Ceriwis

6 Tanda Kamu Perlu Melakukan Detoksifikasi Digital

Apakah kamu tidak bisa lepas dari handphonemu? Apakah kamu sering merasa gelisah ketika beberapa jam saja kamu tidak mengecek handphonemu?

Survey menunjukkan bahwa pada umumnya orang memeriksa teleponnya lebih dari 100 kali sehari, 40% orang menggunakan ponsel di toilet, dan 61% membiarkan ponsel menyala di malam hari.

Data statistik ini cukup mengkhawatirkan bukan?

Menghabiskan terlalu banyak waktu online dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi kesehatan jiwamu. Ponsel juga dapat meningkatkan resiko kecelakaan-26% kecelakaan lalu lintas terjadi karena penggunaan ponsel yang tidak tepat ketika kita mengemudi.

 

APA ITU DETOKSIFIKASI DIGITAL?

Ponsel dan komputer pada dasarnya tidak jahat, namun sebaiknya kita melakukan detoks digital sesekali dalam kurun waktu tertentu dalam hidupmu.

Detoks digital adalah periode waktu di mana kita menghindari ponsel dan komputer, atau setidaknya membatasi penggunaan kalau tidak memungkinkan untuk dimatikan sama sekali.

Contoh, kita bisa membatasi media sosial menjadi setengah jam sehari, atau hanya melakukan cek e-mail sekali atau dua kali di akhir pekan.

Namun semakin lama kamu melakukan detoks, semakin baik manfaatnya akan kamu rasakan.

Sebuah penelitian di Denmark menemukan bahwa orang yang menghindari semua media sosial selama seminggu dilaporkan secara signifikan merasa lebih bahagia dan relaks dalam hidupnya.

BEBERAPA TANDA-TANDA BAHWA KITA MEMERLUKAN DETOKSIFIKASI DIGITAL

Semua orang diuntungkan dari mengurangi waktu di depan layar, namun ada beberapa tanda yang menunjukkan kita memerlukan detoks digital secara mendesak:

  1. KITA TIDAK INGAT KAPAN TERAKHIR KALI MEMBUAT KENANGAN SPESIAL BERSAMA TEMAN-TEMAN

Media sosial adalah cara hebat untuk terus terhubung dengan teman-teman, namun mengirim pesan dan menyukai status orang lain bukanlah pengganti untuk bergaul secara pribadi.

Kita harus menghabiskan waktu di dunia nyata untuk membentuk kenangan bersama jika ingin persahabatan kita langgeng.

 

  1. KITA TERUS MENERUS MERASAKAN SAKIT MATA DAN KEPALA PENING

Orang yang terus menerus menatap layar sepanjang hari memiliki resiko lebih besar untuk sakit kepala. Hingga 90% pengguna komputer mengatakan bahwa mereka menderita sakit kepala, juga mata lelah dan mata kering. Bila kamu merasakannya, mungkin ini saatnya kamu menutup laptopmu dan beristirahat sejenak.

American Optometric Association telah memikirkan nama untuk kondisi ini: Computer Vision Syndrome. Gejalanya termasuk sakit leher, sakit bahu dan pandangan kabur.

  1. KITA TIDAK INGAT KAPAN TERAKHIR KALI MENGHABISKAN WAKTU DI ALAM BEBAS

Kapan kita terakhir kali keluar rumah dan berjalan-jalan?

Kalau kita tidak bisa ingat, mungkin kita menghabiskan waktu terlalu banyak menggunakan gawai.

Melakukan olahraga outdoor atau hanya menikmati pemandangan alam, akan meningkatkan kesejahteraan kita secara lebih baik daripada menggunakan media sosial atau browsing internet secara konstan dan terus menerus.

 

  1. KITA MULAI MERASA IRI PADA ORANG LAIN DAN KEHIDUPANNYA SECARA TIDAK WAJAR

Salah satu efek samping dari media sosial yang telah didokumentasikan adalah iri hati dan depresi karena membandingkan diri dengan orang lain.

Jika kita sedang tidak enak hati atau memiliki kepercayaan diri yang rendah, melihat foto dari teman, keluarga atau orang lain yang terlihat bahagia dapat membuat kita merasa kekurangan dengan perbandingan yang kita ciptakan sendiri.

Walaupun sebagian besar kita menyadari bahwa media sosial hanyalah cuplikan dari sebagian kehidupan orang lain,  membuat perbandingan adalah hal yang alami dan kecenderungan manusia yang sulit diatasi.

  1. KITA MULAI KEHILANGAN MINAT PADA HOBI YANG LAIN

Semua kecanduan memiliki ciri-ciri yang sama.

Salah satu ciri klasik ketergantungan adalah hilangnya ketertarikan dan hobi lain.

Kalau kita hanya malas-malasan di sofa, sambil main media sosial bukannya menikmati hobi lama kita, saatnya untuk menafsirkan kembali peran internet di dalam hidup kita.

 

  1. KITA MULAI MENGHABISKAN TERLALU BANYAK UANG SECARA ONLINE

Belanja online sangat mudah dan praktis, apalagi dengan semakin berkembangnya aplikasi e-commerce.

Sisi buruknya adalah, kita akan semakin mudah saja untuk membeli tanpa direncanakan dan kemudian pengeluaran menjadi terlalu besar, terkadang kita cenderung untuk membeli barang- barang yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan, dan hanya sekedar memuaskan nafsu semata.

Ini adalah masalah yang telah umum terjadi bagi kaum Millenial, yang merupakan generasi pertama yang tumbuh bersama teknologi yang ternyata telah membiarkan kita mengatur seluruh aspek kehidupan kita secara online.

Ketika kita melihat sesuatu yang diinginkan secara online, tanyalah pada diri sendiri apakah kita menginginkannya, membutuhkannya dan paling penting-apakah kita mampu membelinya.

Kebanyakan impul/keinginan ini hilang setelah beberapa jam. Jika ini yang terjadi, berarti hanyalah berupa dorongan yang membuat kamu menginginkan barang tersebut.

 

Kalau kita merasa terpaksa untuk melakukan pembelian tanpa rencana, catatlah dan tinjau kembali 48 jam lagi.

Kalau kita masih menginginkannya dan memiliki dana untuk membeli, kita boleh membelinya.

 

Paksakanlah batas yang ketat dalam waktu yang kita luangkan di situs-situs belanja kalau kita kesulitan mengatur uang, atau hanya lakukan pemesanan bila kita bersama orang lain

 

MENJALANI DETOKS DIGITAL TIDAKLAH MUDAH, NAMUN KITA AKAN MERASAKAN MANFAATNYA SEGERA.

Kalau kita ingin menenangkan diri, tidur lebih nyenyak dan meningkatkan relasi, itu adalah salah satu hal terbaik untuk dilakukan. Semua akan sulit di lakukan pada awalnya, namun semua memang membutuhkan proses untuk mengarahkan kita ke kualitas kehidupan yang lebih baik

Mengapa tidak kamu mencoba untuk menjadwalkan detoks menyeluruh di minggu mendatang?

Mungkin itu akan mengubah hidup kita dan mempersiapkan kita untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah dan baik.

Yane Pranata

Tidak ada komentar