4 Wanita Indonesia yang Berkarir Sebagai Bintang Film Panas, No 3 Paling Terbaru!

Kelakuan warga negara Indonesia yang berkarir di luar negeri dan mengharumkan nama bangsa, ada yang menjadi ilmuwan, artis, bahkan pengusaha.

Kelakuan warga negara Indonesia yang berkarir di luar negeri dan mengharumkan nama bangsa, ada yang menjadi ilmuwan, artis, bahkan pengusaha.

Ternyata di balik prestasi itu, ternyata ada juga wanita-wanita berdarah Indonesia yang menggeluti bidang penuh kontroversial.

Dikutip dari tribunnews.com mereka adalah para wanita pemain film panas atau porno yang berkarir di sejumlah negara. Siapa sajakah mereka?

4 Wanita Indonesia yang Berkarir Sebagai Bintang Film Panas, No 3 Paling Terbaru!

1. Angelina Lee

Angelina Lee, bintang film porno yang kabarnya ngetop di Amerika Serikat sempat diperbincangkan di media sosial Facebook setelah heboh, 3 tahun lalu.

Perbincangan itu muncul karena adanya tautan terkait dengan dirinya di-posting ke Facebook.

Wanita muda berwajah oriental ini diperbincangkan bersamaan dengan Nyomi Marcella dan Jade, bintang film panas di Negeri Paman Sam itu.

Selain diperbincangkan, karier mereka dikecam Facebooker karena dianggap mencoreng nama baik Indonesia, negara asalnya.

“Terus apa yg d banggakan,ini bukn prestasi tpi aib.” Demikian ditulis facebooker Rose InDream. Beda dengan atlit yang mengharumkan nama bangsa dan negara atau mahasiswa berprestasi.

Angelina ini mengaku berasal dari Makassar. Pada data dirinya yang dimuat berbagai situs, tertulis Angelina lahir di Makassar, 12 Maret 1984. Kini, dia tinggal di Hawaii.

 

2. Christina Hadiwijaya

Christina Hadiwijaya merupakan orang asli Indonesia. Ia lahir pada 2 September 1975 di Jakarta.

Ia merupakan bintang film panas di Hollywood, salah satu filmnya yang paling hot adalah film ‘Married People’ yang diproduksi pada 2002 dan kasetnya dipasarkan pada 2003 itu ternyata tergolong film paling populer.

Dalam film tersebut Christina berani beradegan panas dan tanpa sehelai pakaian, namun dia sendiri menolak dianggap sebagai bintang film panas.

Kini ia tinggal di Ohio, Amerika Serikat untuk ikut bersama suaminya namun walupun Christina tinggal di Amerika ia tetap mempertahankan paspor hijau Indonesia.

3. Sera Amane 

Sera Amane masih berusia 20 tahun.  Dia berasal dari Jakarta yang sedang belajar di Tokyo Jepang.

Sera mulai memasuki dunia film porno sejak bulan Juli lalu. Kini filmnya mulai dijual terhitung Kamis (7/9/2017) besok.

“Dia ditemukan seorang fotografer profesional Jepang di Tokyo lalu diajak main film porno dan bersedia. Lalu diajak ke Jakarta sekalian mengunjungi ibunya,” ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (6/9/2017).

Sang ibu menurut sumber itu, sedang sakit keras dan membutuhkan banyak biaya untuk pengobatannya di Jakarta.

Sementara biaya sekolahnya tidak sedikit dan terpaksa harus dibiayai sendiri sekaligus perlu uang untuk membantu ibunya tersebut.

Maka terjun lah pelajar tersebut jadi pemain porno di Jepang dengan nama samaran Sera Amane.

Filmnya mulai dijual besok dengan harga tiket 2.036 yen. Produsernya Duke, warga Jepang dengan nama samaran.

Film berdurasi sepanjang 125 menit tersebut memperlihatkan Sera Amane sedang berjalan-jalan ke kawasan Kota Tua di JakartaUtara sedang naik bajaj.

Juga syuting di Bandara Soekarno Hatta setibanya di Jakarta.

Sera melakukan syuting film porno di sebuah hotel di Indonesia sekaligus dengan dua pria Jepang usia sekitar 40 tahun.

Film porno ini adalah yang pertama dimainkan Sera Amane. Selama ini pemain porno warga Indonesia di Jepang yang diproduksi oleh pembuat film porno besar Jepang baru ada dua orang.

Sera Amane adalah WNI kedua yang bermain film porno di Jepang.

Pemain film porno lain dari ASEAN yang main di Jepangkebanyakan dari Thailand, Filipina dan Vietnam.

4. Roati

Wanita yang kini berusia 40 tahun yang dikenal dengan nama samaran Perempuan Roati tercatat sebagai warga negara Indonesia pertama yang bermain dalam film porno di Jepang.

“Roati dulu saat main film porno masih berusia 24 tahun dan dijual video pornonya tanggal 8 Maret 2001 produksi Asian Wing,” ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (6/9/2017).

Video VHS yang diproduksi Asian Wing tersebut kini sudah hilang dari pasaran karena sudah 16 tahun lalu dan kalau pun ada terjual di pasaran harganya juga sangat murah sekitar 500 yen.

“Produsen film porno kerjanya sulit saat ini banyak saingan dan harga jatuh terus. Jadi Asian Wings sang pembuat juga tampaknya sudah bangkrut saat ini tak bisa bertahan lama,” tambahnya.

Perputaran film porno di Jepang sangat cepat karena siapa pun kini bisa membuat film porno dan menjualnya ke produsen (maker) film yang besar.

“Jika berhasil terjual, dari pribadi yang buat film porno, paling juga dibeli dengan harga sekitar 100.000 yen karena pembuatan pribadi biasanya amatir kurang profesional dan hasil gambar biasa, penyajian biasa, siapa pun bisa buat film seks,” tambahnya.

Namun kalau sudah diproduksi oleh perusahaan besar seperti Momotaro akan menjadi mahal.

Sedangkan tarif pemain film porno yang masih baru paling mahal juga satu juta yen. Itu pun masih dikurangi uang lain-lain,” kata dia.

Roati yang memainkan pertama kali di produsen besar Asian Wing (sudah bangkrut) tidak diketahui keberadaannya saat ini.

“Namun diperkirakan masih ada di Jepang dan menikah dengan warga Jepang,” tambah sumber itu.

Yang menjadi sorotan utama film Perempuan Roati adalah karakter kulit Asia yang cokelat dan berwajah manis.

Dia bermain film dengan pria Jepang usia sekitar 30 tahun saat itu. (apt-tri)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *