Login to Website

Login dengan Facebook
Advertise? Click here

 

Post Reply
SHORT URL : http://ceri.ws/1979545
 
Thread Tools
Old 27th September 2012   # 1
 

Jalanbaru's Avatar
Ceriwis Lover
Join : Sep 2012
Posts : 1,011
Jalanbaru mempunyai hidup yang Normal 4
THREAD STARTER

Pesulap Paling Senior Di Indonesia


Biografi Mister Lie





Sekilas Tentang Penulis










Sejak kecil penulis buku, Drs. G. H. Lie (Lie Giap Hien) atau lebih dikenal dengan nama akrabnya Mister Lie sudah tertarik akan hal-hal yang aneh-aneh. Ketika masih duduk di bangku SD Sekolah Tionghoa pada masa pendudukan Jepang, secara diam-diam dia sering membaca buku sulap koleksi ayahnya terbitan tahun 1930-an yang ditulis dalam Bahasa Melajoe (baca: Melayu), a.l. buku yang berjudul “Ilmoenja Toekang Soelap”. Seperti umumnya ketika itu orang Tionghoa-nya belajar Bahasa Melayu secara otodidak, dan Mister Lie pun bisa membaca buku dalam bahasa Melayu tanpa melalui pendidikan formal. Setelah sering membaca buku sulap suatu saat dia tergigit oleh kutu sulap (bitten by magic bug) alias tergila-gila dengan ilmu sulap dan sejak melek sulap gigitan tersebut merasuk dan tidak bisa disembuhkan lagi. Sebelumnya, kadang kala kepada teman-teman sepermainannya dia menyajikan pertunjukan bukan sulap bukan sihir – kertas dimasukkan mulut bisa hilang .......... ya ditelan!

Ketika studi di Bandung pada tahun 1959 dia mulai bersentuhan dengan sulap sesungguhnya. Dia mengikuti “Kursus Sulap Tertulis” yang diselenggarakan oleh "Magic Centre" milik Ang Tek Tjwan, Jln. Rajawali Selatan, Jakarta. Yang belajar menerima sebuah Magic Kit, yang terdiri dari sebuah kotak kayu persegi panjang berisikan berbagai alat sulap kecil dan sebuah buku panduan bagaimana cara me-mainkan alat-alat tersebut.

Sebulan sekali dia datang ke studia itu untuk mendapatkan pelajaran instruk-sional dari para guru sulap, a.l. Pak Gatot. Kurang dari satu tahun kemudian dia ber-untung bertemu dengan dua orang guru. Di Jakarta dia belajar dari Oom Tan Tek Hok (Pipih Sutanto) yang pada pertengahan tahun 1950-an pernah menjadi ketua PASUNGI (Persatuan Achli Sunglap Indonesia) dan seangkatan dengan Dick Trouvat, ventriloquist Waldo Waldini, ventriloquist Tee Bian Ing, Waylando, Mr. Rambe (alm) dan Schmidt. Oom Tan juga melahirkan pesulap terkenal Drg. Pong Permadi (Tan Tjin Koen) alm. dari Bandung.

Kalau dari Bandung pulang ke Probolinggo kereta apinya hanya sampai di Surabaya. Kesempatan ini selalu dimanfaatkan untuk berkunjung ke gurunya yang kedua Oom Max Tan Hok Wan (Max Gunawan, alm), mantan manager dari P.T. Gudang Garam yang juga telah melahirkan dan membidani banyak pesulap Surabaya terkenal, a.l. Sucahyo, Paul Matapuz dan Paulus. Di sana Mister Lie berkenalan dengan Drg. Kwee Hoo Poen (alm) bersama asistennya Han Swan Thong, Tjia Hien Liong dan Mustafa. Dari Oom Max dan Oom Tan dia memperoleh banyak petunjuk langsung yang sangat berharga tentang pelbagai aspek dari seni sulap, mulai dari seni tampil (performance), teknik penyajian (presentation), seni unjuk (showmanship), teknik mengalihkan perhatian penonton (misdirection) hingga teknik pembuatan alat sulap.







Era Baru



Setelah sekian tahun absen berhubung dengan kesibukan studinya di F.K.I.P. “Unika Atma Jaya” dan mengajar Bahasa Inggris, maka pada akhir 1970-an Mister Lie bangkit kembali ke dunia sulap setelah menonton tayangan reguler dari TVRI yang menyajikan remaja puteri bersaudara, Linda & Lucy, dan juga Shinta (puteri Pak Kodhyat).

Awal tahun 1980-an dia serta merta memasuki era baru dalam dunia sulap Indonesia dan berhasil berkenalan dengan para profesional seperti Woldiny pemilik “Magic Rabbit Institute”, The Magic Duo Jack & Linda, K.C. Yung (alm), Rudolf, pesulap dan ventriloquist Gatot Sunyoto, Hadibroto (alm), Sutrisno (alm), Alex H. Sinyal pemilik “Bram’s Magic Circle”, Beyci Ismail, pesulap dan akrobat Tepong, Arbain, Ki Santang Boudini, Hadi Subroto, Lay Tjun Hay (alm), Sonjaya, Andries Sumampow (Buche), Drs. Samlawi, Tan Ping Twan (Abuha) dari Surabaya, dan pe-sulap lainnya yang tergabung dalam ISSANI (Ikatan Seni Sulap dan Akrobatik Indonesia) dan setahun sekali mengadakan Parade Sulap di Jakarta Fair yang ketika itu masih sederhana dan tempatnya yang kini bernama lapangan Monas.

Akhir tahun 1970-an berkenalan dengan DR. Winardi Sutantyo (alm), dosen astronomi ITB Bandung dan penulis banyak buku tentang komputer. Beliau seorang pesulap kartu amatir yang jempolan terutama dalam hal teori sulapnya. Sebagai teman diskusi banyak pengetahuannya yang berhasil digali sehingga Mister Lie merasa bersyukur wawasan teori sulapnya bertambah luas.



Tahun 1981 terlahir sebagai seorang pesulap babak baru setelah bertemu dengan Mr. Robbin (alm) (terlahir Lie Tong Sin) bersama asistennya Handy & Ranny. Pemilik “Magic Art Studio” Jl. Diponegoro 36 Bandung ini adalah guru besar yang dilahirkan sebagai pesulap yang luar biasa kreatif dan trampilnya. Ketika itu permainan sulapnya ditayangkan oleh TVRI secara teratur semingga sekali. Dengan pakaiannya yang khas orang kazak dia memperagakan permainan sulap klasiknya yang mempersona. Rata-rata sebulan sekali dia datang ke Bandung untuk berguru dan dari idolanya murah hati dia memperoleh banyak pelajaran bernilai tinggi.

Saking fanatiknya terhadap seni sulap Mr. Robbin sampai turba alias turun ke bawah. Mister Lie sempat ikut dalam pertunjukannya di desa Pasir Layung. Jawa Barat. Dengan mendirikan tenda ala sirkus, dia menghibur orang desa dengan humor-nya yang khas Robbin.

Melalui Mr. Robbin pula Mister Lie berkenalan dengan Joe Sandy Soentan dari Bandung yang nantinya namanya melambung di jenjang The Masters.



Tanggal 9 - Oktober – 1983 tercatat sebagai titik awal berdirinya suatu wadah bagi penggemar sulap dan pesulap amatir. Bersama Bapak Helmi Kodhyat SH sebagai pemrakarsa, Bapak Winanto Wiryomartani SH, Prof. DR. Aryatmo Tjokronegoro, Dr. Robby Moningka, Bapak Ad Harisantoso, dan Drs. Artoyo (alm), Mister Lie sebagai prime mover atau penggerak awal berhasil mendirikan klub sulap yang diberi nama "Perhimpunan Pecinta Seni Sulap Indonesia" atau P.P.S.S.I. (The Society of Indone-sian Magicians, atau S.I.M.). Di sini dia berkenalan dengan Eng Kie, ventriloquist dan pesulap dari Bandung murid Oom Pouw Tek Tjwan, guru besar sulap dan ventrilo-quist dari Bandung yang melahirkan banyak pesulap terkenal.



Klub sulap ini banyak melaksanakan misinya dalam bidang pertunjukan untuk amal, pencarian dana, promosi, dan lain lain. Pertama kali kontak dengan pesulap luar negeri adalah ketika SIM mengundang Bob Chua Khoon Seng dari Singapura untuk memberi magic lecture atau pelajaran sulap. Dari Bob kami anggota mendapatkan pelajaran taraf internasional dalam permainan kartu.



Pertunjukan yang paling mengesankan adalah ketika pada tanggal 4-3-1990 atas prakarsa Prof. DR. Aryatmo Tjokronegoro, SIM dengan sukses menyeleng-garakan “Magic Goes Campus” di “Universitas Indonesia”. Magic show ini mirip parade sulap yang diikuti oleh sebagian besar pesulap Jakarta. Pada pertengahan 1980, bersama anggota pendiri yang lain, dia sempat belajar kursus tertulis dari se-kolah sulap yang tersohor di Amerika “School of Manual Dexterity and Presti-digitation”, Chavez Studio of Magic, Colon, U.S.A., yang khusus mengajarkan sleight of hand atau sulap kecekatan tangan.



Belakangan dia ditunjuk oleh majalah sulap tekenal Genii dan Linking Ring terbitan Amerika sebagai reporter untuk meliput aktivitas dunia sulap di Indonesia. Pada awal dan pertengahan 1990-an berbagai laporan tentang sulap ditulisnya, antara lain “Lindan & His Spectacular Show”, tiga kali kunjungan pesulap kondang David Copperfield dan pesulap tersohor Frans Harary semuanya dari Amerika, juga lliputan tentang pesulap Indonesia.







Era Kini



Berhubung banyak pesulap profesional yang ingin bergabung, maka pada tahun 1996 S.I.M. berafiliasi ke "The International Brotherhood of Magicians" (I.B.M.), yakni suatu federasi klub sulap internasional berkedudukan di St. Louis, MO, U.S.A., yang anggotanya terdiri dari 300 lebih klub sulap di seluruh dunia. Setiap klub anggota diberi nama Ring. Klub sulap itu kini bernama "Ring #318" atau "The Jakarta Ring" yang anggotanya terdiri dari para penggemar, amatir, maupun profesional. Mister Lie tetap menjabat sebagai Sekretaris Perhimpunan. Krisis Moneter yang melanda Indonesia tahun 1998 juga berimbas kepada aktivitas klub ini. Banyak anggota yang segan melanjutkan keanggotaannya berhubung iuran tahunan dibayar dolar sedang nilai rupiah terpuruk jatuh dengan kurs $1.00 = Rp. 16.000.-. Dibandingkan dengan S.I.M. anggota klub I.B.M. lebih banyak bergerak sendiri-sendiri. Namun, dalam waktu sesingkat itu harus diakui bahwa I.B.M. telah berjasa dan sukses menjadi wadah tempat pesulap berkumpul dan berkomunikasi, memajukan pengetahuan serta ketrampilan para anggotanya dan secara langsung atau tidak langsung telah melahirkan dan membuahkan banyak pesulap muda yang berbakat sebagai generasi penerus. Yang paling menonjol adalah Deddy Andreas Cahyadi Sunjoyo yang melalui seni sulap mentalism telah berhasil mencapai jenjang celebrity -- Master Deddy Corbuzier.



Tanggal 17 Agustus 2005 bersama Bapak Winanto dia berhasil menghidupkan kembali SIM yang sekian lama berhibernasi. Pesulap amatir maupun profesional ber-gabung bersama dalam suatu wadah yang hingga kini terus berkembang.



 
Sponsored Links.
Sponsored Links
Post Reply

Thread Tools



Switch to Mobile Mode