7 Hal yang Tidak Pernah Dikatakan Orang Kepadamu Tentang Cinta

Stephanie Rausser via Getty Images

Ada banyak kebenaran yang tidak menyenangkan tentang kehidupan dan hidup yang bisa kita bicarakan, tapi kami akan membatasinya sampa 7 di sini, karena itulah yang mungkin semua orang bisa harapkan untuk ditangani dalam sekali duduk. Hidup itu tidak sempurna, segala sesuatu tidak selalu berjalan seperti kemauan kita, dan kadang-kadang kita jadi patah hati. Hidup tidak berutang apa-apa kepadamu, kamu benar-benar harus berupaya untuk meraih prestasimu. Orang yang kita suka tidak selalu akan balas menyukai kita, dan kita tidak selalu hidup bahagia selamanya.

1. Segala sesuatu tidak akan selalu berjalan sesuai kemauan kamu, tidak peduli sekeras apa pun kamu berusaha.

Kenyataannya adalah, tidak peduli seberapa keras kita bekerja, tidak peduli berapa jam tambahan atau usaha yang kita kerahkan, segala sesuatu tidak selalu berjalan sesuai kemauan kita. Kita mungkin telah bekerja lama dan keras dengan asumsi bahwa segala sesuatu entah bagaimana akan berhasil jika kita terus berupaya. Ini tidak selalu terjadi, pada kenyataannya ini sering tidak terjadi. Beberapa orang paling sukses di dunia ini mengalami kegagalan besar pada kali 1 atau ke-23. Perbedaannya adalah bahwa mereka terus melangkah dan mencoba hal-hal baru, sampai akhirnya mereka mencapai apa yang menjadi alasan mereka mencoba. Bayangkan jika Michael Jordan atau Steve Jobs menyerah saat pertama kalinya mereka terjatuh? Bayangkan hidup tanpa Einstein atau Franklin. Kita punya banyak kebutuhan, kenangan, dan kemewahan karena orang-orang ini yang tidak berhenti ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti kemauan mereka.

2. Kadang-kadang orang yang kamu suka / cinta tidak merasakan hal yang sama terhdap kamu, dan kamu akan patah hati.

Seperti yang benar-benar sering kali terjadi, orang yang kita suka / cinta tidak merasakan hal yang sama terhadap kita, atau sebaliknya. Sampai kita bertemu “jodoh”, kencan akan menjadi serangkaian hubungan di mana seseorang menyukai orang lain lebih daripada yang lain, dan orang lain berujung sakit hati dan patah hati. Kadang-kadang kamu berada di pihak pemberi, dan kadang-kadang kamu berada di pihak penerima. Ini tidak pernah terasa menyenangkan, tapi itulah proses yang kita semua harus lalui dalam pencarian kita untuk menemukan yang terbaik.

3. Terlepas dari apa yang kita percaya, hidup tidak berutang apa-apa kepada kita, kita harus bekerja untuk hal-hal yang kita inginkan, dan itu pun bukan jaminan.

Apakah kamu diberi gagasan bahwa hidup berutang sesuatu kepadamu? Bahwa ada hal-hal yang kamu dijamin hanya karena menjadi diri kamu? Yah, maaf saja, tapi hidup tidak berutang apa-apa kepada kita. Tidak ada janji-janji, dan tidak ada peta jalan untuk kekayaan dan kesuksesan. Hal terbaik yang bisa kita lakukan, adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan, dan berharaplah bahwa ini sudah cukup. Jika kita punya etos kerja yang baik, hati yang baik, dan niat yang benar, hal-hal mungkin bisa berjalan sesuai kemauan kita. Pada akhirnya, hanya itulah yang kita punya kendali atasnya, dan hal terbaik yang bisa kita lakukan.

4. Tidak peduli seberapa besar kita saling mencintai pada awalnya, kita tidak selalu berujung bahagia selamanya.

Saya ingin percaya bahwa sebagian besar pasangan yang menikah, atau berjanji akan bersama-sama sepanjang hidup, bersungguh-sungguh ketika mereka mengatakannya. Entah itu kepada satu sama lain, atau di depan 500 teman terdekat mereka. Bahkan pasangan terbaik, pasangan yang semua orang berpikir akan bersama selamanya, bisa mengalami serangkaian peristiwa malang yang mengoyak hubungan mereka. Setelah bertahun-tahun kesulitan, permusuhan, dan mencoba memperbaiki apa yang sekarang rusak, beberapa pasangan memutuskan mereka tidak bisa melanjutkan hubungan. Ini tidak ada hubungannya dengan niat, ini bukan kesalahan salah satu pihak, tapi sayangnya, inilah realitas dari 50% pasangan.

5. Kamu bertanggung jawab atas dirimu dan kamu sendiri. Kamu tidak bisa mengubah orang lain, kamu hanya bisa mengubah cara kamu membiarkan mereka memengaruhimu.

Banyak orang menjalani hidup sambil percaya mereka akan memperbaiki atau mengubah orang lain. Fakta dari masalah ini adalah bahwa kamu harus menghadapi kenyataan bahwa dalam hampir semua kasus, kamu mendapatkan apa yang kamu ambil. Jadilah realistis tentang apa yang kamu masuki, atau tentang orang-orang dalam kehidupan kamu. Hubungan yang kamu terus berharap bisa berubah, kebiasaan seumur hidup yang kamu yakin seseorang akan tiba-tiba berhenti, tidak akan terjadi. Satu-satunya orang dalam hidup ini yang kita bertanggung jawab untuknya, atau punya kendali atasnya adalah diri kita sendiri. Jadi putuskan bagaimana kamu akan membiarkan orang-orang dan hal-hal memengaruhi kamu, dan tutup buku pada keyakinan bahwa kamu bisa mengontrol apa pun. Saya berjanji kamu akan memiliki lebih banyak kedamaian dan ketenangan jika kamu bisa menerima kenyataan ini.

6. Kebanyakan orang berpura-pura saat mereka bersama. Tidak banyak orang bersama-sama dan sempurna seperti kelihatannya.

Sebagian besar dari kita hanya mencoba melakukan yang terbaik yang kita bisa. Kita bangun, mandi, berusaha membuat diri kita layak, dan pergi bekerja dan mencoba menjalani hari tanpa ada bencana besar. Sementara beberapa orang mungkin bisa mengeluarkan getaran rasa percaya diri dan menempatkan kebersamaan, mereka juga mungkin hanya memainkan bagian mereka … mereka hanya menyempurnakannya. Apakah kamu tahu semua foto-foto orang sempurna di media sosial, dengan hubungan mereka yang sempurna, dan keluarga mereka yang sempurna? PALSU! Inilah presentasi yang mereka ingin kamu lihat dari mereka. Kebanyakan orang hanya memosting momen terbaik dalam hidup mereka, dan bukan realitas hari demi hari. Kehidupan mereka seperti kita, mereka hanya tidak menunjukkan bagian itu. Ambillah penghiburan dalam hal ini, mereka sama-sama tidak sempurna seperti kamu!

7. Hal-hal buruk terjadi pada orang baik tanpa alasan.

Meskipu ini menyedihkan, sayangnya pelajaran ini benar. Hal-hal buruk terjadi pada orang baik, dan tidak ada penjelasan masuk akal untuk itu. Anak-anak kecil jatuh sakit, pasangan yang putus asa ingin punya anak mencoba selama bertahun-tahun tidak berhasil, dan kita kehilangan seseorang yang kita cintai terlalu cepat. Membicarakan hal ini rasanya tidak menyenangkan, dan inilah fakta kehidupan yang tidak ingin diakui seorang pun, karena mereka takut mereka akan terpengaruh oleh hal itu. Kenyataannya, dalam beberapa titik dalam kehidupan mereka, mereka akan disentuh oleh seseorang dalam hidup mereka yang mengalami ketidakadilan, tidak peduli sebaik apa pun orang itu. Karena kebenaran yang menyedihkan dan tidak menyenangkan ini, saya tidak bisa memikirkan alasan yang lebih baik selain menghargai mereka yang ada dalam kehidupan kita setiap hari karena kita telah bersama-sama, baik atau buruk, karena setidaknya kita memiliki kepuasan mengetahui bahwa kita mencintai dan menghargai mereka. (Dr. Nikki Martinez, Psy.D, LCPC)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *