Welcome No Deposit Bonus $100 dari ForexChief

11th July 05:22 PM senjanjani#341

Cara Menentukan Stop Loss Dalam Forex
Setelah mengetahui macam-macam cara memasang Stop Loss dalam forex, barangkali akan terlintas pertanyaan di benak Anda: Bagaimana menentukan level harga dimana kita perlu memasang Stop Loss?

Kita tentu tak ingin menutup posisi trading terlalu dini, hingga gagal profit karena terlalu tergesa-gesa, padahal harga toh akhirnya bergerak ke target profit kita. Namun, kita juga tak mau terlambat tutup order hingga harus menanggung rugi besar.

Sebenarnya, ada banyak sekali cara untuk menentukan Stop Loss, dan trader bebas mengembangkan strateginya masing-masing. Sebagai gambaran bagi Anda, berikut contoh sederhana beberapa cara menentukan Stop Loss dalam forex:

1. Menggunakan Margin Call dan Stop Out.
Margin Call dan Stop Out merupakan sebutan bagi level-level harga dimana broker akan memberikan peringatan atau menutup otomatis posisi trading kita karena ketersediaan dana di dalamnya dianggap sudah tidak mampu untuk mempertahankan posisi tersebut. Biasanya, broker forex akan memberikan peringatan ini jauh sebelum dana habis total, bisa ketika dana dalam akun tersisa 20%, 50%, atau bahkan 80%.

Nah, dalam pendekatan pertama ini, Anda tidak menetapkan level Stop Loss sendiri, tetapi mengikut saja pada level Margin Call dan Stop Out yang dipersyaratkan oleh broker. Sebenarnya, cara ini agak ceroboh, tetapi banyak trader pemula yang melakukannya karena kurang memahami bagaimana menentukan Stop Loss sendiri.

2. Berdasarkan Konsep Money Management Sederhana.
Dalam teori Money Management paling sederhana, dikatakan bahwa tidak baik bagi trader untuk meresikokan dana sampai melebihi 2-3%, jadi pada skala nilai itulah seharusnya kita tempatkan Stop Loss.

Contoh: Dengan dana trading sebesar $1000, trader melakukan order pada pair EUR/USD. Umpama pergerakan pair EUR/USD setiap 1 pips = 0.4. Apabila batasan kerugian 3% = $30, ini berarti stop loss harus diletakkan di: 30/0.4 = 75 pips.

Selain teori ini, masih banyak konsep Money Management lainnya, dan Anda bebas akan menerapkan konsep yang mana.

3. Berdasarkan Analisa Teknikal.
Cara menentukan Stop Loss dengan analisa teknikal adalah dengan memanfaatkan grafik dan indikator yang sudah ada di software trading, atau teknik-teknik analisa teknikal lainnya. Misalnya Fibonacci Retracement, Pivot Points, dan lain sebagainya.

Sumber : seputarforex.com

11th July 09:11 PM senjanjani#342

Penggunaan Trailing Stop Pada MetaTrader


Pernahkah Anda merasa kesal gara-gara profit sedikit lagi tergapai, tapi harga tiba-tiba balik arah hingga menyentuh stop loss? Keuntungan yang sebelumnya dinikmati mendadak terkikis dan order pun menjadi minus. Kejadian seperti itu memang sangat disesalkan, dan seringkali membuat trader jadi trauma untuk menahan posisi terlalu lama. Untuk mencegah terjadinya musibah seperti ini, Anda dapat menggunakan Trailing Stop.

Jika Anda bisa memaksimalkan manfaatnya, maka fitur Trailing Stop bisa menjadi andalan untuk mengantisipasi risiko pembalikan harga. Karena itu, artikel ini akan mengupas cara ideal menggunakan Trailing Stop dalam trading forex.


Apa Itu Trailing Stop?
Trailing Stop adalah perintah penutupan order dalam trading forex yang sifatnya bergerak (tidak statis). Berbeda dengan Stop Order biasa, Trailing Stop akan bergerak mengikuti pergerakan harga dengan jarak sebesar pip yang telah kita tentukan.

Sumber : seputarforex.com

[/QUOTE]
12th July 05:30 AM whiteking#343
Dalam menentukan stop loss , biasanya memanfaatkan pada area support dan resisten, namun kadang juga dengan mengatur pada jarak tertentu sehingga resiko yang diterima adalah nilai yang pasti, sementara itu dalam menentukan target, ada yang menggunakan level fibo dan ada juga yang menggunakan area support dan resisten
12th July 08:48 AM senjanjani#344
Quote Originally Posted by whiteking »

Dalam menentukan stop loss , biasanya memanfaatkan pada area support dan resisten, namun kadang juga dengan mengatur pada jarak tertentu sehingga resiko yang diterima adalah nilai yang pasti, sementara itu dalam menentukan target, ada yang menggunakan level fibo dan ada juga yang menggunakan area support dan resisten

Terimakasih informasi nya gan, benar gan cara diatas adalah salah satu cara menentukan stop loss.

12th July 02:25 PM senjanjani#345

Bagaimana Cara Memasang Trailing Stop?
Sebelum lanjut ke bagian utama, pertama-tama kita akan membahas cara memasang Trailing Stop di MetaTrader. Fitur ini bisa diaktifkan hanya pada order yang sedang berjalan. Jadi sebelumnya, silahkan buka order terlebih dulu. Pada order tersebut, klik kanan, lalu pilih "Trailing Stop". Anda bisa mengatur jarak trailing stop sesuai opsi yang tersedia.


Anda juga bisa menuliskan sendiri berapa jarak trailing stop diinginkan dengan mengklik "Custom..", jika tak ada angka yang cocok. Misalnya 70 poin atau bahkan 100 poin.


Namun dalam hal ini, perlu diperhatikan bahwa Anda tidak bisa mengatur trailing stop lebih rendah dari standard minimum broker. Katakanlah muncul angka 15 points pada tab "Custom", artinya Anda tak bisa mengatur trailing stop lebih rendah dari 15 pip.


Sumber : seputarforex.com

[/QUOTE]
12th July 08:42 PM senjanjani#346

Contoh Penggunaan Trailing Stop Untuk Trading

Misalkan Anda set trailing stop di angka 20 poin dan Anda order buy di harga 1.3000. Jika kemudian harga naik ke 1.3021, maka trailing akan terpicu dengan cara mengaktifkan Stop Loss (SL) secara otomatis di harga 1.3001. Dengan asumsi jarak trailing stop adalah 20 pips, yaitu dari 1.3021 ke 1.3001, kita masih mendapatkan 1 pips profit jikalau harga tiba-tiba turun dan SL tersentuh.

Apabila kemudian harga naik ke 1.3030, maka SL juga otomatis mengikuti kenaikan tersebut dan berada di 1.3010. Jadi bisa dikatakan, semakin banyak kenaikan harga, semakin besar pula keuntungan yang bisa dikunci oleh trailing stop.

Katakanlah setelah menyentuh 1.3030, harga turun tajam hingga melewati level entry 1.3000. Order Anda tetap aman karena akan ter-close secara otomatis oleh SL di level 1.3010. Bukannya rugi, Anda justru masih bisa mengamankan profit 10 pip.

Sumber : seputarforex.com

15th July 09:03 AM senjanjani#347

Risiko Penggunaan Trailing Stop
Meski bisa memaksimalkan profit dan mencegah profit berbalik menjadi loss, trailing stop juga memiliki risiko penggunaan yang perlu dipertimbangkan baik-baik. Risiko muncul ketika harga tidak sedang bergerak dalam trend. Contoh mudahnya bisa diambil pada skenario di atas.

Umpamakan harga sudah naik ke 1.3025, tapi kemudian justru turun hingga menyentuh SL di 1.3001, jelas keuntungan sementara sebesar 25 pip akan terbuang dan Anda hanya akan menikmati profit 1 pip. Artinya, Anda tetap tidak bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

Menanggapi hal tersebut, perlu dipahami bahwa fungsi utama trailing stop adalah mengamankan, bukan memaksimalkan profit. Sekalipun SL terkena dan Anda gagal memperoleh keuntungan yang diharapkan, trailing stop sebenarnya sudah menjalankan fungsinya, karena ia sudah mengamankan sebagian profit dan mencegah order Anda mengalami loss.


Kunci dalam penggunaan trailing stop dalam hal ini adalah momen yang tepat. Jika ada indikasi harga akan akan bergerak dalam trend kencang, maka gunakanlah trailing stop.

Namun, apabila tidak ada faktor pemicu yang bisa menggerakkan harga dalam suatu trend, sebaiknya pertimbangkan ulang sebelum menggunakan trailing stop. Dalam situasi seperti itu, menjalankan strategi sideways dan menempatkan target Stop Loss serta Take Profit sesuai support resistance akan lebih baik daripada menerapkan trailing stop.


Kesimpulan
Secara garis besar, trailing stop memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, trailing stop akan memberikan peluang profit besar ketika market bergerak searah dalam jangka waktu lama dan jumlah pips yang besar. Kekurangannya, trailing stop akan menghilangkan profit yang telah Anda peroleh sebelumnya ketika market berubah arah dan menyentuh trailing stop yang telah terpasang.

Jadi intinya, kondisi yang paling cocok untuk memasang trailing stop adalah pada saat market sedang tranding (bergerak kencang) di satu arah (tidak bolak balik). Biasanya hal ini terjadi ketika ada big news atau berita high impact. Anda bisa cek di kalender forex atau rutin mengikuti berita forex untuk memantau rilis news dan pengaruhnya bagi pergerakan harga.

Sumber : seputarforex.com

15th July 01:10 PM senjanjani#348

Sukses Trading Forex Dengan Disiplin Bisnis

Seringkali trader pemula tertarik untuk menggeluti trading forex dengan keinginan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Nyatanya, saat mereka menjalankan akun live trading untuk kali pertama, kemungkinan besar semua deposit modal hangus alias margin call. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan trader memandang kegiatan trading forex sebagai ajang murni spekulasi tanpa dasar disiplin bisnis.

Disiplin bisnis membutuhkan perencanaan dan struktur di mana biaya adalah salah satu faktor penting untuk diperhitungkan. Sederhananya, jika Anda menginginkan keuntungan, maka penerimaan harus lebih besar dari pengeluaran.


Bisnis Trading Forex Membutuhkan Biaya
Menjalankan sebuah bisnis membutuhkan administrasi biaya berkelanjutan. Cara pandang tersebut harus disadari trader jika dia benar-benar berusaha mendapatkan keuntungan dalam menjalankan bisnis forex. Berikut adalah biaya-biaya dalam trading forex:

1. Posisi Rugi

Posisi rugi adalah biaya paling besar sebagai tanggungan dalam bisnis trading forex. Pandangan tersebut akan melatih trader untuk mengontrol keterlibatan emosi pada setiap posisi rugi. Anggaplah seperti ini; seorang wirausahawan tidak akan resah atau marah ketika harus mengeluarkan biaya untuk membayar gaji karyawan atau membeli bahan baku, karena dia tahu bahwa biaya tersebut memang harus disiapkan untuk menjalankan bisnis.

Posisi rugi tidak dapat dihindari, tidak peduli keahlian bertrading atau seberapa banyak perolehan keuntungan. Oleh karena itu, trader harus belajar untuk menghadapinya sebagai biaya terbesar dalam trading forex.

2. Biaya Trading

Setiap kali trader membuka posisi, broker akan membebankan biaya trading dalam bentuk spread dan/atau komisi. Anda perlu memperhatikan seberapa besar pengeluaran dari biaya trading tersebut agar Anda mampu mengkalkulasikan seberapa besar profit harus dihasilkan untuk mengkover biaya-biaya di atas (termasuk posisi rugi).

Gaya bertrading juga memiliki andil dalam mengatur pengeluaran biaya trading. Pada scalping resiko lebih kecil namun biaya trading lebih tinggi karena frekuensi OP tinggi. Sedangkan pada swing trading beban biaya tradingnya lebih kecil namun melibatkan resiko tinggi karena TP dan SL umumnya dipasang jauh dari posisi OP.

Perhatikan pula broker dengan beban swap (rollover) yang tinggi, di mana Anda bisa jadi menanggung biaya tambahan jika menahan posisi sampai berhari-hari.

3. Sarana Bertrading

Sarana bertrading pada dasarnya adalah software dan hardware pendukung bagi trader untuk melaksanakan kegiatan trading forex. Contohnya antara lain adalah sarana pendukung seperti komputer (PC, Laptop) dan koneksi internet.

Karena modal dan kebutuhan trading berbeda-beda, biaya dari sarana bertrading umumnya akan sangat bervariasi dari satu trader dengan trader lain. Bisa saja Anda memilih untuk menggunakan komputer trading dengan setup monitor lebih dari satu serta meja dan kursi mewah yang tentunya akan menggelembungkan biaya.

Rencanakan biaya anggaran untuk membeli sarana bertrading secara bijaksana. Jangan sampai terlalu tinggi sebelum Anda benar-benar menghasilkan profit untuk menunjangnya.

Sumber : seputarforex.com

15th July 08:34 PM senjanjani#349

Bagaimana Cara Membuat Bisnis Trading Forex Menguntungkan
Setelah Anda memahami dan merencanakan anggaran berdasarkan biaya-biaya trading forex di atas, sekarang saatnya berfokus pada bagaimana cara memperoleh dan mempertahankan keuntungan.

Ingat bahwa keuntungan pada disiplin bisnis adalah bagaimana cara menghasilkan penerimaan (posisi profit) lebih besar daripada pengeluaran (posisi rugi, biaya trading, sarana trading). Berikut adalah tips untuk mengoptimalkan penghasilan dari trading forex:

1. Utamakan Rasio Risk dan Reward

Setiap kali hendak membuka posisi, Anda harus memutuskan apakah rasio resiko terhadap reward cukup realistis untuk mencapai target profit. Paling tidak rasio 2R (Reward 2 kali lebih besar dari Risk) harus bisa Anda capai dengan meletakkan TP dengan raihan pip dua kali lebih besar dari SL.

2. Fokus pada Money Management

Money management menitikberatkan pada manajemen dan kontrol resiko. Anda akan mengatur seberapa besar resiko yang akan Anda tanggung setiap kali OP dengan position sizing dan peletakkan SL dan TP sebagai exit.

3. Jangan terjebak Overtrade

Anda tidak perlu mengambil resiko berlebihan dengan OP terlalu banyak demi menghasilkan profit. Pertimbangkan untuk membatasi resiko trading forex dengan membuka posisi hanya pada saat sinyal dengan kualitas tinggi muncul, layaknya bertrading seperti penembak jitu.

4. Gunakan sistem trading secara konsisten

Buatlah sistem trading untuk menentukan langkah-langkah pembukaan dan penutupan posisi. Jika Anda menerapkan kedisiplinan dalam menjalankan sistem trading secara konsisten, akan lebih mudah untuk menghitung dan memanajemen resiko serta perolehan profit.



Kesimpulan
Trading forex memang bukan termasuk salah satu bentuk bisnis konvensional, namun bukan berarti Anda bisa berharap menghasilkan profit dalam jumlah besar hanya dari spekulasi belaka saja. Disiplin bisnis dapat diaplikasikan pada trading forex, terutama agar penghasilan (posisi profit) dapat dikelola secara optimal untuk menunjang biaya dan pengeluaran (posisi loss, biaya trading dan sarana trading) serta menghasilkan keuntungan.

Sumber : seputarforex.com

16th July 01:55 PM senjanjani#350

Tiga Hal Yang Membatasi Profit Anda

Anggaplah Anda telah lulus sebagai "breakeven trader" dan Anda telah bisa menghasilkan profit yang konsisten. Sekarang Anda sedang berusaha untuk meningkatkan profit Anda karena Anda tahu sebenarnya bisa berbuat lebih dari yang kini telah Anda lakukan. Namun, dalam kenyataannya, ada tiga hal yang bisa membatasi profit Anda, yaitu:



1. Position Size Yang Tidak Sesuai
Position sizing adalah elemen kunci management resiko yang bisa membedakan antara memperoleh profit besar dan hanya mendapatkan profit yang kecil. Dalam hal ini selain pengaturan risk/reward, Anda juga harus mengetahui kapan mesti trading dengan ukuran lot yang besar dan kapan harus trading dengan ukuran lot kecil, atau Anda harus bisa mengatur position size.

Jika pasar bergerak sesuai dengan arah prediksi Anda dan sistem trading Anda mengisyaratkan sinyal dengan probabilitas yang tinggi dengan potensi reward yang besar, maka adalah saat yang tepat untuk meningkatkan resiko Anda. Dalam permainan blackjack, hal ini seperti Anda bertaruh dengan nilai besar saat kartu berpihak pada Anda. Sebaliknya jika Anda melihat ketidak-pastian seperti jika Anda trading pada saat rilis berita fundamental, dan juga potensi reward yang tidak pasti, Anda bisa mengurangi resiko dengan memperkecil ukuran lot trading.


2. Ketidakmampuan Beradaptasi Dengan Kondisi Pasar
Untuk memaksimalkan perolehan Anda dari perubahan harga pasar, Anda harus fleksibel dan mengetahui bagaimana mengatur posisi Anda pada saat terjadi perubahan pergerakan harga. Anda tidak bisa mengharapkan pergerakan yang besar ketika volatilitas sedang rendah dan kondisi pasar sedang sideways (ranging). Hal ini tidak akan berjalan baik.

Anda harus mempunyai alasan yang kuat pada apa yang Anda harapkan dan selalu merencanakan trading Anda dengan kondisi pasar yang ada. Dalam hal ini Anda harus bisa beradaptasi dengan kondisi pasar dan tidak melawan kondisi tersebut.



3. Rasa Takut
Masuk posisi buy pada saat harga telah naik atau masuk sell saat harga telah turun akan membuat trading Anda sesuai dengan momentum yang tengah terjadi, tetapi ada kekurangannya. Yang pasti Anda tidak memperoleh harga buy atau sell yang bagus, apalagi jika pergerakan naik atau turunnya harganya cukup kuat. Biasanya Anda akan masuk pada level harga yang rawan berbalik arah (pull back).

Dalam kondisi yang demikian Anda akan cenderung takut dan ragu, sehingga posisi Anda bisa tidak optimal, atau Anda masuk setelah pasar bergerak cukup jauh. Cara trading yang demikian sering disebut dengan memburu pasar (chasing the market).

Ketiga hal di atas perlu diperhatikan trader. Sekalipun mungkin Anda telah bisa menghasilkan profit secara rutin bukan berarti Anda harus berhenti melakukan perbaikan-perbaikan. Sebaliknya, apabila Anda sendiri tak pernah memperbaiki diri, maka hasil trading yang diperoleh takkan mengalami peningkatan.

Sumber : seputarforex.com