Ceriwis
man-feeling-top-world-after-hike
Home » Inspirasi » 6 Tanda Kamu Terlalu Banyak Tidur

6 Tanda Kamu Terlalu Banyak Tidur

woman-waking-up-sipping-coffee

Untuk kebanyakan orang, mendapatkan cukup tidur adalah perjuangan secara konstan, entah karena tuntutan pekerjaan atau diri sendiri.

Dalam dekade terakhir, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa tidur adalah bagian penting dalam kesehatan kita, jadi kita harus memastikan mendapatkan tidur yang cukup. Seberapa banyak? Dokter menyarankan 7 sampai 9 jam tidur sehari tergantung orangnya.

Namun tampaknya terlalu banyak tidur juga sama buruknya dengan kurang tidur.

Bagi semua yang suka tidur panjang di akhir pekan untuk menggantikan tidur di hari biasa, tidur di jam 10 malam dan bangun di siang hari, kami minta maaf-ini tidak lain merupakan berita buruk.

APAKAH KITA TERLALU BANYAK TIDUR? SAATNYA MENCARI TAHU MELALUI BEBERAPA TANDA YANG KAMI KUMPULKAN DARI BERBAGAI INFORMASI:

OTAK TERASA BERKABUT

Menurut WebMD, “kebanyakan tidur membuat otak kita terasa berkabut.”

Kalau kita bangun pagi merasa bagaikan zombie yang tidak bisa berbicara dengan jelas untuk periode waktu yang panjang, waspadalah. Jelas sedikit hal ini normal, tapi jika hal ini berlanjut sampai berkepanjangan, itu adalah salah satu tanda bahwa kita kebanyakan tidur.

SAKIT KEPALA

Sakit kepala adalah salah satu tanda lain kebanyakan tidur, menurut Elizabeth McDevitt dari  Sleep and Cognition Lab di UC Riverside. Sakit kepala  dapat disebabkan tidur yang terlalu lama.

Mekanisme di belakang ini tidaklah terlalu dimengerti, dan salah satu hipotesanya adalah fluktuasi neurotransmitter dalam tidur dapat menjadi pemicu terjadinya sakit kepala.

Salah satu kemungkinan adalah ketika orang tidur di pagi hari, mereka mungkin tidur melewatkan waktu normal makan pagi atau kopi, dan sakit kepala berhubungan dengan reaksi kekurangan kafein, gula darah rendah atau dehidrasi.  Apapun itu, sangat tidak baik jika kamu masih mempertahankan kondisi yang seperti ini. Kamu hendaknya mulai memperhatikan untuk mengatur jadwal tidurmu menjadi lebih teratur.

how-to-overcome-pain-man-suffering

SAKIT BADAN

Salah satu tanda umum kebanyakan tidur- dan salah satu tanda yang pernah dialami sebelumnya setelah tidur di pagi hari- adalah sakit badan.

Kalau kita pernah bangun tidur dan merasakan rasa sakit di sekujur tubuh, rasa sakit yang biasanya tidak kita rasakan setelah bangun dari tidur normal di malam hari, itu adalah pertanda bahwa kita kebanyakan tidur. Kamu malah merasa menjadi tidak bersemangata dan sebagai gantinya malah seperti merasa lelah dan pegal-pegal ketika kamu bangun di esok harinya.

KELELAHAN

Pernahkah kita tidur, mengharapkan merasa baik dan cukup istirahat esok harinya, hanya untuk merasa lebih capai dari waktu sebelum berbaring tidur kemarin malam?

Apa-apaan? Ternyata, ada sesuatu di belakang ini.

Serupa dengan sakit kepala yang disebabkan kebanyakan tidur, hanya karena kita bangun terlambat di siang hari, tidak berarti tubuh kita memutuskan untuk menunggu kita. Kalau kita tidur, bilang saja di siang hari, ada kemungkinan sel-sel tubuh kita memulai siklus energi pada waktu bangun normal beberapa jam lebih awal.

Karena ini, kita bangun merasa lebih lelah dari yang kita harapkan, tubuh telah menghabiskan energi untuk beberapa jam awal dari kebiasaan bangun tidur kita pada umumnya.

HILANG INGATAN

Menurut penelitian kesehatan Harvard, terlalu banyak tidur juga dapat berpengaruh buruk bagi ingatan kita.

Peneliti Elizabeth Devore dan timnya mengamati sekelompok wanita pertama di tahun 1986 dan kemudian di tahun 2000. Selama penelitian mereka, secara konsisten ditemukan bahwa peserta studi yang kelebihan tidur performa lebih buruk dalam tes otak dibandingkan dengan yang mendapat tidur cukup dan juga menunjukkan tanda-tanda hilang ingatan.

BERAT BADAN NAIK

Walaupun faktor yang sulit dibuktikan, meskipun demikian naiknya berat badan kemungkinan disebabkan kebanyakan tidur.

Kita masih belum tahu pasti mengapa begitu, tapi beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ada hubungan antara dua hal itu.

Sebagai contoh, sebuah penelitian Universitas Glasgow menemukan bahwa “dalam orang dengan resiko genetik tinggi untuk obesitas, tidur durasi  pendek (kurang dari 7 jam per malam) dan tidur durasi panjang (lebih dari 9 jam per malam) semakin meningkatkan resiko membawa kelebihan berat badan, dibandingkan dengan orang tidur untuk durasi normal (antara 7-9 jam setiap malam).”

Jadwal tidur yang teratur perlu kamu pertimbangkan kembali. Kuncinya adalah ketika kamu selalu disiplin dalam menentukan waktu tidur dan bangun keesokan harinya. Kekurangan tidur memang tidak baik, namun dengan kamu mencoba membalas dendam dengan waktu tidur yang lebih lama sekalipun bukanlah jalan keluar yang baik, karena bukannya menjadi jalan keluar dengan mengganti waktu tidurmu yang kurang malah membuat kamu merasa pegal dan lelah bahkan badanmu tidak merasa segar dan bugar seperti yang sebenanrnya kamu harapkan.

KESIMPULAN

Ketika hari libur pun, hendaknya kamu tetap setia dengan jadwal tidurmu, sehingga tubuhmu lebih terkontrol sesuai dengan jadwal keseharianmu yang juga berhubungan dengan kondisi kesehatan kamu dalam jangka waktu yang panjang. Mempunyai jadwal tidur dan bangun yang tidak teratur akan memberikan pengaruh yang buruk bagi kesehatanmu, walaupun kamu belum tentu dapat merasakannya langsung namun biasanya akan terjadi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penyakit yang bisa muncul antara lain stroke, darah tinggi, atau jantung yang diakibatkan dari gaya hidup kamu yang tidak teratur. Jangan sampai itu terjadi pada kamu ya, mulailah dengan lebih mengatur gaya hidupmu, salah satunya ya mengatur jumlah waktu tidur kamu supaya jangan kekurangan maupun kelebihan jam tidur, dua hal tersebut sama-sama tidak baik bagi tubuh kita.

Yane Pranata

Add comment

window._taboola = window._taboola || []; _taboola.push({flush: true});