Ceriwis


Mau Pasang Banner/Iklan? Klik disini Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli - View Single Post - ACY - Analisa Market
View Single Post
  #3  
Old 9th June
djamirun_aje's Avatar
djamirun_aje djamirun_aje is offline
Ceriwis Pro
 
Join Date: Jun 2017
Posts: 2,834
Rep Power: 6
djamirun_aje mempunyai hidup yang Normal
Default

Pound Jatuh Setelah Hasil Pemilu Inggris Yang Tidak Meyakinkan

Pound jatuh paling lama sejak Oktober dan mencapai titik terendah sejak 18 April. Sterling turun 1,83 persen menjadi $1,2695 pada pukul 10:00 pagi waktu Sydney, setelah dikeluarkannya jajak pendapat awal Inggris yang tidak meyakinkan hasil pemilu Inggris. Ketidakstabilan besar disebabkan oleh ketidakpastian politik dalam mempersempit jajak pendapat, dimana Partai Konservatif yang berkuasa diproyeksikan memenangkan sebagian besar kursi, meski tidak mencapai mayoritas secara keseluruhan, berdasarkan sebuah jajak pendapat.

Hasil pemilu tersebut menandai hari-hari penting yang paling banyak diminati para investor sepanjang minggu, meningkatkan kemungkinan gejolak politik di babak berikutnya kurang dari setahun setelah Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa. Survei jajak pendapat pemilihan awal Inggris menunjukkan bahwa Partai Konservatif memenangkan 314 kursi, Partai Buruh 266 kursi, SNP 34 kursi dan Demokrat Liberal 14 kursi. Dengan jajak pendapat yang menyempit, Perdana Menteri Therasa May tidak memiliki jaminan untuk memenangkan pemilihan.

May mengumumkan untuk memajukan pemilu tersebut untuk meminta pertumbuhan mayoritas parlemennya dan menjamin visi Konservatifnya untuk Brexit. Namun serius salah langkah politik menyeretnya dan dua serangan teror mengubah suara dan arah kampanye. Saingan utamanya, Jeremy Corbyn, seorang sosialis tua dan pemimpin partai buruh, telah mempersempit jarak jajak pendapat dan berfokus pada ketidaksetaraan, pendidikan gratis dan miliaran lebih banyak dalam belanja publik.

Ketidakpastian politik yang bangkit kembali di Inggris bahkan di Eropa yang disebabkan oleh parlemen yang menggantung menimbulkan masalah tak terduga sampai May dalam mengamankan mayoritas di Parlemen Inggris Raya. "Sebuah parlemen yang menggantung adalah hasil terburuk dari perspektif pasar karena menciptakan lapisan ketidakpastian lain menjelang negosiasi dan keretakan Brexit, jauh dari apa yang sudah merupakan timeline singkat untuk mendapatkan kesepakatan bagi Inggris," kata Craig Erlam, Analis pasar OANDA Corp senior yang berbasis di London

Secara teknikal GBP/USD saat ini berada pada posisi lemah, dengan penurunan tajam Indeks Kekuatan Relatif (RSI 14) di bawah median. Penurunan mendadak tersebut kembali ke moving average 60 hari (MA60) untuk mencari support, setelah konsolidasi pada perkembangan kenaikan harga.


https://www.acy.com/category/market-analysis