Ceriwis

Demi Internet Kecepatan Tinggi, SpaceX Terbangkan 60 Satelit

Satelit Nusantara Satu dibawa oleh roket Falcon 9.

Ceriwis – Belakangan ini, CEO SpaceX Elon Musk tampak sibuk memamerkan jajaran satelit yang bakal diluncurkan pekan ini. SpaceX rencananya akan meluncurkan 60 satelit pertama dari total 12.000 satelit internet kecepatan tinggi ke orbit.

Satelit tersebut adalah unit operasional pertama yang menjadi bagian dari program Starlink milik SpaceX. Starlink sendiri adalah program peluncuran 12 ribu satelit ke orbit rendah Bumi untuk memancarkan internet ke permukaan.

Jika jaringan satelit dari Starlink telah dibangun di luar angkasa, maka sebagian besar daerah di Bumi akan memiliki akses ke internet kecepatan tinggi, latensi rendah, dan harganya terjangkau. Kecepatannya dapat menyaingi internet yang disediakan kabel fiber optik.

60 satelit yang akan diluncurkan itu bukanlah satelit final, tapi jika sudah meluncur, dapat bermanfaat untuk membantu perusahaan menguji coba beberapa teknologi yang membuat Starlink bisa beroperasi.

Pada proyek peluncuran 60 satelit ini, Elon Musk mengungkap bahwa satu satelit memiliki bobot sekitar 227 kilogram. Ia memperkirakan total muatan yang harus digotong Falcon 9 mencapai 19 ton.

Elon Musk sempat mengunggah gambar puluhan satelit yang bakal diangkut oleh roket Falcon 9 ke luar angkasa. Peluncuran satelit tersebut bakal berlangsung di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada Kamis pukul 22.30 waktu setempat atau pukul 09.30 WIB, Jumat (17/5).

Mulanya, SpaceX akan meluncurkan satelit-satelit ini pada Rabu (15/5), namun cuaca yang buruk membuatnya ditunda. Penundaan ini disarankan oleh Angkatan Udara AS karena dengan keadaan angin yang berembus kencang di ketinggian, roket yang meluncur diprediki gagal mendarat hingga 80 persen.

Tentu saja SpaceX tidak ingin mengambil risiko sehingga Musk memutuskan untuk memindahkan jadwal peluncurannya jadi tanggal 16 Mei.

Untuk biayanya sendiri, SpaceX mengungkap perusahaan telah menghabiskan hingga sekitar 10 miliar dolar AS atau bahkan lebih. Musk percaya diri kalau proyek ini dapat menghasilkan pendapatan 3 hingga 5 persen dari pasar telekomunikasi atau sekitar 30 hingga 50 miliar per tahun.

Peluncuran Roket Falcon Heavy milik SpaceX .

Sebagai antisipasi, SpaceX mengandalkan alat pendorong roket 16 lantai yang memiliki kekuatan meluncur 2 kali lebih cepat untuk membantu Falcon 9 mendaratkan satelit. Pada hari Senin (13/5), Space X berhasil menguji coba peluncuran Falcon 9 pembawa Starlink.

Diketahui, Falcon 9 bakal melepas Starlink di ketinggian 440 kilometer hingga 550 kilometer di atas Bumi. Jarak tersebut diperkirakan bakal ditempuh selama 2 hingga 3 jam setelah peluncuran dari Bumi.

Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) telah memberikan izin pada SpaceX untuk meluncurkan ribuan satelit tersebut. Namun, mereka meminta proyek Starlink ini selesai pada 2027. Untuk memenuhi permintaan itu, SpaceX bakal meluncurkan 60 satelit sebanyak 15 kali dalam satu tahun.

Melanie Putri