Login to Website

Login dengan Facebook
Advertise? Click here

 

Post Reply
SHORT URL : http://ceri.ws/2155941
 
Thread Tools
Old 10th October 2012   # 1
No Avatar
a spammer?
Join : Oct 2012
Posts : 1
nagapasa mempunyai hidup yang Normal 0
THREAD STARTER

Surga dan Neraka dalam Hindu


Just sharing, No Sara

  • Kemanakah umat Hindu setelah meninggal?
  • Apakah Hindu mempunyai sorga dan neraka?
  • Apa hubungan antara karma / dosa-pahala, surga - neraka, reinkarnasi, dan moksha?
  • Benarkah surga dan neraka dalam Hindu berbeda dengan beberapa agama lainnya di dunia?

Bermula dari debat kecil dengan teman sesama Hindu tentang neraka dalam Hindu, Tulisan ini bermaksud memberikan sedikit tambahan pengetahuan bagi teman teman Hindu tanpa bermaksud membanding-bandingkan agama yang satu dengan agama yang lain, apalagi SARA. Sekedar mengingatkan teman teman yang beragama Hindu, dalam Hindu kita diwajibkan untuk menghormati semua jalan menuju Tuhan, baik agama maupun kepercayaan lain. Tidak melecehkan, apalagi memerangi mereka yang berbeda. Seperti beberapa kalimat yang terdapat dalam kitab bhagawad gita dan weda, “semua jalan menujuku adalah benar”, “ kebenaran hanya satu namun orang – orang bijak menyebutnya dengan berbagai nama”


Konsep Surga dan Neraka dalam Hindu


Dalam Hindu, konsep Surga Neraka secara detail dibahas dalam kitab-kitab Itihasa dan Purana. Kalau di dalam literatur Catur Veda atau bagian-bagian terdekatnya seperti Upanisad dll, perihal Surga Neraka dijelaskan lebih banyak didalam bentuk "sangketik" atau aba-aba, tanda-tanda yang sering pula tidak jelas, seperti misalnya "andham tamah pravisanti sarve", - mereka semua pergi kepada kegelapan maha pekat.


Surga dan Neraka adalah suatu tempat di balik dunia ini yang dibatasi oleh kematian. Dengan kata lain, Surga dan Neraka akan kita temukan setelah kita melewati “jembatan“ yang bernama kematian. Dalam agama Hindu juga dikenal reinkarnasi surga dan reinkarnasi neraka, yaitu kondisi kelahiran dan kehidupan yang diberikan kepada manusia berdasarkan pahala – dosa dan karma baik – buruk yang dimilikinya dari kehidupan – kehidupan sebelumnya


Surga


Menurut Hindu, surga berasal dari kata "svar" yang artinya "cahaya" dan "ga" (go dalam bahasa Inggris artinya pergi). Dengan demikian, swarga diartikan "pergi menuju cahaya". Mengutip Veda dan Upanisad, dijelaskan bahwa surga adalah “dunia ketiga yang penuh cahaya, di mana cahaya matahari, bulan dan bintang tidak ada artinya apa-apa dibanding cahaya yang dipancarkan surga.

Surga dalam agama Hindu merupakan suatu tempat sementara bagi jiwa yang penuh dengan pahala namun belum cukup suci untuk mencapai Moksha. Setelah menikmati surga sesuai dengan pahala yang dimilikinya, jiwa tersebut akan kembali menjalani proses reinkarnasi untuk mencapai kesucian jiwa dan mencapai moksha. Surga adalah kesenangan sementara, sedangkan kebahagiaan yang sejati adalah Moksha, bersatunya Atman (Jiwa) dengan Brahman (Sang Pencipta) yang bersifat kekal (abadi). Bagawad Gita dalam hal ini mengatakan:


Bhagavad-gita 8.15

“Sesudah mencapai kepada-Ku, roh-roh yang mulia, yogi-yogi dalam bhakti, tidak pernah kembali ke dunia fana yang penuh kesengsaraan, sebab mereka sudah mencapai kesempurnaan tertinggi”

Bhagavad-gita 9.21

“Bila mereka sudah menikmati kesenangan indria-indria yang luas di surga seperti itu dan hasil kegiatan salehnya sudah habis, mereka kembali lagi ke planet ini, tempat kematian. Jadi, orang yang mencari kenikmatan indria-indria dengan mengikuti prinsip-prinsip dari tiga veda hanya mencapai kelahiran dan kematian berulang kali.”


Bhagavad-gita12.6

Tetapi orang yang menyembah-Ku, menyerahkan segala kegiatannya kepada-Ku, setia kepada-Ku tanpa menyimpang, tekun dalam pengabdian suci bhakti, selalu bersemadi kepada-Ku, dan sudah memusatkan pikirannya kepada-Ku- cepat Kuselamatkan dari lautan kelahiran dan kematian, wahai putera Prtha.


Pahala dan Karma baik berperan besar dalam memberikan Takdir yang baik dalam kelahiran dan kehidupan berikutnya (reinkarnasi surga) bagi sang jiwa sebagai bagian dari kenikmatan atas pahala dan karma baik yang dimilikinya, seperti terlahir sebagai di keluarga kaya, terlahir dengan fisik sempurna, dll


Neraka


Istilah neraka berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Naraka. Neraka dalam Hindu tidak lebih hanya merupakan tempat hukuman sementara atau sekolah atas jiwa yang berdosa. Setelah mengalami berbagai hukuman dalam neraka sesuai dengan dosanya maka selanjutnya Jiwa (Atman) tersebut diberikan kesempatan lagi oleh Brahman (Tuhan Yang Maha Esa) untuk memperbaiki dirinya melalui reinkarnasi atau kelahiran kembali. Proses ini terus berulang hingga jiwa tersebut menjadi suci dan terbebas dari belunggu dosa sebagai syarat untuk mencapai moksha.


Dosa dan Karma buruk berperan besar dalam menentukan takdir buruk dalam kelahiran atau kehidupan berikutnya (reinkarnasi neraka) bagi sang jiwa sebagai bagian dari hukuman atas dosa yang telah diperbuatnya dalam kehidupan sebelumnya seperti terlahir dalam kondisi kekurangan, terlahir dalam fisik yang tidak sempurna, terlahir sebagai mahluk hidup lain yang lebih rendah dari wujud yang dimiliki sebelumnya,dll.


P
erbedaan Surga dan Neraka dalam agama Hindu dengan beberapa agama lainnya

Pada dasarnya konsep surga dan neraka adalah sama antara agama Hindu dan agama agama lainnya. Surga sebagai tempat menikmati pahala dan neraka sebagai tempat menerima hukuman dosa. Namun terdapat beberapa perbedaan mendasar dalam Hindu dan beberapa agama lain tentang sorga dan neraka itu sendiri

  • Perbedaan hukuman bagi jiwa yang berdosa. Perbedaan mendasar ini terletak pada perbedaan Hindu dalam memberikan pengampunan dan keselamatan bagi umat manusia secara total. Dalam beberapa agama lain dikenal neraka abadi, tempat dimana jiwa – jiwa yang memiliki dosa yang tidak dapat diampuni atau diselamatkan, disiksa secara abadi dan terus menerus di dalam neraka. Di dalam ajaran agama Hindu, Brahman (Tuhan Yang Maha Esa) dalam kapasitasnya sebagai maha pengampun dan maha penyayang, tidak mengenal siksaan atau hukuman yang abadi bagi jiwa yang paling berdosa sekalipun. Brahman (Tuhan Yang Maha Esa ) selalu dapat mengampuni, serta memberikan kesempatan kepada Jiwa (Atman) yang berdosa tidak peduli sebesar apapun dosanya, untuk dapat memperbaiki dirinya melalui sistem reinkarnasi atau kelahiran kembali hingga jiwa tersebut mencapai kesucian untuk mencapai moksha.
  • Surga dalam ajaran Hindu bukan merupakan tujuan akhir dari manusia, dimana bagi umat Hindu tujuan akhir adalah mencapai Moksha atau bersatunya jiwa (Atman) dengan Sang Maha Pencipta ( Brahman). Surga dan Neraka tidak lebih hanya merupakan persinggahan sementara bagi jiwa sebelum mencapai Moksha.
  • Surga setelah kematian dalam Hindu lebih bersifat kebahagiaan rohani, bukan kebahagiaan jasmani. Surga dalam pengertian kebahagiaan jasmani lebih banyak terdapat dalam pengertian reinkarnasi surga berupa takdir yang baik (Kelahiran yang baik, kehidupan yang baik, pasangan yang baik, dll)

Beberapa Sumber :

  • http://okanila.brinkster.net/DataCetak.asp?ID=1336
  • Buku Hindu menjawab (ngakan made madrasuta) <- buku yang sangat wajib dibaca oleh para umat Hindu untuk menerangkan kekeliruan umat lain dalam memandang agama Hindu akibat kurangnya pemahaman umat lain termasuk umat Hindu sendiri tentang agama Hindu
  • dan sumber – sumber lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu


 
Sponsored Links.
Sponsored Links
Post Reply

« Previous Thread | Next Thread »
Thread Tools



Switch to Mobile Mode