalah suatu perkara yang dapat menghalangi sahnya shalat atau ibadah seseorang. Untuk itu, hadats tersebut harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum shalat, diantaranya dengan wudhu (ablution, Qs. Al-Maidah 6) atau mandi/ghusl (complete ablution, Qs. al-Baqarah 222).



Selama ini saya mengenal istilah untuk membersihkan aurat dari najis adalah istinja’ (membersihkan apa-apa yang telah keluar dari suatu jalan di antara dua jalan yaitu qubul atau dubur) dengan menggunakan air atau dengan batu atau yang sejenisnya (benda yang bersih dan suci). Dalam istilah gaul istinja’ ini dikenal dengan cebok. Nah sebelum wudhu disunnahkan untuk beristinja’, apa saja yang perlu dibersihkan?



1. Zakar/Qubul (tempat keluar air kencing) wajib dibasuh dengan air.

2. Dubur (tempat keluar air besar) dapat disiram dengan air ataupun diusap dengan benda padat yang suci dan dapat menghilangkan najis seperti batu, tanah keras, kertas, dll.



Jika air dan kertas sama-sama tersedia, maka yang lebih utamanya lagi adalah menggunakan kedua-duanya. Khususnya untuk toilet modern yang telah menyediakan kertas tisu, sebaiknya, pertama-tama menggunakan kertas untuk menghilangkan benda najisnya lalu gunakan air untuk menyucikan tempat keluar najis dari warna atau sisa-sisa najis yang masih tertinggal.



Lalu hari ini saya belajar sesuatu dari internet mengenai istibra’. Istibra‘ dalam bahasa Arab berarti menuntut kebersihan. Sebagian besar ulama mazhab Syafi’i dan Hanbali mengatakan hukumnya adalah sunat dengan beralasan bahwa selepas berhenti pengaliran air kencing itu, ia tidak akan keluar lagi. Sementara ada juga sebahagian daripada ulama Mazhab Syafi’i yang berpendapat bahwa istibra‘ itu hukumnya wajib, dan inilah juga menjadi pendapat ulama Mazhab Hanafi dan Maliki. Istibra’ bagi pria muslim dilakukan setelah selesai buang air kecil (kencing) untuk meyakinkan bahwa tidak ada air kencing yang tersisa di saluran kencing (uretra). Tidak ada anjuran ini untuk wanita muslim.



Istibra’ dilakukan dengan cara:



1. Mengurut dengan kuat antara lubang anus dan zakar sebanyak tiga kali;

2. Meletakkan telunjuk di bawah batang zakar dan ibu jari di atas batang zakar dan lalu mengusapkannya dengan tekanan hingga ujung zakar sebanyak tiga kali;

3. Menekan ujung zakar (kepala zakar) tiga kali.



Manjur dipraktekan terutama bila buang air kecil dalam posisi duduk atau jongkok. Urutannya yaitu selesai kencing, lakukan istibra’, dan istinja’ dengan air. Teknik ini amat bermanfaat dilakukan di pagi hari sesudah bangun tidur atau pada saat cuaca dingin di mana terjadi peningkatan volume air kencing, saat tak enak badan, dan sebelum berolahraga yang banyak melibatkan pergerakan otot-otot di bawah perut.



Langkah terakhir, apabila telah diusahakan namun tetap ragu ada sisa air kencing yang terasa keluar walaupun sedikit, cukup bersihkan sisa air kencing yang ada dengan betul-betul bersih misalnya dengan kain atau kertas tisu. Lalu, berwudhu pada setiap kali masuk waktu shalat atau setiap kali akan melakukan shalat. Kalaupun di saat shalat ada yang terasa keluar, hal itu tidak membatalkan shalat. Pasalnya, Allah tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya:



Allah ingin memberikan kemudahan untuk kalian dan manusia tercipta dalam kondisi lemah. (an-Nisa: 28).




Tambahan:

Jika setelah istibra’ keluar cairan yang meragukan apakah air kencing atau bukan maka dianggap suci dan tidak membatalkan wudhu tetapi jika tidak istibra’, maka dihukumi najis dan membatalkan wudhu’.



Jika kita tidak melakukan istibra’ dan kita yakin bahwa setelah beberapa waktu berlalu dari kita buang air kecil tidak ada air kencing yang tersisa di saluran kencing, lalu kita menemukan setetes cairan dan ragu apakah cairan itu adalah suci atau tidak, maka cairan tersebut adalah suci dan tidak membatalkan wudhu.



Wallaahu a’lamu bisshawwab,




sumber: http://adams.fisha17.com/2008/06/27/...ncing-istibra/





























Original Posted By coffelatte

Bro, gw menduga lo Muslim krn bersujud, sori klo salah.

Gw juga punya masalah itu, duluuuuuu banget. Gw cuma praktekin apa yg diajarkan dalam Hadits Rasulullah saw. bermanfaat utk semua org loh, gak mesti yg muslim aja dan cewe maupun cowo .



Klo bagi laki2 no. 1 gak mungkin dilakukan, cukup no. 2 dan 3 juga dah membereskan masalah. silakan dicoba.



1. Kencing sebaiknya dlm posisi jongkok baik bagi laki2 maupun perempuan, dgn posisi pantat nempel ke kaki kiri (spt duduk dikit gitu), kaki kiri telapak kaki bag depan yg nahan badan, tumit diangkat dikit. Kaki kanan sedikit lebih ke depan dari posisi kaki kiri.



Posisi jongkok ini penting sebab klo perempuan sambil berdiri pasti susah deh :P dan klo laki2, percikan air kencing itu bisa tanpa sadar kena celana. Repotnya, posisi ini harus buka celana atau nurunin celana ampe lutut dgn syarat celananya gombrang abis. Mana di toilet kantor/mall semua tempat kencing nempel di dinding lagi



Penting nih diperhatikan klo kencing di toilet mall, krn posisinya tinggi jaga bgt jgn sampe percikan air kencing kena celana. Jangan di"semprot" kenceng2 kencingnya, kenain pinggir toilet biar dia mengalir tdk memantul spt klo langsung ke arah depan.



2. Berdehem setelah selesai kencing 3 kali. Dehem ini spt klo kita bicara, trus tenggorokan terasa serak, kita dehem utk menghilangkan rasa gak enak di tenggorokan.



Pada saat berdehem, otot perut bagian bawah akan ikut berkontraksi, menekan ke saluran kencing. Ini akan membantu membersihkan sisa kencing. Jadi dehem dulu 1 kali (walau ehem ehem 2-3 kali, itu diitung 1 kali ya), trus kencingin lagi sisanya, dehem lagi, coba kencingin lagi, dehem lagi trus coba kencingin lagi.



Proses itu akan membersihkan sisa yg ada di saluran kencing di mr. P dan di saluran yg deket pangkal mr. P anda. Sisa2 ini lah yg tanpa sadar suka ke dorong keluar ketika kita duduk atau sujud krn gerakan otot perut bagian bawah menekan saluran tsb.



3. Tambahan utk laki-laki, gerakan 'mengurut' dengan ibu jari di atas dan jari lain dari bag. bawah mulai dari pangkal bag. bawah dan atas juga membantu. bener kata bro averozem, ini semua ada dalam ajaran Islam, selain mencegah diri dan pakaian terkena najis, jg untuk kesehatan.



Alhamdulillah, dgn latian dan membiasakan bgtu, gw gak pernah lagi ngalamin masalah ada sisa kencing menetes setelah mr P dimasukkan ke dalam sangkarnya



Apakah penyakit?

gw yakin bukan. krn temen2 sepengajian gw semua ngalamin, setelah dpt ilmunya dan dipraktekin, semua terbebas dari masalah itu.



Semoga bermanfaat.





sumber: http://archive.kaskus.us/thread/955139/60





just share information





kalo bisa tolong di rate biar kelihatan ama agan2 yang lain dan berbagi solusi








[/spoiler]
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for gk nolak:













Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for asal jangan:













[spoiler=open this] for jangan lupa juga:














 
Sponsored Links.
Sponsored Links
Post Reply

Thread Tools



Switch to Mobile Mode