Ceriwis

Forex Diskusi apapun tentang Forex disini.


Mau Pasang Banner/Iklan? Klik disini Welcome No Deposit Bonus $100 dari ForexChief - Page 31 - Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli
Reply
  ⚡ AMP
Thread Tools
  #301  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 338
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Target Trader Pemula Yang Realistis

Target adalah bagian terpenting untuk mencapai sukses dalam bidang pekerjaan apapun termasuk trading forex. Namun demikian sering kali target sulit tercapai karena melebihi apa yang seharusnya bisa dicapai. Sebagai contoh seorang trader pemula mentargetkan untuk bisa selalu profit jika ia bisa trading dengan full time, tetapi ternyata tidak demikian karena trader tersebut belum tahu bagaimana seharusnya trading dengan benar.

Membuat target jangka panjang memang perlu, tetapi akan sulit dicapai tanpa terlebih dahulu mengejar target dalam waktu dekat yang lebih realistis. Trader seharusnya fokus pada target jangka pendek yang lebih realistis terlebih dahulu sebelum melihat sasaran dalam jangka panjang. Berikut ini target jangka pendek yang realistis dan bisa membuat trader termotivasi untuk mengejar target jangka panjang:

Bisa trading dengan benar
Terutama bagi trader pemula yang merasa baru atau sedang belajar, target jangka pendek adalah bisa trading dengan benar dengan tidak terlalu fokus pada profit yang dihasilkan. Buatlah target untuk setiap sekian kali trade Anda tidak mengalami kerugian, atau bisa breakeven (balik modal). Jika target ini bisa dicapai, coba Anda membuat target berikutnya untuk bisa profit setiap sekian kali trade.

Untuk bisa mencapai target jangka pendek tersebut Anda harus mempunyai strategi dan metode trading yang efektif serta money management yang memadai. Buatlah rencana trading sesuai dengan strategi tersebut dan jalankan dengan disiplin. Anda harus menerapkan langkah-langkah sesuai urutan dalam rencana trading, dan hendaknya selalu konsisten dalam menjalankan proses tersebut. Proses trading yang konsisten berakibat pada hasil trading yang konsisten pula, oleh karena itu Anda harus fokus pada proses dalam trading, bukan pada hasil akhir yang Anda harapkan.

Tidak terburu-buru membuat target ‘trading for a living’
Trader sering membuat target setelah sekian lama trading di account riil ia akan menjadikan trading sebagai sumber penghasilan utamanya atau ‘trading for a living’, tanpa mempertimbangkan konsistensi hasil trading dan pengalaman yang memadai. Dengan menjadikan trading sebagai sumber penghasilan artinya Anda dituntut untuk lebih sering menghasilkan profit sehingga bisa menyebabkan tekanan mental yang membuat Anda sulit mengendalikan emosi. Hal ini bisa membuat Anda over trading, atau mengambil resiko yang tinggi guna mencapainya yang pada akhirnya bisa menghancurkan account Anda.

Dari hasil survey, kebanyakan trader pemula memulai trading di account riil dengan dana dibawah USD 5,000. Untuk trading for a living tentunya belum cukup jika hanya bisa profit 50% atau 100% setahun, mungkin 500% per tahun atau lebih baru bisa mencukupi. Target profit sebesar itu tentunya tidak realistis bagi trader yang belum lama bermain di account riil. Trading for a living memerlukan profit yang konsisten sehingga account Anda bisa berkembang dengan wajar. Dengan demikian target Anda setelah trading di account riil seharusnya menghasilkan profit yang konsisten selama periode waktu tertentu, bukan trading for a living.

Benar-benar mencintai pekerjaan trading
Biasanya para trader yang telah sukses mencintai pekerjaan trading, selalu ingin tahu perkembangan pasar dan ingin menjadi trader yang terbaik. Target Anda seharusnya tidak hanya sekedar menjadi trader tetapi benar-benar mencintai pekerjaan trading sehingga bisa memotivasi Anda untuk bisa trading dengan lebih baik.

Sumber : seputarforex.com

Sponsored Links.
0
Sponsored Links.
9Club Situs Judi Online Terpercaya
  #302  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 338
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Mengelola Account Trading

Kebanyakan dari trader forex retail membuka account tradingnya dengan balance yang relatif kecil. Mereka tentunya ingin balance accountnya tumbuh berkembang. Walaupun tidak mudah melakukannya, hal itu bisa dicapai dengan merubah persepsi dan cara trading. Besar kecilnya sebuah account balance bukan ukuran sukses seorang trader, dan seorang trader yang berhasil mengelola account tradingnya dengan baik tidaklah harus seorang trader profesional yang full time. Sukses dalam trading forex diukur dari persentasi yang telah dihasilkan oleh account balance kita dalam waktu tertentu. Misalnya jika account balance kita $2,000 dan kita bisa menghasilkan profit $200 per bulan, maka bisa saja kita dianggap telah sukses dalam mengelola account trading. Seorang trader seharusnya tahu apa yang perlu dilakukan untuk mencapai sukses dalam mengelola account tradingnya.


Fokus pada cara trading kita, bukan pada besarnya profit
Kesalahan persepsi seorang trader dengan account balance yang relatif kecil adalah bahwa mereka harus mencetak profit sesering mungkin karena merasa telah menginvestasikan seluruh dananya dalam account trading dan berharap bisa dengan cepat meraih sukses dalam trading forex. Hal ini mengakibatkan kurangnya perhatian pada managemen resiko dan cara trading yang efektif , dua poin yang sangat penting dan dominan dalam trading forex.

Seorang trader seharusnya berhasil mengelola balance dengan nilai kecil terlebih dahulu sebelum mencoba mengelola balance dengan dana yang relatif besar. Bahkan jika kita memiliki dana yang relatif besar, tidak seharusnya kita investasikan seluruhnya pada account trading sebelum kita berhasil dengan baik mengelola account dengan dana yang relatif kecil. Seharusnya seorang trader tidak fokus pada strategi memperbesar ukuran lot setiap kali entry guna menggandakan profit, tetapi harus mengutamakan managemen resiko yang proporsional dan realistis untuk memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang.

Dengan cara ini account trading kita akan berkembang dengan lambat, tetapi konsisten dari waktu ke waktu. Salah satu strategi trading yang cocok diterapkan adalah metode price action yang dikombinasikan dengan trading plan yang sesuai dengan risk manangement kita.


Perlakukan account balance kecil seperti Anda mengelola dana besar
Anggaplah Anda mengelola dana yang cukup besar jika account trading Anda relatif kecil, karena pada prinsipnya cara memperoleh hasil yang konsisten dalam trading adalah sama, yaitu managemen resiko yang benar, tidak over-trade dan tidak over-leverage. Jika Anda katakan punya account trading $1 juta, profit sekali atau dua kali dengan konsisten dalam sebulan mungkin nilainya sudah cukup berarti.

Sebaliknya jika balance Anda kecil, secara emosi Anda ingin dan merasa perlu untuk masuk pasar sesering mungkin untuk mengembangkan account dengan cepat. Hal ini tidak perlu Anda lakukan jika Anda menganggap dana pada account Anda cukup besar dan hanya ingin hasil trading yang konsisten. Memang ukuran lot per trade Anda lebih kecil, tetapi yang hendak dicapai adalah konsistensi dalam trading. Jika konsistensi tersebut telah dapat Anda lakukan, Anda bisa mulai memperbesar balance Anda secara bertahap, dan dengan metode dan strategi trading yang sama, account Anda tentu akan berkembang dengan konsisten dari waktu ke waktu.

Selain hal utama diatas, yang juga penting untuk Anda lakukan jika Anda ingin berhasil mengelola account balance kecil adalah dengan membuat jurnal trading yang diupdate dengan teratur untuk evaluasi hasil trading Anda dari waktu ke waktu, agar Anda bisa disiplin dan bertanggung jawab pada track record trading Anda.

Kalau Anda sedang berusaha menemukan investor untuk mengembangkan account trading Anda, tentunya si calon investor menginginkan bukti hasil trading Anda serta metode dan strategi trading yang Anda terapkan, dan ini bisa Anda tunjukkan dengan jurnal trading dan trading plan yang telah Anda buat. Dan jika Anda ingin menekuni trading forex dengan serius, sudah seharusnya Anda belajar untuk berhasil mengelola account dengan nilai kecil terlebih dahulu sebelum mengelola account trading dengan dana besar.

Sumber : seputarforex.com

  #303  
Old 3 Weeks Ago
whiteking's Avatar
whiteking whiteking is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2017
Posts: 370
Rep Power: 3
whiteking mempunyai hidup yang Normal
Default

Untuk trading di akun real, bisa memilih akun mikro Firewoodfx yang mana menawarkan fixed rate 1$ sama dengan Rp.10.000 untuk para trader dari Indonesia, karena trading forex beresiko tinggi, maka dengan menggunakan akun mikro bisa deposit rendah, untuk antisipasi kerugian yang besar
  #304  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 338
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Belajar Memahami Money Management

Money management adalah salah satu faktor penting dalam trading forex yang berkaitan dengan pengendalian resiko. Trading adalah bisnis dan dalam bisnis tentu ada resikonya. Berapapun besar modal kita, tentunya kita ingin membatasi besarnya resiko yang mungkin terjadi. Belajar memahami pengendalian resiko dengan benar adalah kunci sukses untuk menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang. Banyak trader pemula yang account-nya ‘babak belur’ karena tidak menerapkan money management dengan disiplin, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali tentang money management. Dalam tulisan ini akan dibahas 5 hal pokok dalam money management yang harus dipahami dan diterapkan dengan benar dan disiplin dalam trading forex.

Besarnya resiko per trade
Besar resiko per trade diukur dengan nilai uang, bukan dengan pips, dan biasanya ditentukan dalam persentase dari modal atau balance dalam account trading kita. Anggap saja kita belum ada posisi trading dan balance dalam account kita masih utuh, maka besar resiko per trade adalah jumlah kerugian yang kita tentukan dalam membuka sebuah posisi trading. Tidak ada ketentuan baku untuk hal ini dan bisa saja antara trader yang satu berbeda dengan trader yang lain, tergantung dari kondisi keuangan masing-masing. Yang jelas gunakanlah dana yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat, dan hindari trading forex dengan menggunakan dana untuk hidup sehari-hari. Asumsikan bahwa alokasi dana Anda untuk trading forex adalah dana yang siap hilang sehingga Anda tidak emosional ketika trading.

Sebagai gambaran, para trader profesional yang pendapatannya hanya dari trading (saham, forex, option dsb.) jarang yang mengambil resiko lebih dari 3% dari total modal mereka. Di sisi lain, banyak trader yang telah berpengalaman merekomendasikan besarnya resiko antara 3% sampai 5% dari modal. Tetapi berapapun besarnya resiko yang Anda tentukan, Anda harus merasa nyaman dengan pilihan tersebut sehingga Anda bisa trading dengan tenang dan tanpa emosi.

Nah, kenapa besar resiko diukur dengan nilai uang bukan dengan pip ? Hal ini berkaitan dengan besarnya ukuran lot atau volume per trade yang bakal kita gunakan sesuai dengan perhitungan resiko, atau lazim disebut position sizing yang akan dijelaskan berikut ini.

Besarnya ukuran lot per trade (position sizing)
Besar ukuran lot juga disebut dengan volume (pada platform Metatrader), atau ada yang menamakan quantity. Karena platform Metatrader sudah sangat populer, para trader forex pada umumnya lebih familiar dengan sebutan volume trading. Cara menentukan volume trading berdasarkan resiko lazim disebut dengan position sizing.

Dengan position sizing, besar resiko dalam nilai uang akan selalu sama berapapun besar stop loss (resiko dalam pip) yang kita tentukan. Volume trading bisa kita atur sesuai dengan besar stop loss yang paling pas buat kita. Sebagai contoh, misalnya kita trading dengan standard lot pada pasangan mata uang EUR/USD, sehingga nilai per pip-nya adalah USD 10. Jika kita punya balance sebesar USD 25,000, dan resiko yang kita tetapkan untuk membuka sebuah posisi adalah 4%, maka besar resiko kita adalah USD 25,000 X 4% = USD 1,000. Katakan dari hasil analisa kita stop loss yang paling pas adalah 50 pip, maka volume trading kita dalam standard lot adalah: USD 1,000 / (50 X USD 10) = 2 lot.

(Catatan: pialang forex di Indonesia ada yang menyebut standard lot dengan regular lot, dan account yang hanya untuk trading dengan standard lot disebut regular account)

Nah, jika ada 2 trader dengan modal yang berbeda tetapi menerapkan persentasi resiko yang sama dan stop loss (resiko dalam pip) yang sama pula, tentu ukuran lot keduanya berbeda. Trader yang modalnya lebih besar volume trading-nya akan lebih besar walaupun stop loss (resiko dalam pip) keduanya sama. Itulah sebabnya mengapa besarnya resiko per trade biasanya diukur dengan nilai uang, bukan dengan besarnya pip pada stop loss.

Besarnya risk/reward ratio
Risk/reward ratio adalah perbandingan antara besarnya resiko (stop loss) dan besarnya target profit (reward) yang kita tetapkan. Jika pada pembahasan sebelumnya kita telah menentukan resiko dan ukuran lot, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan besarnya target profit yang kita inginkan dibandingkan dengan resiko yang telah kita tetapkan sebelumnya.

Sama halnya dengan resiko, untuk menetapkan target profit tidak ada ketentuan bakunya, hanya saja kita harus obyektif dan realistis sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Trader yang berpengalaman menganjurkan agar risk/reward ratio sebaiknya minimal 1 : 2, artinya jika stop loss kita 50 pip maka sebaiknya target profit kita minimal 100 pip, bahkan kalau bisa 1 : 3 atau lebih akan semakin baik.

Tujuannya adalah: jika kita bisa menerapkan risk/reward ratio dengan konsisten, dalam jangka panjang akan diperoleh return (keuntungan) yang memadai walaupun persentasi profit kita secara keseluruhan masih lebih kecil dibanding loss-nya. Misalnya seorang trader mengalami 70% dari total posisinya loss, tapi masih menghasilkan return 15% dari total posisi tradingnya, karena menerapkan risk/reward ratio minimal 1 : 2 pada setiap membuka posisi.

Yang penting untuk dipahami dalam hal ini adalah menentukan besarnya resiko terlebih dahulu sebelum menghitung profit yang mungkin kita peroleh.

Money management harus bisa mengendalikan emosi kita
Di samping money management, faktor penting lainnya dalam trading adalah keterlibatan emosi. Kedua hal tersebut saling mempengaruhi dan jika tidak dipahami dengan benar akan membawa efek negatif dalam trading. Money management yang buruk bisa menghancurkan trading kita, demikian pula emosi yang tidak terkendali. Misalnya jika kita kurang memahami money management sehingga selalu loss pada setiap posisi trading kita, maka akan sulit bagi kita untuk tidak melibatkan emosi saat trading. Sebaliknya semakin baik kita bisa menerapkan money management dalam trading, akan semakin terkendali emosi kita dalam menyikapi hasil trading. Kita bisa dikatakan berhasil menerapkan money management bila kita bisa mengelola dana dalam account trading dengan efektif dan tidak emosional.

Money management akan berjalan baik hanya jika kita menguasai strategi trading
Jika kita tidak sepenuhnya menguasai strategi trading yang kita gunakan sehingga selalu ragu ketika hendak membuka posisi, maka sebaik apapun pemahaman kita pada money management hasilnya tidak akan maksimal.

Strategi trading dan money management adalah komponen utama dalam rencana trading yang harus dijalankan secara bersamaan. Money management akan berjalan baik hanya jika kita telah menguasai dan yakin pada strategi trading yang kita gunakan sehingga menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.

Sumber : seputarforex.com

  #305  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 338
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Contoh Money Management (MM) Yang Baik

Untuk bisa sukses dalam trading forex, tak hanya perlu strategi mantap, melainkan juga dibutuhkan Money Management (MM). Apa itu Money Management dan seperti apa contoh Money Management yang tepat? Di artikel ini kita akan mengkaji bagaimana trader memanfaatkan Money Management forex yang baik beserta contoh-contoh yang terjadi di dalamnya.

Apa Itu Money Management?
Dalam konteks trading forex, Money Management adalah tata kelola dana dalam akun trading kita. Hal ini mencakup berapa besar lot di setiap posisi trading, berapa jarak antara harga entry (open position) dengan Stop Loss (SL) dan target profit kita, serta berapa jumlah maksimal posisi trading yang akan kita buka dalam satu waktu bersamaan.

Forex memang bisa memberikan keuntungan, namun tidak selamanya posisi kita akan profit. Bisa jadi kita akan mengalami loss satu atau dua kali sebelum profit lagi. Kemungkinan juga kita akan mengalami loss beruntun tanpa tahu kapan bisa profit kembali. Penggunaan Stop Loss (SL) yang besar memang bisa membatasi kerugian, tapi bagaimana kalo terjadi loss berturut-turut? Tentunya jumlah kerugian akan semakin menggunung. Untuk membalikkan keadaan itu sangat berat. Profit yang didapat berbulan-bulan akhirnya amblas dalam semalam. Psikologi kita pun semakin drop, yang akhirnya berdampak pada kualitas trading kita.

Maka dari itu, kita dapat mulai mencari cara menghadapi risiko loss dengan menerapkan money management yang tepat. Misalnya, kita bisa mencari sistem yang menghasilkan Rasio Risk vs Reward 1:1. Semakin besar perbandingannya, maka akan semakin baik. Biasanya trader lebih suka menggunakan Risk:Reward 1:3, di mana hanya butuh 33% win untuk Break Even (BEP).



Contoh Money Management Forex
Metode Money Management apapun pada dasarnya berakar pada pertanyaan mengenai berapa besar dana yang berani Anda risikokan. "Risiko" di sini bisa diartikan risiko loss yang ingin diambil per trading.

Pertama-tama, tentukan dulu jumlah loss maksimal yang sanggup Anda terima. Kita ambil contoh risiko 2% per trading. Jika terjadi loss 3 kali berturut-turut, maka akun hanya jeblok 6%. Apabila trading ke-4-nya menghasilkan profit, maka dengan RR 1:3 akan menghapus semua loss kita tadi.

Kasarnya, misalkan Anda memiliki dana sebesar USD1,000 dalam akun trading, dengan risiko 2% per trading, artinya setiap posisi trading harus mematok Stop Loss maksimal setara USD20 dan target profit setara USD60. Ini gambaran kasar saja, karena pada prakteknya Anda akan perlu pula mempertimbangkan margin dan leverage yang digunakan.

Intinya bukan profit yang paling diutamakan, tapi pengukuran resiko-lah yang perlu didahulukan. Profit akan mengikuti dengan sendirinya. Dengan menerapkan Risk:Reward 1:3 misalnya, kita bisa menyesuaikan level take profit yang 3x lebih besar dari ukuran jarak stop loss untuk setiap order.

Memang sih jika dihitung-hitung, penerapan RR kadang membatasi peluang profit. Namun, kunci dari kesuksesan trading forex adalah disiplin dan telaten dalam belajar serta menerapkan sistem trading yang sudah direncanakan.

Ada banyak cara cepat membuat uang dari $100 menjadi $50.000 dalam waktu beberapa bulan saja, tapi yang terjadi nanti adalah, psikologi kita tidak siap menerima kenyataan ketika mengalami drop. Artinya, dengan persentase kemenangan yang tinggi seperti itu, uang juga bisa amblas dalam waktu cepat atau lebih parah lagi, akun terkena Margin Call sehingga harus mengulang dari awal lagi.

Tentu kita tidak mau trading mulai dari awal terus bukan!? Jadi, terapkanlah contoh Money Management yang baik sebelum bertrading forex. Atau, jika hitung-hitungan Money Management dianggap rumit, Anda bisa mengambil jalan pintas dengan membatasi hanya membuka lot 0.01 saja setiap kali trading intraday dan tidak membuka lebih dari lima posisi trading dalam waktu bersamaan.

Sumber : seputarforex.com

  #306  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 338
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


5 Aturan Money Management Paling Simpel Dan Populer

Money Management adalah salah satu aspek terpenting dalam trading forex, tetapi seringkali diabaikan. Tak sedikit pula trader yang salah paham tentang aturan Money Management. Yang jadi kambing hitam saat terjadi kegagalan trading biasanya adalah strategi, dan trader pun umumnya lebih rajin mencari sistem trading "holy grail" ketimbang MM yang ampuh. Namun, hal ini bisa dipahami karena memang seluk beluk aturan Money Management bisa amat rumit. Untuk membantu Anda menata MM, berikut 5 aturan Money Management paling simpel dan populer di kalangan trader:

1. 1% Rule
Aturan Money Management dengan 1% Rule menyatakan bahwa Anda sebaiknya tidak mempertaruhkan lebih dari 1% ekuitas dalam satu posisi trading. Umpamanya, apabila Anda bertrading dengan modal $1000, maka berdasarkan 1% Rule, janganlah mengalokasikan lebih dari $10 per trading.

Sepintas terdengar simpel, tetapi penerapannya bisa cukup memusingkan. Umpamanya bila dengan modal tadi Anda bertrading dengan ukuran lot mini 0.1, berarti stop loss harus ditempatkan sekitar 10 pip dari posisi entry. Sempit sekali, bukan? Dan stop loss sesempit ini bisa dianggap sama saja dengan mengundang loss. Namun, jika Anda menggunakan lot mikro 0.01, maka stop loss bisa ditempatkan sekitar 100 pip dari posisi entry.

Dari contoh itu dapat dipahami bahwa aturan Money Management bukan cuma berkaitan dengan berapa modal yang akan dipakai, tetapi juga berapa besar lot dan dimana stop loss akan ditempatkan setiap kali buka posisi.

Ada beberapa variasi dari 1% Rule. Trader bermodal lebih besar bisa saja menerapkan aturan 1% atas keseluruhan modal. Artinya, tak peduli berapa posisi trading yang dibukanya, total dana yang dipertaruhkan tak melebihi 1% dari modal. Ada juga yang merubah persentase aturan ini dengan 2%, 5%, dan lain-lain, tergantung dengan kekuatan dana yang dimiliki dan seberapa besar risiko yang berani ditanggung.

2. Risk/Reward Ratio
Konsep MM yang umumnya dianggap paling ideal adalah menggunakan rasio risk/reward, khususnya 1:2. Aturan Money Management ini berarti bila Anda berani menanggung risiko sebesar $10, maka idealnya bisa menghasilkan $20 jika profit. Dengan rasio risk/reward 1:2, maka untuk setiap kali profit bisa mengcover satu loss sebelumnya sekaligus menangguk untung. Dengan ini, loss bisa di-cover sedikit demi sedikit dan keuntungan bisa dihimpun, asalkan Win Rate dari sistem trading yang sudah dibuat itu minimal 60%.

3. Menggunakan Leverage Besar
Aturan Money Management yang satu ini menguntungkan bagi trader bermodal recehan, tetapi sebenarnya cukup kontroversial. Pada umumnya, trader bermodal besar cenderung menggunakan leverage rendah di angka puluhan saja. Namun, trader kecil dengan modal di bawah $10,000 biasanya menggunakan leverage 1:100 atau lebih agar bisa mendapatkan profit. Untuk memenuhi kebutuhan ini, banyak broker telah menyajikan pilihan leverage bahkan hingga 1:1000.

Keuntungan bagi trader yang menggunakan leverage ini jelas. Semakin besar leverage-nya, maka makin besar lah kekuatan margin/equity dalam akun untuk menahan posisi floating, sehingga tidak mudah terkena Margin Call juga. Tapi di sisi lain, leverage yang kelewat besar mengaburkan trader dari risiko pasar yang sesungguhnya. Profit yang nampaknya besar ternyata lebih kecil, sedangkan loss kecil-kecilan lama-lama menggunung tanpa disadari.

4. Trading Pair Dengan Spread Rendah
Banyak trader memilih pair currency untuk ditradingkan secara asal-asalan, tanpa menyadari bahwa keputusan seperti itu bisa berdampak besar bagi Money Management yang dijalankan. Contohnya, bertrading pada pair eksotik bisa menimbulkan biaya spread antara 50 pips atau lebih. Bayangkan betapa sulitnya menggapai target profit dengan spread selebar itu. Solusi yang dipilih oleh banyak trader adalah dengan memilih bertrading pada pair-pair paling likuid saja, seperti pair-pair mayor, di mana spread hanya dalam hitungan satu digit atau malah di bawah 1 pip.

5. Menetapkan Target Realistis
Ini boleh jadi merupakan aturan Money Management paling simpel, tapi paling sering diabaikan trader. Karena bermimpi kaya mendadak, maka trader menargetkan return 100% dalam sebulan. Memang ada trader tertentu yang kabarnya bisa meraup profit gila-gilaan seperti itu, tetapi boleh jadi mereka lebih berpengalaman dan bertrading dengan modal lebih besar.

Keserakahan seringkali menjadi biang kerok kerugian trader, maka berhati-hatilah untuk tidak terhanyut godaan setan yang satu ini. Tetapkanlah target yang realistis, baik itu dalam trading harian, mingguan, maupun bulanan.

Sumber : seputarforex.com

  #307  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 338
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Memperjelas Aturan Money Management (MM) 5 Persen

Salah satu hal paling terkenal dalam aturan Money Management (MM) dalam trading forex adalah rule MM 5 persen. Artinya, jangan pernah meresikokan lebih dari 5 persen dana dalam rekening trading pada satu waktu. Alasan di balik peraturan ini adalah ketika Anda mengalami kerugian, dana bisa langsung hangus jika sebelumnya sudah trading dengan mempertaruhkan terlalu banyak dana. Bagaimana cara menerapkannya dalam trading forex?

Makna Sesungguhnya Aturan MM 5 Persen
Ketika mendengar aturan MM 5 persen, seringkali trader menerjemahkan bahwa dia tidak boleh menggunakan lebih dari 5 persen modal untuk setiap kali trade. Ini adalah pemahaman yang salah. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas apa yang perlu difokuskan seorang trader sehubungan dengan Money Management dan penggunaan 5 persen dari modal.

Sebenarnya yang dimaksud aturan MM 5 persen adalah jumlah total dari akun saldo atau balance yang dapat diresikokan trader pada satu waktu, bukan dalam setiap trading. Jadi, tak peduli Anda memiliki dua posisi trading terbuka atau lima, sepuluh, bahkan dua puluh trading yang masih berjalan, jumlah maksimum yang dapat diresikokan dalam kerugian tetaplah sebesar 5 persen. Sebab, angka tersebut sudah ditetapkan sebagai batas resiko yang dapat ditanggung trader.

Lalu, timbul pertanyaan seperti ini: "Jika transaksi telah merugi 5 persen, apa yang harus saya lakukan?"

Jawabnya mudah. Anda dapat mengendalikan trading Anda dengan melakukan cut loss manual atau memasang Stop Loss sejak awal.

Pentingnya Aturan MM 5 Persen
Untuk trader pemula, saat pertama kali mendengar aturan MM 5 Persen seperti ini, boleh jadi bertanya-tanya, "Kalau harus cut loss atau pasang Stop Loss, berarti pasti rugi dong? Padahal kalau trade-nya dibiarkan floating, nanti bisa balik profit."

Memang ada kemungkinan berbalik profit, tetapi berapa lama Anda akan menunggu hingga posisi trading yang salah itu berubah positif? Padahal, ada kemungkinan lainnya juga di mana dana dalam akun trading Anda tidak cukup memadai, sehingga kemudian terkena Margin Call. Apalagi, dana yang menggantung di posisi floating negatif tadi bisa jadi lebih menghasilkan ketika digunakan untuk membuka posisi trading lain.

Bila tidak ada aturan seperti ini, bisa jadi Anda akan melihat resiko per transaksi yang lebih besar dari 5%. Dalam kasus lain, bisa juga akun Anda ter-floating hingga 25% atau 50%. Hal ini tentu sangat merugikan, mengingat transaksi berisiko besar tersebut berpeluang untuk menghanguskan modal Anda.

Pada awalnya mungkin terdengar kompleks. Namun, penerapan aturan MM 5 persen ini akan jauh lebih mudah ketika Anda sudah terbiasa menaati peraturan Money Management Anda sendiri.

Alternatif Aturan Money Management Lainnya
Tidak ada satu pun trader yang mau mengalami loss, apalagi sampai kehilangan seluruh modalnya dalam bertrading. Dalam hal ini, aturan Money Management memiliki peran yang cukup besar karena dapat membatasi kerugian yang dapat timbul sewaktu-waktu. Asalkan seorang trader dapat mengendalikan seluruh transaksinya sesuai aturan yang telah direncanakannya sendiri, maka ia akan bisa bertahan di tengah derasnya gelombang pergerakan market.

Apabila tak suka menggunakan aturan MM 5 persen, maka masih banyak variasi aturan Money Management lainnya, seperti Rasio Risk/Reward, 1% Rule, dan lain sebagainya. Apapun aturan yang diterapkan, poin pentingnya adalah trader harus menguasai Money Management. Bagi Anda yang menginginkan hasil trading konsisten, penguasaan Money Management lebih berarti dibandingkan dengan strategi apapun yang ada di dunia ini.

Sumber : seputarforex.com

  #308  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 338
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Mengembangkan Account Dengan Balance Kecil

Trader yang baru terjun ke account riil biasanya mencoba terlebih dahulu dengan balance yang relatif kecil, dengan harapan jika kelak hasil tradingnya memuaskan baru akan diperbesar. Mereka juga ingin accountnya dapat secepat mungkin berkembang dengan kerugian yang sekecil mungkin. Walaupun tidak mudah, tetapi hal itu bisa bisa saja terjadi selama mereka bersedia untuk disiplin dan mempunyai cara pikir yang benar sesuai dengan strategi trading yang telah direncanakan.


Jika Anda kebetulan mengalami hal yang sama, maka Anda harus melihat bahwa ukuran sukses dalam trading bergantung pada kemungkinan profit yang akan dihasilkan dari jumlah balance dalam account Anda sekarang. Jika misalnya balance account Anda sekarang $1,000 dan Anda secara konsisten bisa memperoleh profit $100 per bulan, maka bisa dianggap Anda telah cukup sukses dalam trading. Sukses dalam trading tidak ditentukan oleh besar atau kecilnya balance dalam account Anda, melainkan keyakinan Anda untuk bisa sukses dan apa yang harus Anda lakukan untuk bisa menghasilkan profit yang konsisten.


Cara pikir yang perlu Anda terapkan ketika trading adalah:

Fokus pada kondisi pasar dan strategi trading Anda, bukan pada besarnya profit yang bakal Anda peroleh
Perlakukan balance account Anda yang relatif kecil tersebut seperti Anda mengelola account besar
Buatlah jurnal trading dengan konsisten

Fokus pada kondisi pasar dan strategi trading.
Masalah yang sering dialami oleh kebanyakan trader dengan account yang relatif kecil adalah keharusan untuk bisa mencetak profit secepatnya karena berbagai alasan. Mungkin mereka menggunakan sebagian dana yang seharusnya untuk keperluan sehari-hari, atau mungkin mereka coba-coba dengan dana kecil tetapi harus bisa profit duluan agar secepatnya menambah dana. Dalam hal ini mereka menaruh harapan yang terlalu besar pada profit yang akan didapat dan tidak rela bila accountnya yang relatif kecil tersebut berkurang apalagi ludes, walaupun mereka paham akan resiko yang bakal dialami. Biasanya makin kecil balance account, trader akan makin takut kehilangan.

Dengan fokus pada profit yang bakal Anda peroleh, maka Anda akan kurang memperhatikan strategi trading yang telah Anda terapkan dalam account demo sebelumnya hingga kemungkinan besar Anda tidak bisa menerapkan rencana trading dengan maksimal. Yang perlu Anda lakukan adalah fokus pada strategi money management sesuai dengan rencana dan strategi trading yang efektif. Profit atau loss adalah output dari penerapan strategi Anda. Jika Anda telah bisa berhasil pada account demo seharusnya Anda tidak khawatir ketika trading pada account riil terlepas dari besar atau kecilnya account Anda.

Memperlakukan balance account kecil seperti mengelola balance yang besar.
Jika Anda punya account trading jutaan dollar, dengan profit sekali atau 2 kali sebulan mungkin hasilnya cukup memadai, namun bukan itu masalahnya. Ketika balance account trading Anda kecil, secara emosi Anda merasa harus sering masuk pasar untuk memperoleh profit sebanyak-banyaknya dan mengharapkan pertambahan balance account Anda secepat mungkin. Untuk menghindari cara trading yang emosional seperti ini, Anda harus bisa memperlakukan balance account kecil Anda seolah-olah Anda sedang trading dengan balance yang besar.

Dalam kenyataannya, seorang trader mesti bisa mengelola account kecil terlebih dahulu sebelum trading dengan account yang relatif besar, karena strategi trading dan money management yang digunakan sama.

Membuat jurnal trading yang konsisten.
Jika account trading Anda relatif kecil, fokus Anda yang utama adalah hasil yang konsisten, dan itu bisa Anda pantau lewat jurnal trading yang dibuat dengan konsisten. Tanpa jurnal Anda tidak mempunyai track record trading yang telah Anda lakukan sehingga tidak mengetahui kekeliruan Anda. Jurnal trading penting Anda buat dengan konsisten agar Anda disiplin, bertanggung jawab dan percaya diri, baik trading dengan account kecil maupun besar.

Sumber : seputarforex.com

  #309  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 338
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Menghitung Transaksi Berdasarkan Money Management

Jika kita memberikan modal kepada 2 orang awam yang tidak tahu cara menghitung Money Management forex, lalu menyuruh mereka untuk menaruh posisi Buy dan Sell yang berlawanan pada platform, maka kemungkinan besar yang terjadi adalah dua-duanya mengalami kerugian hingga modal tersebut habis tidak bersisa. Berbeda kasusnya jika kita memberikan modal tersebut kepada 2 trader berpengalaman. Meskipun terjadi kerugian, modal tersebut tidak akan habis hingga tidak bersisa.

Hal ini terasa aneh jika kita belum mengetahui cara menghitung Money Management forex. Kasus pertama, jika 2 orang menaruh posisi berlawanan, seharusnya salah satu dari mereka bisa untung, bukan? Sedangkan pada kasus kedua, kedua-keduanya masih bisa 'selamat' dari pertarungan (modal masih tersisa) meskipun membuka posisi yang berbeda.

Kenapa bisa begitu? Artikel ini akan menjelaskan secara gamblang bagaimana cara menghitung Money Management forex, sehingga Anda bisa menaruh posisi tanpa harus kehilangan seluruh modal yang dimiliki.


Alasan Mengapa Menghitung Money Management Forex Itu Penting
Ibaratkan kita berjalan ke sebuah tempat baru, mengatur strategi agar bisa sampai ke tujuan adalah hal yang sangat penting. Kita menyiapkan peta, akomodasi yang dipakai, jumlah bekal serta rencana-rencana darurat. Jika kita hanya melangkah mengikuti insting, maka kemungkinan besarnya akan tersesat. Dalam melakukan aktivitas trading, Money Management forex adalah persiapan tersebut.

Trader yang belum bisa mengendalikan emosi trading dan tidak berdisiplin dengan Money Management, cenderung mengalami kerugian di luar batas kemampuan dan merasa kapok untuk kembali ke dunia trading forex. Akibatnya, bukan keuntungan yang didapat, justru pengalaman tidak menyenangkan. Oleh karena itu, salah satu komponen penting dalam menyusun Money Management adalah menentukan batas kerugian.

Meskipun terasa tidak menyenangkan, keberanian dalam menentukan kerugian adalah kunci sukses dari trading forex. Kebanyakan trader merasa tidak perlu menentukan seberapa besar kerugian yang mereka risikokan, akibatnya justru seluruh modalnya lah yang menjadi risiko. Sebaliknya, jika kita telah menentukan seberapa besar kerugian yang siap ditanggung, maka kita akan tahu kapan waktunya untuk rehat sejenak dan tidak memaksakan diri untuk membuka posisi.

Sumber : seputarforex.com

  #310  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 338
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Berapa Besar Transaksi Yang Bisa Dibuka?
Banyak faktor yang harus diperhatikan saat kita mempelajari Money Management forex, tetapi setidaknya ada 3 hal yang perlu kita pahami sebelum mulai membuka platform trading dan klik sana-sini untuk memasang posisi di pasar. Transaksi trading biasa dihitung dalam satuan lot, dan trader bisa membuka transaksi dalam ukuran standard lot, mikro lot, ataupun mini lot. Setelah mengetahui jenis-jenis lot yang ada, maka Anda bisa mempelajari hal-hal berikut:

1. Win Rate Ratio
Daripada membuang modal dengan percuma, manfaatkanlah akun demo untuk mengetahui persentase profit (Win Rate Ratio). Dari sini, Anda bisa mengukur kemampuan sebelum benar-benar terjun ke akun Riil. Lantas, apa sih persentase profit itu?

Persentase profit adalah jumlah trade yang profit dibagi jumlah keseluruhan trade yang telah dilakukan.

Misalnya: seorang trader mendapatkan profit 4x dari 5 trade yang telah dilakukan, maka persentase profitnya adalah 80%. Tetapi, perlu diingat bahwa Win Rate yang besar tidak selalu berarti membawa keuntungan besar.Yang lebih penting adalah: jumlah keuntungan murni yang dilihat dari jumlah pips, bukan Win Rate.

2. Risk/Reward Ratio
Dalam menentukan Risk/Reward Ratio, yang perlu ditentukan terlebih dahulu adalah risikonya, baru kemudian Reward yang dihitung sebagai kelipatan dari risiko. Pada umumnya, rasio yang digunakan untuk mendapatkan profit konsisten adalah 1:2 (1 kerugian berbanding dengan 2 keuntungan). Jika Anda menggunakan rasio tersebut dan menetapkan kerugian per trade sebesar 100 USD, maka berikut penerapannya:

Risk/Reward Ratio = 1:2

Kerugian per trade = 100 USD

Win Rate Ratio: Loss 65%, profit 35%

Total Risk = 65 X 100 USD = 6500 USD.

Total Reward = 35 X 200 USD = 7,000 USD

Hasil akhir yang didapat = 7,000 USD - 6,500 USD = 500 USD.

Dari contoh di atas, terlihat bahwa meskipun Win Rate Ratio hanya sekitar 35%, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan jika selalu menaati aturan Risk/Reward Ratio yang ditetapkan.

Penerapan Risk/Reward Ratio biasanya dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur Stop Loss dan Take Profit. Stop Loss pun ada yang Manual, Otomatis, maupun Trailing Stop. Pada umumnya, kesalahan yang sering terjadi pada trader pemula adalah menempatkan Stop Loss terlalu ketat karena perasaan takut merugi, atau malah terlalu lebar dengan harapan bisa mengakomodasi volatilitas harga. Hal ini bisa terjadi, tetapi semuanya kembali ke besar modal yang siap dirisikokan.

3. Batas Toleransi Resiko
Langkah terakhir setelah mencoba trading dengan menerapkan 2 poin di atas adalah menghitung transaksi yang bisa dibuka berdasarkan batasan kita sendiri. Dengan mengetahui berapa jumlah transaksi yang dibuka, kita dapat terhindar dari risiko mengalami Margin Call. Setiap broker memiliki level Margin Call yang berbeda-beda. Jadi, pastikan untuk mengecek level MC yang disediakan oleh broker Anda.

Dalam dunia trading forex, sering dikenal istilah trader Agresif dan Konvensional. Trader Agresif adalah mereka yang menetapkan batas toleransi risiko cukup tinggi, sekitar 5% atau bahkan lebih. Pada umumnya, mereka berpegang teguh pada prinsip "High risk, High return". Sebaliknya, trader konvensional lebih suka mematok batas toleransi risiko yang lebih rendah. Dalam hal ini, Anda dapat memilih mana yang lebih cocok dengan gaya trading masing-masing. Namun, perlu diingat bahwa trading dengan gaya Agresif cenderung membutuhkan modal lebih tinggi karena risiko kerugiannya.

Sebagai gambaran, perhatikan ilustrasi berikut:

Modal: 7,500 USD

Batas toleransi risiko: 1%

Jumlah maksimal yang bisa dirisikokan: 7,500 USD x 1% = 75 USD

Sekarang, Anda sudah mengetahui jumlah maksimal risiko per trade yang dapat ditanggung adalah sebesar 75 USD. Setelah itu, perhatikan ilustrasi berikut:

Pair EUR/USD sedang memiliki kecenderungan Downtrend. Setelah menganalisa pergerakan harga, Anda memutuskan untuk open SELL karena terdapat sinyal jika harga akan meneruskan tren Bearish-nya. Anda masuk pada level 1.12974, dan menempatkan Stop Loss berdasarkan sinyal candle pada level 1.14400. Jadi, terdapat 142.6 pips jarak antara posisi entry dengan Stop Loss.

Jika Anda menggunakan standard lot yang nilai per pips-nya adalah sebesar 10 USD per pips, jelas jarak Stop Loss tersebut tidak sesuai dengan aturan 1% di atas, yang hanya membatasi risiko maksimal sampai di 75 USD. Karena itu, Anda sebaiknya menggunakan micro lot yang dapat memungkinkan open posisi dengan volume sebesar 0.05 lot saja. Karena nilai per pips dari lot tersebut adalah 0.5, maka dengan jarak 142.6 pips, nilai kerugian maksimal Anda hanya sebatas

142.6 x 0.5 = 71.3 USD

Sudah sesuai 'kan dengan aturan kerugian maksimal 75 USD per trade?

Sumber : seputarforex.com

Sponsored Links
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +7. The time now is 08:48 AM.

 

About Us

"Ceriwis Forum is a place to find information in various categories. Be inspired, Be social, Join the Community!"

 

Pasang Iklan

Mau Pasang Iklan? Klik tombol di bawah ini.

Download on App store    Download on Google play
Copyright © 2018