30 Hal yang Lupa Kita Syukuri

Jika satu-satunya doa yang pernah kamu ucapkan adalah “Terima Kasih”, itu saja sudah cukup.

Kebanyakan dari kita punya banyak sekali anggota keluarga, teman, dan orang-orang tercinta lainnya yang juga mencintai kita. Belajarlah menghargai betapa semua itu adalah keajaiban. Kebanyakan dari kita sehat wal afiat, itu keajaiban lagi. Kebanyakan dari kita punya mata, yang kita gunakan untuk menikmati keajaiban matahari terbenam, alam, dan keindahan di sekitar kita. Kebanyakan dari kita punya telinga, yang kita gunakan untuk menikmati musik—salah satu keajaiban terbesar.

Kita mungkin tidak punya semua ini, karena kita tidak bisa memiliki segalanya, tapi kita tentu saja punya banyak hal untuk disyukuri. Pada tingkat tertentu, kita sudah mengetahui hal ini, tapi kita lupa.

Kadang-kadang saya dan Marc begitu asyik mengejar hal besar baru, sehingga kami lupa berhenti dan menghargai hal-hal yang kami miliki, dan hal-hal yang kami alami, pelajari, dan raih di sepanjang jalan.

Dengan kata lain, kita lupa bersyukur terus-menerus, atas segala hal. Karena setiap langkah yang telah kita ambil telah menuntun kita tepat ke tempat kita berada, dan semua hal telah berkontribusi pada perkembangan kita, ketika kita akhirnya berhenti untuk bersyukur, kita berusaha menyertakan SEMUA hal dalam rasa syukur kita.

Itulah yang saya ingin renungkan hari ini—pengingat singkat tentang hal-hal yang mungkin juga kamu lupa syukuri:

1.    “Terima kasih atas kejutan-kejutan hidup”—Perhatikan dan rayakan kejutan-kejutan hidup. Hanya karena kejutan itu bukan hal yang kamu harapkan, tidak berarti itu bukan semua hal yang sedang kamu tunggu. Jadi tarik napas dalam-dalam bila kamu ditolak dari sesuatu yang baik. Sering kali itu berarti kamu sedang diarahkan pada sesuatu yang lebih baik. Bersabarlah. Berpikirlah positif. Teruslah bergerak.

2.    “Terima kasih atas kebenaran yang saya hadapi setiap hari”—Terlalu banyak dari kita lebih suka kebohongan yang manis dibanding kebenaran yang keras. Tapi jangan salah, pada akhirnya, lebih baik terluka oleh kebenaran daripada terhibur oleh kebohongan. Dan berhati-hatilah juga pada kebenaran setengah-setengah—kamu mungkin saja mendapatkan setengahnya yang salah. Buka mata kamu. Kamu harus melihat segala sesuatu apa adanya bukannya apa yang kamu harapkan, inginkan, atau dambakan. Kadang-kadang sulit untuk menerima kebenaran ketika justru kebohonganlah yang kamu ingin ketahui, tapi kuatlah. Hidup terlalu singkat untuk hidup dalam kebohongan.

3.    “Terima kasih atas masa-masa sulit yang mengajari saya pelajaran penting.”—Tuhan membiarkan kamu mengalami titik rendah dalam kehidupan guna mengajarimu pelajaran yang tidak bisa kamu pelajari dengan cara lain.

4.    “Terima kasih atas tantangan yang harus saya atasi hari ini.”—Dinding bata dalam kehidupan ada karena suatu alasan. Mereka tidak ada di sana untuk menghalangimu. Mereka ada di sana untuk memberimu kesempatan untuk menunjukkan seberapa besar kamu ingin sesuatu. Karena dinding bata ada di sana untuk menghentikan orang-orang yang tidak menginginkannya sebesar dirimu. Mereka ada di sana untuk menghentikan orang lain. Tidak ada apa-apa dalam keadaan kamu saat ini yang mencegah kamu membuat kemajuan, satu langkah setiap waktu. (Bacalah The Last Lecture.)

5.    “Terima kasih karena telah memberikan saya keberanian untuk melanjutkan.”—Keberanian bukan memiliki kekuatan untuk melanjutkan; keberanian ada bahkan saat kamu tidak memiliki kekuatan. Dan ingat, tidak peduli seberapa lambat kamu melangkah, asalkan kamu tidak berhenti.

6.    “Terima kasih telah memberikan saya kekuatan untuk tersenyum.”—Siapa pun bisa bahagia. Butuh seorang manusia dengan hati sungguhan untuk memunculkan keindahan dari hal-hal yang secara alamiah membuat kita menangis.

7.    “Terima kasih atas keindahan yang tetap ada.”—Bahkan ketika masa benar-benar sulit, jangan memikirkan semua penderitaan, tapi pikirkanlah keindahan yang tetap ada.

8.    “Terima kasih atas awal baru yang saya jalani sekarang ini.”—Cara terbaik untuk mempersiapkan masa depan adalah dengan merawat saat ini. Selamat tinggal akan selalu sedikit menyakitkan. Foto-foto tidak pernah bisa menggantikan perbuatan berada di sana. Kenangan, baik dan buruk, kadang-kadang akan mengudang air mata. Dan kata-kata tidak pernah bisa menggambarkan dengan sempurna perasaan yang diwakili. Tapi tidak apa-apa. Rasa sakit itu nyata. Tapi begitu juga harapan. Kamu harus berdamai dengan masa lalu kamu agar masa kini dan masa depan kamu tidak menjadi pertempuran yang sia-sia.

9.    “Terima kasih atas semua pilihan yang saya miliki.”—Bagian besar dari hidup kamu adalah hasil dari pilihan kecil yang kamu buat setiap hari. Jika kamu tidak menyukai beberapa bagian dari hidup kamu, saatnya untuk mulai memperbaiki segala sesuatu dan membuat pilihan yang lebih baik, sekarang juga, tepat di tempat kamu berada. (Saya dan Marc membahas hal ini secara lebih rinci dalam bab “Tujuan dan Sukses” dalam 1,000 Little Things Happy, Successful People Do Differently.)

10.    “Terima kasih atas kesempatan untuk tumbuh.”—Kamu harus bersedia merelakan siapa diri kamu sekarang untuk menjadi siapa diri kamu nantinya.

11.    “Terima kasih atas keberanian saya.”—Setiap kali kamu takut, tapi kamu masih tetap melakukannya, itulah keberanian.

12.    “Terima kasih atas kehebatan batin saya.”—Berlawanan dengan apa yang mungkin orang lain katakan, kamu tidak perlu mendaki ke puncak, atau menjadi yang terbaik, sebelum kamu sendiri bisa merasa hebat. Karena kamu bukan gagal karena kamu tidak sempurna, ditolak, atau dibuang, berjuang untuk memenuhi kebutuhan, atau memiliki keluarga bermasalah. Kamu hebat karena, terlepas dari keadaan kamu, kamu tetap mencintai, kamu terus bangkit lagi setelah setiap kali jatuh, dan, terutama, langkah-langkah kecil yang terus kamu ambil, kamu ambil dengan penuh syukur.

13.    “Terima kasih atas hasrat membara dalam diri saya.”—Titik awal semua kesuksesan adalah HASRAT. Ingatlah selalu. Hasrat yang lemah memberikan hasil yang lemah, sama seperti api kecil menciptakan hawa panas yang sedikit. Jangan pernah menyerahkan sesuatu yang kamu tidak bisa melewatkan sehari pun tanpa memikirkannya. Saat kamu benar-benar percaya pada apa yang kamu lakukan, hal itu akan muncul, dan memberimu balasan. Sukses dalam hidup adalah bagi mereka yang antusias pada tujuan mereka.

14.    “Terima kasih atas intuisi dan naluri saya.”—Terima kritik konstruktif dengan serius, tapi jangan masukkan hati. Dengarkan, dan kemudian bekerjalah dengan intuisi dan kebijaksanaan kamu sendiri sebagai panduan.

15.    “Terima atas imajinasi dan kreativitas saya.”—Imajinasi dan kreativitas adalah segalanya. Bersama-sama, mereka mendatangkan tinjauan kehidupan kamu. Dan ada orang-orang dalam hampir setiap bidang karier yang setiap hari membuat sebuah karya seni hanya karena mereka telah menguasai keahlian mereka. Dengan kata lain, hampir semua orang adalah seorang seniman dalam cara tertentu.

16.    “Terima kasih atas kegembiraan dan kebebasan dari kerentanan saya.”—Menjadi rentan itu bermanfaat untuk diri kita sendiri maupun orang lain. Hal itu membuat kita lebih besar di dunia—semakin kita terbuka, semakin ada dari kita di luar sana. Jadi terbukalah. Biarkan diri kamu merasakan, menjadi nyata, dan otentik. Robohkan semua dinding bata emosional yang telah kamu bangun di sekeliling diri kamu sendiri dan rasakan setiap emosi yang halus sekali, baik maupun buruk. Inilah hidup. Beginilah cara kamu menyambut peluang baru.

17.    “Terima kasih atas perasaan dan emosi saya.”—Hal-hal paling indah di dunia ini tidak dapat dilihat atau disentuh, mereka hanya bisa dirasakan dengan hati.

18.    “Terima kasih telah memberi saya suara.”—Ingat, tidak didengar bukanlah alasan untuk diam.

19.    “Terima kasih atas semua orang yang pernah saya temui.”—Kita adalah bagian dari semua yang pernah kita temui. Dan semua orang yang kamu temui dapat mengajarimu sesuatu yang penting. Ada yang memberkati kita dan ada yang mengajari kita. Semuanya diperlukan. Bahkan, orang-orang yang paling sulit kamu hadapi bisa jadi guru kamu yang paling berharga dalam jangka panjang, yang pada akhirnya benar-benar sebuah anugerah.

20.    “Terima kasih kepada semua orang karena diri mereka apa adanya.”—Jika kamu menghakimi orang, kamu tidak punya waktu untuk menghargai mereka. Jadi perhatikan lebih dekat, dan hormati orang-orang karena menjadi diri mereka apa adanya, bukan karena menjadi apa yang kamu inginkan. Mencintai dan menghormati orang lain berarti membiarkan mereka menjadi diri mereka sendiri, entah kamu memilih untuk menjadi bagian dari hidup mereka atau tidak.

21.    “Terima kasih telah memberi saya kemampuan untuk mencintai.”—Hanya mereka yang mampu mencintai secara mendalam yang dapat menderita kesedihan mendalam, tapi kebutuhan mencintai ini berfungsi untuk menangkal kesedihan kita dan menyembuhkan kita. (Bacalah The Gifts of Imperfection.)

22.    “Terima kasih telah memberi saya seseorang untuk dicintai.”—Hal terbaik untuk dipertahankan dalam hidup adalah satu sama lain. Mencintai dan menang adalah hal terbaik di dunia. Mencintai dan kalah, adalah yang terbaik berikutnya.

23.    “Terima kasih telah memberi saya perasaan untuk mencintai diri saya sendiri juga.”—Ingat, mendahulukan diri sendiri bukan berarti egois—itu berarti sadar diri. Ini juga berarti tidak lupa mencintai diri sendiri.

24.    “Terima kasih atas kesendirian dan ruang yang saya butuhkan.”—Ingat, sesekali menghabiskan waktu sendirian itu menyehatkan. Kamu perlu tahu cara menyendiri dan tidak ditentukan oleh orang lain.

25.    “Terima kasih atas orang-orang luar biasa yang telah berdiri di samping saya.”—Ketahuilah bahwa memiliki lebih banyak teman itu kurang penting dan yang lebih penting adalah memiliki teman sungguhan. Dan ingat, pada saat-saat terberat dalam hidup kamulah kamu akan bisa melihat warna sejati dari orang-orang yang bilang mereka peduli kepadamu. Jangan percaya begitu saja pada orang-orang ini. Lihatlah sekeliling dan hargai mereka, hari ini.

26.    “Terima kasih atas kekuatan untuk memberi kembali dan melakukan perubahan.”—Kenyataan bahwa kamu bisa menanam benih dan benih itu menjadi bunga, berbagi sedikit pengetahuan dan pengetahuan itu menjadi pengetahuan orang lain, tersenyum kepada seseorang dan menerima senyum balasan, adalah bukti bahwa KAMU bisa melakukan perubahan besar.

27.    “Terima kasih atas kemewahan hidup.”—Kamu tidak tidur sambil kelaparan tadi malam. Kamu bangun pagi ini dengan atap di atas kepala kamu. Kamu punya pilihan pakaian yang bisa dikenakan. Kamu punya akses air minum bersih dan listrik. Kamu sedang online sekarang. Kamu punya banyak hal untuk merasa nyaman. Menjadi kaya adalah pola pikir. Ingini lebih sedikit dan hargai lebih banyak.

28.    “Terima kasih atas rumah saya.”—Sebuah rumah adalah rumah jika rumah itu melindungi raga dan menenteramkan jiwa. Tapi rumah tidak selalu struktur fisik, atau lokasi tertentu dalam peta. Rumah adalah di mana pun orang yang kamu cintai berada, kapan pun kamu bersama mereka. Ini bukan tempat yang ditentukan, tapi ruang di hati dan pikiran kamu yang membangun diri seperti batu bata kecil yang ditumpuk untuk menciptakan sesuatu yang kukuh yang kamu bawa bersamamu sepanjang hidup, ke mana pun kamu pergi.

29.    “Terima kasih atas kesehatan saya.”—Kamu mungkin tidak benar-benar sehat, tetapi jika kamu sedang membaca ini, kamu mungkin cukup sehat. Dengan kata lain, jika kamu jatuh sakit hari ini, kamu bisa sembuh. Jangan pernah meremehkan karunia kesehatan kamu. Inilah kekayaan terbesar yang pernah kamu miliki. Inilah pondasi untuk setiap kesempatan kebahagiaan dan kesuksesan yang ditawarkan hidup. Tubuh kamu adalah satu-satunya tempat di mana kamu benar-benar pernah hidup.

30.    “Dan akhirnya, terima kasih telah memberi saya kemampuan untuk online membaca tulisan ini.”—Tidak hanya kamu cukup kaya untuk online saat ini, tetapi kamu juga bisa membaca. Percaya atau tidak, hanya sekitar sepertiga dari populasi dunia yang memiliki akses internet. Dan, lebih gila lagi, ada sekitar 774 juta jiwa di dunia yang tidak cukup berpendidikan untuk membaca. KAMU salah satu yang beruntung.

(Angel Chernoff)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *