Ceriwis
relationship
Home » Umum » 5 Hal Yang Seharusnya Tidak Terjadi Dalam Sebuah Hubungan

5 Hal Yang Seharusnya Tidak Terjadi Dalam Sebuah Hubungan

relationship

Kualitas dalam hidupmu akan tergantung pada kualitas dari setiap hubungan yang kamu simpan. Jadi kamu akan memberikan usaha untuk membangun dan membentuk sebuah hubungan dengan orang yang kamu temui. Dari sana, kamu akan memilih seseorang yang kamu piker berharga untuk menghabiskan sisa hidup bersama.

Tidak ada formula ajaib untuk mendapatkan hubungan yang sukses, positif dan tahan lama. Juga perlu diingat bahwa tidak ada rahasia untuk membuat hubungan menjadi kuat. Orang-orang memiliki tujuan dari hubungan yang mereka miliki. Ini bebersps karakteristik dari sebuah hubungan yang tidak seharusnya.

5 HAL YANG SEHARUSNYA TIDAK TERJADI DALAM SEBUAH HUBUNGAN

“Hubungan yang hebat adalah mengenai dua hal; pertama temukan kesamaan; kedua, hargailah perbedaan.”-Unknown

  1. HUBUNGAN TIDAK BOLEH BERSIFAT ABUSIVE

Tidak ada hubungan yang berharga bila itu sifatnya abusive. Menurut The Center for Relationship Abuse Awareness, ini bisa berbentuk dalam berbagai perilaku seperti kekerasan fisik, kekerasan seksual, siksaan emosional, ancaman financial, intimidasi, isolasi, dan ancaman.

Penyalahgunaan dapat mulai dari hal-hal kecil tetapi bisa menjadi lebih buruk melewati waktu ketika hubungan itu semakin dalam. Seseorang yang abusive akan menunjukkan pola perilaku yang berhubungan dengan membangun kontrol atas orang lain.

Korban biasanya dapat melihat kemarahan, rasa posesif, dan kekerasan sebagai ekspresi cinta. Jadi, orang ini akan berusaha merubah perilaku mereka sendiri agar mereka tidak di salah gunakan. Tetapi seseorang yang benar-benar mencintaimu tidak akan menyakitimu fisik atau secara mental. Menjadi abusive sebenarnya merupakan sebuah pilihan, sehingga yang bisa menghentikannya adalah pelaku bukan korban.

BEBERAPA TANDA PASANGANMU BERLAKU ABUSIVE TERMASUK DALAM AKSI DAN PERILAKU BERIKUT INI:

  • Mudah marah ketika kamu tidak memprioritaskan dia.
  • Mencegahmu untuk menghabiskan waktu dengan teman dan keluargamu.
  • Mengontrol keuanganmu dan bagaimana kamu menggunakannya.
  • Mengkritik gaya berbusanamu dan bagaimana penampilanmu
  • Curiga ketika kamu mengobrol dengan orang lain, bahkan jika itu hanya kenalanmu.
  • Memaksa berhubungan intim denganmu
  • Meninggalkan kamu ketika di tengah acara yang kamu sukai
  • Mengancam untuk membunuh atau menyakiti seseorang jika kamu meninggalkan atau tidak mematuhi pasanganmu.

Terlalu sering, ketika kamu melihat individu yang bertahan dengan pasangannya walaupun tersiksa secara fisik dan mental. Terlalu banyak lapisan dalam situasi ini untuk menjadi masuk akal untuk seseorang yang tidak terlibat secara dalam dengan pelaku.

Beberapa korban dan Kejahatan Abusive tidak bisa serta merta meninggalkan hubungan karena adanya rasa takut dan isolasi, ekspektasi dari anggota keluarga yang lain, perasaan rusak dari diri sendiri, atau secara praktikal dan keterbatasan finansial. Korban Abuse bisanya menolak membuka diri karena adanya stigma dan tuduhan dari masyarakat.

  1. HUBUNGAN BUKANLAH UNTUK KENYAMANAN SEMATA

Beberapa orang bertahan di hubungan karena kenyamanan. Mereka bertahan dengan pasangannya karena mereka piker ini pilihan terbaik untuk mereka daripada berpisah dan mempunyai hubungan yang baru.

Tetapi kenyamanan hubungan , mau bagaimanapun juga, ini bukan lah fondasi yang kuat dalam sebuah hubungan. Jika tidak ada cinta dan kecocokkan dalam hubungan ini, semua perasaan positif yang kamu miliki untuk pasanganmu bisa memudar dan hilang.

  • Bertahan dengan seseorang karena kamu pikir tidak ada opsi lain tidak menambah nilai apapun di hidupmu.
  • Hubungan yang membuat hidupmu mudah tidak akan memberi arti mendalam atau memenuhi perasaanmu.
  • Bertahan dengan seseorang karena “Ini sudah cukup baik” akan menjadi tidak adil bagi orang yang terlibat dalam hubungan itu.
  • Bahkan jika kamu mempunyai sejarah bersama tetapi kamu selalu terganggu dengan fakta”Ini tidak akan pernah tepat” kamu mungkin akan berakhir dalam lingkaran ketidakbahagiaan.

Breaking the cycle of abuse

Kamu tidak bisa berkomitmen dalam sebuah hubungan yang muncul karena kenyamanan. Prioritasmu akan berubah dengan kebutuhan yang cocok denganmu. Tetapi hubungan yang saling mencintai dan berkomitmen akan menyesuaikan dengan perubahan ini.

Lebih jelasnya, bertahan dengan seseorang berbeda dengan menerima kekurangan dan cacat dari pasanganmu. Kamu tidak berada dalam sebuah hubungan atas dasar kenyamanan jika, walaupun durasi kalian bertemu hanya sedikit, kamu tetap menikmati kehadiran dia dan menghargai sisi positif dia lebih dari apapun.

  1. HUBUNGAN TIDAK BOLEH MERUPAKAN SEBUAH PERSELINGKUHAN

Kamu akan memulai sebuah hubungan dalam tempat yang salah kalau itu adalah perselingkuhan. Jika pasanganmu masih secara hukum berkomitmen dengan orang lain dan dia selingkuh denganmu, hubunganmu akan berakhir dengan buruk.

Psikiater Dr. Frank Pittman, dalam bukunya “Private Lies: Infidelity and the Betrayal of Intimacy” mengatakan bahwa kebanyakan hubungan yang dimulai dari perselingkuhan akan gagal karena dasar hubungannya bukan sesuatu yang sehat. Secara paradoks, penyatuan yang berupa Antusiasme rahasia dan “Pengorbanan” yang dilakukan akan memberikan ilusi bahwa perselingkuhan ini berharga. Tetapi ketika hubungan ini ketahuan, tidak ada yang tersisa lagi dari hubungan ini. Untuk alasan ini, hubungan ini biasanya akan berakhir.

FONDASI DASAR PENGUAT SEMUA HUBUNGAN , APAPUN LATAR BELAKANGNYA, ADALAH KEPERCAYAAN

Para ahli berkata, dalam kebanyakan kasus, pasangan yang bertemu karena perselingkuhan akan menemukan bahwa lebih sulit untuk mempercayai satu sama lain untuk membuat hubungan mereka berfungsi. Secara statistika, pria yang senang berselingkuh biasanya cepat menetap dengan pasangan selingkuhannya sehabis perceraian. Tetapi karena sifat alam dari hubungan yang baru ini tidak dimulai dengan benar, ini tidak akan menjadi lebih baik karena mereka tidak mengenal pasangannya dengan baik dan pantas.

Kamu juga akan merasa bersalah dan berbohong jika ada yang bilang kamu adalah “Wanita Lain”. Yang diuntungkan dari hubungan ini hanyalah sang pria yang menerima kebesaran ego dalam dirinya. Situasi ini hanya akan menimbulkan kekecewaan yang besar dan patah hati untukmu terutama kalau kamu mengharapkan yang lain karena kamu telah dijanjikan untuk perubahan.

Disisi lain ,bila kamu yang berselingkuh kamu juga akan mempertimbangkan kembali inti dari hubungan itu. Kalau kamu memutuskan untuk bersama dengan pasanganmu kembali, terlepas dari perselingkuhan, kamu membutuhkan pengertian bahwa akan ada yang berbeda dari hubungan ini. Memaafkan adalah keharusan tetapi kamu juga harus memastikan keputusanmu. Beberapa hubungan bisa menjadi lebih positif setelah adanya perselingkuhan tetapi membutuhkan kerja keras dan komitmen untuk bertahan.

  1. HUBUNGAN TIDAK BOLEH SELALU MEMBANTU PASANGAN UNTUK HAL YANG TIDAK BAIK

Pasangan yang selalu bersedia membantu biasanya mencoba untuk menjadi pengaruh positif. Dalam pemikiran terbaiknya, ini menunjukkan cinta dan dukunganmu untuk pasanganmu terutama ketika melewati tantangan dan masalah. Tetapi, perilaku seperti ini akan menjadi buruk dalam sebuah hubungan yang berkaitan dengan substance abuse addiction, masalah serius finansial, dan ketergantungan. Ini awalnya merupakan niat yang baik tetapi ketika salah satu pasangannya berulang kali “Membantu” orang lain tanpa melihat permasalahan yang sebenarnya seperti minum-minum,berjudi, hutang, atau ketagihan obat, maka hubungan ini akan menimbulkan kekacauan daripada kebaikan.

Beberapa contoh hubungan yang selalu bersedia untuk pasanganmu

  • Secara kebiasaan selalu memberikan pasanganmu kesempatan lain untuk “berubah” tetapi tidak pernah dilakukan.
  • Berulang kali “menyelamatkan” pasanganmu, dari melunasi hutang sampai menjamin dia dari penjara.
  • Menutupi atau berbohong untuk pasanganmu
  • Membenarkan atau membuat alas an untuk masalah pasanganmu.
  • Menyalahkan masalah pasanganmu dan ketidakberuntungan dalam depresi atau diagnosa lain.
  • Selalu berusaha memperbaiki masalah pasanganmu
  • Mencoba mengontrol konsekuensi alam dari situasi pasanganmu untuk menghindari konflik
  • Menjadi sama buruknya dengan perilaku pasanganmu.

relationship

Selalu tersedia dalam sebuah hubungan biasanya membuat dia memasang pertahanan karena dia yakin bahwa dia harus selalu mendukung dan membela pasangannya. Tapi ini adalah fakta bagaimana hubungan yang selalu tersedia menjadi hubungan yang ketergantungan. Ketika fokus dalam hubungan biasanya mengenai ketergantungan dan substance abuse, dan tidak akan menjadi hubungan yang sehat. Kamu mungkin merasa kamu melindungi dan membantu. Tetapi, kamu bisa membahayakan pasanganmu jika kamu selalu tersedia dan mengabaikan masalah yang sebenarnya.

  1. HUBUNGAN INI TIDAK BOLEH POSESIF, OBSESIF DAN MENGURAS JIWA

Ini adalah hal yang normal ketika kamu ingin bersama dengan pasanganmu setiap waktu dan tahapan awal sebuah hubungan. Ini adalah hal yang alami untuk terikat secara batin dengan orang ini karena kamu berusaha untuk mengetahui satu sama lain. Bagaimanapun juga kamu sedang membentuk perasaan cintamu dan kamu berharap untuk membangun masa depan bersama.

Tetapi ketika cinta yang kamu bagi menghisap jiwamu, dan obsesif, mengevaluasi bahwa hubungan ini yang kamu mau. Jika pasanganmu terlalu menempel denganmu dimana kamu tidak bisa melakukan hal yang lain secara bebas, makan kamu berada dalam hubungan yang obsesif dan posesif.

Kamu mungkin menemukan hubungan mu terbatas dari segi sosial dan rekreasi dengan orang lain karena pasanganmu selalu meminta waktu darimu. Atau pasanganmu mungkin akan menelepon atau mengecekmu setiap jam di rumah atau di kantor seperti seorang penguntit. Ketika kamu kecewa dia tidak bisa meminta waktumu bahkan ketika kamu sedang berada dalam meeting penting atau tugas-tugas. Kamu mungkin merasa sikap over protektif dan kecemburuan berlebih merupakan tanda cinta dan sayang, namun bila ini konstan terjadi akan meruntuhkan jiwamu dalam hubungan yang tidak sehat dan obsesif.

Cinta yang obsesif terhubung dengan gangguan kesehatan mental, menurut jurnal Social and Behavioral Science. Hal ini bisa dipastikan melalui diagnosis dari ahlinya.

KESIMPULAN

Hubunganmu dengan pasanganmu akan selalu membiarkan kamu untuk bertumbuh dan menjadi dewasa dalam hal yang positif.

Hubungan haruslah merupakan kemitraan dimana kamu belajar kompromi dan mengangkat satu sama lain. Di waktu yang sama, ini harusnya membiarkan kamu untuk menikmati waktu terpisah dengan baik. Sebuah hubungan yang hebat tidak akan membuat kamu merasa sepi. Jika kamu berjuang untuk mendapatkan kedamaian semacam ini,duduklah, tenang dan evaluasi. Diskusikan posisi kalian dengan pasanganmu dan berusaha untuk memperbaikinya bersama.

Yane Pranata

Add comment

window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({flush: true});