Ceriwis

Aplikasi Slack Dilarang Digunakan di Microsoft

Logo Microsoft.

Ada peraturan baru bagi ratusan ribu karyawan Microsoft. Mereka dilarang menggunakan layanan atau platform dari kompetitor, macam Slack dan Google Docs, untuk mendukung pekerjaannya.

Sebagai perusahaan teknologi, tentu Microsoft sudah mengembangkan berbagai macam produk dari berbagai kategori. Tak heran perusahaan ingin pegawainya menjadi pengguna yang memanfaatkan teknologinya.

Kompetisi bukan jadi alasan utama Microsoft melarang karyawannya memakai layanan Slack. Fokus dari aturan baru ini adalah soal keamanan yang mungkin bisa mengancam pengguna Slack versi gratis dan juga edisi premiumnya, Slack Plus.

“Slack versi Free, Slack Standard, dan Slack Plus, tidak menyediakan kontrol yang diperlukan untuk melindungi kekayaan intelektual Microsoft dengan benar,” tulis pengumuman tim Microsoft.

Slack Technologies Inc, perusahaan yang mengembangkan aplikasi Slack, melakukan penjualan saham perdananya di New York Stock Exchange (NYSE), 20 Juni 2019.

Perusahaan juga meminta karyawannya untuk memindahkan riwayat obrolan dan file terkait dengan bisnis Microsoft ke platform Microsoft Team. Itu adalah platform buatan perusahaan yang secara teknis memiliki kemampuan serupa seperti Slack.

“Pengguna yang ada dari solusi ini harus migrasi riwayat obrolan dan file terkait dengan bisnis Microsoft ke Microsoft Teams yang menawarkan fitur yang sama dan terintegrasi dengan aplikasi Office 365 sebagai fungsi panggilan dan rapat,” tambahnya.

Logo aplikasi Slack.

Kalau karyawan masih ingin menggunakan Slack, mereka diimbau untuk menggunakan aplikasi versi enterprise karena platfrom itu memenuhi standar keamanan yang direkomendasikan karyawan.

Persaingan antara Slack dan Microsoft Teams sendiri sebenarnya sudah memanas sejak beberapa tahun lalu. Meski begitu, kedua perusahaan ini sepakat untuk merilis fitur yang mengintegrasikan aplikasi Slack dengan Office 365 untuk memberi kemudahan kepada pengguna.

Andika Gumilang