Disaat Kita Bertahan Dengan Hubungan Yang Menyakiti Kita

“Hubungan asmara sama seperti kaca, terkadang kita lebih baik meninggalkan hubungan itu daripada kita mempertahankanya.”

Manusia sudah diciptakan untuk bisa mencintai. Sama seperti manusia membutuhkan makan dan minum. Jadi kalau kita menemukan orang yang salah mengapa kita tidak menyadari hal itu.

Kita merasakan tapi menyembunyikanya, bilang saja ini adalah hal yang wajar atau karena baru saja menjalani hubungan yang baru. Dan berharap ada suatu kecocokan pada nantinya dan tidak ada lagi rasa curiga dan cemburu.

Walaupun banyak yang menghasut kita untuk pergi atau meninggalkan hubungan yang dijalani, saya akan tetap bertahan.

Saya pernah mengalami hal yang mirip, pertama kali saya berkenalan di bangku SMA, bertemu banyaknya orang dari seluruh dunia, dan lelaki itu mengenal banyak orang disekolah itu dan mempunyai banyak penggemar. Saya adalah perempuan pendiam dan pemalu.

Lima tahun kedepan kami bertemu lagi, dia pergi keperguruan tinggi dan mengambil jurusan hukum, dan saya jurusan journalist.

Kami bertemu untuk minum kopi, nonton bioskop sana-sini, tanpa disadari saat berjalan kita berpegangan tangan. Saya sudah berkenalan dengan semua teman-temannya, orangtuanya, bahkan kakek neneknya juga. Banyak sekali orang diluar sana berkata, kalau kami adalah pasangan yang serasi, tapi pada akhirnya juga belum tentu.

Dia selalu memegang telfon genggamnya setau saya, tapi pada suatu saat saya pernah mengirim pesan sms tapi tidak pernah dibahas olehnya. Dia hanya suka keluar pada sore hari, dengan rutin dia keluar tanpa adanya suatu tujuan yang pasti. Dia juga tidak pernah bilang dengan jujur tentang keberadaanya, tapi dia selalu bilang kepada semua orang yang kami kenal kalau saya adalah pakarnya.

Dia lelaki yang tak bisa merayu ataupun berbasa-basi, tapi aku seorang perempuan yang butuh kata-kata manis dari pasangannya.

Ini adalah hubungan yang dingin, tapi aku terlalu keras kepala untuk mengetahui tentang itu.

Saya ingin sekali bertanya kepada orang dan mendapatkan saran dari orang yang sudah berpengalaman. Keluarlah dari lingkaran itu, dan pergi sejauh mungkin. Tapi alasanku tetap sama. Dia bekerja sepanjang hari, dia sangat sibuk. Pastinya saya tidak bisa menerima sebuah kenyataan tentang apa yang sebenarnya terjadi, ketidakpedulian tetap ada dalam pikiranku.

Disaat saya berani untuk bisa mengabaikan apa yang sudah mengganggu saya, bagaimanapun juga dia bisa menghilangkan rasa kekehawatiranku. “Aku memang bukan tipe orang yang suka berbasa-basi, saya lebih suka berbicara dan bertemu empat mata.” Memang tidak ada yang salah tentang bagaimana pendapat saya masalah berkomunikasi.

Saya tidak bisa melihat kalau saya tidak seperti menjalani suatu hubungan asmara, tapi dia sangat tau bagaimana caranya membuatku tetap bertahan dalam hidup ini.

Saya bisa melihat kalau sayalah yang menjadi perhatiannya. Yang bisa saya pastikan kalau saya akan selalu ada ketika dia membutuhkan saya, mendengarkan dia dan memberinya kejutan ditempat kerjaannya sambil membawakan kopi. Itu yang saya selalu lakukan dan berharap dia dapat menghargai saya suatu hari nanti.

Dia hanya membicarakan tentang dirinya saja ketika kami sedang berbincang-bincang dan setelah giliran saya untuk berbicara sepertinya sama sekali tidak ditanggapinya.

Dia selalu pergi keluar kota, dan disaat dia sedang mengontrol bersama temannya untuk merencanakan apa yang akan diperbuatnya, disaat itulah saya merasa sakit hati karena mendengarnya.

Saya sangat mengharapkan hubungan ini berjalan dengan langgeng sampai saya menghiraukan semua omongan orang dan peringatan yang diberikan kepadaku.

Bahkan kalau dia meninggalkan saya sampai satu bulan lamanya dan saya berfikiran kalau dia telah berselingkuh, saya akan tetap bertahan. Kenapa?? Saya hanya bisa memberikan satu jawaban saja. Saya seringkali diperlakukan seperti itu sebelumnya. Saya berharap pada suatu hari nanti, tapi saya percaya nanti pasti ada perubahan.

Saya juga selalu menjelaskan kepada diri sendiri. Kalau saya layak mendapatkan lebih, saya tidak pernah mau lagi mendengarnya.

Tapi pada suatu hari saya terkejut, dan saya bisa lebih bijak dalam membuat keputusan, saya mulai menjauh darinya. Dia mengirim pesan sms kepada saya dan tidak saya balas berjam-jam, dan disaat kalau dia menelfon dia mulai marah-marah, dan itu yang saya harapkan.

Saya tidak menanggapi dari pembicaraan yang berlangsung, saya duduk bersantai dan menikmati apa yang sudah saya hiraukan. Saya membuat daftar apa yang saya ingin lakukan selama ini, dan saya akan membuka mata dan berusaha melihat kenyataan.

Berjalannya waktu, saya ingin sekali untuk berfikir dan mencari tahu bagaimana membuat dia yang membutuhkanku, dan saya mau menyadarkan disaat itu kalau semuanya sudah telat.

Saya menanyakan kepadanya mengapa dia memperlakukanku seperti itu disaat saya selalu ada untuknya, trus tidak lagi sekarang. Dia menginginkan saya menjadi seperti dulu lagi yang selalu perhatian kepadanya. Tapi apakah selama ini saya tidak seperti itu? Saya sudah tidak perduli lagi dengan keinginanya.

Disaat waktu yang tepat untuk menjelaskan, saya menjawab dengan sangat singkat. Saya tidak mempunyai nyali untuk melakukan itu diawal. Saya tetap menempatkan bagaimana seorang perempuan berjuang dan bertahan untuk kekasihnya. Tapi sekarang saya telah melupakannya.

Sepertinya saya sangat mengharapkan hubungan ini dapat berjalan dengan baik, sampai saya rela mengorbankan kebahagiaan saya untuknya. Walaupun sakit hati sekali saya rasa, saya tetap berusaha memberikan senyuman dan tawa.

Hidup memang membingungkan dan kejam kadang-kadang, tapi sebuah perasaan yang mendalam dapat mengalihkan itu semua.

Tidak ada seorangpun yang pantas mendapatkan itu, sebaiknya mereka mendapatkan kebahagiaan. Jika ada yang memberitahu anda untuk pergi dan lari, atau ada sedikit saran yang bisa diterima pergilah.

Meninggalkan belum berarti anda pergi dan suatu pertengkaran yang terjadi diantara kalian dan berusaha bertahan dalam suatu hubungan.

Jika ada seseorang  yang ingin masuk kedalam kehidupan anda, jangan berusaha untuk tidak jadi diri sendiri, jadilah orang yang apa adanya.

Kalau mereka ingin mengetahui lebih lagi tentang anda, mereka pasti bisa, dan masih banyak lagi orang yang tidak cocok untukmu. Setiap dari mereka akan berusaha menutupi semua kekurangan yang mereka miliki. Tapi disaat orang yang tepat telah anda temui, anda akan mengetahui itu, dan anda pasti juga merasakanya.

Untungnya saya mempunyai seorang sahabat selalu ada untuk saya, walau saya selalu menghiraukanya, disaat aku menyadari semua kesalahan yang sudah saya perbuat, dia hanya tersenyum dan mengalihkan pembicaraan dengan mengajakku nonton film horor terbaru.

Teman seperti itu sangat penting untuk kita, dan sangat jarang sekali seorang teman mau selalu mengingatkan kita akan kesalahan yang sudah kita perbuat.

Saya cuma bisa berkata apabila ada seorang lelaki berusaha mendekati anda, jangan terlalu serius menanggapinya.

Untuk teman-teman diluar sana, walaupun anda tidak setuju. Tetaplah bersabar menanggapi telfon atau pesan yang disampaikan darinya, tuduhan hanya akan membikin mereka semakin keras, dan tidak mengerti dengan anda, dan mereka akan melakukan hal-hal yang dapat membuat mereka senang.

Kita semua butuh belajar untuk bisa berkembang dan mengerti. Sama seperti kita ingin menolong orang yang sedang mengalami serangan jantung. Kita butuh kesabaran dalam menjalani hubungan macam ini dan berfikir dengan positif.

Untuk semua laki-laki maupun perempuan yang membaca ini, sadarilah apa yang sudah kamu miliki, karena tidak ada yang lebih buruk mengetahui sebuah kebenaran, tapi telatlah sudah.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *