Ceriwis

Cuaca Panas Dapat Mempengaruhi Kesehatan Anak

cuaca panas dapat berdampak pada kesehatan anak
Ceriwis – Moms, apakah beberapa hari belakangan ini anak Anda lebih rewel? Bila ya, mungkin karena ia tersiksa dengan cuaca yang lebih panas!
Kondisi panas ini juga berkaitan dengan angin kencang yang terjadi sekarang, sebagai bagian dari tanda-tanda peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan atau lebih dikenal sebagai masa pancaroba.
Panasnya radiasi matahari kemudian berpotensi mengakibatkan tekanan tinggi di beberapa daerah yang membuat angin besar.
Lebih lanjut, Agie mengungkap suhu udara di beberapa daerah Jakarta pada Senin (21/10) lalu menurut data, pada pukul 13.00 WIB tercatat suhu di Halim mencapai 36,2 derajat Celcius, Kemayoran 34 derajat Celcius, Cengkareng 34,2 derajat Celcius, dan Tanjung Priok 33,6 derajat Celcius.
Sementara di Semarang pada Selasa (22/10), berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhunya mencapai mencapai 39,4 derajat Celcius. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 47 tahun terakhir.
Pantas saja terasa panas sekali ya, Moms!
Sayangnya, kondisi seperti ini diprediksi Agie akan berlangsung selama kurang lebih seminggu. Diperkirakan baru awal November nanti, hujan akan mulai turun.
Lalu bagaimana dampaknya pada kesehatan kita, terutama pada anak?
Ilustrasi anak lemas karena dehidrasi.
Mengutip Berita Anak Surabaya (BASRA), menurut dr Dominicus Husada SpA(K), dokter spesialis anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, suhu yang lebih panas ini patut diwaspadai orang tua karena dampaknya bisa membuat anak lebih mudah mengalami dehidrasi.
Karenanya, orang tua juga perlu memerhatikan gejala anak alami dehidrasi. Sebab, dehidrasi sangat berbahaya, Moms.
“Kalau gejalanya masih ringan bisa ditangani sendiri dari rumah. Tapi kalau gejalanya sudah yang sedang maka perlu tindakan lanjut dengan membawa anak ke dokter, karena dehidrasi akut bisa menyebabkan kematian,” ingatnya.
Ilustrasi anak di tengah cuaca panas
Pada BASRA dr Dominicus menjelaskan beberapa gejala anak alami dehidrasi yang dapat orang tua amati.
Gejala dehidrasi ringan pada anak:
  • Mengeringnya bibir dan daerah sekitarnya
  • Mengeringnya air mata saat menangis
  • Menurunnya volume dan frekuensi buang air kecil.
Gejala dehidrasi sedang atau berat pada anak:
  • Mata dan pipi yang terlihat cekung ke dalam
  • Ubun-ubun terlihat cekung
  • Mengeringnya kulit
  • Kehilangan kesadaran diri
ilustrasi anak minum air untuk cegah dehidrasi
Selain gejala tersebut di atas, Anda juga dapat mengecek tubuh terhidrasi dengan baik atau tidak dengan melihat warna urine anak. Jika urine berwarna cerah cenderung bening artinya tubuh terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, jika urine berwarna keruh cenderung gelap, maka asupan cairan perlu ditambah.
Tapi sekali lagi seperti pesan dari dr Dominicus, bila anak sudah menunjukkan gejala dehidrasi sedang, bawalah secepatnya ke rumah sakit atau dokter. Karena itu berarti anak butuh segera mendapat pertolongan!
Semoga cuaca panas cepat berlalu dan anak beserta seluruh anggota keluarga kita baik-baik saja ya, Moms.

Andika Gumilang