10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Orang Tua Pada Anak

http://www.pixabay.com via pixabay.com

Kita ingin memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita. Kita akan senang memberi anak-anak kita semua hal yang kita tidak pernah miliki. Tapi kadang-kadang orang tua berlebihan dengan cara mereka menunjukkan kasih sayang mereka. Dan ini tidak menghasilkan yang terbaik dari anak-anak kita. Sebelum segalanya di luar kendali, perhatikan poin-poin yang tercantum di bawah ini.

1. Memperlakukan anak-anak bak raja.

Membuat anak-anak merasa istimewa itu penting, tapi kehilangan otoritas orang tua kepada mereka hanya akan menimbulkan konsekuensi negatif. Menegaskan otoritas orang tua berarti menentukan perbatasan, batas-batas, dan keterbatasan seiring kita membesarkan mereka. Meskipun penting untuk memercayakan kepada mereka tanggung jawab tertentu, sudah tugas kita sebagai orang tua untuk membimbing mereka melaluinya dan membuat keberhasilan atas apa pun yang diberikan kepada mereka.

2. Memercayakan terlalu banyak uang kepada anak-anak.

Uang adalah alat; bukan hiasan. Semakin dini kita membuat mereka mengerti hal ini, semakin baik anak-anak kita nantinya. Meskipun kita hidup dalam masa kelimpahan dan begitu banyak pilihan dan akses yang mudah, sudah tugas kita untuk mengelola sumber daya, semelimpah apa pun. Memercayakan satu juta dolar kepada anak-anak atau membelikan perhiasan mahal pada tahun-tahun awal mereka akan terlalu besar bagi mereka untuk ditangani, dan hasil akhirnya adalah anak yang tidak bersyukur atas apa pun.

3. Menghentikan mereka dari bekerja.

Bekerja sangat penting dalam kehidupan. Setiap orang dewasa yang bertanggung jawab harus bekerja untuk mencari nafkah. Membuat mereka mengerti hal ini bermanfaat bagi keberhasilan mereka sebagai orang dewasa. Kita mungkin ingin melindungi mereka dari segala sesuatu yang melelahkan, tapi mengajarkan mereka pelajaran penting dari pekerjaan akan lebih protektif bukannya destruktif. Tentukan harapan bagi mereka saat mereka mencoba masuk ke perguruan tinggi. Biarkan mereka menghargai mendapatkan sesuatu yang bernilai dan merasa bangga dengan hal ini.

4. Mendorong mereka untuk tidak memberi kembali.

Salah satu pelajaran yang paling penting yang orang tua saya ajarkan adalah mengapa saya harus memberi kembali. Itulah aliran kehidupan. Kita mengambil dan kita memberi. Jangan tahan anak-anak dari keinginan untuk mengulurkan tangan dan bersuka rela baik dalam perbuatan maupun amal.

4. Tidak mengharuskan mereka bersyukur.

Kita mungkin merasa anak kita layak mendapatkan segala sesuatu yang dia terima dan tidak berutang apa pun pada siapa pun. Tapi ini tidak menggugah semangat menghargai di dalam diri mereka. Kata-kata seperti “terima kasih” bermanfaat untuk membuat mereka memahami pentingnya segala sesuatu yang diberikan kepada mereka.

5. Bertindak seperti anak manja di depan mereka.

Kita sebagai orang tua seharusnya memimpin dengan contoh. Anak-anak kita harus melihat tanggung jawab itu dalam diri kita, bahwa kita tegas dan bijaksana. Kita tidak harus merengek dan mengeluh tentang segala sesuatu di depan mereka.

6. Tidak menetapkan batas-batas.

Secara alamiah, anak-anak ingin dimanja dan manja. Bukan tugas kita sebagai orang tua untuk membuat hal ini terjadi. Sebaliknya, kita harus memastikan mereka berperilaku baik dan menyenangkan. Untuk melakukan hal ini, batasan dan larangan harus ditetapkan; jika tidak, anak menjadi tidak sopan dan kasar.

7. Membiarkan anak-anak melakukan cara mereka sendiri sepanjang waktu.

Ini semua tentang memilih apa yang kita harus berikan kepada mereka dan apa yang tidak boleh. Ada perbedaan antara menginginkan gawai baru atau mendapat permen. Terserah kita untuk memilih mana yang boleh dilakukan dengan cara mereka dan mana yang tidak boleh.

8. Menawari mereka hadiah untuk alasan yang salah.

Jika anak kita bosan dengan mainan lama yang kita belikan untuk mereka dan kita menawarkan mainan baru sebagai cara untuk menghentikan mereka merengek, kita sedang menawari mereka hadiah untuk alasan yang salah. Hadiah harus ditawarkan untuk menunjukkan bahwa mereka layak mendapatkannya dan mereka telah menunjukkan bahwa mereka cukup bertanggung jawab untuk menangani dan merawatnya.

9. Mencegah hubungan yang akan membuat mereka berkembang.

Ini bukan tentang bersama anak-anak manja lainnya. Kadang-kadang bermanfaat bagi kita untuk membawa mereka ke pertemuan orang tua yang akan berbagi pengetahuan mendalam dengan mereka. Biarkan mereka melihat manfaat dalam bersyukur. Undang orang-orang yang berpartisipasi dalam pekerjaan sukarela ke rumah kita. Mencekoki anak dengan hubungan yang tidak sehat akan merusak anak.

10. Mencegah anak kita bertanggung jawab.

Anak-anak harus bertanggung jawab atas tindakannya. Ya, anak kita akan membuat kesalahan, tapi mencegah mereka bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan ini akan membuat mereka tidak melihat pentingnya belajar dari kesalahan. (Casey Imafidon)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *