8 Kepercayaan Tahun Baru Imlek yang Mungkin Akan Membuat Hidup Kamu Lebih Baik

angpao
angpao
Getty Images

Karena saya berasal dari keluarga Asia, Tahun Baru Imlek (atau Tahun Baru Cina) selalu besar artinya bagi saya.

Tahun ini, Tahun Baru Imlek jatuh pada hari ini, Senin, 8 Februari 2016. Nah, mari kita ucapkan selamat tinggal pada Tahun Kambing (atau Domba) dan merayakan Tahun Monyet.

Saat inilah saya akan menghabiskan waktu dalam acara-acara keluarga, ikut serta dalam perayaan-perayaan, dan berpesta sepuas hati. Saat ini jugalah ketika saya menjadi sangat percaya pada takhayul (makasih, Mama) karena sudah mendarah daging dalam diri saya sejak kecil bahwa hari Tahun Baru Imlek akan menentukan bagaimana jalannya tahun saya ke depan.

Setiap tahun baru, saya membuat upaya sadar untuk bangun pagi-pagi, berolahraga, makan makanan sehat dan tidak berada dalam suasana hati yang buruk. Inilah rutinitas ideal yang saya ingin jalani sepanjang tahun (tidak peduli apakah ini benar-benar berjalan atau tidak). Semua ini kedengarannya tidak merugikan, kan? Pada dasarnya, inilah resolusi Tahun Baru versi Asia.

Kamu ingin mengawali tahun dengan niat yang benar, dan kemudian tak terelakkan lagi kamu akhirnya gagal total.

Namun, ada beberapa takhayul yang saya sangat yakini yang membingungkan sekaligus mengherankan bagi pacar saya yang asal Kaukasia dan yang sangat tidak percaya takhayul.

Berikut ini adalah delapan aturan yang harus diikuti jika kamu ingin membuang energi negatif dari tahun sebelumnya dan memastikan datangnya Tahun Monyet penuh keberuntungan dan kemakmuran:

1. Jangan Menyapu Rumah.

Jangan—saya ulangi, jangan—sapu rumah kamu selama perayaan Tahun Baru. Dengan menyapu rumah, pada dasarnya kamu menyapu semua keberuntungan kamu pada tahun ini. Padahal, kamu tadinya hanya berpikir untuk menjadi higienis! Semua bersih-bersih itu, menyapu dan mengepel seharusnya sudah dilakukan sebelum Tahun Baru, sehingga rumah kamu terlihat berkilau seperti baru dan bersiap menerima tamu berbondong-bondong.

2. Lunasi Semua Utang.

Mengawali tahun dalam kondisi punya utang dianggap pertanda sial, jadi pastikan semua utang yang belum lunas dilunasi lebih dulu. Tentu, kamu mungkin tidak mampu membayar bahkan sebagian kecil saja dari utang biaya kuliah kamu yang besar sekali, tetapi setidaknya cobalah lunasi beberapa dari tumpukan surat tilang ngebut.

3. Jangan Potong Rambut pada Malam Tahun Baru Imlek.

Mirip dengan aturan jangan menyapu, memotong rambut kamu terlalu dekat dengan Tahun Baru sama dengan memotong keberuntungan kamu. Pastikan kamu sudah potong rambut beberapa minggu sebelumnya, jadi kamu tetap akan punya gaya rambut baru yang bagus untuk dipamerkan saat perayaan dimulai.

4. Jangan Keramas.

Setelah poin sebelumnya, ada juga aturan “jangan keramas” pada saat Tahun Baru, karena—tebakanmu benar—dengan keramas kamu sama saja membilas semua keberuntungan kamu. Menurut takhayul, tampaknya secara umum rambut itu tidak menguntungkan, jadi mungkin sebaiknya botaki saja kepalamu demi menghindari risiko kesialan apa pun yang menyusup melalui akar-akar rambut. Namun, jika pilihan membotaki kepala terlalu ekstrem, mungkin kamu cukup berinvestasi sampo kering yang bagus.

5. Pakailah Banyak Warna Merah dan Hindari Warna Hitam dan Putih.

Ganti pakaian monokrom biasa kamu dengan merah menyala untuk menarik keberuntungan dan nasib baik sekaligus untuk menangkal roh jahat. Hitam dan putih secara tradisional dikaitkan dengan perkabungan, jadi warna-warna ini harus dihindari dengan cara apa pun.

6. Jangan Membicarakan Apa Pun yang Tidak Wajar.

Hanya topik-topik manis yang boleh dibahas pada Tahun Baru. Jangan menyebutkan penyakit siapa pun, hantu-hantu, dan tentu saja jangan menyinggung-nyinggung sedikit pun soal kematian. Pokoknya, supaya aman, hindari membicarakan topik apa saja yang berpotensi mengundang air mata karena menangis itu juga benar-benar pertanda sial. Inilah sebabnya kenapa banyak orang tua lebih lunak terhadap anak-anak mereka pada saat Tahun Baru karena mereka ingin mencegah risiko terjadinya amukan apa pun.

7. Jangan Membeli Buku Apa Saja.

Sering kali tidak disebutkan bahwa membeli buku itu buruk, tetapi kata “buku” dalam bahasa Kanton merupakan homonim untuk kata “kalah”. Kedengarannya ini seperti sebuah asosiasi yang meragukan, tetapi secara tradisional, toko-toko buku di Cina tidak buka selama perayaan Tahun Baru. Saya tidak yakin apakah takhayul ini merembet sampai eBook. Dalam hal ini, ketentuannya belum diputuskan.

8. Berikan Angpao.

Memberikan angpao mengilap sama dengan membagi-bagikan kekayaan dan kemakmuran kepada penerimanya, dan angpao biasanya diberikan oleh orang yang menikah kepada generasi-generasi yang lebih muda. Juga akan lebih menguntungkan bila memasukkan uang berjumlah genap ke dalam amplop angpao, kecuali, tentu saja, untuk jumlah yang mengandung angka empat. “Empat” terdengar mirip sekali dengan “mati” dalam bahasa Kanton.

Menurut tradisi, melakukan langkah-langkah ini akan memastikan datangnya tahun keberuntungan. Dan sungguh, memangnya saya siapa, berani-beraninya menentang tradisi?

Sekarang, permisi dulu. Saya harus bersih-bersih rumah!

(Camha Pham)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *