Ceriwis

AS Kembali Bekerjasama dengan Huawei

Ceriwis – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pengumuman besar dengan mengizinkan kembali Huawei berbisnis dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS).

Ya, pernyataan ini diungkapkan Donald Trump di gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang.

“Perusahaan-perusahaan AS dapat kembali menjual perangkat-perangkat teknologi atau software kepada Huawei,” kata Trump, dilansir Android Authority.

Artinya, kini Huawei bisa kembali mendapatkan sistem operasi milik Google, Android, dan komponen dasar prosesor dari Qualcomm.

Trump dan Presiden China, Xi Jinping telah melakukan pembicaraan serius dan akhirnya setuju untuk ‘gencatan senjata’ dalam perang dagang dua negara besar ini.

“Kami melakukan pertemuan yang sangat baik dengan Presiden Xi. Luar biasa. Kami membahas banyak hal dan kami segera kembali ke jalurnya dan akan melihat apa yang terjadi,” kata Trump.

“Saya katakan O.K. Kami (perusahaan AS) akan terus menjual produknya ke Huawei. Permasalahan ini sangat komplek. Dengan menjual produk ke Huawei, maka produksi perusahaan AS bisa terus berlanjut,” jelas Trump.

Sebelumnya, Intel dan Xilinx terus melobi pemerintah AS untuk meredakan pemutusan bisnis dengan Huawei. Pada tahun 2018 lalu, Huawei dilaporkan telah mengeluarkan US$11 miliar untuk pembelian chip dari Intel, Qualcomm dan Micron.

Lalu mulai kapan perdagangan antara perusahaan AS dan Huawei kembali normal?

Ini bergantung dari seberapa cepat pemerintah AS mencabut larangan perdagangan dengan Huawei. Jika pencabutan dilakukan dengan cepat, maka akan kembali normal hanya dalam beberapa hari ke depan.

Pernyataan dari Donald Trump tentu sangat melegakan bagi pengguna perangkat besutan Huawei. Ya, mereka dapat kembali mendapatkan OS Android, termasuk pembaruan sistem dan keamanannya.

Huawei masih diawasi

Untuk saat ini Huawei masih berada di Entity List (daftar pihak yang tidak akan mendapatkan ekspor AS) karena belum adanya keputusan resmi dari diskusi antara AS dan Tiongkok.

Trump sendiri mengatakan bahwa Huawei masih menjadi ancaman bagi keamanan nasional AS.

Tidak hanya permasalahan Huawei, pertemuan G-20 juga menjadi sarana pemecahan masalah perdagangan antara Tiongkok dan AS. Permasalahan tarif antara kedua negara juga dipertimbangkan kembali jika Tiongkok setuju untuk membeli lebih banyak hasil pertanian AS.

Clara Marissa

Tidak ada komentar