9 Alasan untuk Menghentikan Kerugianmu dalam Hubungan yang Buntu

Trinette Reed

Kita semua pernah menyaksikan situasi ini dalam beberapa titik sebelumnya, secara pribadi ataupun dari kejauhan. Tapi, meskipun kita menyuruh orang lain untuk keluar, tidak semudah itu untuk menerima nasihat yang sama ketika emosi kamu sendiri secara pribadi terlibat di dalamnya.

Saat saya menyebut Limboland, saya mengacu pada hubungan stagnan yang tampaknya tidak akan ke mana-mana selain mengalami kemunduran.

Entah hubungan itu dimulai dengan hubungan yang tampaknya baik-baik saja, persahabatan, atau mungkin kencan acak, bertahan untuk seseorang yang tampaknya tidak tertarik pada masa depan bersama kamu mungkin berarti sudah saatnya kamu mengevaluasi kembali hubungan kamu.

Mengapa kita bertahan dalam hubungan yang kurang memuaskan dan buntu ini? Cukup sederhana, sebenarnya. Kita membiarkan emosi kita mengaburkan penilaian kita.

Kita berharap hal itu akan berubah menjadi sesuatu yang lebih baik. Kita beralasan untuk bertahan karena rasanya nyaman punya seseorang yang dekat, tidak peduli seberapa absen orang itu ketika kalian bersama-sama.

Tapi inilah yang kita benar-benar lakukan: Kita telah menciptakan ilusi merusak bahwa, apa pun yang terjadi, hubungan itu pasti kekal.

Memang, saya tidak bisa membicarakan tentang semua hubungan di luar sana. Dalam banyak situasi, ada banyak alasan di balik status dini hubungan kamu.

Mungkin orang ini punya masalah komitmen serius, dan mungkin sebenarnya rumit saja. Mungkin orang ini memang benar-benar peduli dengan kamu, tapi tidak cukup mengerahkan upaya yang diperlukan dan menyerahkan semua “kebebasan” yang dengan begitu naif dipercaya. Kedua-duanya, bertahan berlama-lama hanya mendorong ketidakpastian seseorang, dan hal itu menggambarkan bahwa kamu baik-baik saja dengan situasi tersebut.

Jika kamu salah satu orang yang terjebak di Limboland, berikut ini ada 9 alasan yang kamu harus pertimbangkan untuk keluar dari sana.

1. Selalu ada orang lain yang siap melakukan apa yang tidak dilakukan.

Momen yang sangat menyedihkan dan membahagiakan adalah ketika kamu menyadari berapa banyak orang lain di luar sana yang akan merebut kesempatan untuk mengeluarkanmu. Saat kamu berusaha keras untuk memenangkan kasih sayang seseorang, kamu tidak mempan dengan semua sinyal lain yang dilemparkan ke arahmu dari orang lain. Kita terlalu sibuk merenungkan apa yang kita lakukan dengan salah untuk menyadari bahwa bertahan berlama-lama mungkin saja kesalahan terbesar.

Begitu kamu sadar dari kekecewaan atas seseorang yang tidak bisa membalas perasaan kamu, kamu akan menyadari betapa banyak orang lain yang akan membalas perasaanmu. Jika tidak, fokus pada diri sendiri juga bukan hal yang buruk. Tentu, cinta itu luar biasa dan punya seseorang untuk berbagi cinta itu lebih baik, tapi itu bukan segala-galanya.

2. Waktu bukanlah intinya.

Jika kamu pikir waktu adalah pengubah permainan eksklusif untuk menarik kamu keluar dari Limboland, pikirkan lagi. Waktu biasanya merupakan alat yang berguna dalam membangun hubungan yang sehat, tetapi jika kamu belum membangun hubungan yang sehat setelah sebulan “kencan”, maka kamu harus tanya pada diri sendiri apakah kamu akan pernah membangunnya.

Ini menyakitkan, saya tahu. Mungkin kenyataan pahitnya adalah dia tidak secinta itu denganmu, dan itu menyakitkan.

Kenyataannya, tidak peduli sekeren apa pun yang kamu pikir tentang dirimu, kamu tidak mungkin menjadi tipe semua orang. Waktu itu penting, tapi kalau hanya itu yang kamu miliki, itu bukan anugrah penyelamat dari api penyucian hubungan kamu. Jika kamu tidak melihat masa depan dengan orang ini, menunggu lama-lama hanya menunda sesuatu yang tak terelakkan dan makin sulit bagi kamu ketika hati kamu akhirnya memutuskan untuk mengakui dan mundur.

3. Kamu lebih sering tidak bahagia.

Jadi mengapa bertahan lama-lama? Sudah jelas, karena bahkan dalam kesengsaraan kita, kita masih menemukan kebahagiaan ketika kita bersama orang ini. Namun pada akhirnya, kamu akan selalu ingin yang lebih daripada yang kamu terima, dan kebahagiaan tidak akan pernah absen dari kesedihan yang ada di baliknya.

[AdSense-B]

4. Kamu membunuh kepercayaan diri kamu.

Berusaha meyakinkan seseorang bahwa dia harus bersama kamu adalah salah satu perasaan terburuk di dunia, terutama ketika kamu sangat peduli kepadanya. Jika kamu menerima alasan yang sama dan tidak pernah maju, itu menyiksa dan mengurangi nilai diri kamu. Kamu tidak bisa membiarkan sudut pandang satu orang memengaruhi cara kamu melihat diri kamu secara keseluruhan. Semua orang melihat dunia dari perspektif yang berbeda. Meskipun orang ini tidak menyadari semua yang kamu berikan, orang lain pada akhirnya akan datang dan melihat segalanya dengan jernih.

5. Pacar kamu sudah berpikir kamu terlalu baik baginya.

Jika semua teman dekat kamu setuju kamu sedang dimanfaatkan, mungkin memang begitulah adanya. Namun, saya tidak mengatakan bahwa kamu harus mendasarkan hubungan kamu hanya dari pendapat mereka. Orang tidak punya semua jawaban, terutama jika mereka belum menyaksikan hubungan kamu secara langsung. Hanya kamu yang bisa membuat keputusan ini. Tapi kalau ini adalah pengertian bersama antara berbagai orang, luangkan waktu untuk mempertimbangkan apa yang dikatakan teman-teman kamu.

6. Kamu tidak bisa berpura-pura sampai kamu melakukannya.

Berpura-pura kamu baik-baik saja tidak akan berlangsung lama. Semua ini hanya memperkuat kemandegan hubungan kamu. Kadang-kadang, kamu berhasil mengelabui diri bahwa kamu tidak apa-apa dengan hal itu sementara waktu, tapi itu selalu muncul pada akhirnya, terutama bila melibatkan bergelas-gelas minuman keras. (Tidak ada yang pernah mengatakan apa pun yang mencerahkan selagi mereka mabuk.) Jika kamu terus-menerus menemukan diri kamu dalam pertempuran emosi dengan orang ini, itu karena kamu juga telah memperjuangkan fantasi ini. Dan semua itu membuatmu meringkuk di atas sofa lagi.

7. Kamu lebih baik daripada apa yang sedang kamu dapatkan, dan kau tahu itu.

Di suatu tempat antara berusaha memalsukan emosi kamu dan menetapkan standar minimal, di sanalah harga dirimu berada. Mirip dengan hati nurani kamu, harga diri itu terus berteriak, “APA YANG MASIH SAJA KAU LAKUKAN SIH?” Jika kamu mendengarnya dengan keras dan jelas, berhentilah mengabaikannya. Hanya kamu yang benar-benar bisa menilai apa yang layak untuk kamu. Jika kamu menurunkan standar kamu untuk seseorang, kamu sudah memenangkan pertandingan yang kalah. Jauh di lubuk hati, kamu tidak pernah merasa cukup dihargai atau dicintai, dan sebuah hubungan tidak bisa berkembang atau meningkat tanpa kedua hal itu.

[AdSense-B]

8. Konsistensi benar-benar absen dari “hubungan” kamu.

Kurangnya konsistensi menciptakan masalah terbesar bagi hubungan. Ini bisa mengubah individu paling kuat dan paling kukuh sekalipun menjadi individu paling lemah dan paling rentan. Ketika hubungan kamu berpindah dari titik A ke titik E tanpa penjelasan, hal itu menyebabkan keraguan diri dan kegelisahan.

Kamu mulai bertanya-tanya, “Apakah itu aku? Apakah aku melakukan sesuatu?”

Jika kamu tidak punya keyakinan dalam hubungan kamu, mudah sekali untuk mengacaukan cegukan biasa yang kita semua alami dengan sesuatu yang jauh lebih serius.

Kamu butuh konsistensi dari seseorang yang kamu sayangi sehingga kamu tidak harus mempertanyakan setiap detail kecil, terutama bila menyakut menunjukkan kasih sayang. Jika tidak, itu hanya berubah menjadi situasi di mana teman dan keluarga bertanya, “Bagaimana kabar minggu ini?”

9. Kamu tidak bisa merindukan sesuatu yang selalu ada.

Jika kamu selalu ada atau tinggal sekali telepon, orang ini tidak akan pernah mengerti apa artinya merindukanmu atau mengenali rasa takut kehilangan kamu. Kamu tahu pepatah lama: Kamu tidak benar-benar menghargai apa yang kamu miliki sampai kamu kehilangan, dan pada saat itu, selalu saja sudah terlambat.

Hubungan sekarang ini mungkin tampak seperti ilmu yang sulit, padahal tidak begitu. Tentu, tidak ada formula eksklusif yang bisa diterapkan untuk semua hubungan, tapi ini adalah soal menemukan keseimbangan kebahagiaan bersama antara satu sama lain.

Untuk mencapai hal ini, kamu harus berkomunikasi, sesuatu yang kita semua abaikan dalam budaya berkencan kita. Masalah terbesar di balik begitu banyak hubungan yang gagal sering kali adalah kurangnya komunikasi yang ampuh.

Jika kamu belum mendekati orang ini terkait situasi tersebut, telan harga diri kamu dan lakukanlah. Jika kamu sudah melakukannya, dan tampaknya gagal untuk mengubah apa pun, maka kamu adalah bagian dari masalah itu karena bertahan lama-lama.

Sulit untuk menutup pintu pada seseorang yang benar-benar kamu cintai atau pedulikan, tapi tidak mungkin untuk berpikir kamu bisa mengikuti permainan hati ini selamanya. Lakukan yang terbaik buat kamu karena kamulah satu-satunya yang bisa. (Madison Tate)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *