7 Cara Sederhana Meningkatkan Kreativitas

BananaStock via Getty Images

Apakah kamu terkadang merasa seolah-olah kamu dikelilingi oleh orang-orang kreatif—musisi, penulis, seniman, pembangun, penemu—tapi tidak punya inspirasimu sendiri? Mungkin kamu pernah mengatakan kepada diri sendiri, “Saya tidak kreatif. Ini soal kepribadian dan saya hanyalah salah satu orang logis berotak kiri.”

Itu tidak benar. Kita semua kreatif. Kreativitas hidup di dalam masing-masing diri kita. Kita tidak mengenali kreativitas, dan diri kita sendiri, ketika kita percaya bahwa orang-orang kreatif hanyalah mereka yang bisa melukis lukisan indah, atau tampil dalam sebuah simfoni, atau menemukan teknologi baru yang brilian. Kreativitas, pada dasarnya, berarti memunculkn ide-ide baru, mengenali kemungkinan-kemungkinn baru, dan memecahkan masalah-masalah.

Bagaimana kamu bisa meningkatkan kreativitas kamu sendiri? Penelitian menunjukkan bahwa ada segudang cara kamu bisa memanfaatkan sisi diri kamu yang inventif dan inovatif. Cobalah beberapa kegiatan ini dan lihatlah ke mana ujungnya:

Jalan kaki.
Turun dari sofa dan bergerak tidak hanya bagus untuk tubuh kamu—hal itu tampaknya juga membuat kreativits kamu mengalir. Sebuah penelitian tahun 2014 oleh para peneliti di Stanford University menemukan bahwa orang yang berjalan kaki secara signifikan meningkatkan kreativitas mereka—apa yang disebut “berpikir divergen” atas orang-orang yang duduk-duduk saja. Ini berlaku entah mereka berjalan di atas treadmill atau di luar, jadi bukan hanya paparan alam luar yang mendorong hasil yang lebih kreatif.

Melakukan hobi.
Kamu mungkin berpikir bahwa kamu kreatif atau berbakat untuk mengembangkan hobi seperti memasak, melukis, atau musik. Tapi penelitian terbaru menemukan bahwa orang-orang yang terlibat dalam hobi kreatif di luar pekerjaan mereka juga memiliki keterampilan pemecahan masalah dalam pekerjaan. Jadi bagaimana jika kamu tidak akan pernah menjadi koki pastry? Mengambil kelas menghias kue mungkin membuka pikiran kamu dalam cara-cara yang baru dan tak terduga. Menurut penulit penelitian tersebut, psikolog organisasi Kevin Eschleman, para peserta menjelaskan hobi ini menyediakan “ekspresi diri dan kesempatan untuk benar-benar menemukan sesuatu tentang diri mereka sendiri.”

Melamun.
Sisihkan waktu—sekalipun mungkin sepuluh menit sehari—untuk membiarkan pikiran kamu mengembara, tanpa tujuan yang ditetapkan. Kamu mungkin akan terkejut ke mana perginya dan apa yang kamu temukan. Para peneliti dari University of California di Santa Barbara telah menemukan bahwa melamun ketika kamu benar-benar sadar apa yang kamu lakukan—yang disebut “meta-kesadaran”—dapat membantu kamu menemukan solusi kreatif untuk masalah-masalah yang telah mengganggumu.

Merangkul kekacauan.
Kearifan konvensional mengatakan bahwa ruang kerja yang rapi adalah penting untuk produktivitas. Tapi bukan kreativitas itu tidak konvensional? Para peneliti menemukan bahwa sementara meja yang rapi mendorong “perilaku yang baik” (seperti memilih apel daripada permen), bekerja dengan meja berantakan mendorong pilihan-pilihan baru dan merangsang ide-ide baru. “Lingkungan yang kacau tampaknya menginspirasi kebebasaan dari tradisi, yang bisa menghasilkan wawasan segar,” kata penulis utama penelitian tersebut, ilmuwan psikologi Kathleen Vohs dari University of Minnesota. “Lingkungan yang rapi, sebaliknya, mendorong konvensi dan bermain aman.”

Bekerja di sebuah kedai kopi.
Terlalu banyak atau terlalu sedikit kebisingan bisa menghambat kreativitas, para peneliti telah menemukan—tapi seperti Goldilocks, dengung latar belakang yang sedang-sedang saja mungkin “tepat” untuk kreativitas. Dalam serangkaian percobaan sumbang saran yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research, para ilmuwan menemukan bahwa tingkat kebisingan lingkungan yang ringan—seperti yang kamu akan temukan saat kamu duduk dengan laptop kamu di Starbucks atau Panera—memicu pemikiran divergen.

Redupkan cahaya.
Bekerja dalam cahaya yang redup bisa menanamkan perasaan kebebasan dan tidak terhambat yang melahirkan kreativitas, dibandingkan dengan pencahayaan kantor yang standar, demikian menurut sebuah penelitian dalam Jurnal Psikologi Lingkungan pada 2013.

Habiskan waktu di negara lain.
Pengalaman multibudaya bisa membuat kamu melihat segala sesuatu dari perspektif yang lain, dan merangsang pemikiran yang inovatif dan fleksibel, demikian menurut serangkaian penelitian, termasuk penelitian di Journal of Personality and Social Psychology pada Mei 2009.

Sebagian besar, penelitian-penelitian ini bersifat kecil dan relatif subjektif. Lagi pula, mengukur petir dalam botol yang merupakan “kreativitas” adalah proses yang rumit dan sangat bervariasi. Dan saya menduga bahwa banyak orang kreatif telah menemukan cara untuk memancing pompa inovasi yang tidak ada dalam daftar ini. Tapi semua penelitian ini, disatukan, mendukung gagasan bahwa kreativitas bukan hanya sesuatu yang terpaku dalam posisi nyala atau mati. Kita cukup harus terbuka pada cara-cara baru untuk memanfaatkan kreativitas yang ada dalam diri kita semua. (John Swartzberg, gelar M.D.)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *