Ceriwis

Forex Diskusi apapun tentang Forex disini.


Mau Pasang Banner/Iklan? Klik disini Welcome No Deposit Bonus $100 dari ForexChief - Page 24 - Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli
Reply
  ⚡ AMP
Thread Tools
  #231  
Old 4 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Pola Descending Triangle
Descending Triangle biasanya terjadi saat tren menurun (downtrend) dan sering dianggap sebagai sinyal bearish. Sebagaimana bisa Anda lihat di gambar dibawah ini, pola Descending Triangle persis kebalikan dari Ascending Triangle.


Kedua level rendah pada chart diatas membentuk garis support pada pola triangle. Dalam pola ini pun, titik-titik harga yang membentuk level rendah tidak harus sama persis. Besar volume trading juga lagi-lagi berperan penting dalam mensinyalkan breakout harga keluar dari segitiga ke arah bawah (bearish).

Sumber : seputarforex.com

Sponsored Links.
0
Sponsored Links.
3
  #232  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Pola Symmetric Triangle (Pola Segitiga Simetris)
Nah, kita sudah menelaah dua pola triangle: satu pola saat pasar bullish, dan satu pola saat pasar bearish. Berbeda dengan keduanya, pola segitiga simetris terjadi di pasar yang arah harganya tidak jelas. Karenanya, garis tren atas dan bawah kelihatan sama saja, tidak ada yang flat.


Dalam kondisi pasar yang tidak menentu seperti ini, level tinggi dan level rendah nampak membentuk dua garis yang membentuk corong, tanpa ada perubahan volume trading signifikan. Investor tidak tahu posisi apa yang akan diambil. Seringkali, breakout terjadi ke arah tren yang sedang berlangsung di timeframe yang lebih besar. Namun, jika Anda mencari titik entry untuk buka posisi setelah terbentuknya pola symmetrical triangle, maka lebih baik untuk melakukannya setelah titik breakout muncul.​

Pola-pola triangle ini, baik ascending, descending, maupun yang simetris, seringkali memunculkan 'fake signal'. Karenanya, jika Anda ingin mengambil posisi setelah pola-pola ini terbentuk, sebaiknya tahan dulu hingga Anda yakin bahwa breakout yang terjadi itu benar-benar nyata.

Cara yang paling mudah adalah dengan menunggu hingga satu candle tertutup penuh diatas pola ascending, atau satu candle tertutup penuh dibawah pola descending. Ingat-ingat juga untuk memantau volume trading saat breakout dan mengkonfirmasi sinyal entry Anda dengan indikator lain.

Sumber : seputarforex.com

  #233  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Strategi Hedging

Bagi para trader veteran, pasti sudah tahu perihal strategi hedging forex. Seperti yang telah dijelaskan pada artikel di sini, hedging forex adalah strategi trading yang digunakan untuk membatasi atau melindungi dana trader, dari fluktuasi nilai tukar mata uangyang tidak menguntungkan. Strategi hedging forex memberi kesempatan bagi trader agar nilai kerugiannya bisa dikurangi, atau bahkan berbalik profit.


Secara praktek, strategi hedging forex dilakukan dengan cara mengeksekusi order buy dan sell dalam suatu instrumen, atau dalam dua instrumen yang saling berlawanan. Contohnya, jika terjebak floating dalam posisi sell pada instrument EUR/USD, agar kerugian tidak bertambah besar, maka dapat dilakukan strategi hedging sederhana dengan posisi buy pada instrumen tersebut. Jika dalam dua instrumen, contoh pasangan mata uang yang berkebalikan adalah USD/CHF dan EUR/USD. Dapat dilakukan order buy pada salah satu mata uang dan order sell pada mata uang lain.

Secara teori, strategi hedging forex memang terlihat sangat gampang dan menguntungkan. Namun, perlu diketahui pula, pada keadaan real market, strategi hedging forex merupakan salah satu strategi dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Selain dibutuhkan pemahaman lebih akan market, dibutuhkan pula mental yang kuat dan penuh keyakinan agar eksekusi bisa sempurna.

Sumber : seputarforex.com

  #234  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Langkah Strategi Hedging Sederhana
  • Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam proses hedging forex adalah memilih pair yang tepat. Dalam pemilihan pasangan pair ini usahakan untuk memilih pasangan yang bersifat mayor maupun cross pair terkenal. Contohnya, jangan pilih pair seperti AUD/NZD, CAD/CHF, ataupun beberapa mata uang sejenisnya.
  • Setelah memilih pair yang diinginkan, selanjutnya pilih time frame yang ingin Anda gunakan. Dalam memilih pair ini sangat penting untuk memilih time frame yang sedang menunjukkan pergerakan konsolidatif. Hal ini penting untuk menentukan metode tradingnya (scalping, intraday, maupun swing). Contohnya, jika sedang terjadi konsolidasi pada time frame 15-menit, maka kita akan menjalankan hedging forex kita dengan metode scalping.
  • Setelah Anda menetapkan time frame yang akan digunakan, waktunya melihat tren yang sedang terjadi saat itu. Bagaimana cara melihat tren-nya? Anda bisa pergi ke 1 time frame di atas time frame sebelumnya, dan identifikasi tren menggunakan moving average atau menggambar channel.
  • Langkah ketiga adalah eksekusi buy dan sell. Usahakan untuk melakukan eksekusi order ini dengan cepat, sehingga jaraknya tidak terlalu jauh (order tidak bisa dilakukan secara bersamaan). Jika ingin melakukannya secara bersamaan harus digunakan Stop maupun Limit Order (baca panduan memasang pending order).
  • Selanjutnya, biarkan harga bergerak sesuka hatinya, dan kita akan menunggu hingga order tersebut bergerak dalam rangetertentu.
  • Saat harga telah bergerak sejauh spesifikasi range yang ditentukan, tutup posisi Anda yang mengalami kerugian dan eksekusi kembali buy dan sell pada posisi tersebut.
  • Ulangi langkah tersebut hingga hasil secara keseluruhan mendapatkan untung.

Dasar Menentukan Range Dalam Strategi Hedging Sederhana
Masih ingat dengan langkah keempat? di sinilah akan ditentukan range-nya. Perhatikan range harga di bawah ini:

Pasangan mayor (USD)
Scalping (m5) : 10-20 pip
Intraday (m15/h1) : 30-90 pip
Swing (h4) : 100- 200 pip

Pasangan Cross Pair (EUR)
Scalping : 15-30 pip
Intraday : 40-120 pip
Swing : 120- 240 pip

Pasangan Cross Pair (GBP)
Scalping :20-40 pip
Intraday : 50-150 pip
Swing : 150-300 pip

Perhitungan range ini diperlukan agar saat memasang hedge atau lock Anda tidak sembarangan meletakkan order di titik sesuka Anda (posisi terkunci). Kedua, untuk mencari profit dengan hedging forex, dibutuhkan pengetahuan dan kesabaran lebih dalam menempatkan order.

Mungkin Anda bertanya bagaimana kita bisa mendapat keuntungan dalam keadaan terkunci seperti itu? Intinya ada pada rangekonsolidasi. Selalu ingat, pada suatu masa harga pada market akan bergerak ke satu arah secara terus menerus tanpa mengalami konsolidasi. Hal tersebutlah yang Anda tunggu sebagai tempat mendapatkan profit.

Sumber : seputarforex.com

  #235  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Contoh Penerapan Strategi Hedging Sederhana

Misalkan Anda memilih pasangan mata uang EUR/USD dengan time frame 5 menit. Hal ini berarti range yang dapat dipilih berada pada kisaran 10-20 pip. Anggap saja Anda memilih range 10 pip. Beginilah simulasi singkatnya:
  1. Eksekusi posisi buy dan sell di EUR/USD sebanyak 1 lot.
  2. Harga bergerak sejauh 10 pip ke atas. Close posisi sell (-10 pip). Eksekusi kembali posisi buy dan sell sebanyak 1 lot.
  3. Ternyata harga bergerak kembali ke arah posisi Anda di bawah tadi atau turun 10 pip. Dengan ini berarti Anda mendapatkan:
    • Buy pertama = 0 pip
    • Buy kedua = -10 pip
    • Sell kedua = +10 pip
  4. Close posisi buy kedua (-10 pip) sehingga saat ini Anda telah menderita kerugian 2 pip.
  5. Eksekusi kembali posisi buy dan sell sebanyak 1 lot.
  6. Harga bergerak kembali ke atas sejauh 10 pip. Dengan ini posisi Anda yang terbuka adalah:
    • Buy pertama = 10 pip.
    • Sell kedua = 0 pip.
    • Buy ketiga = 10 pip.
    • Sell ketiga = -10 pip.
  7. Close posisi sell ketiga (-10 pip) sehingga saat ini Anda telah menderita kerugian sebanyak 30 pip.
  8. Eksekusi kembali posisi buy dan sell sebanyak 1 lot
  9. Kali ini harga bergerak kembali ke atas sejauh 10 pip. Dengan ini posisi Anda yang terbuka adalah:
    • Buy pertama = 20 pip.
    • Sell kedua = -10 pip.
    • Buy ketiga = 20 pip.
    • Buy keempat = 10 pip.
    • Sell kelima = -10 pip.
  10. Close sell kedua dan keempat hingga saat ini total kerugian mencapain -50 pip. Namun pada posisi ini total keuntungan juga telah mencapai 50 pip (penambahan dari profit buy pertama, buy ketiga dan buy keempat).
  11. Eksekusi kembali posisi buy dan sell sebanyak 1 lot.
  12. Jika harga telah hampir dipastikan membentuk tren ke atas dan naik kembali sebanyak 10 pip. Dengan ini posisi Anda yang terbuka adalah
    • Buy pertama = 30 pip.
    • Buy ketiga = 30 pip.
    • Buy keempat = 20 pip.
    • Buy kelima = 10 pip.
    • Sell kelima = -10 pip.
  13. Tutup posisi sell kelima dengan kerugian -10 pip, sehingga saat ini terdapat total kerugian sebanyak -60 pip.


Nomor-nomor pada gambar di atas merupakan titik posisi eksekusi buy dan sell yang dilakukan pada contoh di market USD/JPY time frame M15. Lalu bagaimana dengan keuntungan? Hingga posisi terakhir tadi, total keuntungan yang didapat dari buy pertama, ketiga, keempat dan kelima adalah 90 pip. Sehingga total keuntungan bersihnya jika telah dikurangi dengan kerugian adalah 30 pip.

Strategi hedging sederhana yang dijabarkan di sini adalah jenis hedging forex yang digunakan untuk mencari profit. Jadi, selalu ingat untuk menjaga Money Management Anda. Strategi hedging sederhana ini juga tidak akan selalu menjamin keuntungan Anda. Hedging optimalnya digunakan untuk mengunci suatu posisi yang sedang loss. sehingga kerugian seorang trader tidak terjadi di taraf yang melebihi toleransi risiko.

Sumber : seputarforex.com

  #236  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Strategi Hedging Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, tingkat resiko yang mungkin terjadi selalu berubah. Tidak ada cara yang pasti untuk memperkirakan pergerakan suatu pasangan mata uang pada waktu yang akan datang. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah membatasi resiko guna melindungi posisi trading kita atau lazim disebut dengan hedging (lindung nilai). Ada beberapa cara yang digunakan untuk melindungi posisi trading, namun dasar pemikirannya sama dan sederhana.


Ketika Anda mempunyai posisi buy pada sebuah pasangan mata uang, Anda harus membuka posisi yang berlawanan (sell) guna melindungi posisi Anda, atau mengurangi resiko jika pergerakan harga bergerak turun. Dengan cara yang sama, Anda membuka posisi buy jika posisi awal Anda sell.
Berikut dua metode yang lazim digunakan dalam trading forex:

Cara Hedging Sederhana
Jika Anda baru mencoba cara hedging, Anda bisa berlatih dengan cara yang sederhana. Cara ini kadang-kadang disebut dengan hedging langsung (direct hedging). Hal ini terjadi bila Anda mempunyai posisi buy dan posisi sell pada sebuah pasangan mata uang. Sebagai contoh, Anda trading pada pasangan EUR/USD dengan mulai membuka posisi buy pada harga 1.3000, tetapi setelah beberapa saat kemudian pergerakan harga mulai turun. Kemudian Anda membuka posisi sell, misal pada harga 1.2800.

Jika dari analisa selanjutnya pergerakan harga Anda perkirakan akan turun, maka Anda bisa menutup posisi buy dengan hasil loss, dan membiarkan posisi sell yang kemungkinan besar akan menghasilkan profit. Namun jika Anda tidak yakin kearah mana harga akan bergerak, Anda bisa membiarkan kedua posisi tersebut terbuka hingga tampak sinyal yang pasti. Anda juga bisa menambahkan level stop loss pada salah satu atau kedua posisi tersebut.

Kesulitan yang sering dialami dengan cara ini adalah ketika pergerakan harga tidak menentu kita akan sulit menentukan posisi mana yang akan kita tutup terlebih dahulu. Jika kedua posisi tersebut telah kena (harga telah pernah mencapai kedua level hedging tersebut) maka kita pasti akan loss sebesar jarak pip hedging yang telah kita buka. Dalam contoh diatas pip hedging kita adalah 1.3000-1.2800 = 200 pip.

Trading Pada Beberapa Pasangan Mata Uang
Karena ada broker yang melarang menggunakan cara hedging sederhana seperti diatas sesuai dengan peraturan regulatornya, maka trader mensiasatinya dengan trading pada beberapa pasangan mata uang yang memiliki korelasi. Sebagai contoh jika Anda membuka posisi buy pada pasangan EUR/USD dan beberapa saat kemudian harga mulai bergerak turun. Anda bisa membuka lagi posisi buy pada pasangan USD/CHF karena dari data historis USD/CHF memiliki korelasi negatif terhadap EUR/USD.

Jika USD memang menguat terhadap semua mata uang utama, maka EUR/USD akan turun dan USD/CHF akan naik. Anda bisa cut loss posisi buy pada EUR/USD dan membiarkan posisi USD/CHF yang kemungkinan besar akan profit. Selain membuka posisi buy pada USD/CHF, sebagai alternatif Anda bisa juga membuka posisi sell pada pasangan GBP/USD karena dari data historisnya GBP/USD memiliki korelasi positif terhadap EUR/USD. Jika USD menguat, Anda bisa cut loss posisi buy EUR/USD dan membiarkan posisi sell GBP/USD dengan kemungkinan besar akan profit.

Kelemahan cara hedging ini adalah bahwa hubungan korelasi antar pasangan mata uang tidak linier, suatu saat korelasinya bisa kuat dan kadang-kadang bisa melemah. Walau demikian dengan hedging paling tidak Anda bisa melindungi posisi trading Anda dengan meminimalisir kerugian.

Sumber : seputarforex.com

  #237  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Beberapa Catatan Untuk Trik Hedging

Strategi hedging atau locking ada yang digunakan secara konvensional dan ada yang digunakan sebagai trik. Yang konvensional biasanya dilakukan bila trader mengunci (locking) trade tersebut dengan entry pada posisi yang berlawanan dengan sebelumnya.
Misal: sebelumnya membuka posisi buy, tetapi kemudian harga turun, dan untuk menghindari kerugian yang lebih besar trader tersebut membuka posisi sell pada pasangan mata uang yang sama sehingga jumlah kerugian tidak bertambah. Jika harga berbalik arah ia akan membuka (unlock) kunci tersebut dengan menutup salah satu posisi. Cara konvensional ini biasanya dilakukan oleh trader pemula bila ia merasa salah posisi.


Cara hedging yang lain adalah memang dari awal tujuannya untuk memperoleh profit, bukan karena merasa salah posisi. Seorang trader akan entry buy dan entry sell pada harga yang sama dalam waktu yang relatif singkat (karena tidak mungkin bisa open buy dan open sell dalam waktu yang bersamaan). Contoh: trader A open sell EUR/USD pada harga 1.3300 dan beberapa saat kemudian ia open buy pada harga yang sama. Ternyata harga kemudian turun ke level 1.3200, trader A menutup posisi sell-nya dengan profit 100 pip dan membiarkan posisi buy-nya.

Ia kemudian membuka 2 posisi baru, yaitu open buy dan open sell pada level 1.3200. Katakan harga kembali naik ke level 1.3300, trader A akan menutup ke 3 posisi tersebut. Posisi buy yang tertinggal sebelumnya kini balik modal, dan 2 posisi yang baru dibuka juga masih imbang (balance). Trader A memperoleh profit 100 pip dari posisi sell yang dibuka pertama kali. Bagaimana jika harga terus drop? posisi sell yang baru bisa untuk mengunci posisi buy pertama, dan ia akan membuka 2 posisi lagi pada harga yang sama, dan seterusnya sampai dihasilkan profit.

Bagi trader yang telah berpengalaman cara ini memang profitable, dan jika Anda ingin mencobanya, berikut ada beberapa catatan yang mesti Anda perhatikan:

1. Bagi trader pemula atau yang belum pernah mencoba trik ini tidak dianjurkan untuk langsung menerapkan cara ini pada account live. Disarankan untuk berlatih menggunakan cara ini pada account demo terlebih dahulu.

2. Tidak semua broker mengijinkan penggunaan trik ini. Badan regulator NFA pada bulan Agustus 2009 jelas-jelas melarang cara forex hedging seperti ini. Beberapa broker diluar Amerika Serikat juga melarang penggunaan cara hedging. Jadi pastikan terlebih dahulu peraturan broker Anda sebelum mulai menggunakan trik ini.

3. Tidak mudah untuk memperoleh harga buy dan harga sell yang sama persis sekalipun dengan pending order. Mungkin automated execution dengan EA (Expert Advisor) bisa membantu, tetapi pada keadaan pasar yang sedang sepi (volatilitasnya sedang rendah).

4. Cara ini akan berjalan dengan baik hanya pada keadaan pasar yang ranging (sideways), jika tiba-tiba pasar trending dengan kuat maka akan sulit mengatasinya.

5. Target profit (jumlah pip) mesti relatif besar, jika Anda hanya ingin meraup beberapa pip saja cara ini tidak efektif dan bahkan tidak bisa bekerja dengan semestinya.

6. Diperlukan kesabaran yang tinggi dalam menunggu pergerakan harga mencapai level tertentu. Anda tidak bisa menutup posisi begitu saja jika memang belum waktunya.

7. Selalu lakukan evaluasi setiap 5 atau 10 kali trade. Jika hasilnya kurang sesuai, Anda bisa berganti pasangan mata uang atau memperbaiki rencana trading Anda. Jika telah beberapa kali berganti masih belum profitable, tinggalkan trik ini, mungkin cara trading ini bukan untuk Anda.

Sumber : seputarforex.com

  #238  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Strategi Hedging Bisa Berbuah Profit Trading, Mitos Atau Fakta?

Pernahkah Anda mencoba strategi hedging? Cara ini sering menjadi alternatif favorit bagi para trader yang enggan cut loss. Mereka berdalih bahwa hedging perlu dilakukan untuk meminimalisir kerugian. Namun ternyata, tak sedikit juga trader yang menggunakan strategi hedging untuk mendatangkan profit trading. Jika sifat alamiah strategi hedging adalah pelindung risiko, benarkah hal itu bisa diwujudkan?


Untuk mendapatkan jawaban, mari kita simak dulu beberapa faktor penunjang kesuksesan strategi hedging berikut ini:


1. Situasi Pemicu Strategi Hedging
Banyak trader menyebut strategi hedging adalah teknik trading di level lanjutan. Namun disadari atau tidak, sebagian besar pemula sudah melakukan hedging secara impulsif. Contohnya ketika mereka 'penasaran' dengan order yang tidak bisa profit, kebanyakan akan membuka posisi baru untuk mengejar harga yang berlari di arah berlawanan dari order pertama.

Di sisi lain, para trader berpengalaman melakukan hedging sebagai strategi terencana. Mereka tidak terpacu memburu profit trading atau ingin membuktikan diri. Bagi trader pro, strategi hedging merupakan bagian dari Trading Plan yang sudah diperhitungkan; apakah akan melakukan hedging di satu pair atau dua pair berbeda, apakah langsung menerapkan hedging atau baru membuka posisi berlawanan saat order pertama sudah loss, atau berapakah lot, Stop Loss, dan Take Profit yang ditentukan untuk masing-masing order.

Strategi hedging terencana jelas akan dimaksimalkan agar bisa (paling tidak) mengamankan trading dari loss besar. Jika sudah berpengalaman dan terbiasa mengantisipasi pergerakan market, seorang trader bahkan bisa menyusun strategi hedging yang mendatangkan profit trading.

Sementara itu, trader pemula yang melakukan hedging karena terjerat emosi, lebih berisiko bertindak gegabah. Mereka tidak melakukan analisa terhadap volatilitas harga, dan biasanya sering terjebak saat posisi-posisi hedging sudah terkunci (locked). Kebingungan untuk memutuskan mana posisi yang bisa dilepas dan dipertahankan pun mulai menyeruak, sehingga tak jarang mereka akhirnya malah membiarkan posisi terus ter-floating, atau bahkan mengakhiri hedging tanpa dasar yang logis.

Untuk memperjelas pemahaman Anda, berikut adalah contoh strategi hedging terencana dan tidak terencana:


A. Strategi Hedging Terencana
Katakanlah EUR/USD saat ini berada di 1.20000. Anda melakukan open buy dan sell dengan lot yang sama di level tersebut. Sehari kemudian, harga turun ke 1.19500. Saat melihat oscillator, harga sudah berada di level oversold dan ada beberapa tanda bullish reversal dari pembacaan Price Action.

Untuk mengamankan posisi sell yang sudah profit, Anda bisa menutupnya, kemudian membiarkan posisi buy untuk menyambut peluang kenaikan dari bullish reversal. Ketika harga kemudian benar-benar naik, Anda sudah bisa mendapat profit saat harga baru sampai ke level 1.19530. Bagaimana bisa? Posisi buy Anda memang rugi 70 points atau 7 pips, tetapi order sell Anda sudah profit trading 500 points atau 50 pips. Artinya, Anda sudah mendapat keuntungan sebesar 43 pips.

Dalam skenario ini, ada 3 tindakan yang bisa Anda pilih:

Menutup posisi buy di level 1.19530 dan mendapat keuntungan 43 pips.
Menutup order buy di level breakeven (1.20000) dan mendapat profit 50 pips.
Menutup order buy di atas 1.20000 untuk bisa meraih profit trading lebih tinggi.
Pada akhirnya, semua skenario hedging di atas bisa mendatangkan profit. Tentu saja ada risiko harga berbalik turun sebelum benar-benar menyentuh level yang ditargetkan. Oleh karena itu, pemahaman akan kekuatan tren sangat diperlukan di sini, agar Anda tak menetapkan target profit trading yang kelewat jauh.

Strategi dan indikator yang digunakan juga tidak harus sama dengan contoh di atas, yang menggunakan oscillator dan Price Action untuk melihat sinyal reversal. Ada baiknya Anda menggunakan sistem yang sudah teruji berdasarkan pengalaman dan pemahaman trading sendiri.


B. Strategi Hedging Tidak Terencana
Anda melihat peluang kenaikan harga saat EUR/USD menyentuh 1.20000. Tak lama kemudian, order buy pun dibuka untuk mendapatkan profit dari perkiraan tersebut. Ketika harga malah turun ke level 1.19500, Anda panik dan merasa analisa sebelumnya telah keliru. Anda pun membuka order sell di level tersebut, tetapi harga selanjutnya malah naik di 1.19530.

Dalam posisi terkunci seperti itu, posisi buy dan sell Anda sama-sama menderita loss. Karena semua dilakukan tanpa rencana dan analisa, Anda tak tahu apakah harus membiarkan keduanya tetap terbuka, menutup salah satu posisi tersebut, atau mengakhiri keduanya?



Skenarionya seperti ini:

Dua posisi dibiarkan terbuka: Jika harga naik, floating loss dari posisi sell akan terus bertambah, sedangkan posisi buy baru akan breakeven jika harga kembali menyentuh 1.20000. Sementara Anda menanti kemungkinan mana yang memiliki probabilitas paling tinggi, posisi hedging yang sudah terkena dua kali spread itu bisa dibebani lagi oleh bunga swap.
Menutup salah satu posisi: Anda harus benar-benar tahu posisi mana yang harus ditutup, dan di level mana sebaiknya order di-close. Jika kurang perhitungan di salah satu aspek, maka Anda justru bisa menutup posisi yang salah. Mengingat tindakan hedging sebelumnya sudah dilakukan tanpa rencana, maka penutupan posisi pun kemungkinan besar tidak diperhitungkan dengan matang.

Katakanlah saat harga sudah berada di 1.19530, Anda masih ragu apakah harga sudah memantul dan bisa bergerak naik lebih lanjut, karena sebelumnya sudah begitu dikecewakan oleh penurunan harga sampai 50 pips. Pergerakan naik yang sebenarnya diawali oleh sinyal oversold dan Bullish Reversal Price Action itu pun hanya terlihat sebagai koreksi di mata Anda. Sehingga pada akhirnya, yang ditutup justru open buy. Ketika harga melesat sampai ke 1.20000, kerugian Anda jelas makin berlipat; sekitar -7 pips dari posisi buy, ditambah -50 pips dari order sell. Itupun belum diakumulasikan dengan spread dan (kemungkinan) swap negatif.


2. Pemahaman Strategi Hedging
Sekalipun Anda sudah berniat merencanakan trading dengan strategi hedging, Anda masih perlu mendalami pemahaman lebih lanjut tentang strategi hedging. Situasi di atas tidak selalu terjadi, karena ada kalanya sinyal trading meleset dan Anda malah rugi dua kali.

Di samping itu, strategi hedging terencana kebanyakan memiliki aturan yang tidak sederhana, apalagi jika sudah melibatkan penempatan entry berdasarkan Pending Order, perhitungan lot, juga pengukuran Stop Loss dan Take Profit. Berikut adalah contoh skema strategi hedging terencana yang 'dianggap' simpel:


Sumber gambar: forex-central[dot]net



Apakah Anda bingung? Jika tidak, maka selamat! Karena Anda sudah berada di jalur yang benar untuk belajar strategi hedging. Namun apabila Anda belum terlalu paham, maka sebaiknya belajarlah lagi untuk mengetahui seluk-beluk strategi hedging terencana.

Selain itu, setiap perhitungan dan keputusan dalam strategi hedging sebaiknya dilakukan dengan kepala dingin dan diambil dengan keputusan se-objektif mungkin. Inilah ujian bagi para trader pendatang baru, karena biasanya mereka sulit berpikir rasional, di kala posisi trading masih terkunci dan dua-duanya floating loss.


3. Pengetahuan Risiko Hedging
Meskipun strategi hedging terencana bisa diatur sedemikian mungkin untuk mendatangkan profit trading, esensi awalnya tetaplah untuk melindungi trading dari risiko loss besar. Dalam menyusun rencana hedging, Anda perlu mengetahui cara meminimalisir risiko dengan strategi hedging lebih dulu, sebelum mengupayakannya untuk mendapat profit trading lebih.

Mengapa demikian? Jika Anda amati sekali lagi, konsep dasar hedging yang membuka 2 posisi berlawanan di satu waktu hanya akan berakhir impas. Kecuali Anda menggunakan lot berbeda, atau sengaja membuka posisi di level yang tidak sama, maka anggapan tersebut masih berlaku. Banyak pihak justru menganggap strategi hedging lebih berisiko, karena Anda akan dikenai spread 2 kali.

Jika seperti itu, lantas mengapa hedging masih dilakukan? Mereka yang menggemari strategi hedging terencana memiliki cara-cara tersendiri untuk membedakan ukuran lot dan pemasangan entry, Stop Loss, serta Take Profit.

Apabila Anda melihat lagi skema strategi hedging di atas yang 'dianggap' mudah, terlihat bahwa order Sell Stop diatur dengan lot yang lebih besar dari posisi Buy: Sell Stop dibuka dengan 0.3 lot, sedangkan Buy bermuatan 0.1 lot. Perbandingan Stop Loss dan Take Profit antara dua posisi tersebut ditentukan dalam tingkatan yang sama, yakni 1:2 (30 pips : 60 pips). Ini menandakan bahwa trader yang menggunakan strategi tersebut lebih meyakini proyeksi penurunan setelah harga menembus target entry Sell Stop.


4. Jenis Strategi Hedging
Setelah mengetahui pemahaman hedging, tahap berikutnya adalah menerapkan jenis strategi yang tepat. Perlu Anda ketahui, strategi hedging terdiri dari berbagai macam jenis, ada hedging satu pair, hedging korelasi pair, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis memiliki kelebihan dan kelemahan yang bisa disesuaikan dengan pemahaman dan toleransi risiko Anda.

Misalnya saja, hedging satu pair bisa dilakukan dengan lebih mudah, karena Anda tak perlu mecari korelasi, melakukan analisa tambahan untuk pair satunya, atau mengantisipasi perbedaan spread antar pair. Akan tetapi, kecenderungan terkunci di 'posisi yang impas' akan lebih besar, dan ada beberapa broker yang membatasi kebebasan hedging satu pair.


Di sisi lain, hedging korelasi pair bisa menjadi solusi atas keterbatasan yang diberlakukan oleh kebijakan broker. Di samping itu, Anda bisa mendapat selisih hedging yang lebih besar. Namun demikian, cara hedging korelasi pair lebih rumit daripada hedging satu pair, karena Anda perlu mencari korelasi terbaik, melakukan analisa di (setidaknya) dua pair, serta mampu mengatasi risiko kesenjangan spread dan swap antara dua pair tersebut.

Penggunaan jenis strategi hedging yang tepat sangat penting, karena Anda tak akan mendapat hasil apapun jika memaksakan cara hedging yang tidak sesuai dengan pemahaman Anda.


5. Dukungan Broker
Satu aspek terakhir yang tak kalah penting adalah kondisi dan spesifikasi broker. Untuk bisa mengolah strategi hedging terencana yang bisa mendatangkan profit trading, tentu sangat diperlukan dukungan layanan dari broker.

Percuma saja Anda susah payah merencanakan strategi hedging satu pair, jika ternyata broker yang Anda gunakan tidak memperbolehkan teknik tersebut. Untungnya, saat ini ada lebih banyak broker yang memperbolehkan ketimbang melarang hedging. Mereka yang tidak memperkenankan hedging biasanya adalah broker teregulasi di AS, karena terkekang oleh aturan NFA yang tidak memperbolehkannya.

Namun demikian, Anda perlu memperhatikan lagi ketentuan-ketentuan broker dalam kondisi tertentu. Hal ini karena ada broker forex yang memperbolehkan hedging untuk trading dalam kondisi normal, tapi melarangnya saat klien mengikuti program bonus, kontes, atau promo broker tertentu.

Selain aturan broker, beberapa spesifikasi broker lain yang perlu diperhatikan adalah:

Spread ketat, untuk meminimalisir biaya trading dari posisi-posisi hedging.
Platform trading, karena ada platform tertentu, seperti MetaTrader 5 yang tidak bisa digunakan untuk hedging satu pair. MT5 hanya dapat memfasilitasi hedging jika broker mengaktifkannya dalam mode hedging, bukan netting.
Eksekusi order, untuk memastikan kelancaran strategi hedging sesuai rencana. Jika broker sering terlambat mengeksekusi order, juga kerap memberlakukan slippage dan requote, maka cara hedging sebaik apapun tak akan mendatangkan profit trading yang diinginkan.

Sumber : seputarforex.com

  #239  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Jauhi Strategi Hedging Jika Anda Termasuk Tipe Trader Ini

Banyak trader meyakini, strategi hedging dalam forex bisa menjadi cara efektif mengurangi risiko. Ide menahan dua posisi trading yang berlawanan memang cukup menarik untuk diterapkan. Apalagi, ada pula strategi memanfaatkan korelasi pair yang membuat penerapan hedging jadi makin memikat untuk dipelajari.

Namun benarkah hedging bisa melindungi posisi Anda dari kerugian? Faktanya, banyak trader justru merasa kesulitan mengambil manfaat dari strategi hedging. Banyak di antara mereka terjebak dalam locking positions, situasi dimana trader tak tahu kapan harus melepas salah satu posisi hedging. Trader malah seringkali merugi, karena membuka 2 posisi artinya terkena spread 2 kali. Biaya trading seperti spread tentunya tak bisa dikesampingkan begitu saja, apalagi jika volatilitas harga sedang bergejolak.


Itulah mengapa, tidak semua trader cocok dengan strategi hedging. Agar terhindar dari risiko-risiko di atas, maka sebaiknya jauhi strategi hedging jika Anda termasuk ke dalam tipe trader berikut ini.



1. Sering Salah Analisa
Kualitas pertama yang dibutuhkan dalam kesuksesan strategi hedging adalah ketajaman analisa. Untuk mengetahui kapan saatnya meng-hedging posisi loss, di level mana hedging bisa dibuka, dan teknik apa yang bisa diterapkan, Anda perlu mengetahui peluang pergerakan harga terlebih dulu. Jika analisa seringkali tidak akurat, maka bukan tidak mungkin strategi hedging Anda berakhir gagal.

Contoh mudahnya, bayangkan Anda baru saja entry buy EUR/USD di harga 1.0800. Ketika harga terus turun hingga menyentuh level 1.0700, Anda memutuskan untuk melakukan hedging. Jika menganut teknik paling sederhana, open buy dan sell di pair yang sama, maka selanjutnya Anda akan membuka posisi sell EUR/USD di level 1.0700 itu tadi. Tak lama kemudian, harga kian melemah sampai ke 1.0600.

Di saat seperti itu, Anda bisa saja meyakini jika harga telah terkonfirmasi bearish, dan menutup posisi buy. Namun bagaimana jika selanjutnya harga justru rebound? Bukannya menambal kerugian dari posisi buy sebelumnya, Anda justru menderita loss lebih banyak karena order sell masih terbuka.

Itulah mengapa, perhitungan analisa yang akurat sangat diperlukan oleh pengguna strategi hedging. Risiko kesalahan analisa pada teknik ini bisa berlipat, karena ada lebih dari 1 posisi yang harus di-manage. Di samping itu, ketidaktepatan analisa akan menyebabkan kerugian yang tidak perlu. Dalam contoh trading di atas, Anda tak akan menderita kerugian lebih besar, jika analisa trading Anda memberikan sinyal untuk tidak terburu-buru menutup posisi buy.

2. Tidak Punya Money Management
Di tahap ini, Anda tentunya sudah paham jika hedging memerlukan pembukaan 2 posisi trading (minimal). Jadi pastinya, dengan melakukan hedging, Anda akan memperbesar ukuran dan risiko trading. Belum lagi, spread juga perlu diperhitungkan karena masing-masing posisi akan dikenai potongan dari biaya trading tersebut.


Agar akun trading tetap aman meski Anda membuka banyak posisi untuk keperluan hedging, pastinya diperlukan ketahanan dana yang cukup untuk menopang posisi-posisi trading yang masih floating. Money management harus menjadi prioritas, agar Anda bisa menempatkan ukuran trading di tiap posisi secara ideal. Jika trading Anda tidak mengaplikasikan money management, maka itu artinya Anda belum siap untuk menghadapi risiko hedging.



3. Masih Emosional
Sudah jadi rahasia umum bila emosi bukanlah kawan yang tepat dalam bertrading. Trader selalu disarankan untuk meminimalisir pengaruh emosi sebisa mungkin, karena keputusan-keputusan trading yang dipengaruhi emosi cenderung berujung pada kerugian besar. Namun sayangnya, tingkat kesulitan, tekanan, dan risiko di strategi hedging membuat trader lebih rentan pada ketidakstabilan emosi.

Untuk meng-hedging posisi pertama, Anda perlu membuka posisi kedua. Jika order kedua tersebut tidak berhasil, maka Anda harus meng-hedging-nya dengan posisi ketiga. Apabila masih gagal juga, bisa saja Anda terpancing untuk membuka posisi ke-4, ke-5, ke-6, dan seterusnya. Dalam kondisi seperti itu, Anda sudah bertrading di luar rencana dan secara otomatis meningkatkan risiko kerugian.

Selain itu, strategi hedging membutuhkan banyak kesabaran untuk mendapatkan hasil akhir yang profitable. Seringkali, trader dituntut untuk bisa menghadapi posisi-posisi floating dan masing-masing loss serta profitnya dengan penuh kesabaran. Jika Anda masih emosional dan tidak telaten, maka kesulitan seperti itu akan mudah memicu keputusan-keputusan yang merugikan, seperti halnya mengambil jalan pintas termudah dengan menutup semua posisi, tanpa memperhitungkan untung ruginya.

4. Kurang Pengalaman
Ketajaman analisa, money management yang terukur, dan pengendalian emosi, merupakan 3 hal yang bisa diasah seiring dengan bertambahnya pengalaman trading. Jadi, wajar saja bila trader yang masih minim pengalaman tidak direkomendasikan untuk mendekati risiko hedging.


Mereka yang sudah pernah merasakan jatuh bangun dan masih bertahan di pasar forex, pastinya telah banyak belajar dan terlatih untuk menghadapi kesulitan-kesulitan hedging. Selain itu, para trader berpengalaman telah memiliki kesabaran serta mental trading yang sangat dibutuhkan untuk menjamin stabilitas emosi ketika mengolah strategi hedging.



Strategi Hedging Tak Mustahil Untuk Diterapkan
Tak perlu berkecil hati jika Anda masih pemula atau belum memiliki skill yang terasah dalam analisa trading. Kesempatan menggunakan strategi hedging bukannya sama sekali tertutup bagi Anda. Pengalaman bisa membuat Anda menjadi trader yang memiliki ketajaman analisa, money management, dan kontrol emosi. Oleh karena itu, banyak-banyaklah belajar tentang strategi hedging, sembari Anda mengumpulkan pengalaman yang diperlukan. Sebagai rekomendasi, menguji teknik hedging bisa dilakukan di akun demo terlebih dulu agar Anda terhindar dari risiko real.

Sumber : seputarforex.com

  #240  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 269
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Metode Trading Forex Yang Sederhana

Metode trading yang sederhana artinya membuat semua aspek dalam aktivitas trading kita tidak rumit dan mudah diterapkan, mulai dari interpretasi terhadap pergerakan harga sampai pada cara kita eksekusi sebuah posisi. Faktor kesederhanaan untuk memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang ini sering kali dilupakan oleh para trader. Mereka lebih percaya untuk menerapkan cara trading yang terkesan rumit dan komplek dengan menggunakan berbagai indikator teknikal, dan sering juga dibarengi dengan penggunaan software trading yang mahal dan bervariasi.

Banyak trader mengira dengan mencoba beberapa sistem dalam strategi tradingnya, akan dengan cepat diperoleh sebuah metode trading yang bisa memberi profit secara konsisten, tetapi dengan cara ini malah membuat mereka mengalami banyak kerugian dari waktu ke waktu yang menyebabkan frustasi. Mereka berpikir bahwa dengan sebuah strategi trading dan penggunaan kombinasi beberapa indikator teknikal akan memberikan hasil trading yang sama pada setiap kondisi pasar sehingga diperoleh profit yang konsisten. Pada kenyataannya, dalam pasar tidak ada yang sistematik, kondisi pasar forex tidak statis dan tidak bisa dikontrol. Dengan volatilitas yang mencerminkan emosi dan sifat para pelaku pasar, maka sangat sulit untuk diprediksi arah perubahan atau pergerakan harganya.

Trader yang ingin menyederhanakan proses tradingnya dengan cara diatas tidak akan pernah memperoleh hasil seperti yang diharapkan. Metode trading akan menjadi sederhana jika ide kita bukan pada mencari strategi atau indikator yang bisa bekerja dengan baik pada setiap kondisi pasar, tetapi dengan mencermati pergerakan harga pasar itu sendiri. Dengan belajar membaca pola pergerakan harga pasar akan memberikan perspektif pasar dalam trading, dan perspektif pasar ini akan menghasilkan sebuah metode trading yang mengacu pada pergerakan harga pasar ketika kondisi trending ataupun saat pasar konsolidasi. Metode trading berdasarkan perspektif pasar yang obyektif adalah sebuah sistem trading dengan aturan baku dan tidak melibatkan emosi para pelakunya.

Para pelaku pasar dunia seperti George Soros, Jesse Livermore dan Warren Buffet tidak mengacu pada software trading yang komplek atau indikator yang rumit dan lagging (cenderung lambat dalam mengantisipasi pergerakan harga) dalam sistem tradingnya, melainkan berdasar pada perspektif dinamika pergerakan harga dalam setiap kondisi pasar, dan diterapkan pada semua jenis instrumen trading mereka, baik pada pasar saham, forex, option dan lain sebagainya.

Para trader profesional pada umumnya menerapkan metode trading yang sederhana. Kita bisa menerapkan metode price action yang mengacu pada pola pergerakan harga dalam kondisi pasar trending atau ranging, dan metode ini cukup sederhana, efektif dan relatif mudah untuk digunakan sebagai acuan. Konsep dasar metode ini adalah dengan interpretasi pada pola pergerakan harga yang berulang secara periodik, bukan dengan menggunakan indikator yang komplek pada chart trading. Metode trading dengan price action telah sering diulas dalam rubrik ini. Illustrasi berikut adalah trading chart dengan setup price action yang sederhana dan chart dengan indikator :




Jika Anda sedang mencari cara yang efektif dan sederhana dalam trading, cobalah untuk menerapkan strategi trading dengan price action yang dikombinasikan dengan level-level support dan resistance dalam account demo paling tidak selama 3 bulan hingga dihasilkan profit yang konsisten sebelum membuka live account.​

Sumber : seputarforex.com​

Sponsored Links
poker online terbaik
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +7. The time now is 05:44 AM.

 

About Us

"Ceriwis Forum is a place to find information in various categories. Be inspired, Be social, Join the Community!"

 

Pasang Iklan

Mau Pasang Iklan? Klik tombol di bawah ini.

Download on App store    Download on Google play
Copyright © 2018