Ceriwis

Benarkah Jika Menangis dapat Menyebabkan Mata Kering?

Ilustrasi Pria Menangis
Ceriwis – Persoalan mata kering bisa muncul karena ketidakstabilan lapisan air mata kita. Air mata manusia ternyata memiliki tiga lapisan dengan komposisi yang berbeda-beda selain air.
Nina Asrini Noor, dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center, menjelaskan bahwa lapisan pertama adalah mucin layer atau lapisan lendir, yakni lapisan paling dalam. Yang kedua disebut aqueous layer atau lapisan air, dan yang terakhir adalah lipid layer atau lapisan minyak.
“Ketiga lapisan air mata ini harus jumlahnya pas, fungsinya baik, agar bisa menjalankan perannya juga baik. Perannya antara lain untuk mencegah kekeringan pada mata, mengirigasi mata, menjaga agar mata tetap steril, menutrisi mata dan menjaga agar permukaan mata tetap rata sehingga penglihatan kita juga baik,” terang Nina di sebuah acara Edukasi Kesehatan bertajuk “Buka Mata Buka Insto” yang digelar pada Rabu (11/9) di Grand Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta.
Jika komposisi ketiga lapisan air mata ini tidak seimbang, menurut Nina, maka fungsinya pun tidak akan berjalan dengan baik. Salah satu akibat yang bisa ditimbulkan adalah kondisi dry eyes atau mata kering.
Dokter Spesial Mata dari Jakarta Eye Center, Nina Asrini Noor, di Acara Edukasi Kesehatan Buka Mata Buka Insto di Grand Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta.
Bicara soal komposisi lapisan air mata yang harus seimbang untuk menghindari masalah mata kering, muncul anggapan bahwa menangis dalam waktu lama bisa memicu persoalan kesehatan mata yang satu ini. Tetapi apa betul terlalu sering menangis juga bisa menyebabkan mata kering?
Nina menegaskan bahwa mata kering memang erat kaitannya dengan kualitas dan kuantitas pada lapisan air mata yang mengalami gangguan. Namun dirinya juga meluruskan anggapan yang salah di kalangan masyarakat terkait pemicu dry eyes yang disebabkan karena seseorang terlalu sering menangis.
“Pada prinsipnya, proses kita mengeluarkan air mata saat menangis didorong oleh faktor emosional. Sementara produksi air mata yang secara kontinyu dihasilkan oleh organ-organ di mata kita itu berbeda karena mekanismenya pun berbeda. Jadi tidak ada hubungannya apakah banyak menangis dalam waktu yang lama menyebabkan mata kering,” jelasnya.
Dry eyes atau mata kering sendiri tampaknya telah menjadi persoalan kesehatan yang tidak boleh disepelekan. Sebab, dalam laporan TFOS DEWS II Epidemiology Report, jumlah prevalensi mata kering di dunia tercatat sekitar 20 sampai 50 persen dari total populasi. Hal ini mengindikasikan bahwa mata kering telah menjadi permasalahan kesehatan yang tumbuh secara signifikan di seluruh dunia.

Andika Gumilang