Ceriwis

di Fiji, Telah Ditemukan 9 Spesies Baru Lebah Namun Sudah Hampir Punah

Spesies lebah baru yang banyak ditemukan di Fiji.
Ceriwis – Sejumlah ilmuwan berhasil menemukan beberapa spesies baru lebah di Republik Kepulauan Fiji. Spesies-spesies baru itu memiliki tubuh berwarna-warni. Sayangnya, sejumlah jenis serangga tersebut kemungkinan bakal punah akibat perubahan iklim.
Ada sembilan spesies baru yang berhasil diidentifikasi tim ilmuwan yang dipimpin James Dorey asal Flinders University, Australia. Temuan mereka ini telah diterbitkan dalam jurnal Zootaxa.
Spesies-spesies baru yang ditemukan ilmuwan ini masuk dalam genus Homalictus Cockerell. Dalam perspektif taksonomi, peneliti belum pernah melakukan pengamatan lebih lanjut pada genus tersebut di Fiji selama 40 tahun terakhir.
“Spesies-spesies baru lebah yang kami temukan selama beberapa tahun di Fiji bermanfaat untuk DNA barcoding,” ungkap Dorey sebagaimana dikutip dari Newsweek.
“Kami awalnya menyadari bahwa ada lebih banyak spesies dibandingkan empat spesies yang telah disebutkan Dr. Scott Groom saat memulai penelitiannya di Fiji sebelum kami. Setelah Dr. Groom melakukan risetnya di sini, kami kembali hampir setiap tahun dan selalu menemukan spesies baru,” katanya.
Mark Stevens, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penemuan ini, menambahkan bahwa hingga saat ini para ilmuwan telah menemukan sembilan spesies baru lebah yang masuk dalam genus Homalictus.
Spesies-spesies baru yang disebutkan dalam penelitian ini masing-masing bernama H. atritergus, H. concavus, H. groomi, H. kaicolo, H. nadarivatu, H. ostridorsum, H. taveuni, H. terminalis dan H. tuiwawae.
“Sekarang, kami memiliki lebih dari 20 spesies lebah Homalictus di Fiji. Kami memiliki genus yang sama di Australia, yang memiliki lebih dari 40 spesies. Mengingat Australia memiliki luas lebih dari 400 kali ukuran Fiji, sangat menarik untuk mempertimbangkan bagaimana keanekaragaman spesies di sini (Fiji) begitu tinggi. Akan tetap, itu akan menjadi topik studi yang akan datang,” papar Dorey yang mengaku tak menyangka spesies lebah di Fiji sangat beragam.
Menariknya, sebagian besar spesies dalam genus Homalictus Cockerell hidup di habitat pegunungan yang ketinggiannya lebih dari 700 meter kaki di atas permukaan laut. Menurut para ilmuwan, hal ini membuat spesies-spesies tersebut sangat rentan terhadap iklim panas.
Akibat perubahan iklim, iklim sejuk di dataran tinggi Fiji perlahan berubah sehingga mengancam kehidupan spesies-spesies lebah ini. Selain karena perubahan iklim, lebah liar di seluruh dunia juga menghadapi ancaman kepunahan karena habitat mereka yang hilang akibat perluasan lahan pertanian, keberadaan pestisida berbahaya, serta penyebaran penyakit dari populasi lebah madu yang didomestikasi.
Ilustrasi lebah yang didomestikasi.

Bella Priscilla