10 Pelajaran Dalam Tahun Pertama Berwirausaha

Monkey Business Images via Getty Images

1. Tindakan Menyembuhkan Ketakutan

Kamu perlu ikut 44 kursus dan membaca 12 buku lagi sebelum kamu melakukan lompatan besar. Mulailah sebelum kamu merasa siap dan begitu melakukan tindakan yang terinspirasi, keyakinan pun akan datang. Ketakutan akan mencoba menyamar sebagai dalih besar yang memberitahu kamu bahwa kamu butuh lebih banyak untuk memulai. Kamu sudah lengkap sekarang.

2. Renjana menghasilkan Keuntungan.

Kata kewirausahaan sering kali dianggap sinonim dengan lambang dolar dan gambar orang membuang uang keluar dari pintu jet pribadi mereka. Hal-hal itu benar-benar indah dan itulah alasan kamu tidak harus menjadi seorang wirausahawan. Ketika kamu mengikuti renjana kamu, bukannya keuntungan dan memperhatikan hubungan, bukannya angka, pendapatan pun akan datang dan dengan cara yang besar.

3. Ingatlah MENGAPA kamu

Kewirausahaan bisa benar-benar melelahkan jika kamu menghabiskan hari kamu membutuhkan semuanya sempurna. Terlalu sering kita terjebak dalam rincian sehingga kita lupa mengapa kita bahkan mulai dan kita mencoba mengontrol bagaimana hal itu akan terjadi. Inilah tanda kamu untuk menyerah. Ketika kamu tetap fokus pada MENGAPA, BAGAIMANA akan datang. Orang-orang yang kamu butuhkan akan muncul dan klien yang kamu impikan akan menghubungimu.

4. Setiap klien bukan klien yang pas untuk kamu.

Ketika pertama kali memulai bisnis baru, kita bisa begitu bersemangat dengan klien sehingga kita memberikan energi anak SMA dalam tim sepakbola. Pilih saya! Pilih saya! Tenang, tidak semua orang akan mencintai kamu dan itu tidak apa-apa; Tidak semua orang dimaksudkan untuk itu. Kamu tidak akan menjadi orang yang pas untuk semua orang dan tidak semua klien adalah pas untuk kamu. Kamu boleh percaya bahwa ketika kamu menyerah pada satu klien yang tidak pas untuk kamu, Alam Semesta akan mengirim dua lagi yang pas.

5. Promosi Diri itu tidak memalukan.

Saya telah tumbuh untuk membenci istilah “promosi diri tak tahu malu” karena hal itu menyiratkan bahwa ada rasa malu yang terlibat dalam penjualan. Tidak pernah memalukan jika kamu berbagi renjana dari hati. Mentor saya, Gabby Bernstein, mengajarkan saya untuk berbagi bukan menjual. Ketika orang-orang merasakan renjana kamu, mereka tidak bisa tahan selain ingin bekerja bersama. Dunia membutuhkan apa yang kamu tawarkan.

6. Bekerja dari rumah itu tidak selalu seksi.

Bekerja dari rumah berarti ada ruang untuk yoga dan melipat cucian, bukan? Bukan. Namun, saya memang menatap cucian sambil bekerja. Ini tidak seksi, teman. Saya telah belajar pada hari tertentu bahwa lakukan saja apa yang kamu bisa dan lepaskan sisanya.

7. Membandingkan Menghasilkan Keputusasaan.

Selalu ada orang lain yang akan lebih murah, punya situs wes yang lebih bagus, dan slogan yang sempurna. Ketika kamu fokus pada orang lain dan membandingkan awal kamu dengan pertengahan mereka, itu akan menghasilkan keputusasaan dan bisa menguras energi kamu. Fokuslah pada kekuatan dan bakat kamu. Tidak ada orang lain yang sepertimu dan itulah kekuatan super kamu.

8. Jangan Dengarkan Para Penentang.

Orang-orang mungkin akan mengatakan kamu gila karena mengikuti renjana kamu dan meninggalkan kemapanan pekerjaan kantoran. Ketika seseorang memberitahumu bahwa kamu tidak bisa melakukan sesuatu, apa yang mereka katakan adalah “Saya Tidak Bisa Melakukan Sesuatu” dan mereka memproyeksikan ketakutan mereka sendiri kepadamu. Ketika kamu menemui penentang, ambil napas dalam-dalam, ucapkan terima kasih (atau Semoga Hatimu Diberkati”), ampuni mereka, dan lanjutkan langkah.

9. Berjalan lambat itu tidak apa-apa asalkan kamu tidak berhenti.

Ini berlaku untuk semua bidang kehidupan. Tidak ada perlombaan atau kompetisi. Berjalanlah selambat yang kamu butuhkan asalkan kamu hadir, sadar, dan tidak pernah berhenti. Ada kekuatan dalam Fokus dan itu benar; di mana fokus kamu berada, di situlah energi dan potensi kesuksesan kamu.

10. Sikap adalah Segalanya.

Jika kamu berpikir kamu bisa, kamu benar. Jika kamu berpikir kamu tidak bisa, kamu benar. Hal-hal baik itu butuh waktu, kesabaran, dan ketekunan. Fokus pada apa yang kamu inginkan, bukan pada apa yang tidak kamu inginkan. Rayakan setiap keberhasilan kecil dan kamu akan mendapatkan lebih banyak kesuksesan. Fokuslah pada segala sesuatu yang berhasil dan bersyukurlah setiap hari atas setiap prestasi baru. Mungkin butuh waktu, tapi perjalanan terus berlanjut.

Ujian, jika dianggap sebagai peluang untuk pertumbuhan, akan benar-benar menjadi peluang dan pada akhirnya setiap hambatan yang teratasi akan menyebabkan kesuksesan yang indah.

Jika kamu seorang wirausahawan, atau mempertimbangkan untuk melakukan lompatan, tetaplah positif. Belajarlah untuk mencintai ketidaksempurnaan yang berantakan dari perjalanan kewirausahaan dan ketahuilah bahwa memiliki segalanya tidak pernah menjadi prasyarat untuk keberhasilan kamu. (Heather Regan)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *