6 Tanda Awal Hubungan yang Tidak Sehat

gmast3r via Getty Images

Kamu percaya cinta pada pandangan pertama? Suatu pertemuan kebetulan yang mengubah segalanya? Jika kamu seperti kebanyakan orang Amerika, kamu percaya, dan mungkin telah mengalaminya secara langsung. Seperti dongeng di bawah mantra panah Cupid, dua orang saling menatap mata satu sama lain, hanya melihat sifat-sifat positif dari yang lain. Mereka jatuh cinta sejak saat mereka bertemu dan hidup bahagia selamanya. Kedengarannya luar biasa, bukan?

Bagi mereka yang beruntung, pengalaman mistik ini adalah “Fase Bulan Madu” dari hubungan cinta seumur hidup. Bagi yang lain, itu adalah awal yang indah dari sebuah hubungan yang tidak berhasil. Tapi bagi mereka yang berakhir dalam hubungan yang tidak sehat, “periode bulan madu” adalah ketenangan ilusi sebelum terjadinya badai.

Menurutmu itu tidak bisa terjadi denganmu?

Orang tidak langsung terjun ke dalam hubungan yang tidak sehat. Mereka melepaskan kehidupan mereka seinci demi seinci seiring mereka semakin mengakar dalam hubungan. Para pelaku kekerasan menahan diri sampai mereka mendapatkan kepercayaan dan cinta dari pasangan mereka.

Hubungan yang tidak sehat sering kali dimulai sebagai cinta yang sangat intens dan penuh gairah. Pelaku kekerasan bisa jadi karismatik, penuh perhatian, berkomitmen, Pangeran Ganteng sungguhan. Hadapi saja, sebagai masyarakat, kita lelah dengan orang-orang yang bermasalah dengan komitmen. Seseorang yang bilang “Aku Cinta Kamu” dan membicarakan perkawinan dan anak-anak adalah makhluk langka yang harus dihargai. Dan ketika mereka menguji batasan dan batas-batas kamu, sangat mudah untuk mendapati diri kamu merasa tidak yakin dan mencari-cari alasan atau pembenaran.

Memang, tanda-tanda peringatan itu ada, tapi tanda-tanda itu tidak mudah dikenali atau diterima. Berikut ini ada enam tanda paling umum.

1. Perubahan yang sangat cepat

Tanda peringatan yang paling sulit untuk diterima adalah betapa cepat segala sesuatunya berubah. Cewek ingin menemui cowoknya setiap malam. Cowok ingin pindah bersama setelah satu bulan. Pasangan yang kasar mungkin akan mengklaim kamu cocok satu sama lain, bahwa itu adalah cinta pada pandangan pertama, bahwa kamu belahan jiwanya, dan hal-hal lain yang terdengar romantis. Sayangnya, keinginan dari perilaku ini memberikan kesempatan terbaik kepada pasangan pengendali untuk mendapatkan kendali penuh atas jadwal dan kehidupan pasangan lain.

[AdSense-A]

2. Harapan yang tidak realistis

Saat segalanya bergerak maju dan menjadi semakin serius, kita melihat tanda-tanda baru yang berkembang. Salah satu menemukan pasangan kamu memiliki harapan yang tidak realistis. Mereka ingin hubungan ala Disney dengan peran gender yang sangat stereotip. Cowok harus menyediakan segala sesuatu, dan jika pekerjaannya tidak berjalan baik, berarti ada masalah. Cewek harus menjaga rumah, dan jika makan malam tidak ada di atas meja saat dia pulang, berarti ada masalah. Kebahagiaan mereka bergantung pada pasangan mereka. Jika kamu tidak memenuhi harapan, dunia berakhir. Lagi pula, kamulah dunia mereka!

3. Sensitif berlebihan dan cemburu

Tanda lainnya adalah sensitif berlebihan. Maksudnya, pasangan pencemburu bereaksi berlebihan terhadap hal-hal kecil: komentar, lelucon, atau masalah kecil. Pelaku kekerasan sering kali punya harga diri yang rendah dan memasukkan semuanya ke dalam hati. Mereka mudah terhina atau mengklaim bahwa dunia menentang mereka jika mereka menghadapi kemunduran sedikit saja. Jika kamu tidak setuju tentang apa pun, sesepele apa pun, kamu menghina mereka habis-habisan menyebut mereka orang payah yang tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar. Ini sering menunjukkan dirinya dalam seperangkat aturan yang jelas memiliki standar ganda. Jika cewek melirik cowok lain, itu berarti dia tidak mendapati pasangannya menarik lagi dan berselingkuh. Tapi jika cewek mengomentari cowok yang terang-terangan melirik wanita lain, itu berarti cewek sedang menyebutnya cabul dan menuduhnya hal buruk yang tidak akan pernah dilakukan.

4. Hadiah berlebihan

Tanda-tanda peringatan besar lainnya termasuk memberi pasangan baru hadiah yang berlebihan, terutama ketika pasangan itu tidak nyaman dengan semua pamer itu. Hal ini menciptakan sebuah landasan di mana setiap keluhan oleh pasangan baru menimbulkan tuduhan sikap tidak bersyukur dan serakah: “Setelah apa aku lakukan untukmu, aku dapat ini?”

[AdSense-B]

5. Isolasi Paksa

Isolasi paksa dimulai dengan pasangan kamu mengkritik, mempertanyakan, dan membuat teman-teman terdekat dan jaringan sosial kamu menjadi tidak nyaman. Pelaku kekerasan akan mencoba membuat kamu merasa bersalah karena ingin menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga. Misalnya, cewek mungkin akan menghindari keluar malam dengan teman-temannya karena dia tahu pasangannya cemburu dan takut akan reaksinya setelah itu. Untuk menutupi kecemburuannya, dia akan mengubah percakapan dengan mempertanyakan motif kenapa cewek ingin keluar malam.

6. Kejam atau kasar terhadap yang lain.

Dan ini bukan hanya soal bagaimana mereka memperlakukan pasangan baru mereka. Tanda-tanda peringatan sering kali jelas dalam cara pelaku kekerasan memperlakukan orang lain. Bila ada pramusaji membawa anggur yang salah, itu berubah menjadi adegan di mana manajer dipanggil. Bila ada seseorang menabrak di jalan, cowok meneriakkan kata-kata kotor meskipun dia tidak terluka sedikit pun. Cewek membuat komentar kritis tentang setiap wanita lain di ruangan, tidak peduli ada yang dengar atau tidak. Pelaku kekerasan punya sumbu emosi pendek dan bekerja keras untuk menyembunyikannya dari pasangan mereka. Perhatikan cara mereka memperlakukan orang asing. Kamu akan terkejut dengan apa yang mungkin kamu amati.

Mengamati tanda-tanda ini tidak berarti kamu harus buru-buru lari. Tapi jika kamu melihat beberapa tanda-tanda peringatan atau suatu pola berkembang, kamu harus waspada. Bijaksanalah, percayalah pada naluri kamu, dan lindungi diri sendiri. Jika ada yang tidak beres atau tidak benar, lakukan yang terbaik untuk kamu dan selamatkan diri. (Antonio Borrello, PhD)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *