Cara Jitu Mendeteksi Kebohongan

Kita tahu bahwa kebohongan adalah tindakan verbal karena mengucapkan kata-kata. Namun demikian kebohongan juga memiliki aspek nonverbal. Biasanya aspek nonverbal inilah yang paling membantu dalam mendeteksi kebohongan. Mengapa? Karena aspek verbal, dalam hal ini kata-kata, sangat mudah dimanipulasi. Sedangkan aspek nonverbal jauh lebih sulit dimanipulasi. Mereka yang bisa menyampaikan cerita kebohongan dengan runtut, logis dan tenang sangat sulit ditebak berbohong hanya dari kata-kata yang diucapkan. Namun mereka biasanya tidak mampu memanipulasi perubahan spontan pada ekspresi wajah dan tekanan suara.

Ada beberapa pedoman yang bisa digunakan mendeteksi kebohongan. Semuanya mendasarkan pada apa yang terjadi saat seseorang berbohong. Pedoman bisa memperbesar peluang benar dalam deteksi kebohongan. Namun bukan berarti bahwa mereka yang memenuhi ciri-ciri seperti dalam pedoman pasti melakukan kebohongan. Kita harus tetap sangat berhati-hati dalam menyimpulkan seseorang berbohong atau tidak.

Berikut beberapa pedoman yang mungkin berguna dalam mendeteksi kebohongan secara lebih akurat.

  • Biasanya pembohong menjadi lebih tertarik dan lebih memperhatikan cerita yang dibohongkan. Mereka tiba-tiba lebih ingin orang memperhatikan cerita itu. Jika biasanya bercerita datar-datar saja maka tiba-tiba bisa bersemangat dan menggunakan kata penegas, seperti “ini benar!”, “aku yakin!”, “tidak salah lagi!”, dan semacamnya.
  • Biasanya pembohong enggan mendekat secara fisik kepada yang dibohongi, mereka cenderung menjaga kontak fisik agar tidak terlalu dekat.
  • Biasanya ada ketidaksesuaian antara cerita yang disampaikan dengan emosi yang muncul. Misalnya menyampaikan ibunya meninggal tapi dengan tertawa.
  • Menunda jawaban sedikit lebih lama pada saat ditanya
  • Kadang terjadi kekeliruan ucapan dalam bercerita
  • Pada saat ditanya, jawaban yang diberikan sangat singkat.
  • Pada saat menjawab kurang menunjukkan keseriusan.
  • Biasanya pada saat berbohong dan sesudahnya, sekitar kira-kira 10 detik, terjadi perubahan ekspresi wajah secara spontan.
  • Tekanan suaranya berubah menjadi lebih berat atau tinggi.
  • Menghindari terjadinya kontak mata
  • Melakukan gerakan-gerakan tidak biasa saat berbohong, seperti memilin-milin rambut, meremas-remas baju, dan lainnya.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *