13 Tanda Kamu Ada Dalam Hubungan Jangka Panjang yang Sehat

Peathegee Inc via Getty Images

1. Kamu tidak perlu bertemu satu sama lain setiap hari.

Kalau kamu bisa, lalu kenapa tidak? Tapi kamu tidak harus cerewet menyuruh satu sama lain untuk datang hanya karena kamu belum melihat sekilas satu sama lain seharian. Untuk hubungan jarak jauh, kalau kamu bisa meluangkan lima menit panggilan video sebelum kamu berangkat kerja (dan sebelum dia tidur), itu bagus. Namun, kamu tidak merasa kamu harus memulai hari dengan hal itu.

Dan ini bukan tentang tidak meluangkan waktu untuk bertemu satu sama lain, hanya saja kamu sudah mencapai titik dalam hubungan kamu ketika kamu sudah menyadari perbedaan tentang benar-benar hadir dan menjadi lengket. Minus Skype, FaceTime, dan aplikasi panggilan video apa saja yang kamu gunakan, kamu hadir. Dan dia tahu itu.

2. Kamu tidak perlu memperbarui sama lain soal rincian-rincian kecil …

… seperti apakah kamu sudah makan, apa yang kamu makan untuk makan siang, dll. Setiap hari. Kamu tidak terserap dalam dunia yang telah kamu ciptakan hanya untuk kamu dan pacar kamu. Pacar kamu berdampingan dengan semua karakter dan unsur-unsur lain dunia kamu. Dia bagian dari itu—mungkin bagian utama dari itu—tapi bukan dunia itu sendiri.

3. Kamu tidak memaksakan teman-teman kamu harus menjadi teman-temannya dan sebaliknya.

Jika mereka bisa berteman dengan sendirinya tanpa kamu harus mendorong mereka, bukankah itu menjadi bonus? Tapi kamu menghormati cowok kamu dan teman-teman kamu dan tahu bahwa bagaimana kamu berhubungan dengan teman-temannya (atau bagaimana dia berhubungan dengan teman-teman kamu) bukan merupakan area di mana orang-orang bisa memberikan penilaian kecocookan kamu sebagai pasangan.

4. Kamu tidak (mencoba) memberi kesan satu sama lain dengan hadiah paling mahal.

Jika kamu berdua bisa membelinya, itu beda cerita. Apa yang saya katakan adalah ada beberapa pasangan yang memanjakan satu sama lain (atau yang lainnya saja) dengan barang-barang sangat mahal padahal satu hadiah itu setara dengan total gaji bersih satu bulannya. Kamu telah mencapai kematangan dengan keuangan dan kalian berdua lebih suka merencanakan liburan ulang tahun kalian atau investasi besar untuk masa depan kalian.

5. Kamu tidak menggunakan saringan apa pun saat bicara.

Saringan keuangan, saringan keluarga, saringan pacar, saringan mantan, dll—semuanya terbuka. Kejujuran selalu menjadi kebijakan terbaik.

6. Kamu tidak menyiksa diri dengan kebosanan dengan berpura-pura menyukai apa yang dia sukai.

Cowok kamu menikmati video game; kamu menikmati buku kamu. Cowok kamu menikmati olahraga luar ruangan; kamu menikmati secangkir kopi di sudut kecil kamu. Dia mendengarkan musik pop; kamu memuja The Script. Meskipun kamu memberikan kesempatan kepada satu sama lain untuk bisa mengintip ke dalam dunia masing-masing, kamu tidak memaksanya masuk dunia kamu.

7. Kamu tidak peduli lagi apa yang dia lihat saat kamu tanpa riasan dan / atau baru bangun tidur.

Kamu sudah melewati hari-hari ketika kamu berpikir bahwa kamu harus selalu memasang wajah terbaik kamu. Kamu sudah nyaman dengan menjadi alami. Kamu telah melihat kecantikan kamu tanpa riasan di matanya.

8. Kamu tidak mendukungnya dalam semua cacian dan keluhannya tentang dunia.

Ketika dia membutuhkan khotbah yang bagus, dari kamulah dia mendengarnya. Jika dia salah, kamu bilang kepadanya. Tidak ada manis-manis ketika kamu berpikir dia membutuhkan tamparan realitas. Kamu tidak memaklumi tindakan salahnya, kamu mengoreksinya. Kamu tidak mencekokinya dengan “tidak apa-apa” yang palsu.

9. Kamu tidak bertindak seperti seorang petugas jam malam lagi.

Kamu tahu dia akan harus meluangkan beberapa waktu untuk teman-temannya dan kamu tahu dia akan harus keluar malam. Kamu tahu dia dengan baik untuk memastikan bahwa dia akan pulang ketika dia berpikir sudah waktunya pulang. Dan kamu menghormati penilaiannya tentang “sudah waktunya”.

10. Kamu membicarakan hal-hal spesifik tentang  masa depan …

… 10 tahun, 20 tahun dari sekarang. Kamu berbagi mimpi hari esok. Kamu melihat dia dalam layar besar dari apa yang ada di depan. Kamu melihat dia sebagai pasangan kamu dalam mencapai impian-impian ini.

11. Tidak ada tapi-tapian, tidak ada kalau-kalau. Dialah sekutu kamu.

Apa pun, kapan pun, di mana pun. Akan selalu ada kamu dan dia melawan dunia. Kamu bisa menerima apa pun pemberian hidup karena kamu tahu dia akan selalu ada di sana—baik memegang tangan kamu sebelum lompatan besar itu atau satu inci saja di belakang kamu saat kamu mengambil langkah paling berbahaya yang harus kamu ambil sendiri. Tapi kamu tidak pernah benar-benar sendirian dalam arti yang paling harfiah; kamu akan selalu punya pendamping.

12. Kamu menghargai pikirannya. Dia menghargai pikiran kamu.

Dia punya pendapat tentang perubahan besar dalam hidup kamu seperti halnya dalam diri kamu. Pendapatnya sungguh-sungguh karena kamu tahu dia salah satu dari sedikit orang di dunia yang akan tulus dan tanpa pamrih menginginkan yang terbaik untuk kamu. Dia akan memberikannya kepada kamu secara langsung dan sederhana. Kadang-kadang, pikirannya akan membuka kamu pada gelombang pemikiran baru, membuat kamu menegaskan pikiran-pikiran yang sudah kamu pegang atau membuat kamu benar-benar mengatakan tidak untuk beberapa hal yang belum kamu yakini.

13. Kamu tidak benar-benar memandang atau menganggap dia sebagai pacar lagi.

Dia telah menjadi lebih seperti saudara? Hmm. Bukan. Dia lebih seperti perpaduan saudara dan pacar. Dia ada di suatu tempat di antara keduanya. Bukan seorang saudara, tidak lagi seorang pacar, belum juga seorang suami. Pasangan Hidup? Kurang lebih seperti itu.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *