9 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Putus

eHarmony

Putus. Bahkan putus yang paling damai sekalipun bisa menyakitkan. Ketika meratapi akhir dari suatu hubungan, pastikan kamu menghindari “larangan-larangan” berikut ini:

Berpura-pura kamu baik-baik saja.

Biarkan dirimu sedih. Menangislah. Pukul bantal. Tulis jurnal. Kelilingi diri kamu dengan teman-teman yang mau mendengarkan. Kamu mungkin tergoda untuk berpura-pura kamu tidak terpengaruh oleh perpisahan kamu; jangan biarkan harga dirimu menghalangimu untuk menerima kenyataan. Kamu tidak perlu menangis di kantor, tetapi luangkan sedikit waktu tenang untuk merenung dan jujur dengan diri sendiri. Tidak apa-apa bila kamu marah, sakit hati, atau terhina. Lebih sehat untuk mengekspresikan diri secara jujur daripada mati rasa.

Mencoba menjadi “teman saja”.

Sangat jarang putus cinta menyebabkan persahabatan yang solid, dan sampai kamu merasa baik-baik saja dengan ide mantan kamu berkencan dengan seseorang yang baru—dan sebaliknya—kamu tidak siap untuk menjadi teman. Buat jajrak yang disengaja untuk sementara dan biarkan diri kamu meratapi akhir hubungan. Jika mantan kamu memaksa berteman, pertahankan sikapmu jika kamu tidak nyaman dengan ide itu. Sekarang, kamu tidak sedang mencari seorang teman yang persis seperti orang yang membuatmu patah hati.

Balas dendam.

Jangan dobrak mobilnya, culik kucingnya, atau hancurkan barang-barangnya. Dan jangan pernah melakukan sesuatu yang bisa membuatmu terkena masalah hukum. (Jika kamu berbagi sewa, selesaikan seperti orang dewasa yang bertanggung jawab. Jangan kurung dia.) Sensasi balas dendam hanya menambah kepahitan dan kebencian. Kamu mungkin sudah sangat dirugikan, tapi balas dendam tidak akan menyembuhkan luka apa pun. Maafkan dan move on. Tegakkan kepalamu dan habiskan energimu pada orang-orang yang layak mendapatkannya. Apa yang membantumu sembuh setelah putus cinta? Apa saran yang akan kamu berikan kepada orang lain yang mengalami proses itu?

[AdSense-A]

Berkomunikasi. Dalam format apa pun.

Kamu putus minggu lalu, tapi kamu masih “punya pikiran” yang ingin kamu bahas dengan mantan kamu. Kamu angkat telepon kamu. Ada yang membuatmu tertawa saat kamu pergi ke tempat kerja. Insting pertama kamu? KirimSMS ke mantan kamu tentang hal itu. Jangan lakukan. Akan ada masa ketika penting bila berkomunikasi dengan mantan. Mungkin kamu perlu mengembalikan barang-barangnya. Mungkin kamu harus membereskan sewa bersama, atau penitipan hewan peliharaan. Tapi, tahan diri menelepon atau kirim SMS seperti yang biasanya kamu lakukan saat masih berhubungan.

Putus cinta menciptakan kehampaan. Tanyakan teman dekat apakah kamu bisa meneleponnya setiap kali kamu biasanya akan menelepon mantan kamu. Rekrutlah sistem dukungan teman dan keluarga untuk membantumu mengisi waktu yang biasanya dihabiskan dengan pasangan kamu. Banyak orang merasa kehilangan setelah putus cinta; bukan karena mereka kehilangan mantan mereka, tapi karena begitu banyak kebiasaan harian mereka dulunya berkisar di seputar orang lain. Beri diri kamu waktu untuk beradaptasi dengan kejombloan.

Mengemis ingin balikan.

Ya, anjing bisa lolos dengan mengemis. Tapi kamu tidak bisa. Mungkin kamu tidak paham mengapa kamu putus. Mungkin kamu berpikir kamu putus karena alasan yang salah. Mungkin kamu lebih suka saja berada dalam hubungan yang buruk daripada tidak dalam hubungan sama sekali. Alih-alih berpegangan pada harapan yang hilang, temukan seorang teman bijaksana yang dapat membantu kamu menelaah alasan mengapa kamu sulit melepaskan. Jangan memohon agar dia kembali. Jauh di lubuk hati, kamu tahu bahwa kamu tidak ingin menjalin hubungan dengan seseorang yang kamu harus mengemis untuk bersama kamu. Selain itu, jika mantan kamu menolakmu untuk kedua kalinya, itu tidak hanya akan menyakitkan; penolakan akan melukai dengan penghinaan dan penyesalan tambahan.

Tidur bersama.

Jangan lakukan ini. Tidak ada wanita yang di ambang kematiannya berkata, “Saya benar-benar berharap saya tidur dengan mantan suami saya untuk terakhir kalinya.” Biarkan putus kamu bersih.

[AdSense-B]

Mengintip Facebook mantan kamu.

Media sosial bisa berbahaya bila menyangkut sakit hati. Beri diri kamu dua aturan: Jangan posting apa pun tentang drama putus kamu, sekabur apa pun itu, dan tahan diri mengintip mantan kamu. “Unfriend” atau setidaknya menyembunyikan status dapat membantu kamu menghindari godaan konstan untuk melihat apakah mantan kamu menjalani hidup yang lebih menyedihkan—atau lebih buruk, lebih mengagumkan—daripada hidup kamu.

Potong rambut atau bikin tato.

Jangan membuat perubahan drastis untuk sementara waktu. Sangat mudah untuk membuat keputusan tergesa-gesa setelah putus. Salah satu perubahan besar dalam hidup kamu dapat menginspirasi lebih banyak perubahan. Jika kamu mendapat ilham desain tato dalam hari-hari setelah sakit hati, tunggu beberapa bulan sebelum bertindak. Tunggu sampai kamu bangkit lagi secara emosional. Rambut bisa tumbuh lagi, tapi hati-hati: potongan rambut yang buruk dapat menyakiti rasa percaya diri kamu yang sudah telanjur terluka. Jangan tendang diri sendiri saat kamu jatuh.

Menyerah.

Dia bukan satu-satunya. Dia membuat kamu merasa seolah-olah bukan apa-apa. Jangan biarkan putus cinta menghancurkan harapan. Teruslah merawat diri sendiri. Luangkan waktu untuk fokus kembali dan mengejar hal-hal yang selalu sukai. Habiskan waktu bersama orang-orang tercinta. Cinta bukanlah pengalaman sekali waktu saja. Belajarlah dari hubungan yang baru saja berakhir dan bergerak maju. Jangan menyerah mencari pasangan sejati kamu. Bersyukurlah bahwa hubungan yang salah berakhir untuk membebaskan kamu untuk pasangan yang tepat. (eHarmony)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *