Ceriwis

Dalam 4 Bulan Perawatan, Bu Ani Menyibukkan Diri Untuk Menulis Gagasan

Suasana Prosesi Upacara Pelepasan Jenazah dari Rumah Duka ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, minggu (2/6).

Ceriwis – Putra sulung almarhumah Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan semasa hidupnya ibunya telah berusaha memberikan yang bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. Warisan gagasan Bu Ani yakni lima pilar program menjadi salah satu yang telah dijalankannya.

“Karya lima pilar Indonesia, yaitu Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif dan Indonesia Peduli adalah sebagian saja dari wujud implementasi dan kerja keras bagi negara,” ungkap AHY dalam pidatonya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6).

AHY mengatakan, selama empat bulan perawatan yang dijalani ibunya di Singapura karena penyakit kanker darah, Bu Ani tetap menuliskan gagasan-gagasan yang ada di pikirannya.

“Selama empat bulan perawatan beliau tak pernah berhenti bekerja. Almarhumah juga menyibukkan diri dengan menuliskan beberapa gagasan dan insyaallah kita lanjutkan dan wujudkan bersama,” tutur AHY.

Ani Yudhoyono saat berada di NUH, Singapura.

Kogasma Partai Demokrat itu kemudian mengutip salah satu isi dalam buku ‘Kepak Sayap Putri Prajurit’ yang ditulis Bu Ani, tentang semua yang hidup akan kembali berpulang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam buku itu juga Bu Ani menyampaikan pesan-pesan yang diberikan kepada anak dan cucunya tentang bagaimana menghadapi kehidupan.

“Setiap dari kita akan berpulang menyatu dengan tanah. Saat itu datang nilai-nilai yang ditinggalkan manusia semasa hidupnya,” kutip AHY dari buku autobiografi ibunya.

“Nilai-nilai kesetiaan juga teguh pada pendirian di jalan yang lurus, berani menyuarakan keadilan hidup, menghadapi tantangan dengan tegar, dan semangat pantang menyerah adalah nilai-nilai yang selalu beliau sampaikan ke anak cucu,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan betapa hangatnya sosok Bu Ani di mata keluarga. Begitu juga semasa menjadi Ibu Negara yang selalu memandang rakyatnya sama tanpa ada perbedaan.

“Bukan hanya istri yang setia di kala suka dan duka. Beliau adalah ibu dan eyang yang penuh dengan cinta dan sayang ke anak cucu. Sebagai mantan Ibu Negara, sosok hangat yang cinta rakyat tanpa sekat dan perbedaan identitas,” tutup AHY.

Clara Marissa