Ceriwis
worth marrying

7 Tanda Dia Layak untuk Dinikahi

worth marrying

Pernikahan adalah komitmen yang serius. Di masa sekarang, ketika tingkat perceraian selalu berada di paling atas, sulit untuk memilih pasangan yang benar untuk jangka waktu yang panjang dan lama. Itu dapat membuat keputusan untuk menikah menjadi menakutkan dan menegangkan. Jadi bagaimana kamu tahu bahwa pasanganmu adalah orang yang layak kamu nikahi?

Ketika kamu sangat dekat dengan sebuah situasi, atau dalam kasus ini, sebuah hubungan – itu dapat menjadi sulit untuk tetap objektif sepenuhnya. Kamu mungkin tidak melihat tanda peringatan yang pasti atau mungkin tidak menyadari bahwa kamu kehilangan asensi komponen dari pernikahan yang langgeng.

Jadi apa yang benar-benar menunjukkan bahwa pasangan dan hubungan yang kamu miliki sekarang mempunyai apa yang dibutuhkan untuk memenuhi janji nikah “sampai maut memisahkan”? jawabannya sebenarnya sederhana, tapi mungkin dapat mengejutkanmu. Berikut adalah tanda-tanda bahwa dia layak untuk dinikahi.

INILAH 7 TANDA BAHWA PASANGAN ANDA LAYAK UNTUK DINIKAHI

  1. KOMUNIKASI ADALAH HAL YANG LUAR BIASA

Komunikasi adalah kunci dari hubungan manapun. Tanpa komunikasi yang positif dan efektif, kamu tidak dapat membangun hubungan dengan aman atau kebersamaan yang berarti yang mampu untuk bertahan terhadap ujian waktu.

Sebuah pernikahan melibatkan dua orang yangberbeda, dengan cara memandang dunia yang berbeda, dan satu-satunya cara untuk membuat hubungan itu berhasil adalah dengan berbicara. Ini artinya ketika ada masalah, kamu dan pasanganmu akan senang untuk membicarakan masalah tersebut tanpa ada kepura-puraan dan dengan penuh kejujuran.

Tentu saja, komunikasi bukan hanya sekedar tentang menyelesaikan masalah. Tapi juga kedekatan dan keintiman. Itu berarti pasanganmu memberitahu kamu tentang hari-harinya dan bertanya bagaimana tentang hari-harimu, dan kalian berdua benar-benar mendengarkan ketika ada yang sedang berbicara. Kamu dapat membicarakan tentang apa saja, dari hal-hal yang konyol sampai ke pembicaraan yang mendalam, atau diskusi tentang pengetahuan.

Ini juga berarti kalian berdua merasa nyaman satu sama lain ketika kalian memiliki berita baik maupun buruk, kekhawatiran atau perhatian, atau tujuan dan mimpi baru. Kamu merasa senang untuk membagi apapun satu sama lain, jika kamu membutuhkan batasan, kamu akan membuatnya menjadi jelas dan kalian akan saling menghormati. Kamu akan terbuka dan jujur tentang apa yang kamu butuhkan dan kamu dapat mengkomunikasikannya dengan pasanganmu secara hormat.

  • Pria yang layak untuk dinikahi akan mendengarkan kesulitan dan kekhawatiranmu.
  • Ia akan menilai pendapat dan perhatianmu, dan benar-benar mencoba untuk mengerti apa yang kamu katakana dan lihat dari sisi perspektifmu.
  • Ini akan berjalan tanpa kamu mengatakan bahwa kamu harus melakukan yang sama kepadanya.

Just married game shirts

  1. DIA BENAR-BENAR DEWASA SECARA MENTAL DAN EMOSIONAL

Kedewasaan emosional sangat penting dalam pernikahan. Ini berarti seseorang dapat jujur dengan diri sendiri, intropeksi diri, dan menjadi yang sebenarnya tentang perasaannya tanpa merasa takut untuk dipandang lemah.

  • Pasangan yang dewasa memiliki kehidupannya sendiri dan tidak sepenuiuhnya berputar di sekitar kamu.
  • Ketika kamu selalu menjadi prioritas nomor satunya, ia akan memiliki pekerjaan dan tujuan karir. Ia memiliki pengaturan dari kesenangan dan hobinya sendiri.
  • Ia memiliki hubungan platonik atau keluarga dengan orang lain.
  • Ia selalu berusaha untuk meningkatkan dirinya dan berusaha lebih untuk memiliki pengetahuan yang lebih dari sebelumnya.

Ini juga berarti bahwa ia tidak terjebak dalam ide-ide maskulin yang beracun. Ia mengakui kesalahannya dan berusaha untuk dirinya sendiri, dan ia mengerti perbedaan antara percaya diri dan sombong. Jika ia memiliki beberapa bagasi emosional, ia tidak akan menggunakannya sebagai alasan untuk merendahkanmu. Terlebih lagi, dia mengetahui bahwa kamu mendukungnya, tapi harus bekerja pada dirinya sendiri.

Seorang pria yang layak dinikahi tidak perlu berhenti untuk menjadi menyenangkan, humoris dan memiliki moment yang kekanak-kanakan. Tapi ia harus mengetahui bagaimana untuk menjadi seimbang dan kapan harus serius. Dia tidak disetir secara impulsif, alih-alih terbuka secara emosional dan mengambil peran tanggung jawab dalam hal yang positif.

  1. KALIAN SALING MENGHORMATI SATU SAMA LAIN

Dua orang tidak dapat benar-benar bersama jika mereka tidak saling menghormati satu sama lain. Ketika kamu memandang pasangan priamu, kamu harus mampu untuk mengagumi nilai-nilai, kekuatan, dan jiwanya, sebagaimana ia pun mengagumi dan menghormati kamu. Pandanganmu satu sama lain di dalam keindahan dan cahaya positif.

Jika kamu menemukan apa yang pasanganmu ejek tentang kamu, merendahkan kamu atau berbicara yang negatif tentangmu kepada teman-teman, kolega atau keluarga, dia bukan seseorang yang ingin bersama untuk menghabiskan sisa hidupmu. Tentu saja hal ini pun berlaku untuk kamu. Kamu harus menghargai pasanganmu, tidak berusaha menjatuhkannya atau mengeluh tentang dia di depan orang lain.

  1. DIA BERLAKU BAIK KEPADA ORANG LAIN

Seseorang yang hanya baik kepadamu tapi memperlakukan orang lain seperti sampah adalah dengan sederhana bukanlah materi pernikahan. Kenapa? Karena ini berarti ia tidak benar-benar baik dan penuh hormat, hanya pura-pura baik di depan kamu. Atau mungkin kamu menginspirasi dia untuk memperlakukan kamu dengan baik, yang mana terdengar romantis sampai kamu menyadarinya di suatu titik,keretakan akan mulai fasad.

  • Seorang pria yang baik memperlakukan semua orang dengan baik.
  • Di baik kepada teman kampus, teman-teman dan keluarganya.
  • Dia baik secara adil kepada bos, pramusaji, tukang bersih-bersih, supir taksi, dan semua orang yang ditemuinya.

Pria yang layak untuk dinikahi adalah orang yang sama ketika bersamamu dan ketika ia tidak bersamamu. Dia tidak harus berakting baik ketika bersamamu untuk mendapat penerimaan dari kamu. Dia tidak harus berakting cool saat bersama teman-teman untuk mendapatkan penerimaan. Dia orang yang baik, baik, terus menerus tanpa ada penipuan. Dan kamu juga.

  1. TUJUAN DIA DALAM BERARGUMEN ADALAH UNTUK MENDAPATKAN PENGERTIAN

Berkelahi dan berargumen adalah bagian normal dalam sebuah hubungan, dan pertanda ganjil sekarang atau nanti bukanlah indikasi hubungan yang buruk. Tapi cara dia memilih untuk menangani argumen itu mengatakan segalanya.

Banyak orang dapat menjadi sangat marah ketika sedang berkelahi, dan ini adalah dimana ketika harga diri dan ego memimpin. Seseorang yang menjadi buta karena emosi sering tidak mampu untuk melihat alasan atau menemukan kompromi , fokus mereka adalah menjadi benar atau memenangkan argumen yang sedang terjadi.

Ketika kamu dan pasanganmu mampu untuk menyampingkan kepicikan dan menghadapi argumen dengan penuh hormat, ada kesempatan baik bahwa ia adalah pria yang layak untuk dinikahi. Ini tidak berarti dia tidak boleh berpendapat atau menghindari konflik. Ini hanya berarti ia mengerti bagaimana untuk menolak dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik dan sehat.

Pasangan harus bisa untuk menyelesaikan masalah bersama-sama untuk dapat bertahan dalam ujian waktu. Masalah dalam hubungan relatif kecil dibandingkan dengan potensial terjadinya tragedi dan masa sulit yang mungkin datang di masa pernikahan yang akan datang. Secara sehat, penyelesaian masalah secara positif adalah hal yang normal di dalam pernikahan yang bertahan dalam keadaaan terburuk.

Penting untuk pasangan saling mengerti dan tidak harus saling melawan dalam berargumen. Tujuannya adalah selalu saling mengerti pola pandang masing-masing dan menemukan solusi yang membahagiakan atau yang terbaik untuk kalian berdua. Jika kamu dan pasanganmu mengetahui ini, kamu akan berada di jalan yang benar.

  1. KAMU DAPAT SELALU MENGANDALKAN DIA

Di dalam pernikahan, kamu adalah tempat suci dari pasanganmu. Di dalam masalah, kamu tahu pasanganmu akan mendukungmu. Dan hal yang sama untuk hubungan yang serius. Erica Curtism seorang terapis keluarga dan pernikahan, menyatakan bahwa pasangan yang tahu bagaimana untuk menghadapi kesulitan bersama dan saling percaya satu sama lain dalam masa sulit dan bahagia, sudah siap untuk menikah.

  • Pikirkan hal terburuk yang hidup dapat kirim kepadamu
  • Dapatkah kamu mengandalkan pasanganmu di masa ini?
  • Atau apakah pengalaman masa lalu mengajarkanmu bahwa yang terbaik adalah dengan tidak mengandalkan pasanganmu agar masalah yang lebih serius tidak terjadi?
  • Perbedaan-perbedaan ini adalah rata-rata hubungan untuk potensi pernikahan yang kuat.

Berdasarkan penelitian di Journal of Marriage and Family, pasangan dengan hubungan yang langgeng cenderung memiliki pola perilaku yang sama saat berkelahi. Ini berarti mereka menangani masalah dengan cara yang sama, biasanya dengan tetap tenang dan berkomunikasi untuk saling membangun.

Jadi jika kamu dan pasanganmu melakukan pendekatan proaktif dengan pikiran positif untuk masalah, kamu akan senang untuk menemukan cara bersama. Inilah mengapa pasanganmu harus bisa diandalkan untuk menjaga ketenangan di dalam situasi sulit dan kamu juga harus melakukan hal yang sama.

Getting married on a lake shore is very romantic, it’s a perfect location for spring, summer and fall weddings. Lake shores are full of that romance ...

  1. KAMU SALING MENCINTAI SATU SAMA LAIN APA ADANYA

Ini harusnya dapat terjadi tanpa dibicarakan, tapi kamu mungkin terkejut akan berapa banyak orang yang mengabaikan aturan sederhana ini. Kamu harus mencintai pasanganmu beserta dengan segala sesuatunya tentang dia, dan dia harus berlaku sebaliknya terhadap kamu. Jika kamu mencari perubahan dari dia, dan dia mencari perubahan dari kamu, ini akan berakhir dengan bencana.

Banyak orang mengatakan bahwa keakraban menimbulkan rasa jijik. Itulah mengapa salah satu tanda paling pasti yang kamu dan pasanganmu ditakdirkan bersama adalah dengan menerima dan mencintai ciri khas masing-masing pasangan. Jangan pernah menggunakan sifat-sifat negative untuk melawan satu sama lain, jika ada, ketidak sempurnaan membuat kamu akan semakin jatuh cinta.

Berdasarkan penelitian, banyak orang pertama kali terpikat oleh penampilan, karisma dan bahkan uang ketika pertama kali tertarik pada seseorang. Tapi hal yang menentukan kelanggengan dari sebuah hubungan adalah dengan menyukai dan menerima semua keistimewaan yang ditawarkan masing-masing pasangan. Jadi, jika kamu dan pasangan saling memeluk keanehan kalian, itu pertanda ia layak untuk dinikahi!

Kelemahan dan ketidaksempurnaan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari menjadi manusia. Tentu saja, selalu ada ruang untuk meningkatkannya. Tapi berbicara tentang perilaku berbahaya, atau cara pasanganmu secara tidak sengaja menyakitimu, berbeda dengan menuntut mereka untuk berubah. Yang paling penting adalah kata kunci dalam peningkatan diri. Kamu ingin tumbuh menjadi lebih baik lagi untuk orang lain dan dirimu sendiri.

Jika seseorang dapat melihat kekuranganmu, tersenyumlah dan katakan “aku mencintaimu sama saja” tidak memaafkan kekuranganmu dan juga tidak menyalahkan dia, dan kamu juga dapat melakukan hal yang sama untuk dia dengan sepenuh hati, dia layak untuk dinikahi. Ingat, untuk menikahi seseorang, kamu harus melakukan lebih dari sekedar mencintai, kamu juga harus menyukainya.

 

KESIMPULAN

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang dapat bertahan dalam cobaan dan kesengsaraan dan muncul lebih kuat dari sebelumnya. Agar hal ini dapat diterjemahkan de dalam pernikahan yang langgeng, kamu harus yakin bahwa kalian berdua siap untuk komitmen. Dan tentu saja, ini juga berarti kamu perlu menampilkan tanda-tanda ini juga- bukan hanya pria yang ingin anda jadikan jarak.

Tapi bahkan jika pasanganmu tidak menemukan 7 tanda ia layak untuk dinikahi, itu bukan berarti semuanya hilang. Terkadang, itu berarti bahwa hubungan kamu perlu untuk berkembang dan dewasa lebih lagi sebelum kalian memutuskan untuk menikah. Duduk dan bicarakan hal ini degan pasanganmu sehingga kalian berada di halaman yang sama. Bekerja sama menjadi pasangan suami istri yang kalian berdua layak dapatkan.

Wedding Decor - Ross Talling Photography | Rustic Wedding at The Green in Cornwall

Yane Pranata

Tidak ada komentar