19 Kebiasaan Harian Sederhana Agar Hidup Lebih Bahagia

Shutterstock

“Peluk lebih erat. Tertawa lebih keras. Tersenyum lebih lebar. Cintai lebih lama.”—Anonim

Saya pernah berpikir bahwa gelar universitas dan nilai yang tinggi akan membuat saya bahagia. Saya berpikir bahwa berkeliling dunia akan membuat saya merasa puas. Saya berpikir bahwa pindah ke luar negeri dan mendapatkan pekerjaan kelas atas akan membuat saya puas.

Semua itu benar, tapi hanya untuk sementara. Semua itu selalu datang bersama tanggal kedaluwarsa.

Akhirnya, saya harus berhenti dan bertanya pada diri sendiri, “Jika saya tidak bisa benar-benar bahagia sekarang, akankah saya akan bahagia?” Jika saya tidak bisa menghargai segala sesuatu yang sudah saya punyai dalam hidup saya, akankah yang lebih banyak lagi akan benar-benar menjadi jawabannya?

Tidak.

Lalu saya berpikir, “Jika kebahagiaanlah yang saya inginkan, mengapa tidak ambil jalan pintas dan langsung pergi ke sana?”

Jadi, saya lakukan. Saya berhenti menunda-nunda. Saya berhenti membiarkan keadaan eksternal menentukan apa yang saya rasakan. Dan saya berhenti mengandalkan tujuan ilusi atas kebahagiaan yang dijanjikan.

Apa yang saya sadari adalah bahwa kebahagiaan tidak terjadi secara kebetulan—kebahagiaan terjadi karena pilihan. Kebahagiaan adalah keterampilan yang dapat dikembangkan setiap orang dengan kebiasaan yang tepat.

19 Kebiasaan Bahagia yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

1. Hargailah lebih.

Pagi ini saya bangun dengan perasaan menghargai tempat tidur saya, teman-teman saya yang luar biasa, dan ibu saya karena landasan dalam hidup saya. Apresiasi melahirkan kebahagiaan. Ini memperkuat dan memberi nilai pada apa yang penting dalam hidup kita. Dan semakin kamu menghargai, semakin kamu akan menemukan hal-hal yang harus menghargai. Saat bangun dan pergi tidur, ingatkan diri kamu akan tiga hal yang saat ini kamu hargai dalam hidup kamu.

2. Semangati diri kamu setiap pagi.

Pagi hari menentukan jalannya sepanjang hari. Rutinitas pagi yang baik membuat kamu merasa terpusat, bersemangat, dan siap menghadapi dunia. Meditasilah, lakukan yoga, tulislah daftar segala sesuatu yang kamu cintai, tontonlah video inspiratif di YouTube, atau dengarkan lagu favorit kamu sebelum meninggalkan rumah. Persiapkan saja dirimu untuk hari yang luar biasa!

3. Melatih penerimaan.

Segalanya tidak selalu berjalan seperti yang direncanakan. Saya biasa frustrasi ketika rencana-rencana berubah atau ketika bus datang terlambat. Tapi melawan tidak akan pernah mengubah apa-apa; sebaliknya, itu hanya menjerumuskan saya. Ketika saya mulai menerima apa pun yang terjadi, saya membebaskan diri dari penderitaan yang tidak perlu. Mulailah melatih penerimaan. Sesuaikan diri dengan situasi baru, tanpa mengisinya dengan emosi negatif.

[AdSense-A]

4. Hiduplah di masa sekarang.

Di sinilah semuanya terjadi, saat ini. Inilah satu-satunya tempat di mana kamu bisa mengalami kebahagiaan (atau apa pun dalam hal ini). Inilah satu-satunya tempat yang layak. Ini mungkin terdengar jelas, tapi menyadari hal ini mengubah kehidupan saya. Di masa sekarang saya berpikir lebih baik, merasa lebih baik, dan bertindak lebih baik. Setiap kali kamu memasuki tempat baru, gunakan kelima indera kamu—pendengaran, penglihatan, peraba, pembau, dan perasa—untuk menemukan lebih banyak kekinian.

5. Dengarkan dengan penuh perhatian.

Dengarkan dengan fokus dan kasih sayang. Beri orang lain karunia perhatian penuh kamu. Inilah sumber ampuh kebahagiaan kamu, karena hal itu menciptakan ikatan yang kuat antara orang dan tempat kamu berada saat ini. Entah itu rekan kamu, pasangan kamu, atau orang asing di jalan, putuskan untuk lebih hadir dalam semua percakapan kamu.

6. Tabung uang untuk berinvestasi pada kenangan.

Hal-hal materi mungkin memuaskan kita dalam jangka pendek, tapi pengalamanlah yang membuat kita bahagia dalam jangka panjang. Tahun lalu saya hampir tidak membeli sesuatu yang baru. Sebaliknya, saya menggunakan uang untuk bepergian. Sekadar memikirkan pesta-pesta pantai di Karibia, hari-hari cerah di Central Park, dan festival di Ibiza membuat saya tersenyum lebar. Belilah satu hal saja yang kamu butuhkan atau yang sangat kamu sukai. Kemudian, gunakan uang ekstra itu untuk pengalaman yang akan membuat kamu berkata “Aaah”, “Ohhh”, dan “Wow” saat kamu memikirkannya lagi.

7. Berteman dengan orang-orang baru.

Banyak dari kita berhenti mencari teman setelah usia dua puluhan. Bertemanlah dengan orang-orang baru dan kamu akan tumbuh sebagai pribadi, terbukalah untuk pengalaman baru, dan milikilah kehidupan sosial yang kaya. Lakukan obrolan ramah dengan orang asing dan mungkin kamu menjalin pertemanan baru. Mungkin itu untuk lima menit, atau mungkin untuk seumur hidup.

8. Bermimpi besar.

Mimpi itu bagus; mimpi mendorong kita ke depan. Mimpi memeriahkan hati kita, membangunkan pikiran kita, dan memberi kita alasan untuk hidup. Biarkan diri kamu bermimpi besar dan percaya bahwa itu bisa menjadi kenyataan untuk kamu. Dedikasikan setidaknya lima menit setiap hari untuk hanyut ke dalam kehidupan impian kamu. Buatlah senyata mungkin: visualisasikan dan ciptakan perasaan dalam menjadi, melakukan, dan memiliki semua yang kamu inginkan.

9. Lakukan langkah-langkah untuk mewujudkan mimpi kamu.

Sekarang, apakah masa kini kamu terlihat seperti masa depan yang kamu impikan? Jika tidak, luangkan lebih banyak waktu dan energi pada apa yang ingin kamu lihat tumbuh. Lakukan langkah-langkah kecil setiap hari untuk mengangkat kamu ke arah apa yang kamu inginkan. Langkah-langkah kecil semuanya berguna.

10. Kembangkan pola pikir melimpah, bukan kelangkaan.

Bagaimana kita mengalami dunia semata-mata bergantung pada persepsi kita tentangnya. Saat kamu tinggal dengan kekurangan, kamu melindungi dan menimbun. Saat kamu memberi, kamu menandakan bahwa kamu memiliki lebih dari cukup untuk dirimu sendiri. Kamu tidak merasa mendapatkan cukup cinta? Berikanlah cinta kepada orang lain. Kamu tidak merasa punya cukup uang? Berikanlah uang kepada orang lain yang membutuhkan.

[AdSense-B]

11. Luangkan waktu untuk mengisi ulang.

Meskipun kita hidup dalam masyarakat yang memupuk kita untuk berbuat lebih, menjadi lebih, memberi lebih, dan memiliki lebih, kita perlu waktu untuk mengisi ulang. Kita perlu mengisi energi. Beristirahatlah sejenak, dan mengapa tidak tidur siang? Apa yang tidak direncanakan biasanya tidak dilakukan, jadi pastikan untuk merencanakan waktu berhenti.

12. Luangkan waktu untuk bermain.

Hidup itu bukan tugas. Kamu tidak datang ke sini untuk memperbaiki sesuatu yang rusak atau untuk menyelesaikan daftar tindakan. Kamu datang untuk bersenang-senang, untuk kegembiraan, dan keajaiban hidup. Sisihkan setidaknya lima belas menit setiap hari untuk waktu bersenang-senang dan jadikan waktu itu tidak bisa diganggu gugat.

13. Dekatlah dengan orang-orang bahagia.

Sikap itu yang menular. Jika seseorang tersenyum kepadamu, kamu mungkin akan tersenyum. Jika seseorang kasar, kamu mungkin akan balas kasar. Bergaullah dengan orang-orang yang sikapnya ingin kamu tiru. Jika orang-orang bahagia tidak ada, buka internet dan tonton video orang-orang dengan mengagumkan seperti Marie Forleo, Tony Robbins, dan Regena Thomashauer (Mama Gena).

14. Bergeraklah perlahan-lahan.

Lao Tzu berkata, “Alam tidak terburu-buru, tapi semuanya tuntas.” Lebih cepat tidak berarti lebih baik. Lebih sibuk tidak berarti melebihi. Jangan terburu-buru menjalani hidup. Pelan—pelan. Masukkan hati dan energi kamu ke dalam apa yang kamu lakukan dan fokus pada itu (dan hanya itu).

15. Tenangkan diri terus-menerus.

Yang penting bukanlah apa yang terjadi dalam hidup kita, tapi bagaimana kita memilih untuk menghadapinya. Untuk membuat keputusan yang lebih baik, kita perlu menjadi penjaga diri kita sendiri dan menenangkan diri dari pikiran-pikiran negatif. Ketika saya merasa buruk saya biasanya pergi berlari, bermeditasi, atau menulis daftar semua yang saya sukai dalam hidup saya. Berlatihlah teknik yang berbeda sampai kamu menemukan beberapa teknik yang berguna untuk kamu.

16. Ikhlas.

Ikhlas tidak selalu mudah, tapi itulah satu-satunya cara hal-hal baru dan lebih baik bisa datang. Saat kita mengikhlaskan sesuatu, pikiran kita akan tenang. Perjuangan berakhir dan ide-ide dan perspektif baru bisa mulai terbuka. Berlatihlah mengikhlaskan apa yang tidak berguna buat kamu, seperti mengeluh, membandingkan diri dengan orang lain, bersikap negatif, dan kesalahan masa lalu, atau kekhawatiran akan masa depan.

17. Sering-seringlah memaafkan.

Mungkin seseorang datang terlambat, mungkin seseorang bersikap kasar, atau mungkin seseorang lupa menghubungimu lagi. Pengampunan tidak memaafkan perilaku; itu membebaskan kamu darinya. Itu melepaskan kebencian dan emosi negatif lainnya yang terikat pada seseorang atau situasi. Biasakanlah memaafkan orang lain, bahkan untuk hal-hal sekecil apa pun.

18. Hadirlah di dunia nyata.

Telepon pintar, tablet, dan laptop terus menuntut perhatian kita ke dunia media sosial. Dunia digital seharusnya menjadi pelengkap kehidupan nyata kita, bukan sebaliknya. Jadi, luangkan waktu untuk hadir di tempat fisik kamu berada (update status Facebook bisa menunggu).

19. Peduli pada diri sendiri.

Tubuh, pikiran, dan jiwa kita terhubung. Buatlah perubahan pada salah satu dari mereka dan kamu mengubah keadaan ketiganya. Pengetahuan yang bagus, kan?

Lakukan sesuatu setiap hari untuk meningkatkan keadaan kesejahteraan kamu secara keseluruhan, seperti menyiapkan makanan sehat, berolahraga, atau menonton film bagus. Dan ketahui bahwa peduli pada diri sendiri adalah peduli pada dunia.

Raih Kebahagiaan Kamu Sekali Untuk Selamanya

Tidak berkuasa atas kebahagiaan kamu rasanya mengecewakan. Mengandalkan peristiwa dan keadaan eksternal agar kamu merasa bahagia adalah resep untuk penderitaan. Karena, ketika hidup tidak berjalan seperti yang direncanakan atau segalanya berantakan, begitu juga kebahagiaan kita.

Kebahagiaan bukan tentang memiliki semua bagian. Ini bukan tentang memiliki kehidupan yang bebas masalah atau mencapai tujuan tertentu. Sebaliknya, ini tentang menikmati di mana kamu berada, tidak peduli apa pun itu. Jangan mempertaruhkan kebahagiaan kamu pada kesempatan. Pilihlah untuk meraihnya. Jalani kehidupan yang layak kamu jalani. (Maria Stenvinkel)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *