12 Aturan Kebahagiaan yang Jarang Diketahui

“Kebahagiaan itu bergantung pada diri kita sendiri.”—Aristoteles

Beberapa orang tampak bahagia di luar, tapi mereka berjuang dengan gelisah di balik pintu tertutup dan tidak banyak berpikir tentang alasannya.

Yang lain membuat rencana-rencana besar berdasarkan apa yang telah mereka dengar “akan” membuat mereka bahagia: “Saya akan menikah dengan pria baik-baik, kami akan membeli rumah, dan kami akan punya tiga anak dan rumah di pinggiran kota.”

Selama mereka sibuk melakukan apa pun yang mengalihkan perhatian mereka dari kebenaran—kebenaran mereka—mereka seperti sebuah batu besar yang jatuh dari gunung: mereka memantul dan bereaksi impulsif dengan lingkungan sekitar, dan mereka menggelinding seterusnya tanpa berpikir ke mana mereka sedang menuju. Mereka mendapatkan rumah mereka, kadang-kadang rumah yang besar sekali, dan mereka berpikir itulah arti kehidupan. Dan mereka tidak pernah mempertanyakannya sampai mereka merasa kosong di dalamnya, sering kali berpuluh-puluh tahun kemudian. Namun, mata mereka terus menutupi kesedihan yang tidak mau mereka bicarakan, dan bahkan mungkin kesedihan yang tidak tahu mereka bawa.

Nah … Apakah kamu bahagia?

Mengetahui jawaban atas pertanyaan ini adalah penting. Hidup setiap hari dengan suatu cara yang memungkinkan adanya kebahagiaan adalah hal yang mengubah hidup. Berikut ini adalah dua belas aturan dasar kebahagiaan yang sering kami bahas dengan siswa pelatihan / kursus kami yang membuat kebahagiaan seumur hidup menjadi realitas yang bertahap:

1. Integritas adalah dasar dari kehidupan yang bahagia dan bermakna.

Banyak konflik sehari-hari yang muncul dalam kehidupan kita ada hanya karena kita tidak hidup tulus dengan nilai-nilai pokok kita—kita tidak bersikap jujur kepada diri kita sendiri.

Di mana pun hatimu—di mana pun kebenaranmu—di situlah kamu akan menemukan alasan untuk tersenyum.

2. Kebahagiaan bergantung pada menjadi bebas, dan kebebasan bergantung pada menjadi berani.

Kamu harus bersedia mengambil kesempatan pada apa yang membuat kamu bahagia.

Satu-satunya cara untuk menemukan kebahagiaan sejati adalah menjadi rentan sesekali dan merisikokan kemungkinan untuk benar-benar terluka.

3. Kebahagiaan adalah keutuhan, dan setiap langkah dan pengalaman adalah apa yang membuat kamu utuh.

Tanpa setiap pengalaman hidup, kamu adalah halaman kosong, jurnal kosong, lirik yang tidak dinyanyikan.

Apa yang membuat kamu HIDUP adalah kehendak kamu untuk menjalani tantangan hari ini dan kemudian menegakkan kepala tinggi-tinggi dengan harapan dan tekad.

[AdSense-A]

4. Sebuah kisah hidup yang bahagia tidak berarti kisah hidup yang mudah.

Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mengikuti kata hatimu. Ambil resiko. Jangan hanya membuat pilihan aman dan mudah karena kamu takut dengan apa yang mungkin terjadi—jika kamu melakukannya, tidak ada yang akan terjadi.

Kamu harus bekerja keras untuk membuat hidup kamu seindah mimpi yang menari-nari dalam imajinasi kamu, sambil pada saat yang sama menghormati setiap langkah di sepanjang jalan.

5. Kebahagiaan ada dalam semua hal kecil.

Kurangi hal yang jelas agar kamu bisa melihat hal yang bermakna.

Temukan kembali sensitivitas mata masa anak-anak kamu. Mata yang melihat kehidupan apa adanya—sebuah kompilasi indah kehidupan yang kecil, masing-masing hidup satu per satu seperti foto dalam album foto keluarga. Yang melihat keindahan dalam bunga-bunga, pelangi, dan binatang liar. Yang mengagumi kunang-kunang, matahari terbenam, dan malam penuh bintang. Yang memungkinkan kamu bermimpi seketika dengan mata terbuka lebar.

6. Kebahagiaan bukan kepemilikan yang harus dibanggakan—kebahagiaan adalah kualitas pikiran, keadaan pikiran yang positif dalam mengejar makna.

Kemampuan untuk menemukan keindahan dalam hal-hal paling sederhana membuat rumah menyenangkan, hubungan langgeng, dan kehidupan indah.

Kita harus menemukan kesadaran untuk benar-benar menghargai hal-hal kecil sambil mengejar hal-hal besar.

7. Rahasia kebahagiaan sehari-hari bukan dengan selalu melakukan apa yang disuka, tapi dengan sadar menyukai apa yang dilakukan.

Hadirlah dengan setiap langkah, lakukan yang terbaik, dan lepaskan sisanya.

Selalu ada alasan untuk bersyukur dan sesuatu yang menarik untuk dipelajari sepanjang jalan.

8. Kamu tidak bisa bahagia kecuali kamu kadang-kadang tidak bahagia juga.

Kamu tidak bisa sepenuhnya melindungi diri dari kesedihan tanpa juga melindungi diri dari kebahagiaan.

Cahaya butuh kegelapan untuk menjadi cahaya.

9. Kebahagiaan adalah pola pikir yang berkembang.

Menjalani kehidupan yang bahagia dan positif bergantung pada kemampuan kamu untuk menerima kenyataan bahwa segala sesuatu terus bergerak maju, jauh dari segala sesuatu yang sebelumnya ada.

Tidak peduli seberapa baik atau buruk yang kamu milikinya sekarang, itu akan berubah. Itulah satu hal yang bisa kamu andalkan, terus-menerus.

10. Kebahagiaan berkembang melalui keterpisahan.

Kebahagiaan tumbuh berbanding lurung dengan penerimaan seseorang.

Kebahagiaan tumbuh berbanding terbalik dengan harapan seseorang.

11. Mustahil untuk membangun kebahagiaan kamu sendiri pada ketidakbahagiaan orang lain.

Jangan membuat sedih orang lain; bahagiakan mereka.

Gunakan suara kamu untuk kebaikan, telinga kamu untuk kasih sayang, tangan kamu untuk amal, pikiran kamu untuk menerima, dan hati kamu untuk mencintai.

12. Kamu tidak bisa diperbandingkan dengan orang lain, maka kamulah pemicu kebahagiaan kamu sendiri.

Perbandingan sosial tidak pernah berasal dari tempat yang sehat dan menyenangkan. Tidak masuk akal bila langsung membandingkan diri kamu dengan seseorang yang BUKAN kamu, atau khawatir bahwa mereka menilai kamu karena menjadi KAMU.

Jika kamu merasa terpanggil untuk membandingkan diri kamu dengan orang lain, bandingkan diri kamu dengan versi kamu sebelumnya, dan kagumi seberapa jauh kamu telah berubah.

Pemikiran Lanjutan

Saat saya menyelesaikan posting singkat ini, saya teringat sebuah puisi oleh Christian D. Larson yang dulu nenek saya gantungkan di lemari es saat saya masih kecil. Begitu saya  cukup dewasa untuk memahami puisi, nenek saya memfotokopinya untuk saya, dan, hampir 30 tahun kemudian, saya masih punya fotokopi yang sama yang dilaminasi dan digantung di papan buletin kantor saya …

[AdSense-B]

Berjanjilah Kepada Diri Sendiri

Untuk menjadi begitu kuat hingga tak ada
yang bisa mengganggu ketenangan pikiranmu.
Untuk bicara kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran
kepada setiap orang yang kamu temui.

Untuk membuat semua teman kamu merasa
bahwa ada sesuatu di dalam diri mereka
Untuk melihat sisi cerah dari segala sesuatu
dan membuat optimisme kamu menjadi kenyataan.

Untuk memikirkan hanya yang terbaik, untuk bekerja hanya yang terbaik,
dan untuk mengharapkan hanya yang terbaik.
Untuk menjadi sama-sama antusias pada kesuksesan orang lain
seperti pada diri kamu sendiri.

Untuk melupakan kesalahan masa lalu
dan melanjutkan untuk meraih prestasi lebih besar di masa depan.
Untuk memasang wajah ceria setiap saat
dan memberi setiap makhluk hidup yang kamu temui senyuman.

Untuk meluangkan begitu banyak waktu pada perbaikan diri
sehingga kamu tidak punya waktu untuk mengecam orang lain.
Untuk menjadi terlalu besar untuk khawatir, terlalu mulia untuk marah, terlalu kuat untuk takut,
dan terlalu bahagia untuk mengizinkan hadirnya masalah.

Berpikir baik tentang diri sendiri dan untuk mengabarkan fakta ini kepada dunia,
Bukan dalam kata-kata keras tapi perbuatan besar.
Untuk hidup dalam keyakinan bahwa seluruh dunia ada di sisimu
asalkan kamu percaya pada yang terbaik yang ada dalam dirimu.”

(Marc Chernoff)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *