7 Hal yang Tidak Akan Dilakukan Orang Bermental Kuat

Dark muscle woman/Rikard Elofsson via flickr.com

Bermental kuat dapat menimbulkan efek mendalam pada seluruh kehidupan kamu. Jika kamu bermental kuat, kamu dapat bertahan menjalani masa-masa sulit, dan terus melangkah ke depan saat kamu berhasil.

Berikut ini adalah 7 hal yang tidak akan dilakukan orang bermental kuat. Jika berusaha menyingkirkan kebiasan merusak dan sabotase diri ini, kamu akan kagum dengan efek positifnya dalam kehidupan kamu.

1. Mereka tidak selalu mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.

Orang bermental kuat mengakui pada diri mereka sendiri saat mereka sedang tidak baik-baik saja. Mereka menyadari iniadalah langkah pertama untuk membuat perubahan.

Jika kamu belum melihat ceramah TED dari Mel Robbins “Cara Berhenti Mengacaukan Diri”, lihat di sini. Dalam ceramahnya, Mel menjelaskan masalah besar dia dengan orang-orang yang mengatakan mereka “baik-baik saja”. Masalahnya, katanya, adalah bahwa kamu mengatakannya kepada diri sendiri. Dia mengatakan, “Hal yang kamu inginkan, saya jamin, kamu telah meyakinkan diri sendiri bahwa kamu baik-baik saja tidak memilikinya. Itu sebabnya kamu tidak mendorong diri kamu. Itulah area dalam hidup kamu di mana kamu sudah menyerah.”

Saat kamu merasa tidak puas dan terjebak dalam hidup kamu, jadilah cukup kuat untuk mengakui kepada diri sendiri bahwa kamu tidak baik-baik saja dan ambillah tindakan untuk mengubah situasi kamu.

2. Mereka tidak terus terjebak di dalam zona nyaman.

Orang bermental kuat tahu bahwa pertumbuhan terjadi di luar zona nyaman mereka. Meskipun rasanya menakutkan bila keluar dan mencoba hal-hal yang baru dan berbeda, mereka memahami kutipan Neale Donald Walsch yang mengatakan: “Hidup dimulai di akhir zona nyaman kamu”.

Orang bermental kuat memastikan diri untuk meregangkan diri secara teratur, merangkul tantangan baru, dan memaksa diri untuk mendapatkan nyaman dengan ketidaknyamanan.

3. Mereka tidak mengharapkan kesuksesan seketika.

Orang bermental kuat menyadari kemajuan itu butuh waktu. Ketika mereka mulai membuat perubahan dalam hidup mereka, mereka bersiap-siap untuk jangka panjang. Mereka tidak mengharapkan hasil yang drastis seketika.

[AdSense-A]

4. Mereka tidak mudah menyerah.

Orang bermental kuat tekun dalam berbagai bidang kehidupan. Ketekunan didefinisikan oleh Merriam-Webster sebagai kualitas yang memungkinkan seseorang untuk terus berusaha melakukan sesuatu meskipun sulit. Steve Jobs menyebutkan pentingnya ketekunan sebagai seorang wirausahawan saat dia mengatakan, “Saya yakin bahwa sekitar setengah dari apa yang membedakan wirausahawan yang sukses dan yang tidak sukses adalah ketekunan murni.”

Entah dalam usaha bisnis mereka atau selama masa-masa sulit dalam kehidupan pribadi mereka, orang bermental kuat terus menjalani ujian mereka.

5. Mereka tidak mengatakan ya terhadap semuanya.

Orang bermental kuat mempraktikkan mengatakan tidak. Mereka mengatakan tidak pada persahabatan yang beracun. Mereka menolak membiarkan orang lain membuat mereka merasa bersalah karena melakukan sesuatu. Mereka mengatakan tidak untuk terlibat dalam komite atau acara yang mereka benar-benar tidak bisa tangani. Mereka punya kekuatan untuk tetap setia pada prioritas dan nilai-nilai mereka.

6. Mereka tidak menghindari kerentanan.

Orang bermental kuat membiarkan diri mereka menjadi rentan; bahkan, mereka menerimanya.

Brene Brown, profesor riset di University of Houston Graduate College of Social Work, memberikan pidato hebat tentang kekuatan kerentanan. Dia menjelaskan pentingnya membiarkan diri kita terlihat secara mendalam dan mencintai dengan seluruh hati kita—meskipun tidak ada jaminan.

Orang bermental kuat membiarkan diri mereka mencintai sepenuh hati dan menjadi rentan.

7. Mereka tidak menghabiskan waktu mereka untuk iri hati.

Orang bermental kuat tidak buang-buang waktu mereka untuk iri pada orang-orang yang mereka rasa melakukan “lebih baik” dalam hidup daripada mereka sendiri. Mereka sadar menjadi iri tidak akan membawa mereka ke mana pun.

Sebaliknya, mereka memilih untuk memfokuskan waktu dan energi mereka mempelajari kebiasaan orang-orang yang mereka ingin tiru. Mereka secara rutin belajar dari orang lain yang melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Mereka memahami arti penting belajar dari para ahli. Bukannya duduk diam dan memberi makan kecemburuan mereka, mereka bertindak untuk memperbaiki kehidupan mereka. (Kerry Petsinger)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *