5 Kegagalan Yang Kamu Perlu Alami Kalau Kamu Ingin Sukses Dalam Hidup

Kalau kamu terlalu takut gagal, kamu tidak mungkin bisa melakukan apa yang perlu dilakukan untuk menjadi sukses.

Saya jauh lebih gagal daripada yang mungkin kamu bayangkan, terutama mengingat kenyataan bahwa saya telah menulis ratusan artikel, melatih ribuan orang, dan bahkan menulis sebuah buku tentang membentuk kebiasaan produktif, menjadi sadar, dan menemukan kepuasan meskipun kita susah payah.

Kadang-kadang saya gagal dalam semua hal itu, dan rasanya mengerikan bagi saya seperti halnya bagi orang lain.

Saya keras pada diri saya sendiri, merasa bersalah, mencoba untuk tidak berpikir tentang hal itu, dan lebih suka menyembunyikan kegagalan saya dari semua orang yang saya kenal.

Ya, gagal itu sakit! Namun, saya mengabaikannya, bangkit kembali dan mencoba lagi.

Kadang-kadang saya masih gagal pergi ke gimnasium, tapi saya terus berusaha. Dan saya sebenarnya cukup bagus hari-hari ini dengan mempertahankan olahraga reguler, tapi saya gagal dan mencoba lagi, berulang-ulang, selama bertahun-tahun sebelum saya menjadi cukup konsisten.

Saya terkadang gagal menjadi orang yang penuh cinta dan kasih sayang kepada diri sendiri. Tapi saya tidak menyerah.

Saya gagal menjadi seorang ayah dan suami yang sabar dan hadir, terutama ketika hidup semakin sibuk. Tapi saya terus mencoba, dan kadang-kadang, saya telah diberitahu, saya ayah dan suami terbaik di dunia.

Saya melakukan tiga upaya untuk menulis artikel yang kamu baca sekarang, dan menghapus semuanya dua kali pertama karena tidak merasa benar. Namun, saya memulai lagi, dan jelas saya sudah selesai sekarang.

Saat saya mencoba lagi dan lagi, saya berhasil dalam jangka panjang.

Dan jika kamu mencoba lagi dan lagi, kamu akan berhasil juga.

Kamu mungkin tidak berhasil dalam cara yang persis kamu harapkan, dalam jangka waktu yang tepat yang kamu harapkan, tapi kamu akan belajar dan berkembang dari pengalaman dan kegagalan kamu, dan kamu akan menjadi lebih baik pada akhirnya.

Lebih dari apa pun, inilah yang kamu perlukan untuk bersedia gagal agar berhasil dalam hidup:

1. Kamu harus bersedia gagal dalam rencana semula.

Hidup ini penuh kekacauan. Kadang-kadang kamu harus gagal. Inilah bagian yang diperlukan dari proses pembelajaran manusia.

Saya telah belajar bahwa pola pikir yang lebih fleksibel dan terbuka adalah hal yang diperlukan. Ketika kamu dengan kaku berusaha melaksanakan rencana atau mencapai mimpi, dan segala sesuatu tidak berjalan persis seperti yang direncanakan, maka kamu merasa gagal dan setiap tindakan positif sejak saat itu akan tergelincir. Tapi jika kamu punya pola pikir yang lebih fleksibel dan terbuka, dan sebaliknya berpikir, “Ini mungkin tidak berjalan seperti yang direncanakan, tapi tidak apa-apa karena rencana bisa berubah,” maka itu bukan suatu bencana saat kamu menyadari bahwa kamu perlu memperlambat, berputar, atau pindah jalur.

Tidak ada jalan tunggal dalam hidup yang harus kamu jalani untuk menjadi sukses dan bahagia. Kesuksesan dan kebahagiaan datang dengan memperhatikan kemajuan yang telah kamu buat, dan memahami bahwa setiap pelajaran adalah satu langkah maju.

[AdSense-A]

2. Kamu harus bersedia gagal merasa benar-benar yakin dan siap.

Awalnya, keyakinan ekstrem sering kali hanyalah kebodohan yang sedang menyamar. Jika kamu merasa sangat percaya diri dan sombong sepanjang waktu, kemungkinan karena ada hal penting yang kamu tidak ketahui.

Tapi kebalikan dari persamaan ini juga bisa sangat bermasalah—membiarkan kurangnya kepercayaan menghentikan kamu untuk belajar dan berkembang. Misalnya, kamu mungkin begitu terbiasa dengan kenyamanan “Saya tidak cukup baik”, “Saya tidak ingin” dan “ini terlalu sulit”, sehingga kamu berhenti melakukan segala sesuatu untuk dirimu sendiri dan sebaliknya mengharapkan orang lain melakukan segala sesuatu untukmu. Dan semua ini artinya adalah kamu tidak mencapai apa pun untuk diri sendiri. Kamu cuma membuat diri kamu lemah.

Kuncinya adalah memahami bahwa kamu tidak harus percaya diri atau merasa sepenuhnya siap untuk membuat kemajuan dalam hidup. Kamu hanya perlu berteman dengan kemungkinan gagal dan kemudian melangkah maju. Kegagalan adalah pembelajaran, dan pembelajaran adalah kemajuan.

Kamu ingin tahu perbedaan antara master dan pemula? Master sudah gagal lebih sering daripada pemula. Di balik semua penemuan, penciptaan, atau karya seni besar ada seratus usaha gagal untuk membuatnya, tapi upaya ini tidak pernah ditunjukkan kepada kita saja.

Intinya: Sukses selalu dimulai dengan satu langkah di luar zona nyaman kamu. Ketika kamu merasa sedikit tidak percaya diri dan berusaha keras membuat kemajuan, saat itulah kamu tumbuh lebih kuat dan lebih cerdas. Semakin banyak waktu yang kamu habiskan di sana, semakin cepat kamu belajar. Lebih baik menghabiskan sepuluh menit yang sangat berkualitas untuk tumbuh, daripada menghabiskan satu jam biasa-biasa saja berjalan di tempat. Kamu ingin berlatih pada titik di mana kamu berada di ambang kemampuan kamu, meregangkan diri terus-menerus, membuat kesalahan, tersandung, belajar dari kesalahan-kesalahan, dan meregangkan diri lebih jauh lagi.

3. Kamu harus bersedia gagal menyesuaikan dan menyenangkan semua orang.

Orang terkuat dan paling bahagia di antara kita sering kali adalah orang kreatif dan berani yang tidak pernah benar-benar marah, bahkan ketika segala sesuatunya menggila. Mereka tidak begitu mudah berkecil hati dengan sejumlah pengawasan yang tampaknya tak terhingga yang cenderung diterima oleh individu kreatif karena mereka, seperti kegilaan itu sendiri, adalah orang-orang yang hidup dari oposisi dan umpan balik negatif dan berhasil melanjutkan dengan sedosis ambisi yang menyehatkan. Kesediaan untuk menjadi berbeda inilah yang mengajarkan kita untuk menggunakan bakat kita dengan bijak dan menerima semua kritik dari dunia, dengan tersenyum.

Jadi ingatlah, kamu tidak perlu semua orang menyukai kamu dan kreasi kamu. Kamu seperti seorang seniman berbakat. Tidak semua orang akan melihat keindahan dan bakat kamu. Percayailah intuisi kamu bila menyangkut bekerja pada apa yang berarti bagi kamu. Dan ketahui bahwa memercayai intuisi kamu adalah setara dengan memercayai diri sejati kamu … dan semakin kamu percaya pada diri sejati kamu, semakin banyak kontrol yang kamu miliki untuk mewujudkan tujuan terbesar dan mimpi terliar kamu, bahkan ketika perubahan hidup yang tak terelakkan dan kemalangan menghalangimu.

[AdSense-B]

4. Kamu harus bersedia gagal menjadi baik-baik saja sepanjang waktu.

Kamu hanya bisa tumbuh dengan membuka sepenuhnya atas apa yang kamu rasakan.

Terimalah semua perasaan emosional—cinta kepada kekasih, atau kesedihan atas kehilangan anggota keluarga, atau rasa takut dan rasa sakit karena penyakit mematikan. Jika kamu menahan emosi kamu dan kamu tidak membiarkan diri kamu menjalani semuanya, kamu tidak akan pernah bisa sampai ke titik keterpisahan dari mereka. Tapi dengan menerjunkan diri dalam emosi ini, dengan membiarkan diri kamu sepenuhnya merengkuh mereka sampai pada titik di mana kamu secara efektif tenggelam sepenuhnya, kamu tidak membiarkan emosi tertinggal atau pertanyaan bergelayut dalam pikiran kamu.

Kamu tahu apa itu cinta. Kamu tahu apa itu kesedihan. Kamu tahu apa rasa takut itu. Dan baru ketika kamu mengetahui hal-hal ini, kamu bisa mengatakan, “Aku baik-baik saja lagi, dan siap untuk bergerak maju dengan hidup saya.”

5. Kamu harus bersedia gagal melakukan semuanya sendiri.

Hanya karena kamu tidak perlu menyenangkan semua orang, tidak berarti kamu harus menjalaninya sendiri sepanjang waktu. Ada jalan tengah, dan tidak masalah bila meminta bantuan jika kamu membutuhkannya.

Salah satu hambatan terbesar untuk kesuksesan dan kebahagiaan adalah arti penting yang kita sering tempatkan pada gagasan “melakukan semuanya sendiri”. Entah bagaimana sebagai masyarakat kita telah mengasosiasikan kesuksesan dengan tidak membutuhkan bantuan apa pun dari siapa pun. Banyak dari kita bersedia menawarkan uluran tangan, tapi kita ragu-ragu menggapai bantuan saat kita benar-benar membutuhkannya. Jangan lakukan ini sendiri.

Selama beberapa tahun terakhir saya telah meminta bantuan setiap kali saya membutuhkannya, dan melakukan hal itu telah mengubah segalanya. Ketika saya bersusah payah dengan sesuatu, saya tahu saya bisa berhenti ataukah saya bisa mencari cara yang lebih cerdas. Tapi tidak selalu mudah untuk mengetahui cara yang lebih cerdas, jadi saya meminta bantuan Angel, teman-teman dekat dan keluarga, mentor-mentor, rekan-rekan yang saya hormati. Mereka mungkin tidak punya semua jawaban, tapi kadang-kadang mereka punya, dan bahkan ketika mereka tidak punya, mereka masih memberi saya perspektif yang diperlukan. Apa pun yang terjadi, keluarga, teman-teman, mentor, dan rekan-rekan saya—anggota suku saya—tidak pernah mengecewakan saya. (Marc Chernoff)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *