Ceriwis
good listeners

7 Hal Yang Pendengar Baik Lakukan Dengan Berbeda

good listeners

Kebanyakan orang percaya kalau mereka adalah pendengar yang baik. Mereka berpikir bahwa mereka mendengarkan dengan cara yang tepat dengan duduk diam ketika seseorang sedang berbicara, atau dengan merespon melalui bahasa tubuh dan ekspresi muka, atau dengan mengulang apa yang orang lain katakan pada mereka kata demi kata.

Sebuah studi dari Wright State University  dengan 8000 peserta menjabarkan bahwa hanya 25% dari orang-orang yang mendengarkan dengan seksama. Ternyata, pendengar yang baik melakukan lebih dari diam dengan tenang, memberikan ekspresi non verbal, atau dengan mengulang apa yang telah dikatakan dengan tepat. Berikut beberapa hal yang pendengar baik akan lakukan secara berbeda dengan orang lain.

7 HAL YANG PENDENGAR BAIK LAKUKAN SECARA BERBEDA

 “Pendengar yang baik, seperti batu berharga, harus di jaga.”-Walter Anderson

  1. PENDENGAR YANG BAIK MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG AMAN BAGI ORANG LAIN

Banyak kaum professional dari konseling dan terapi yang mempunyai bakat mendengarkan untuk berkomunikasi dengan cara yang terbaik dengan pasien mereka. Mendengarkan secara aktif memungkinkan pendengar yang baik untuk memberi perhatian kepada orang lain, menunjukkan penerimaan dan memberikan empati dalam situasi mereka.

Sangatlah penting untuk fokus sebagai pendengar aktif. Tetapi harus melebihi daripada memberikan perhatian lebih. Pendengar yang baik juga mencoba untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi orang lain yang mungkin ingin mengeluarkan emosi mereka. Jadi, pendengar yang baik lebih memilih untuk melakukan percakapan di tempat yang lebih tenang. Tanpa distraksi atau interupsi seperti telepon atau perangkat lain. Mereka juga memastikan bahwa mereka duduk dengan nyaman sebelah orang yang ingin melepaskan unek-uneknya.

Percakapan yang mendalam bisa menjadi berat, kompleks, dan sulit untuk di pastikan. Mereka bisa menimbulkan luka, iritasi dan ketidaknyamanan. Tetapi pendengar yang baik tahu bahwa mereka harus bisa nyaman dengan apa yang membuat tidak nyaman. Mereka juga harus membiarkan orang lain untuk merasa positif dengan cara yang mereka nyaman untuk membuka diri, menurunkan pertahanan mereka dan berbicara dengan bebas mengenai perasaannya.

  1. PENDENGAR YANG BAIK SELALU MELAKUKAN KONTAK MATA

Kontak mata adalah bagian penting dari komunikasi. Ini meningkatkan ketertarikan kamu dalam percakapan dan membangun koneksimu dengan orang yang kamu ajak berbicara. Tetapi menjaga kontak mata bisa menjadi sulit dan tidak nyaman untuk sebagian orang. Faktanya, banyak orang yang mengalami kepanikan kontak mata dan menghindari melihat lawan bicaranya secara intens.

Sangat mudah juga untuk membuat kesalahan memalukan ketika kamu mempertahankan kontak mata. Kamu bisa menjadi teralihkan atau secara cepat berpaling atau melihat terlalu lama kepada orang lain dan terlihat seperti penguntit.

Menurut Michigan State University , kamu membutuhkan latihan yang rutin untuk belajar bagaimana menjaga kontak mata, karena paling tidak 70% dari percakapanmu akan  termasuk kontak mata, mempraktekkannya di depan kaca akan berguna.

Untuk menghindari kesalahan ketika melakukan kontak mata, kamu harus:

  • Membangun kontak mata di saat kamu melakukan percakapan dengan orang lain
  • Menahan tatapanmu selama 4-5 detik, kemudian mengalihkan pandangan ke sisi sudut sebentar saja kemudian membangun kembali kontak mata
  • Secara perlahan melihat dari satu arah kearah lain tanpa mengarahkan matamu atau segera melirik ke fokus arah lain
  • Menghindari melihat ke bawah
  • Melihat kearah titik lain pada wajah lawan bicara dan memfokuskan kembali setiap beberapa detik
  • Menggunakan gerakan kepala untuk mengalihkan pandangan kamu seperti mengangguk, sehingga lebih terlihat alami.

When the boss talks, you listen...

Jika kamu berbicara lebih daripada 1 orang, kamu bisa membentuk kontak mata dengan melihat ke satu orang untuk beberapa detik sebelum mengalihkan pandanganmu ke orang lain. Pastikan kamu memberikan fokus yang seimbang untuk semua orang dalam grup tersebut.

  1. PENDENGAR YANG BAIK MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH DENGAN BAIK

Selain menggunakan kontak mata, pendengar yang baik menggunakan bahasa tubuh yang positif untuk menyampaikan ketertarikan mereka pada masalah orang lain. Teknik ini membuat mereka lebih reseptif dan mudah didekati, dan menunjukkan cara berkomunikasi yang lebih baik. Beberapa contoh teknik bahasa tubuh yang efektif yang disampaikan pendengar yang baik meliputi:

  • Menganggukkan kepala mereka untuk menunjukkan bahwa mereka responsif dan terikat dalam percakapan
  • Memiringkan kepala mereka untuk menunjukkan rasa penasaran dan keterlibatan mereka dengan apa yang diucapkan oleh pembicara
  • Bersender ketika seseorang berbicara untuk menunjukkan ketertarikannya
  • Sadar akan ekspresi tangan, mulut dan kepala mereka; mereka tertawa, menaikkan alis mereka, atau berkerut dengan mata mereka ketika merespon
  • Mencerminkan ekspresi atau postur orang lain sebagai tanda persetujuan dan untuk membangun hubungan.
  • Tidak menyilangkan tangan atau kaki mereka ketika orang lain berbicara untuk menyatakan keterbukaan
  • Melepaskan semua penghalang di atasnya seperti meja atau tas.
  • Menahan diri agar tidak gelisah; menjaga agar jari dan tangan mereka tetap terkendali.

Menunjukkan bahasa tubuh yang tepat membantu menjaga percakapan tetap tenang. Terutama jika kamu berdiskusi menegnai isu yang sensitif dengan teman atau keluarga. Ini akan menurunkan situasi yang tegang.

  1. PENDENGAR YANG BAIK AKAN MENYELIDIKI DAN MENANYAKAN PERTANYAAN YANG TEPAT

Menanyakan pertanyaan memberikan kesempatan untuk pendengar baik untuk menggali informasi tambahan. Ini membantu orang yang membagi ceritanya untuk lebih merasa lepas dan bisa eksplorasi perasaan mereka. Ini bisa memberikan kejelasan untuk lebih mengetahui apa yang terjadi dan memungkinkan refleksi yang bisa membantu seseorang mengatasi isu mereka.

Dalam waktu yang sama, pendengar yang baik tahu bagaimana cara menghindari pertanyaan yang akan membuat orang lain menjadi defensif. Mereka tidak memberikan pertanyaan untuk mengorek, atau menimbulkan intrik. Malahan, mereka menyelidiki karena mereka berharap untuk menyelesaikan masalah, menciptakan pengertian yang lebih baik dengan apa yang telah terjadi, mengemukakan alasan atau bukti, menganalisis beberapa asumsi, dan melihat dengan prespektif yang lain.

Beberapa pertanyaan yang lebih efektif untuk di tanyakan:

  • Kenapa kamu berpikir dia mengatakan itu?
  • Apakah kamu bisa memberikan contohnya?
  • Apakah kamu bisa memikirkan alasannya?
  • Apakah seseorang bisa mengkonfirmasi atau mendukung pernyataanmu?
  • Apa yang kamu pikirkan dari masalah tersebut?
  • Bagaimana masalah tersebut terhubung dengan orang tersebut?
  • Apa efek yang muncul dari isu tersebut?
  • Bagaimana dia merespons?
  • Apakah kamu pikir ada alternatif?

Pendengar yang baik tahu betapa banyak orang yang suka membicarakan diri mereka sendiri. Menanyakan pertanyaan menunjukkan ketertarikan dan juga menciptakan percakapan yang tidak terasa hanya satu sisi saja.

  1. PENDENGAR YANG BAIK TIDAK MENUDUH

Kemampuan untuk mendengar secara aktif dan efektif membutuhkan latihan tetapi kemampuan mendengarkan tanpa menuduh membutuhkan hati dan karakter. Kunci dari mendengarkan tanpa tuduhan adalah empati. Ini menunjukkan pengertian tentang apa yang seorang teman lalui dan kemudian menyampingkan pemikiran kamu untuk menghindari menjadi kritikal dari situasinya. Setiap orang mempunyai bias dan bias inilah yang terkadang menekan kita untuk mempunyai pemikiran tertutup dan isu tertentu. Faktanya, kita cenderung untuk membentuk opini bahkan sebelum seorang teman menyelesaikan pemetaan masalah mereka.

Tetapi pendengar yang baik berbeda bahwa mereka tidak membuat asumsi atau langsung membuat kesimpulan ketika mendengar seseorang. Mereka mempunyai pemikiran terbuka dan menerima bahwa mereka mendengar untuk belajar. Bahkan jika ini berbeda dengan keyakinan mereka.

Pendengar yang baik memiliki pegangan yang tepat dengan kenyataan orang lain. Mereka menyadari bahwa ketika mereka mendengar dan belajar mungkin akan sulit dalam prosesnya, ini merupakan situasi orang lain yang membutuhkan pertolongan dan bimbingan.

Contohnya, teman dekatmu mengakui bahwa dia berselingkuh dari pasangannya. Keyakinanmu adalah loyalitas dan kesetiaan dalam sebuah hubungan yang membuat kamu tidak setuju dengan yang dia lakukan. Tetapi walaupun kamu tidak setuju, kamu secara sabar duduk dan mendengarkan masalah dia dengan seksama. Ini mungkin sulit untuk di dengar tetapi menunjukkan empati akan membantu dia menemukan solusi tepat untuk permasalahnnya.

Sebagai pendengar yang baik, kamu mevalidasi apapun yang temanmu lalui secara emosional walaupun kamu merasa itu kesalahan. Kamu tidak harus mendukungnya tetapi kamu memberi dukungan tentang apa yang dia rasakan dan mencoba sebisa mungkin untuk mengerti dasar dari emosi tersebut.

  1. PENDENGAR YANG BAIK MEREFLEKSIKAN DAN MENYATAKAN KEMBALI APA YANG TELAH DI KATAKAN DENGAN TUJUAN MEMBANTU

Jika kamu mendengarkan dengan seksama dan memberikan perhatian penuh kepada orang yang bercerita denganmu, maka kamu akan mudah untuk mengulangi perkataan mereka. Tetapi pendengar yang baik melakukan pendektan berbeda bahwa mereka bisa merangkum secara rinci tanpa melupakan pemikiran utamanya. Mereka juga merefleksikan dan menyatakan kembali idenya dalam tujuan membantu.

  • Pendengar yang baik mengulang apa yang telah dikatakan untuk klarifikasi apa yang orang lain maksudkan.
  • Mereka tidak hanya menirukan pemikiran itu dimana mereka akan terdengar palsu dan menggurui
  • Malahan mereka memberikan orang lain- yang mungkin akan bingung karena mereka berada di tengah kekacauan- pembacaan yang lebih baik dari situasi mereka

Memfarafasekan juga memberikan orang lain kesempatan untuk mengkoreksi dan mengklarifikasikan sesuatu yang mungkin menimbulkan kesalahpahaman. Terkadang dalam percakapan, yang biasanya kamu dengar tidak selalu seperti yang orang tersebut  sampaikan, untuk alasan ini, akan lebih membantu untuk menyatakan dan merefleksikan kembali perkataan tersebut.

  1. PENDENGAR YANG BAIK TAHU KAPAN MEMBERI NASIHAT

Orang-orang suka bermain psikiater amatir terutama jika mereka telah mengalami situasi dan masalah yang sama. Meskipun ini mungkin bermanfaat bagi teman atau anggota keluarga yang berjuang dalam suatu situasi, pendengar yang baik tahu untuk menghindari memberikan nasihat ketika tidak diminta. Mereka juga suka menunda memberikan solusi untuk masalah orang lain, terutama ketika itu tidak diminta. Mereka tidak memberi kuliah dan mendikte apa yang harus dilakukan teman mereka yang bermasalah. Dalam kebanyakan kasus, orang mencari seseorang yang bisa dipercaya karena mereka perlu mengomel atau  mencurahkan perasaan mereka. Mereka ingin mengutarakan hal-hal yang mengganggu mereka karena pikiran mereka sangat terganggu dan bingung. Mereka mungkin sebenarnya tidak membutuhkan saran dan solusi.Beberapa orang mungkin akan benar-benar tersinggung jika mereka memberi tahu seseorang masalah mereka dan kemudian mulai mendapatkan nasihat, terutama jika itu menyangkut hubungan. Tetapi pendengar yang baik menyadari bahwa mereka masih bisa membantu tanpa memiliki jawaban; mereka hanya perlu memiliki keterampilan mendengarkan yang baik.

 Part of being a good conversationalist is knowing how to be a good listener. Pay attention when someone is talking to you and pay them respect with your silent acknowledgment that you hear them.

KESIMPULAN

Setiap orang memiliki kemampuan untuk mendengarkan tetapi jika memang benar-benar merupakan pendengar yang baik mereka lebih memikirkan perlakuan dan reaksi mereka, terutama dalam bentuk non verbal. Mereka sangat berhati-hati untuk tidak meningkatkan tegangan atau konflik dengan tetap berempati terhadap perasaan dan pemikiran untuk orang yang berbicara. Mereka bisa menyampingkan pemikiran mereka sendiri dan tetap membuka pikiran mereka agar komunikasi menjadi lebih berarti dan mencerahkan.

Pendengar yang baik secara emosional merupakan orang yang pintar; membentuk kemampuan ini dapat membutuhkan waktu lama untuk berlatih, mendengarkan dan berinteraksi dengan berbagai macam sifat manusia. Tetapi kemampuan mereka untuk fokus sambil menciptakan ikatan dengan orang lain membuat mereka berbeda dengan orang lain. Penelitian menunjukan bahwa pendengar yang baik bisa menjadi pemimpin yang terbaik.

Yane Pranata