Ceriwis
woman-public-speaking

3 Tips Singkat untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara di Depan Umum

woman-public-speaking

Tidak hanya berbicara dalam konferensi atau dalam kelompok kecil, kemampuan untuk menyampaikan ide dan menginspirasi orang lain dalam pengaturan grup memiliki kekuatan besar.

Beberapa dari kita memiliki kemampuan melakukan ini dengan alami. Dan itu hal alamiah dan bagus adanya.

Namun kebanyakan dari kita tidak secara langsung memiliki kemampuan berbicara di depan publik secara alamiah.

Mayoritas dari orang-orang tidak begitu saja memulai sebagai pembicara dan komunikator pemula, kita memulai dengan takut berbicara di depan umum. Mengatasi rasa takut dalam berbicara di depan umum adalah penting-tapi itu sendiri tidak akan membuatmu menjadi hebat dalam berbicara di depan umum.

Untuk itu kita harus berusaha menyempurnakan kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan efektif, baik dalam mengorganisir materi pembicaraan maupun cara kita menyampaikannya. Ketiga hal tersebut merupakan aspek penting untuk meningkatkan ketrampilan kita untuk semakin mahir dalm berbicara di depan umum.

“Dalam real estate, adalah lokasi, lokasi, lokasi. Dalam berbicara di depan umum, adalah akustik, akustik, akustik. – Christopher Buckley”

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, tapi beberapa hal lebih menonjol dibandingkan dengan yang lain.

Tips-tips ini berdasarkan tujuan pada mempertajam bagaimana kita mempersiapkan diri sebelum berbicara dan bagaimana itu mempengaruhi penyampaian kita, termasuk juga kemampuan untuk memproyeksikan pesan kita selama pidato itu sendiri.

GUNAKAN RINGKASAN (BUKAN PIDATO SECARA UTUH)

Politisi biasanya memiliki penulis pidato. Kita tidak memerlukannya (kecuali kita politisi). Ketika kita berbicara di depan umum, penting bagi kita untuk memusatkan dengan hal-hal apa yang hendak dibahas. Tentu hal pertama yang harus diperhatikan adalah kita harus mahir dan menguasai materi yang akan kita bahas, dari situlah kita akan mampu memetakan semua poin-poin yang akan dibahas ketika berbicara di depan umum, sehingga saran terbaik yang bisa kami berikan adalah dengan hanya membuat ringkasannya saja.

Kenapa? Karena kita, tergantung pada apa yang kita lakukan, mungkin kita tidak perlu menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pidato kita. Politik adalah hal yang jauh berbeda.

Lagipula tidak seperti banyak politisi (maaf ya), jika kita memberikan pidato mengenai sesuatu, kita sebaiknya memahami materinya seperti telapak tangan sendiri. Jika tidak, kenapa kita berpidato (kecuali untuk latihan)?

Di sinilah strategi ini digunakan. Kami mencoba menggunakannya dalam podcast mingguan dan hal itu membantu membuat perbedaan besar dalam kemudahan dan kualitas pembicaraan.

Beginilah maksudnya: daripada menghapalkan kalimat per kalimat, dengan stres yang tak bisa dihindari jika kita keliru mengucapkan satu kata, cukup buatlah ringkasan. Biasanya kita bisa membawa catatan kecil, jadi cukup gunakan ringkasan dari topik penting dan sub-topik yang ingin dibicarakan dan kemudian lakukan hal berikut dalam pidato:

Lirik topik berikut

Bahas masing-masing sub-point

Lirik topik berikut

Bahas topik berikut

Aliran dan perasaan dari memberikan pidato dengan cara ini jauh berbeda dengan ketika hanya membaca dari pidato tertulis. Ketika kita melakukan ini-dengan asumsi kita memahaminya-kita akan bisa mengalir dengan lebih bebas dan organik dalam cara berbicara, membuat lebih mudah untuk memanfaatkan emosi dan terlihat lebih dipercaya dan percaya diri.

Itu membuat perbedaan besar pada cara penyampaian pesan kita saat berbicara di depan umum.

JANGAN GUNAKAN POWERPOINT

Baiklah, yang ini semuanya tergantung pada keadaan. Namun dalam banyak kasus, pidato jauh lebih kuat ketika disampaikan tanpa alat bantu visual seperti powerpoint.

Ini karena alat bantu visual menjadi semacam penopang, di mana kita mulai mengandalkan alat bantu visual daripada sebaliknya menggunakan kemampuan sendiri untuk mengkomunikasikan pesan secara jelas. Dan itulah sebabnya mengapa poin ini membantu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum. Semakin sedikit kita mengandalkan gimmick, semakin kita menjadi pembicara dan komunikator yang lebih baik.

Seperti yang pernah dikatakan Steve Jobs, “orang yang tahu apa yang dia bicarakan tidak memerlukan PowerPoint.”

Selain itu, kekuatan sebenarnya dari pidato adalah kemampuan kita untuk memanfaatkan emosi. Memang, beberapa topik memperbolehkan penggunaan beberapa alat bantu visual yang cukup mencolok, dan di sinilah alat bantu visual dapat menjadi positif, tapi sebagian besar topik tidak berada dalam kategori itu dan akhirnya hanya mengganggu.

FOKUSKAN PADA TITIK-TITIK PADA PENDENGAR DAN GUNAKAN PENGLIHATAN PERIFERAL

Vera-jones-motivational-speaker

Ini adalah tip sederhana yang telah banyak membantu banyak orang.

Memandang mata orang dalam pidato itu sangat tidak nyaman dan  dapat mengganggu kita ketika seseorang memiliki ekspresi yang kurang menyenangkan (hadapi saja, dalam sekelompok orang kita akan melihar berbagai ekspresi wajah).

Jadi apa yang kita lakukan? Dua hal:

Ketika kita melihat kerumunan, fokuskan pada poin-poin selain bola mata, seperti bahu atau bagian atas kepala. Ketika kita melakukannya…

Gunakan pandangan periferal untuk “disconnect” dari pandangan dan lebih fokus pada proses mental kita.

Ini tidak hanya membantu kita menghindari perasaan tidak nyaman bertemu pandang dengan seseorang, itu juga membuat kita terlihat seolah terlibat dengan kerumunan sambil secara serentak tetap bisa fokus pada menyampaikan pidato. Ini adalah tip sederhana yang dapat membuat perbedaan besar.

Tidak perduli di mana atau bagaimana kita akan berbicara, kemampuan berkomunikasi dalam pengaturan grup adalah kemampuan kuat yang bisa dan akan melayani kita seumur hidup. Gunakan tips-tips cepat ini untuk membawa pidato kita ke level baru dan terus meningkatkannya dengan sering melakukan latihan sendiri atau berasama dengan kolegamu.

Yane Pranata