10 Cara Agar Kamu Menjadi Lebih Baik Pada Diri Sendiri

Karena kamu pantas mendapatkannya.

Ini berlaku untuk siapa saja yang terlalu keras pada diri sendiri.

Menjadi manusia itu pekerjaan yang sulit. Kamu akan melakukan kesalahan sepanjang waktu. Namun, itu tidak berarti kamu harus terus-terusan mencaci-maki diri sendiri ketimbang memuji diri sendiri.

Berikut ini adalah beberapa cara nyata untuk mulai memperlakukan diri kamu dengan kasih sayang. Karena, di atas segalanya, kamu layak mendapatkan kebaikan kamu sendiri.

Atsushi Yamada via Getty Images

1. Lakukan beberapa penegasan pada pagi hari.

Mulailah hari kamu dengan nada positif. Bacalah beberapa penegasan untuk diri sendiri saat kamu bersiap-siap menjalani hari, ulangi beberapa kali. Gunakan pernyataan seperti “Saya kuat” atau “saya mampu”. Ulangi kalimat-kalimat itu secukupnya dan segera kamu akan mulai memercayainya.

2. Traktir diri sendiri satu hari jalan-jalan.

Berkencanlah dengan diri sendiri dan pertahankan. Terlibatlah dalam kegiatan yang dirancang untuk membuat kamu merasa nyaman, entah itu berolahraga, pergi berbelanja, atau mencoba kelas meditasi. Cobalah rencanakan sebelumnya untuk bonus tambahan: Penelitian menunjukkan bahwa kamu akan lebih bahagia jika kamu menunggu-nunggu suatu pengalaman yang akan datang.

3. Beri diri kamu izin untuk menyendiri.

Sendiri tidak harus berarti kesepian; hal ini sangat bermanfaat bagi kesejahteraan kamu. Waktu sendiri bisa membuat kamu lebih kreatif dan bisa membantu kamu membersihkan pikiran. Para ahli juga mengatakan bahwa menghabiskan waktu sendiri bisa membantu kamu menjadi lebih produktif. Saatnya untuk mulai menikmati ditemani diri kamu sendiri.

4. Melatih kata “tidak”.

Mungkin hanya kata dua huruf, tapi kata ini mengandung banyak makna. Ada sesuatu yang bisa dikatakan tentang mementingkan kebutuhan kamu terlebih dahulu, apakah itu berarti berbicara saat kamu merasa penat, mengatakan tidak untuk sebuah acara yang tidak menarik bagimu atau menyingkirkan orang beracun dari hidup kamu. Kadang-kadang keadaannya menuntut penolakan yang sopan—dan itu lebih daripada sekadar diperbolehkan.

5. Cobalah berlatih meditasi kasih sayang.

Bentuk spesifik dari praktik ini difokuskan pada melatih kasih sayang. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini bisa meningkatkan kecerdasan emosional dan mengurangi respons stres kamu.

“Tempat untuk mencari manfaat meditasi adalah dalam hidup kamu, tidak perlu dalam periode formal praktik,” kata pakar meditasi Sharon Salzberg. “Kamu mungkin tidak akan duduk bahagia saat kamu bermeditasi, tapi kamu akan menemukan kamu berbeda dalam cara kamu berbicara kepada diri sendiri saat kamu telah melakukan kesalahan. Kamu lebih tangguh. Kamu lebih ramah ketika bertemu orang asing. Itulah sebenarnya mengapa kamu bermeditasi.”

6. Tuliskan prestasi kamu di akhir hari.

Buatlah daftar pekerjaan “selesai”. Bisa jadi kamu pada akhirnya menyerahkan sebuah proposal kerja atau sekadar fakta bahwa kamu meluangkan sedikit waktu untuk berolahraga. Penelitian menunjukkan bahwa menilai apa yang kamu syukuri bisa meningkatkan kesejahteraan kamu. Ketika kamu fokus pada kebaikan, kamu tidak punya ruang untuk keburukan.

7. Berbuat baiklah kepada orang lain.

Bayar di muka: Belikan seseorang segelas kopi, menyumbang untuk lembaga amal lokal atau sekadar membuatkan makan malam untuk orang tercinta. Kedermawanan itu berputar balik. Studi menunjukkan bahwa mengekspresikan kebaikan terhadap orang lain membuat kamu lebih bahagia, dan kebahagiaan membuat kamu lebih ramah.

8. Bicaralah kepada diri sendiri seolah-olah kamu bicara dengan teman.

Kamu tidak akan menyebut orang tercinta sebuah kegagalan, gendut, atau bodoh, jadi perluas kebaikan yang sama kepada diri sendiri. Obrolan diri positif sangatlah ampuh. Semakin kamu belajar menghargai diri kamu apa adanya—kelemahan dan semuanya—semakin kamu bahagia. Penelitian menunjukkan penerimaan diri adalah kunci untuk kehidupan yang lebih bahagia, tapi kebiasaan ini jarang dilakukan orang.

9. Berdiri di depan cermin dan berilah pujian pada diri sendiri.

Otak kamu punya kecenderungan untuk merenungkan hal-hal negatif, seperti potongan rambut yang buruk atau kegagaan yang tak enak dipandang. Tapi inilah berita pentingnya: Kamu bukan refleksi kamu sendiri.

Tampilkan sedikit kebaikan kepada diri sendiri dengan berdiri di depan cermin dan tidak hanya menyebutkan hal positif yang kamu lihat, tapi berikan pujian tulus atas apa yang kamu tidak lihat. Apakah kamu pendengar yang baik? Apakah kamu seorang teman setia? Itulah kualitas yang benar-benar penting.

10. Tidur tepat waktu.

Bila menyangkut hidup secara optimal, tidur adalah senjata terbaik dalam gudang persenjataan kamu. Kurang tidur dapat berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh, mempersulit kamu untuk mengatur emosi dan bahkan mengacaukan memori kamu. Berikan diri kamu anugerah tidur dan kamu akan segera melihat perubahan dalam hampir setiap aspek kehidupan kamu.

Kesejahteraan yang lebih baik di mana-mana? Tidak ada anugerah yang lebih besar—atau lebih baik—untuk diri sendiri daripada itu. (Lindsay Holmes, The Huffington Post)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *