Ceriwis

Bocah Terjepit di Terowongan, Dishub DKI Turun Tangan

Bus Transjabodetabek Premium rute Bogor-Jakarta

Ceriwis – Kejadian bocah terjepit di Terowongan Tanah Abang karena naik ke atas bus TransJabodetabek saat malam takbiran, Selasa (4/6), terus berlanjut. Kasus ini pun tengah diselidiki Dishub DKI Jakarta.

Sopir bus, Oki, mengaku awalnya menolak tawaran bocah-bocah yang ingin minta diantarkan naik bus keliling untuk konvoi pada malam takbiran itu.

“Panitianya atau apanya nyamperin saya, ‘Bang, saya cuma mau pakai keliling sini aja, Slipi-Petamburan-Karet balik lagi ke Tanah Abang’. (Saya jawab) ‘ah ya sudah enggak apa-apa, tapi asal jangan pada bikin onar’. (Panitia membalas) ‘enggak, saya jamin’. Kalau bisa jamin enggak apa-apa,” ungkap Oki saat dihubungi Ceriwis, Jumat (7/7).

Sejumlah Anak dan Remaja Naik di Atap Bus Saat Malam Takbiran di Tanah Abang

Oki mengatakan, saat itu banyak orang yang menghampirinya, termasuk beberapa orang yang diketahui dalam kondisi mabuk. Tak lama, seseorang yang mengaku sebagai ketua panitia takbir keliling menghampiri Oki dan meyakinkannya kalau rombongan tersebut tak akan membuat onar.

“Yang pertama nyamperin saya ada segerombolan, kayak pada mabuk, pelan-pelanlah kita bicaranya. Lama-lama datang satu orang ketuanya, sekitar 40 tahunan, buat menjamin,” imbuhnya.

Peresmian Transjabodetabek Airport

Namun, beberapa bocah tiba-tiba justru naik ke atap bus. Karena berbahaya, Oki sudah mengingatkan anak-anak itu untuk turun. Namun, imbauannya tak didengar, begitu juga wanti-wanti dari pihak panitia.

“Sudah diwanti-wanti tapi tetap mereka (naik), malahan sama panitia yang tanggung jawab pertama juga sudah disuruh turun,” ujar dia.

Akibat kejadian ini, Oki harus membayar denda Rp 1,2 juta ke PT Mayasari Bakti selaku operator bus TransJabodetabek.

Manajer Operasional Mayasari Bakti, Daryono menjelaskan, sanksi itu sebagai bentuk tanggung jawab atas kerusakan atap bus. Menurutnya, atap bus penyok karena tingkah para remaja yang berlarian dan lompat-lompat di atap bus.

“Bukan kebaret, kayak amblong cekok. Ya karena kan itu kan atap, dibuat (untuk) lari anak-anak itu,” kata Daryono saat dihubungi Ceriwis, Sabtu (8/6).

Sejumlah Anak dan Remaja Naik di Atap Bus Saat Malam Takbiran di Tanah Abang

Meski demikian, Daryono mengaku belum melihat kondisi bus secara langsung. Ia hanya mendapatkan keterangan dari pihak dipo yang menginterogasi Oki terkait kejadian ini.

“Iya itu pernyataan diponya (interogasi), (saya) hanya menyampaikan berdasarkan pernyataan diponya kan,” tutup dia.

Daryono menyebut, denda yang diterima Oki dapat berubah menyesuaikan kondisi bus setelah kejadian itu. Saat ini, Daryono masih mendengar keterangan dari pihak dipo bus yang dibawa Oki. Saat ini, Daryono mengaku masih menunggu konfirmasi langsung dari Oki untuk mendengarkan penjelasan yang jelas.

Denda yang harus dibayar Oki itu pun mendapat respons dari masyarakat luas hingga muncul ajakan berdonasi membantu Oki melalui kitabisa.com. Penggalangan dana ini dilakukan oleh seorang warga bernama Diana Leiwakabessy.

Hingga Sabtu (8/6), pukul 23.45, penggalangan dana bantuan untuk Oki tembus Rp 12 juta, padahal target penggalangan dana hanya sekitar Rp 2 juta.

Dishub DKI Jakarta pun turut turun tangan akibat kejadian ini. Plt Kepala Dishub DKI Sigit Wijatmoko mengatakan, pihaknya tengah menelusuri keterangan dari beberapa pihak untuk mengumpulkan sejumlah fakta sebelum menentukan sikap.

“Saat ini Dishub masih lakukan investigasi kejadian tersebut dengan lakukan permintaan keterangan dari berbagai pihak,” kata Sigit saat dihubungi, Sabtu (8/6).

“Untuk sanksi akan diberikan setelah ekspose dari hasil pengumpulan keterangan dimaksud,” imbuh dia.

Sigit menjamin pihaknya akan menangani kasus ini hingga selesai agar peristiwa itu tak terulang kembali. Ia mengatakan, keselamatan pengguna transportasi merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan.

“Dishub serius lakukan penanganan untuk pastikan hal tersebut tidak terulang. Termasuk soal sanksi atas pelanggarannya karena keselamatan adalah yang paling utama,” ujar dia.

Richard Samuel