57 Hal Kecil yang Dapat Kamu Lakukan Setiap Hari Untuk Menjadi Lebih Bahagia dan Sukses

Aku sudah memposting sebagian besar saran di bawah ini namun tersebar di antara lima atau enam pos. Saya pikir akan lebih berguna untuk mengumpulkan semua peraturan kebahagiaan dan kesuksesan saya dalam satu tempat. Silahkan menikmati!

1. Asumsikan orang memiliki niat baik.

Karena kamu tidak bisa membaca pikiran, kamu tidak benar-benar tahu “mengapa” di belakang “apa” yang dilakukan orang. Meyakini adanya niat jahat dibalik perilaku aneh orang lain menambah kesengsaraan ekstra untuk hidup, sementara asumsi niat baik membuatmu lebih terbuka terhadap rekonsiliasi.

2. Hindari menggunakan kata-kata negatif.

Berhenti menggunakan frase negatif … seperti “Aku tidak bisa,” “Tidak mungkin,” atau “Ini tidak akan sukses.” Berhenti menggunakan kata-kata tidak senonoh juga. Apa yang keluar dari mulutmu memprogram pikiranmu. Ketika kamu berbicara sampah, kamu mengubah otakmu menjadi tempat sampah.

3. Hindari menghabiskan waktu dengan orang-orang stres.

Kamu mungkin tidak menyadarinya, tetapi fisiologi kamu diprogram untuk mencerminkan fisiologi orang di sekitar kamu. Dengan kata lain, kamu dapat “menangkap” stres dari orang lain. Jadi meskipun tidak mungkin untuk menghindari orang stres sepanjang waktu, hindarilah mereka sejauh mungkin.

4. Mulailah setiap hari dengan harapan.

Jikalau ada kebenaran besar tentang kehidupan, itu biasanya berada dibawah atau bisa juga melebihi ekspektasimu. Oleh karena itu, ketika kamu bangkit dari tempat tidur, ubahlah pikiran pertama kamu menjadi, “Sesuatu yang indah akan terjadi hari ini.” Coba tebak? kamu mungkin benar.

5. Tarik napas lebih dalam.

Bernapas dalam-dalam menenangkanmu tapi, yang lebih penting, membantu memastikan bahwa banyak oksigen masuk ke paru-paru dan ke dalam aliran darah, di mana (antara lain) membantu otakmu bekerja lebih efisien.

6. Rayakan lebih sering

Keberhasilan kecil dan besar dan prestasi dalam hidupmu pantas mendapatkan pengakuan. Adalah salah untuk langsung bergegas untuk melakukan tugas berikutnya atau tujuan berikutnya tanpa merayakan, bahkan jika itu hanya memberikan tepukan semangat di punggungmu.

7. Bermimpi di siang hari lebih sering.

Gagasan bahwa melamun dan bekerja saling eksklusif akan membuatmu kembali abad ke-20. Justru ketika kamu membiarkan pikiranmu mengembara, kamu lebih mungkin untuk memiliki wawasan yang akan membuatmu lebih unik dan kompetitif.

8. Pastikan bahwa kamu harus mencapai tujuan kamu.

Ketika kamu mendekati tugas yang mengarah ke arah tujuanmu, jangan pernah memulai dengan mengatakan, “Saya akan coba ….” Bila kamu menggunakan frase itu, kamu memberikan dirimu izin untuk gagal. Sebaliknya, frasekan tindakanmu dengan “saya akan …!” atau “Aku harus …!” Tidak ada ruang untuk kegagalan diperbolehkan.

9. Artikan “kegagalan” sebagai “gagal untuk mengambil tindakan.”

Terlepas dari tujuanmu, kamu tidak memiliki kontrol atas apa-apa kecuali perilakumu sendiri. Mendefinisikan kegagalan sebagai “gagal untuk mengambil tindakan” menempatkan kegagalan (dan juga keberhasilan) dalam kendalimu.

10. Hindari percakapan sepihak.

Argumen tentang politik dan agama tidak pernah memiliki jawaban “benar” tetapi mereka pasti akan membuat orang-orang kesal atas hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan. Ketika topik seperti ini muncul ke permukaan, hindarilah dengan mengatakan sesuatu seperti: “Berpikir tentang hal-hal itu yang membuat kepala saya sakit.”

11. Jangan buang energi pada kebencian.

Kebencian adalah parasit emosional yang menggerogoti energi dan kesehatanmu. Jika ada sesuatu yang salah dengan dunia dan kamu dapat mengubahnya, ambilah tindakan. Jika kamu tidak dapat mengambil tindakan, kamu lebih baik untuk memaafkan dan melupakan.

12. Jangan menerima panggilan dari orang asing.

Kecuali kamu bekerja di telesales atau dukungan produk, tidak ada alasan kamu harus menerima telepon dari seseorang yang tidak kamu kenal. Lagipula, kapan terakhir kali kamu menerima panggilan tak terduga yang benar-benar penting? Jika itu penting, mereka akan menghubungimu melalui email.

13. Jangan tanggapi diri sendiri dengan serius.

Kemampuan untuk menertawakan kelemahanmu tidak hanya membuatmu lebih bahagia sebagai pribadi, itu membuatmu lebih kuat, lebih berpengaruh, dan lebih menarik bagi orang lain. Jika kamu tidak dapat menertawakan diri sendiri, orang lain akan tertawa di belakang punggungmu.

14. Jangan mencoba untuk memenangkan setiap argumen.

Beberapa pertempuran tidak patut diperjuangkan, dan banyak orang yang lebih mudah untuk ditangani ketika mereka berpikir bahwa mereka telah memenangkan argumen. Yang penting adalah bukan “menang,” tapi apa yang kamu, dan orang-orang lain yang terlibat, rencanakan selanjutnya.

15. Jangan menyerah pada kebencian atau gosip.

Sebelum kamu menceritakan sebuah kisah tentang orang lain, atau mendengarkan cerita seperti itu, tanyakan pada diri sendiri empat pertanyaan: 1) Apakah benar? 2) Apakah itu baik? 3) Apakah itu perlu? dan 4) Apakah saya ingin seseorang menceritakan cerita yang sama tentang aku?

16. Jangan khawatirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kamu.

Kamu tidak dapat membaca pikiran dan orang lain tidak terhubung dengan kabel ke sebuah detektor kebohongan. Sesungguhnya, kamu tidak memiliki ide tentang apa yang benar-benar dipikirkan oleh orang lain tentangmu. Sangatlah membuang waktu dan energi untuk berpegang teguh pada idemu sendiri tentang apa yang mungkin, terutama jika itu negatif.

17. Minum lebih banyak air.

Bahkan sejumlah kecil dehidrasi dapat “menguras energimu dan membuatmu lelah,” menurut Mayo Clinic. Mereka merekomendasikan bahwa laki-laki minum sekitar tiga liter (sekitar 13 gelas) dan perempuan 2,2 liter (sekitar sembilan cangkir) dari jumlah minuman setiap hari.

18. Makan sarapan besar.

Ada benarnya pepatah lama bahwa kamu harus makan sarapan seperti raja, makan siang seperti pedagang, dan makan malam seperti orang miskin. Mengisi bahan bakar di awal membuatmu cenderung tidak membutuhkan sentakan tambahan gula pada sekitar jam 10:30

19. Akhiri setiap hari dengan rasa syukur.

Tepat sebelum kamu pergi tidur, tuliskan setidaknya satu hal yang indah yang terjadi. Mungkin sesuatu yang kecil seperti membuat anak tertawa atau sesuatu yang besar seperti kesepakatan jutaan dolar. Apapun itu, bersyukur untuk hari itu karena itu tidak akan pernah datang lagi.

20. Latih mata kamu.

Saat bekerja di layar, menatap sesuatu yang jauh secara berkala, seperti ke luar jendela. Jika perlu, bangun dan temukan jendela atau setidaknya lorong sehingga kamu dapat fokus pada jarak. Hal ini bisa menjaga penglihatanmu dari degenerasi.

21. Cari pekerjaan yang tepat untuk KAMU.

Sementara beberapa lingkungan kerja secara inheren sulit, jika kamu merasa sengsara secara konsisten, itu adalah kesalahanmu. Kamu berhutang kepada diri sendiri dan rekan kerjamu dengan mencari pekerjaan yang membuatmu bahagia atau yang bisa membuatmu berbuat yang terbaik dari pekerjaan yang kamu punya.

22. Jika menakutkan, lakukan sekarang.

Menjadi sukses berarti mengambil risiko, dan risiko secara inheren menakutkan. Daripada membiarkan rasa takut mencegahmu mengambil tindakan, gunakanlah sebagai sinyal bahwa sudah waktunya untuk benar-benar mengambil tindakan. Ini mungkin terdengar klise, tapi ada kebenaran sejati dari pepatah lama: “Rasakan ketakutannya, lalu tetaplah melakukannya”

23. Mengetahui dan menjaga batas pribadi kamu.

Pekerjaanmu mungkin kadang tampak seperti hal yang paling penting di dunia, kamu membunuh sebagian dari dirimu jika membiarkan situasi kerja mendorongmu ke tempat-tempat yang melanggar privasi dan integritasmu.

24. Pasrahkan hasilnya.

Musuh besar dari kebahagiaan adalah kekhawatiran, yang berasal dari berfokus pada peristiwa yang berada di luar kendali kamu. Setelah kamu mengambil tindakan, biasanya tidak ada lagi yang dapat kamu lakukan. Fokus pada pekerjaan di tangan daripada beberapa fantasi aneh mengenai apa yang mungkin terjadi.

25. Dengarkan sesuatu yang menginspirasi.

Telingamu adalah jalur menuju otakmu. Ketika melakukan sesuatu yang membosankan secara visual (seperti mengemudi), dengarkan buku audio atau perbincangan motivasi. Ketika kamu membutuhkan beberapa energi ekstra, dengarkan musik yang akan “membuatmu bersemangat.”

26. Membuat komitmen publik.

Untuk memberikan keuletan ekstra untuk usahamu, membuat komitmen publik formal untuk tujuanmu. Sebagai contoh, kamu mungkin ingin mendaftar untuk lomba lari amal yang tidak mungkin berjalan tanpa membuat dirimu dalam kondisi prima terlebih dahulu.

27. Berdamailah dengan masa lalumu.

Berfokus pada kesalahan masa lalu atau kesalahan yang ditimpakan padamu seperti mengendarai mobil sambil melihat ke kaca spion. Kamu akan terus menuju ke arah yang sama sampai kamu bertabrakan dengan sesuatu yang solid.

28. Buatlah tujuan kamu meresap.

Posting tujuanmu di manapun kamu menghabiskan waktu. Mempostingnya di cermin kamar mandimu, tepat di belakang layar komputermu, dan di dashboard mobilmu. Semakin sering kamu melihat tujuanmu, semakin mudah untuk mencapai mereka.

29. Memantau kemajuan kamu.

Mencatat apa yang sudah dicapai. Mengulas ketika kamu merasa berkecil hati atau tidak yakin – itu adalah pembangun kepercayaan instan dan membantumu fokus pada positif.

30. Jangan pernah berdebat dengan orang asing.

Ketika kamu mengemudi, kamu akan melihat orang-orang mengemudi dengan cara yang bodoh, berbahaya, dan menjengkelkan. Meski begitu, kamu membuang-buang energi kamu jika menjadi marah tentang apa yang mereka lakukan, apalagi bereaksi dengan membunyikan klakson atau menjadi marah.

31. Jangan pernah menghadiri pertemuan tanpa agenda yang jelas.

Rapat hanya berguna jika orang tahu mengapa mereka mengadakan pertemuan tersebut di awal. Sebuah agenda memberikan fokus dan tujuan. Kurangnya agenda menjamin percakapan berkelok-kelok yang menyelam dalam hal-hal yang tidak penting. Mereka membuang-buang waktumu (dan orang lain).

32. Sadarilah bahwa KAMU bertanggung jawab terhadap emosimu.

Sikapmu tidak dikontrol oleh dunia luar. Sementara hal-hal yang benar-benar menyedihkan bisa terjadi, seringkali sikapmu adalah hasil dari bagaimana kamu melihat dunia, bukan apa yang terjadi di dalamnya.

33. Ingatlah bahwa segala sesuatu akan berubah.

Sifat alam semesta fisik adalah perubahan. Tidak ada yang tetap sama; semuanya, bersifat sementara. Apakah kamu sedang merayakan atau berkabung atau sesuatu di antaranya, ini juga akan berlalu.

34. Ingatlah bahwa penolakan hanya sebuah ilusi.

Penolakan adalah istilah penuh emosi yang sering digunakan orang-orang secara tidak bijaksana ketika mereka gagal untuk mencapai suatu tujuan yang melibatkan orang lain. Tidak ada orang yang merasa “ditolak” ketika mereka menetapkan tujuan untuk, katakanlah, berlari satu mil selama empat menit, tapi kemudian berakhir dengan melarikannya dalam lima menit.

35. Tetapkan tujuan inspirasional namun bisa dicapai.

Jika kamu tidak percaya tujuanmu tercapai, kamu tidak akan mengambil tindakan untuk mencapainya. Oleh karena itu, tujuan apa pun yang kamu tetapkan harus berada dalam wilayah yang memungkinkan dan terikat dengan tindakan yang benar-benar dapat kamu ambil.

36. Tetapkan tahapan terukur.

Tujuan besar lebih mudah untuk tercapai jika kamu membagi mereka menjadi potongan atau tahapan kecil. Menyelesaikan sebuah tahapan membuat kamu lebih percaya diri, memperkuat motivasimu, dan membantu kamu membangun momentum.

37. Tersenyum dan tertawalah lebih sering.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, tersenyum dan tertawa bukan HASIL dari menjadi bahagia; mereka bagian dari siklus yang menciptakan dan memperkuat kebahagiaan. Cari alasan untuk tersenyum. Jangan pernah menahan tawa.

38. Berhenti membandingkan diri kamu dengan orang lain.

Semua orang, dan maksudku semua orang, dimulai di tempat yang berbeda dan menuju pada perjalanan mereka sendiri. Kamu tidak punya ide di mana perjalanan orang lain akan berakhir, sehingga membuat perbandingan adalah buang-buang waktu.

39. Berhenti mengeluh tentang tidak memiliki cukup waktu.

Kamu mendapatkan jumlah waktu yang sama setiap hari seperti orang lain. kamu mungkin merasa kamu kekurangan waktu dan bahwa kamu membutuhkan lebih banyak lagi, tetapi ketika hari dimulai, kamu mendapat bagian yang adil: 24 jam. Tidak ada yang mendapatkan lebih dari yang kamu dapatkan, jadi berhenti mengeluh.

40. Berhenti mendengarkan dan meninggalkan pesan suara.

Sebuah pesan suara mengkonsumsi menit dari waktumu (lebih jika kamu harus memutar ulang) untuk mengkomunikasikan informasi yang bisa kamu serap dari email dalam hitungan detik. Menjelaskan dalam pesan keluar kamu bahwa kamu tidak menggunakan pesan suara dan menyediakan alamat emailmu.

41. Lakukan peregangan secara teratur.

Alat Olah Raga Dick mengatakan cuaca hangat mengurangi penjualan.

Tubuhmu tidak cocok untuk duduk dalam jangka waktu yang lama. Justru sebaliknya, tubuh manusia berevolusi sehingga dioptimalkan untuk berkeliaran di hutan, memukul hewan dengan tongkat.

42. Berjalan-jalan setelah makan siang.

Sejumlah penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa berjalan setelah makan meningkatkan pencernaanmu, membantu kamu mengatur gula darah, dan meningkatkan ketajaman mentalmu. Ini adalah cara terbaik untuk menghindari perasaan “berat” yang sering timbul setelah makan.

43. Ambil tindakan segera setelah menetapkan tujuan.

Setelah kamu menetapkan tujuan dalam pikiranmu, saatnya untuk mengambil tindakan. Lakukan pendekatan terhadap setiap tindakan dengan keyakinan bahwa kamu akhirnya akan berhasil. Semakin banyak tindakan yang kamu lakukan di awal, semakin besar momentum yang kamu bangun.

44. Mengambil tidur siang kekuasaan.

Kurang tidur adalah bencana bagi kesehatan dan berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang lebih produktif di tempat kerja setelah melakukan tidur siang singkat. Jangan jatuh ke dalam perangkap bekerja ketika kamu mengantuk. Kamu akan bisa bekerja lebih cepat jika kamu membiarkan otakmu istirahat.

45. Gunakan tangga.

Sementara memanjat tangga tidak mengkonsumsi kalori yang terlalu banyak (sekitar 300 jika tinggi dan beratmu rata-rata dan memanjat lima lantai, lima kali sehari), ini membuat jantung kamu bekerja lebih keras, dengan demikian meningkatkan sirkulasi dan kesehatanmu secara keseluruhan .

46. Luangkan waktu untuk merencanakan dan memprioritaskan.

Sumber yang paling umum dari stres adalah persepsi bahwa kamu punya terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Daripada terobsesi tentang hal itu, memilih satu hal yang, jika kamu menyelesaikannya hari ini, akan menggerakkanmu lebih dekat ke tujuan tertinggi dan tujuan hidup. Lakukanlah itu pertama kali.

47. Pikirkan penolakan sebagai batu loncatan.

Ketika saya ingin menerbitkan buku bisnis pertama saya, saya mengirim proposal ke puluhan editor dan mendapat banyak surat “penolakan”. Daripada merasa putus asa, saya mulai setiap hari dengan meletakkan surat tersebut di lantai dan berjalan pada mereka seolah-olah mereka batu loncatan.

48. Membuang hal-hal yang tidak berguna atau tidak indah.

Kamu akan menghabiskan sekitar sepertiga dari kehidupan dewasamu di tempat kerja. Mengapa kamu ingin mengisi lingkungan kerjamu – dan bagian dari hidupmu – dengan benda-benda yang tidak berguna dan jelek?

49. Perlakukan kemunduran sebagai sinyal keberhasilan.

Thomson Reuters. Sebuah layar televisi menyala secara otomatis dalam taksi di New York

Kebanyakan orang memperlakukan kemunduran sebagai kegagalan kecil, dan sering menggunakannya sebagai alasan untuk menyerah … dan karena itu mereka gagal. Belajarlah bahwa sesuatu yang tidak berhasil adalah bagian penting dari mempelajari apa yang bisa berhasil! Kemunduran adalah tanda bahwa kamu membuat kemajuan.

50. Matikan TV latar belakang.

Banyak rumah tangga meninggalkan TV mereka menyala sebagai suara di latar belakang saat mereka sedang melakukan hal-hal lainnya. Seluruh titik siaran TV adalah untuk membuatmu tidak puas dengan hidupmu sehingga kamu akan membeli lebih banyak barang. Mengapa memprogram dirimu untuk menjadi konsumen ceroboh?

51. Matikan berita menyedihkan.

Jadi, setiap kali ada berita yang mulai membuatmu marah atau kesal, gantilah saluran – kecuali itu 100 persen relevan dengan kehidupanmu – atau klik ke halaman lain. Mengapa menyiksa diri dengan sia-sia? kamu hanya menguras energimu sendiri!

52. Matikan tanda peringatan pada komputer kamu.

Melakukan sesuatu yang kreatif, berbicara dengan seseorang yang penting, atau menyerap informasi yang kompleks semua mustahil jika komputer dan teleponmu berkicau dan berbunyi untuk menarik perhatianmu. Apapun itu, itu bisa menunggu.

53. Gunakan kata-kata yang lebih positif.

Ketika ditanya “Bagaimana kabarmu?” meresponlah dengan “Hebat!” atau “Luar biasa!” atau “Aku tidak pernah merasa lebih baik!” daripada “OK” atau “Ya lumayan.” yang menyedihkan. Daripada mengatakan, “Aku marah!” katakan “Saya sedikit kesal” – atau, lebih baik lagi, “Aku punya tantangan.”

54. Gunakan teknologi untuk tetap fokus.

Atur pengingat dalam program email dan kalendermu untuk membuatmu tetap fokus pada pencapaian tujuanmu bukan hanya mencatat kegiatan yang muncul sepanjang hidupmu sehari-hari. Memanfaatkan teknologi untuk memfokuskan upayamu daripada mengalihkan perhatian mereka.

55. Kerja 40 jam seminggu (atau kurang).

Penggila kerja mungkin berpikir mereka mencapai lebih dari pekerja kurang fanatik, namun pada kenyataannya, berjam-jam mengakibatkan orang-orang stress yang terlalu sakit untuk bekerja dan menghasilkan hasil ceroboh yang harus dihapus atau dibuat kembali.

56. Menulis tujuan kamu di atas kertas.

Bicara itu murah, sehingga tujuan menjadi tidak nyata kecuali mereka ditulis di atas kertas, dengan tangan. Ini mengatakan pada pikiran kamu bahwa tujuan ini PENTING dan BERBEDA, kebalikan dari email teks yang kamu kirim untuk diri sendiri, yang akan segera dihapus dan dilupakan.

57. Tulislah tujuan kamu setiap hari.

Semakin sering kamu menulis tujuanmu di atas kertas, semakin banyak kekuatan yang mereka punya. Ketika Scott Adams, dari Dilbert fame, ingin mencapai suatu tujuan, ia menulis tujuan tersebut 10 kali setiap pagi.

Geoffrey James, Inc.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *