Ceriwis

Forex Diskusi apapun tentang Forex disini.


Mau Pasang Banner/Iklan? Klik disini Welcome Bonus $100 dari ForexChief - Page 72 - Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli
  #711  
Old 27th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame Daily

Ada beberapa mitos trading dengan time frame daily yang tidak terbukti yaitu: time frame daily terlalu mahal, sulit memperoleh profit dengan cepat, dan seterusnya.

Trader pemula lebih tertarik pada time frame rendah semisal 15 menit atau 1 jam dibandingkan dengan time frame yang lebih tinggi seperti daily. Hal ini wajar dan masuk akal karena tujuan utama trading adalah memperoleh profit sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat mungkin. Dengan melihat dan membandingkan pergerakan harga pada beberapa time frame, trader pemula tentu akan lebih tertarik pada keadaan yang diperkirakan akan cepat membawa hasil, yaitu time frame rendah atau dibawah daily.

Namun ketika hasil tradingnya tidak seperti yang diharapkan, mereka akan mencoba trading dengan time frame yang lebih tinggi, tetapi tetap saja akan terpengaruh oleh beberapa mitos bila trading dengan time frame tinggi, terutama daily. Beberapa mitos itu antara lain:

Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame Daily

1. Trading dengan time frame daily terlalu mahal.
Banyak trader yang ketika hendak beralih ke time frame daily merasa mempunyai keterbatasan dalam hal ukuran account tradingnya yang dianggap kecil, sehingga bila menggunakan time frame daily maka kemungkinan bisa menguras dana dalam account-nya. Ide ini berasal dari kenyataan bahwa range trading pada time frame daily lebih tinggi dari time frame dibawahnya misalnya time frame 1 jam atau 15 menit, sehingga ukuran pip stop loss pada time frame daily akan lebih besar dari time frame yang lebih rendah.

Memang benar ukuran pip stop loss Anda akan lebih besar jika Anda trading berdasarkan sinyal pada time frame daily, tetapi kerugian Anda tidak harus lebih besar dibandingkan jika Anda trading dengan time frame 1 jam atau 15 menit. Anda tetap bisa mengatur besarnya resiko seperti yang Anda inginkan terlepas dari trading dengan time frame daily atau 15 menit. Dalam hal ini Anda bisa menentukan ukuran lot trading atau volume trading berdasarkan ukuran pip dari stop loss Anda dengan perhitungan position sizing, sehingga Anda bisa menentukan besarnya resiko misalnya USD 50.00 untuk stop loss sebesar 20 pip, atau 100 pip. Dengan demikian ukuran account atau jenis account trading (regular, mini atau micro account) sama sekali tidak berpengaruh pada time frame trading yang Anda gunakan.

2. Sulit memperoleh profit yang cepat dari time frame tinggi.
Kebanyakan trader pemula lebih fokus pada time frame rendah dengan asumsi akan lebih mudah memperoleh profit. Hal ini disebabkan karena pada time frame rendah harga akan lebih cepat berubah sehingga menghasilkan sinyal trading yang lebih sering dibandingkan dengan time frame tinggi. Time frame rendah memang memberikan banyak sinyal tetapi dengan kualitas yang lebih rendah dibandingkan sinyal trading pada time frame yang lebih tinggi. Dengan time frame 5, 15 atau 30 menit Anda sebenarnya trading berdasarkan ‘noise’ karena banyaknya pergerakan harga yang tidak signifikan, atau kurang bisa dipercaya (reliable).


Bandingkan sinyal-sinyal yang dihasilkan dari chart 15 menit dan chart daily diatas. Beberapa pin bar pada chart 15 menit hanya menghasilkan pergerakan beberapa pip saja dengan trend yang tidak jelas, bahkan ada yang gagal direspons. Sebaliknya pada time frame daily pergerakan trend tampak jelas dengan sinyal dari pin bar yang mengisyaratkan penerusan arah trend (trend continuation). Sinyal trading pada time frame daily lebih valid karena pada setiap bar memuat lebih banyak data dibandingkan dengan time frame 15 menit. Dalam hal frekuensi sinyal yang dihasilkan time frame daily memang jauh lebih sedikit, dalam sehari hanya menghasilkan 1 bar sementara time frame 15 menit menghasilkan 96 bar, tetapi kualitas bar yang dihasilkan time frame daily jauh lebih tinggi.

3. Semakin lama menahan posisi akan semakin besar resikonya.
Banyak trader yang percaya bahwa dengan sering masuk dan keluar pasar akan lebih sedikit resikonya dan lebih banyak profitnya dibandingkan dengan hanya menahan sebuah posisi trading saja. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa dengan seringnya entry dan exit trader akan terhindar dari kemungkinan terkenanya stop loss akibat volatilitas harga yang tinggi. Pada saat volatilitas mulai naik trader cepat keluar dan kembali masuk pasar ketika pasar agak tenang.

Namun dalam kenyataannya yang terjadi adalah sebaliknya. Trader akan lebih rawan resiko akibat volatilitas jika sering entry dan exit pada time frame rendah. Dalam hal ini trader akan berhadapan dengan intra-day volatility (volatilitas intra-day) yang disebabkan oleh noise dan sulit untuk diinterpretasikan. Chart daily akan menyaring intra-day volatility itu dan memberikan data yang lebih reliable.

4. Menahan posisi overnight adalah berbahaya.
Menahan posisi overnight artinya menahan posisi hingga hari trading berikutnya. Mereka yang biasa trading indeks saham tentu akan riskan jika menahan posisi hingga hari trading berikutnya karena kemungkinan adanya lompatan harga (gap) pada pembukaan sesi trading. Jika gap yang terjadi melawan arah posisi trading maka stop loss akan bisa terkena. Jika Anda trading forex dengan time frame daily besar kemungkinannya Anda akan menahan posisi trading Anda hingga hari berikutnya, atau bahkan beberapa hari setelahnya.

Tidak seperti pasar saham, pasar forex berlangsung 24 jam penuh selama 5 hari dalam seminggu, dan hanya tutup pada akhir pekan. Pada pembukaan awal pekan juga sangat jarang terjadi gap, kalaupun terjadi gap tidak begitu lebar. Jika Anda terlalu dini menutup posisi sebelum sinyal trading Anda mendapat respons dari pasar, besar kemungkinan Anda tidak mencapai target profit atau bahkan kerugian.

Pada contoh diatas pasar berkonsolidasi selama 4 hari sebelum melanjutkan pergerakan bearish. Terlalu dini menutup posisi karena khawatir overnight gap akan menyebabkan target profit tidak tercapai.

5. Pergerakan harga pada time frame daily sulit untuk diprediksi.
Mitos ini berasal dari argumentasi bahwa trading dengan analisa teknikal hanya efektif untuk time frame rendah (dibawah daily) sementara time frame daily hanya cocok untuk trading yang berdasarkan analisa fundamental karena pengetahuan tentang fundamental ekonomi lebih cocok untuk jangka panjang meskipun sulit diprediksi.

Pada kenyataannya tidaklah demikian. Analisa teknikal bisa berjalan dengan baik pada time frame daily, baik dengan pengamatan price action atau dengan penerapan indikator teknikal. Hal ini disebabkan oleh data yang dihasilkan pada time frame daily lebih reliable dibandingkan dengan time frame yang lebih rendah. Pada time frame rendah banyak terdapat noise yang akan memberikan sinyal trading yang salah.

Contoh diatas menunjukkan rejection pin bar A adalah sinyal untuk pergerakan bearish sementara pin bar B adalah sinyal untuk pergerakan bullish. Kedua formasi price action tersebut sering dijumpai pada time frame daily dengan probabilitas yang cukup tinggi.

Meskipun mitos time frame daily tidak terbukti, bukan berarti semua trader akan cocok dan nyaman trading dengan time frame daily, tergantung dari karakteristik pribadi masing-masing trader. Banyak juga trader yang bisa menghasilkan profit secara konsisten dengan trading pada time frame rendah. Namun time frame berapapun yang Anda gunakan dan strategi apapun yang Anda terapkan hendaknya selalu dibarengi dengan pengaturan resiko sesuai dengan yang Anda sepakati.

SUMBER :www.seputarforex.com


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
Sponsored Links.
0
Sponsored Links.
9Club Situs Judi Online Terpercaya
  #712  
Old 28th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Hedging Sebagai Pengganti Stop Loss

Hedging di sini maksudnya kita membuka posisi Buy dan Sell secara bersamaan atau tanpa meng-close salah satu posisi.

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai pentingnya Stop Loss dan pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan berapa point sebaiknya Stop Loss ditentukan. Namun demikian, banyak juga trader yang masih juga kurang nyaman dengan Stop Loss yang bersifat “kaku”. Kebanyakan masih menganggap Stop Loss konvensional seperti ini masih terlalu kaku untuk mengantisipasi gejolak yang terjadi di market. Nah, bagi temen-temen trader yang masih menganggap Stop Loss konvensional ini terlalu kaku, saya sarankan untuk mencoba alternatif lain untuk membatasi kerugian, yaitu menggunakan Hedging.

hedging
Hedging di sini maksudnya kita membuka posisi Buy dan Sell secara bersamaan atau tanpa meng-close salah satu posisi. Menggunakan Hedging sebagai Stop Loss bisa dilakukan dengan dua cara.


1. Instant Execution

Maksudnya, kita membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sedang terfloating minus di mata uang yang sama dan tanpa meng-close dahulu posisi yang minus tadi. Cara ini digunakan untuk mengunci posisi yang sedang floating minus.

Contoh: Kita open order Buy EUR/USD di posisi 1.3000 dan kemudian ternyata kita menderita loss hingga 50 point (turun ke 1.2950) kemudian di posisi 1.2950 tersebut kita kunci (Hedging) dengan cara open order Sell baru di 1.2950 pada EUR/USD lagi. Sehingga dengan cara ini maka loss kita akan tetap floating -50 point terus, sampai nanti salah satu atau kedua posisi Hedging tersebut kita close. Jadi meskipun harganya turun terus ke arah 1.2500 pun posisi loss kita tetap -50 point.


2. Pending Order
Maksudnya, kita memasang pending order pada harga tertentu sebagai pelindung dari sebuah posisi yang kita ambil, sehingga kalaupun harga bergerak diluar prediksi kita pada saat kita tidak sedang memantau chart, pending order akan otomatis aktif untuk melindungi kerugian atas posisi yang telah kita ambil tadi.

Contoh: Kita open order Buy EUR/USD di posisi 1.3000 kemudian kita memasang pending order (Sell Stop) di posisi 1.2950 pada EUR/USD juga. Dengan cara ini apabila harga ternyata bergerak turun, maka pending order akan otomatis aktif dan membatasi kerugian atas posisi pertama tadi.

Masalahnya, bagaimana cara kita menentukan di posisi berapa kita memasang pending order? Kalau saran saya sih, karena Hedging ini kita maksudkan sebagai pengganti Stop Loss, maka pertimbangan untuk menentukan di posisi berapa kita memasang pending order ya kurang lebihnya sama dengan pertimbangan kita dalam menentukan Stop Loss konvensional. Silahkan simak di artikel terdahulu tentang Stop Loss.

Kelemahan Hedging Sebagai Pengganti Stop Loss
Cara hedging sebagai pengganti Stop Loss ini memang mempunyai kelemahan dari sisi psikologis, terutama untuk trader yang belum begitu berpengalaman. Biasanya kita akan ragu-ragu untuk menutup salah satu posisi yang positif, karena khawatir begitu posisi hedging kita close, ternyata trend terus berlanjut sehingga posisi yang masih terbuka semakin bertambah minusnya tanpa ada pelindung lagi. Sedangkan apabila kita meng-hold posisi yang positif, khawatir kalau-kalau trend tiba-tiba berbalik sehingga malahan kita jadi punya koleksi floating negatif deh.

Ada saran dari salah seorang temen trader yang biasa menggunakan cara hedging sebagai pengganti Stop Loss mengenai kapan kita menutup posisi hedging tersebut: sebaiknya posisi hedging tidak usah dipasang TP. Konsekuensinya, kita harus telaten scalping untuk posisi tersebut. Maksudnya, kita pantau terus pergerakan harga, begitu kita rasa trend mulai berbalik arah, segera close posisi yang positif.

Kalaupun ternyata trend masih berlanjut, buka posisi lagi, demikian seterusnya. Memang kita akan rugi spread, tapi masih mendinglah kita bisa mengambil manfaat dari pergerakan harga, daripada cuma harap-harap cemas melihat loss dari posisi yang “terlanjur” kita ambil. Cara hedging sebagai pengganti Stop Loss ini memang tidak disarankan untuk trader pemula, namun demikian bisa menjadi alternatif bagi trader yang tidak menginginkan Stop Loss yang sifatnya kaku.

Alternatif manapun yang akan kita pilih, sebaiknya disesuaikan dengan “situasi dan kondisi” kita. Artinya, kita harus merasa nyaman dengan apapun keputusan yang kita ambil pada saat trading. Saran utama saya sih, enjoy your trade. Nikmati setiap proses dalam ber-trading. Jangan sampai trading hanya menghasilkan “penyakit”. Sudah menghabiskan waktu, tenaga, biaya, masih plus jantungan pula.

SUMBER :www.seputarforex.com


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #713  
Old 28th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Belajar Untuk Profit Tanpa Fokus Pada Profit

Jika ingin profit yang konsisten, trader dilarang berfokus pada profit. Mengapa demikian?

Salah satu tantangan terbesar bagi para trader forex adalah bagaimana agar bisa profit secara konsisten. Bagaimanapun juga, apalah artinya bertrading valas, jika bukan untuk menghasilkan uang? Sayangnya, bagi kebanyakan trader, target ini begitu sukar dicapai hingga banyak diantaranya mempertanyakan apakah benar-benar mungkin untuk menghasilkan profit secara reguler. Tentu saja bisa, dan trader manapun bisa profit secara konsisten dengan bertrading valas jika mereka mengikuti teknik-teknik mudah berikut ini:

Jika Anda ingin profit secara konsisten, maka jangan fokus pada profit. Meski ini kedengarannya paradoks dan kontradiktif, faktanya ada prinsip dasar yang kuat dibalik ide ini. Trader yang hanya berfokus pada profit justru tidak pernah profit karena mereka bertindak dengan memperturutkan gerak hati mereka saja. Mereka cenderung mengambil sudut pandang jangka pendek dan, karenanya, mereka mulai putus asa ketika sekali waktu mereka gagal mendapat profit.

Ketimbang berpikir tentang profit, berfokuslah pada memperbaiki teknik trading Anda. Semakin baik Anda sebagai trader, semakin banyak profit yang bisa Anda dapatkan dalam jangka panjang.


Jangan bertrading hanya karena merasa harus bertrading. Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan oleh para trader pemula adalah over-trade, artinya mereka merasa mereka perlu bertrading setiap hari, seakan-akan trading adalah pekerjaan harian. Namun, para trader yang lebih berpengalaman dan bijak tahu bahwa berapa banyak Anda bertrading itu tidak penting, justru yang lebih penting untuk dipertimbangkan adalah seberapa efektif Anda dalam bertrading. Satu trading yang Anda menangkan bisa mengungguli sepuluh trading dimana Anda loss atau break even.

Karenanya, buatlah sebuah rencana trading yang bagus dimana Anda merumuskan panduan tentang kapan akan bertrading serta aturan-aturan untuk masuk (enter) atau keluar (exit) suatu posisi trading. Selain itu, Anda juga perlu membangun disiplin diri untuk mentaati sistem trading Anda serta tidak bertindak emosional ketika situasi tidak berjalan seperti yang Anda harapkan.

Belajarlah untuk memandang jangka panjang. Sangat penting bagi trader untuk memahami bahwa mereka tidak akan bisa profit terus menerus. Akan ada masanya mereka mengalami serangkaian trading loss. Yang penting bukanlah bisa profit di setiap trading, melainkan bagaimana agar profit dalam jangka panjang.

Daripada panik ketika mengalami loss, lebih baik berfokus pada belajar dari kesalahan Anda dan memahami bahwa loss itu tidak terhindarkan. Yang terpenting adalah bisa mengidentifikasi trading-trading unggulan yang bisa menghasilkan profit cukup banyak untuk menutup loss Anda.

Penting juga untuk terorganisir. Trader-trader terburuk adalah mereka yang memperlakukan trading forex layaknya judi. Ketika bertrading, mereka menggunakan insting untuk menentukan kapan akan membuka atau menutup sebuah posisi trading. Daripada bersikap begitu, ciptakanlah sebuah rencana trading (trading plan) yang menyatakan dengan jelas "aturan-aturan" yang akan menentukan kapan Anda akan bertrading serta kapan saatnya masuk dan saatnya menutup sebuah posisi trading.

SUMBER : www.seputarforex.com



Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #714  
Old 28th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Profil Perusahaan

ForexChief Ltd. (Company Number ? 14777) dilisensikan oleh Vanuatu Financial Services Commission sebagai Dealer in Securities (Principal’s License) sesuai dengan Bab 4, sub bab (1) (a) The Dealers in Securities (Licensing) Act [CAP. 70]. Konsep dasar dari proyek ini adalah terciptanya platform unik untuk trading online dengan kontrak mata uang dan logam mulia pada kondisi Margin Trading. Proyek yang berlandaskan infrastruktur teknologi dibangun berdasarkan model STP/NDD memungkinkan tidak hanya menghindari konflik kepentingan antara perusahaan dan klien, tetapi juga secara umum meningkatkan kualitas pelayanan seperti spread rendah dan kecepatan tinggi saat mengeksekusi order perdagangan.

Sebagai platform dasar, ForexChief menawarkan MetaTrader 4 - platform perdagangan yang paling populer untuk perdagangan forex. Secara terpisah, klien institusi yang menawarkan jasa broker harus memperhatikan STP-gate yang diintegrasikan ke dalam MetaTrader 4 dan memungkinkan untuk menghubungkan likuiditas melalui akun trading reguler pada MetaTrader 4 platform dengan input tenaga kerja minimal.

Perusahaan akan membayar perhatian khusus untuk stabilitas teknis server perdagangan dan perangkat lunak yang disediakan untuk klien melakukan transaksi perdagangan. Teknologi yang dikembangkan untuk agregasi likuiditas serta sistem administrasi mereka berdasarkan atas solusi klaster, yang memungkinkan untuk mempertahankan tingkat kehandalan yang tinggi di bawah beban normal (terutama dalam kasus sejumlah besar order klien masuk ke server trading di saat rilis publikasi berita ekonomi).

ForexChief memiliki jenis akun, akun "cent" (cent-MT4.DirectFX dan cent-MT4.Classic+), yang saldonya melebihi dari seratus kali akun standar. Sebagai contoh, jika seorang trader mengisi ulang akun cent dengan USD 100, maka dengan begitu trader berhasil menyelesaikan transfer, dengan jumlah 10.000 (yaitu 100 kali lebih) akan didebet ke akun, karena USD sen adalah mata uang akun dalam hal ini. Akun "Cent" adalah alat yang sangat diperlukan, baik untuk pemula, maupun yang memiliki pengalaman, tidak memungkinkan untuk menginvestasikan modal yang signifikan, dan untuk para profesional, yang tujuannya adalah mencari setelan dan trading untuk menguji robot dalam kondisi pasar yang sebenarnya. Juga, jenis akun ini memberikan kesempatan untuk memiliki pengujian komprehensif tingkat transaksi di perusahaan, tidak perlu memresikokan deposit besar dalam hal ini.

Penting untuk dicatat bahwa hanya order klien dengan ukuran dari 1000 unit mata uang dasar, yang sesuai dengan 0.01 dari lot di akun MT4.DirectFX dan MT4.Classic+ , akan dikirimkan ke counterparty. Dengan demikian, untuk semua order yang ukurannya di bawah 1000 unit mata uang dasar, Perusahaan bertindak sebagai dealer ("pihak kedua" transaksi).

Hormat Kami : ForexChief


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #715  
Old 29th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Akun Islamic

Layanan Free Swap dirancang khusus untuk para trader yang keyakinan agama nya tidak memperbolehkan penggunaan tingkat bunga mata uang dalam dunia trading.

Akun dengan layanan Free Swap juga disebut «akun Islamic», ciri utamanya adalah tidak adanya pertukaran akrual dan write-off dari swap, yang dihitung berdasarkan suku bunga kredit bank sentral nasional.


Syarat dan Ketentuan Free Swap
:
  1. Free Swap hanya tersedia untuk akun standar: MT4.DirectFX, MT4.Classic+, MT5.DirectFX, MT5.Classic+;
  2. Free Swap hanya tersedia untuk klien Muslim dari negara yang terdaftar, dimana di negara tersebut Islam adalah agama yang dominan;
  3. Free Swap berlaku untuk daftar instrumen trading berikut : AUDCAD, AUDCHF, AUDJPY, AUDNZD, AUDUSD, CADCHF, CADJPY, CHFJPY, EURAUD, EURCAD, EURCHF, EURGBP, EURJPY, EURUSD, GBPAUD, GBPCAD, GBPCHF, GBPJPY, GBPUSD, NZDCAD, NZDCHF, NZDJPY, NZDUSD, USDCAD, USDCHF, USDJPY, USDSGD, XAUUSD (Gold), XAGUSD (Silver). Untuk instrumen lainnya swap tetap dihitung dan seperti mode standar;
  4. Dilarang keras menggunakan strategi trading apa pun yang bertujuan (langsung atau tidak langsung) untuk mendapat untung dari selisih suku bunga (carry trade);
  5. Untuk transaksi yang dibuka lebih dari 2 hari, perusahaan mengenakan komisi tetap untuk setiap hari selama transaksi dibuka. Komisi ditetapkan dan ditentukan sebagai nilai 1 poin dari kesepakatan dalam dolar AS, dikalikan dengan poin swap dari pasangan mata uang yang sudah disepakati;
  6. Perusahaan berhak untuk menolak menyediakan layanan Free Swap kapan saja dan membebankan swap untuk setiap hari selama order dibuka jika terjadi pelanggaran.
Cara Mendaftar akun Free Swap:
  • Daftar dan buat akun standar;
  • Verifikasi data pribadi;
  • Kirim permintaan untuk Free Swap di Personal Area anda;
  • Terima konfirmasi pengaktifan layanan Free Swap dan mulai trading.
Hormat Kami
Forexchief


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #716  
Old 29th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Jangan Remehkan Dampak Slippage, Lengah Langsung MC!

Tak banyak trader memahami perkara slippage, padahal itu bisa mengakibatkan margin call seketika. Simak bermacam jenis order untuk mengatasi slippage berikut.

Ini nih, kalau cerita soal slippage belum tentu semua trader udah familiar. Malah jangan-jangan sudah ada yang trading sampai bertahun-tahun tapi masih belum "ngeh" kapan dan bagaimana dampak slippage mampu mempengaruhi performa mereka

Pengertian dari slippage adalah saat order kita terpenuhi (filled/executed) pada harga berbeda dengan harga permintaan. Nah, selanjutnya bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasi dampak slippage akan dikupas lebih dalam artikel ini.

Slippage Bisa Menjadi Kawan Atau Lawan Anda
Meskipun harga meleset, bukan berarti kita akan selalu dirugikan setiap kali slippage terjadi. Broker yang bekerja sama dengan penyedia likuiditas (ECN/STP) pada umumnya akan memberikan harga terbaik berikutnya selama likuiditas masih tersedia.

Contoh kemungkinan dampak slippage adalah sebagai berikut;

Slippage positif, misalnya Anda memasang order buy untuk pair EUR/USD pada harga 1.1300. Pada waktu order ditransmisikan harga penawaran terbaik tiba-tiba berubah ke 1.1290 (10 pip di bawah harga permintaan kita), otomatis harga akan tereksekusi pada harga lebih baik di 1.1290.
Slippage negatif, order sama seperti di atas dengan perbedaan harga penawaran terbaik mendadak berubah ke 1.1310 (10 pip di atas permintaan). Harga akan tereksekusi pada harga lebih buruk di 1.1310.


Apa Penyebab Terjadinya Slippage?
Slippage bisa saja terjadi, terutama pada saat kondisi pasar sedang tidak seimbang. Maksudnya, jumlah volume trading dan permintaan harga antara buyer dan seller terpaut jauh.

Kasusnya seperti ini. Misalnya kita akan memasang posisi (menggunakan stop order) pada pasangan EUR/USD saat rilis data NFP (non-farm payroll). Diketahui berikutnya, NFP AS lebih baik daripada ekspektasi.

Pasar mereaksi laporan tersebut dengan sangat cepat, hingga jumlah posisi short (sell) berlipat-lipat ganda dibanding posisi long (buy). Hal tersebut akan membuat EUR/USD langsung terjerembab hingga ratusan pip nyaris secara instan. Jika posisi sell-stop Anda berada agak jauh dari harga opening setelah rilis berita tadi, eksekusi posisi short sudah mengalami slippage sebesar perubahan mendadak itu pula.


Kalaupun kita tidak menggunakan stop order (hanya melakukan order market instan), kemungkinan besar spread sudah melebar sedemikian jauhnya. Tentu dengan kondisi tadi trader akan berpikir dua kali sebelum membuka posisi.

Bagaimana Cara Mengatasi Dampak Slippage?
Bagi sebagian besar trader, terutama trader pemula, biasanya tidak menyadari bahwa slippage telah terjadi karena pada kondisi pasar normal harga jarang meleset (jikapun ada maka hanya beberapa pip saja). Namun, jika Anda sebagai news trader mencoba hal serupa tanpa mengetahui dampak slippage, bersiaplah terkena margin call seketika.

Sebenarnya, slippage tidak bisa kita kontrol sepenuhnya karena hal tersebut berada 100% di tangan pasar (atau "digawangi" oleh broker, jika broker Anda adalah Market Maker). Hanya saja, kita masih bisa mengurangi risiko dengan cara menggunakan metode berikut:

A) Limit Order


Umumnya kita menggunakan limit order untuk membuka posisi baru atau menutup posisi profitable yang telah berjalan. Limit order hanya akan tereksekusi pada harga permintaan kita atau lebih baik.

Misalnya kita menggunakan buy limit order pada harga permintaan 1.1301 maka harga hanya akan tereksekusi pada harga 1.1301 atau di bawahnya. Jika harga tersedia tidak sama dengan harga permintaan atau lebih baik maka buy limit tidak akan tereksekusi. (Baca artikel berikut untuk memahami jenis - jenis order lebih lanjut)

B) Market Order Deviation Range

Beberapa broker menyediakan fitur agar harga permintaan kita tereksekusi dengan toleransi slippage sebesar input yang kita inginkan.
market deviation range

Jika Anda mengisikan maksimum deviasi sebesar 3 pip, maka harga akan masih tereksekusi selama slippage hanya sebesar atau kurang dari 3 pip. Di luar batas deviasi tadi, harga permintaan tidak akan tereksekusi.

Setelah membaca artikel ini, diharapkan pembaca sebagai trader tidak lagi kebingungan (atau bahkan panik) ketika harga tiba-tiba tereksekusi jauh dari harga permintaan. Oh iya, jika Anda punya saran lebih baik untuk mengatasi dampak slippage silahkan juga berikan dalam bentuk komentar di artikel ini.

Selamat bertrading!


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #717  
Old 30th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Perbedaan Akun Micro, Mini, Dan Standard

Akun Mikro adalah rekening trading forex dengan ukuran transaksi sepersepuluh Akun Mini, atau seperseratus Akun Standar. Berikut ini uraian mengenai pengertian dan perbedaan akun tersebut.

Sering kita jumpai beberapa broker yang menawarkan akun real. Dari sekian broker tersebut ada yang memberikan akun dengan berbagai tingkatan. Ada level micro (Akun Mikro), level mini (Akun Mini), dan level standard (Akun Standar). Jenis-jenis akun tersebut memungkinkan seorang trader memilih sesuai kriteria dan kemampuan tradingnya. Di sini kita akan mengkaji bagaimana trader bisa memilih jenis akun berdasarkan kecocokannya, dan apa saja keuntungan dari masing-masing level akun.

Memilih jenis akun trading forex yang tepat biasanya tergantung pada kemampuan Anda dalam mentolerir resiko dan berapa besar modal yang akan dimasukkan sebagai investasi awal. Oke, kita langsung saja pelajari ketiga akun tersebut:


Akun Standard
Akun Standard adalah akun trading forex paling umum, dimana Anda dapat bertransaksi dengan ukuran USD100,000 per lot. Dalam akun Standard, Anda biasanya juga dapat memperdagangkan banyak sekali jenis pasangan mata uang, berikut Silver dan Gold Spot, serta indeks saham dunia. Karena bersifat umum, maka tak heran jika akun semacam ini bisa ditemui di semua broker forex.

Istilah "lot" di sini merupakan ukuran volume trading minimal per transaksi. Apabila Anda termasuk pemula di dunia forex, maka perlu dipahami terlebih dahulu bahwa dalam trading forex, Anda tak bisa mentransaksikan secara eceran hanya USD1 saja, melainkan harus mengikuti ukuran lot sebagai besar minimal per transaksi. Nah, dalam hal Akun Standard, ukuran minimalnya adalah USD100,000.

Ini tidak berarti bahwa Anda harus menyetorkan modal USD100,000 saat pertama kali membuka akun. Menurut aturan margin dan leverage (biasanya 100:1 di forex), hanya dibutuhkan USD1,000 dalam rekening sebagai margin (jaminan) untuk satu lot standar yang akan diperdagangkan. Namun, agar memiliki ruang cukup untuk mengakomodasi fluktuasi harga, maka disarankan agar Anda membuka akun Standard dengan modal sedikitnya USD10,000.

Akun Mini
Sebuah akun Mini memungkinkan para trader untuk melakukan transaksi menggunakan mini lot. Di kebanyakan broker, mini lot sama dengan USD10,000 (0.1 lot), atau sepersepuluh dari rekening Standard. Sebagian besar broker yang menawarkan akun Standard juga akan menawarkan akun Mini sebagai cara untuk mendapatkan nasabah baru yang ragu-ragu untuk melakukan trading dengan lot standard karena besarnya modal yang dibutuhkan. Untuk itu, akun ini cocok bagi trader yang relatif baru, atau mereka yang belum siap menanggung besarnya resiko rugi di akun Standard.

Jika diperhitungkan dengan bantuan leverage 100:1, maka trading di akun Mini membutuhkan margin USD100 untuk setiap lot yang akan diperdagangkan. Meski begitu, Anda juga perlu bersiap-siap menghadapi fluktuasi harga yang tak terduga, sehingga modal minimal yang sesungguhnya jadi lebih besar, setidaknya USD2000-5000.

Dahulu, broker forex Indonesia hanya diperbolehkan menyediakan Akun Standard. Namun, mulai tahun 2012 sudah diijinkan kembali. Kini, sudah banyak yang memberikan Akun Mini sebagai opsi, seperti broker MONEX, broker GKInvest, CFForex, dan lain-lain.

Akun Micro
Pengertian akun Mikro adalah rekening trading forex dengan ukuran transaksi sepersepuluh akun Mini atau seperseratus akun Standar; tepatnya ukuran micro lot sama dengan USD1,000 (0.01 lot). Jenis akun Mikro biasanya digunakan oleh trader pemula untuk berlatih trading secara live, sebagai transisi dari akun demo.

Meski tak seumum akun Standard atau Mini, saat ini sudah banyak broker forex menawarkan akun Mikro sebagai solusi bagi para pemula yang ingin mengetahui seluk beluk trading real dengan resiko rendah. Umpamakan Anda memilih leverage 100:1, maka Anda hanya perlu minimal USD10 sebagai margin untuk tiap satu micro lot yang ditradingkan. Setoran modal awal minimal yang disarankan sekitar USD500-1000.

Berikut adalah contoh konversi lot dan unit untuk membandingkan akun Mikro, Mini, dan Standard:

Quote:
1 lot = 100,000 unit (1 pip= USD10)
1 mini lot = 10,000 unit (1 pip= USD1)
1 micro lot = 1,000 unit (1 pip= USD0.1)
Bukan hanya berdampak pada besar modal yang dibutuhkan untuk trading, aturan lot di setiap jenis akun juga akan berdampak secara proporsional pada penghitungan profit yang diperoleh. Contoh bila Anda membuka posisi buy GBP/USD di 1.7400, yang kemudian naik ke 1.7425, atau profit sebanyak 25 pip, maka:

Quote:
1 lot = USD10x25 Pip= USD 250
1 mini lot = USD1x25 Pip= USD 25
I micro lot = USD0.1x25 Pip= USD 2.5
Sekarang Anda sudah tahu bagaimana kapasitas dana dan transaksi pada masing-masing level akun trading forex. Bila memang sudah mahir dan punya modal besar, akun Standard adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Namun bila hanya mempunyai modal pas-pasan, memilih akun Mikro dan Mini adalah jawabannya.

Pesan kami, Anda harus mempelajari dahulu tipe-tipe akun dan cara bertrading terlebih dahulu dengan mantap, sebelum terjun ke live trading dalam akun Mikro atau jenis lainnya. Jangan menggunakan seluruh uang Anda jika belum siap menerima jumlah kerugiannya. Bertradinglah secara bijak, profesional, dan jangan serakah.

SUMBER :www.seputarforex.com


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #718  
Old 30th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Kenapa Forex Dianggap Hal Yang Susah

Forex dianggap berat karena para pelakunya dituntut untuk bisa "meramal" dengan berbagai macama analisa kemana harga akan bergerak. Baik menggunakan analisa teknikal maupun analisa fundamental

Sudut pandang seseorang terhadap sebuah kegiatan usaha itu pasti akan berbeda-beda termasuk juga sudut pandang terhadap bisnis forex. Ini dikarenakan pengetahuan seseorang berbeda-beda karena kurangnya pemahaman dalam disiplin jenis usahanya.

Termasuk forex, ada yang mengatakan forex itu judi, haram, halal, susah, dan banyak lagi pendapat-pendapat mereka di luar sana. Tetapi satu hal yang pasti, bahwa bisnis forex itu semakin hari semakin terus berkembang. Banyak masyarakat yang mulai melirik usaha ini, walau saya sendiri tidak tahu apa alasan dibalik ketertarikan mereka semua.

Mungkin ada yang beralasan ingin menjadi seorang trader untuk membuktikan bahwa ia mampu melakukan perdagangan forex. Ada yang ingin membalas dendam hingga terus bertahan dalam usaha forex. Ada yang menjadikan forex sebagai usaha sampingan, ada juga yang menjadikan forex sebagai usaha utamanya. Yang pasti banyak sekali alasan di luar sana kenapa harus bertahan dalam bisnis yang dianggap berat ini.

Sejenak saya merenung kenapa forex itu dianggap berat. Toh kenyataannya kita tinggal memilki koneksi internet yang dijaman sekarang begitu mudah untuk didapatkan. Setelah itu tinggal klik mouse untuk melakukan transaksi jual dan beli.

Ternyata (sepemahaman saya pribadi) forex dianggap berat karena para pelakunya dituntut untuk bisa "meramal" dengan berbagai macama analisa kemana harga akan bergerak. Baik menggunakan analisa teknikal maupun analisa fundamental. Jadi semua ini lebih berkaitan erat dengan psikologi dibanding dengan teknisnya. Hal inilah yang mungkin banyak membuat para pelaku usaha forex merasakan tekanan yang cukup tinggi. Bagaimana tidak, kita bukanlah peramal tetapi "dipaksa" untuk bisa meramal sesuatu ke depan.

Menurut saya hal ini bisa dibilang memaksakan kehendak, yaitu memikirkan yang bukan kapasitas kita untuk dipikirkan. Coba tanyakan saja pada diri sendiri, kenapa masih mau menggeluti sebuah usaha yang memiliki tekanan yang cukup kuat seperti ini? Apa alasannya? Apa rasa penasarankah? Atau apa?

Banyak hal yang harus ditanyakan dan direnungi oleh diri sendiri sebelum kita melanjutkan pada bisnis forex ini. Tetapi di luar itu semua sesungguhnya kita sebagai manusia yang diberikan akal untuk berpikir sangat bisa untuk mengatasi masalah yang disebutkan di atas. Dengan cara membuat sebuah sistem yang jelas dan terukur dalam melakukan transaksi sesuai dengan karakter pribadi masing-masing.

Kita bukanlah peramal, dan pergerakan pasar hanya bisa dianalisa dengan sebuah ketidakpastian. Dan untuk menghadapi semua itu, tidaklah mungkin kita mampu menguasainya bila tidak memiliki konsep yang jelas. Untuk membangun sebuah usaha pasti akan dibutuhkan sebuah sistem dan strategi. Maka kenalilah usahamu dan buatlah sistem dan strategi untuk mengatasi masalah usahamu itu.

Jadi, forex bukan sekedar jual dan beli, forex bukan sekedar chart. Forex bukan sekedar analisa teknikal dan fundamental, forex juga bukan untung-untungan. Forex adalah sebuah kegiatan usaha yang memiliki karakter tertentu dan kita harus bisa menyesuaikan dengan karakter tersebut. Buatlah sistem dalam setiap langkah usahamu karena sistem ini akan meringankan apa yang akan dikerjakan ke depan nanti.


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #719  
Old 30th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Cara Menghasilkan Profit Yang Konsisten

Cara menghasilkan profit konsisten bukan tergantung pada tools atau strategi, tapi pada pemahaman, disiplin menjalankan sistem trading, dan harapan yang realistis.

Ada bermacam-macam tools forex trading tersedia untuk para trader. Namun dengan banyaknya tools tersebut, mengapa masih banyak trader yang belum bisa mendapatkan keuntungan secara konsisten? Lalu jika tools tersebut tidak bisa membantu trader untuk sukses atau digunakan sebagai cara menghasilkan profit, apa yang bisa dilakukan?

Banyak orang beranggapan bahwa untuk menghasilkan profit konsisten, trader hanya perlu memadukan beberapa indikator tambahan saja seperti indikator Zigzag, Moving Average (MA), Relative Strength Index (RSI), dan semacamnya. Asalkan mau terus belajar, profit pasti kita dapatkan. Padahal, cara menghasilkan profit, apalagi yang konsisten, tidaklah sesederhana itu. Kemauan keras dan semangat pantang menyerah memang penting, tapi apalah gunanya jika senjata itu tidak diarahkan di jalan yang tepat?

Cara Menghasilkan Profit Konsisten

Sebenarnya, cara menghasilkan profit yang stabil dan konsisten sederhana saja.

Kuncinya bukan di teknik analisa ataupun sistem trading paling canggih, melainkan perilaku sabar dan tidak serakah.

Semudah itukah? Meski tampak gampang karena bersangkutan dengan kontrol diri masing-masing, menjadi trader yang sabar dan tidak serakah tidaklah semudah dugaan. Ketika Anda melihat fluktuasi harga yang naik turun dan memperhitungkan potensi keuntungan dari gejolak tersebut, pengendalian diri bukanlah hal utama yang akan Anda pikirkan; justru keinginan mencari peluang dan mengeruk profit-lah yang menjadi prioritas. Karena itu, ada cara trading tertentu yang bisa membantu kita meningkatkan kontrol diri, agar pada akhirnya dapat meraih profit konsisten.

1. Mengetahui Cara Kerja Pasar Forex
Percaya atau tidak, sikap kurang sabar dan serakah seringkali ditunjukkan oleh para trader yang kurang paham cara kerja pasar forex. Mereka juga kurang percaya diri dan selalu merasa khawatir jika kesempatan Entry atau meraih keuntungan akan lewat begitu saja apabila tidak diambil sekarang.

Hal ini tentu saja berbeda dengan para trader berpengalaman yang tahu benar jika pasar forex bukan tempat bagi orang-orang yang kurang sabaran. Kesempatan Entry akan selalu ada dan bertebaran di berbagai macam pair juga jam pasar forex. Jika tidak mendapat peluang saat ini, maka bisa mencari di sesi pasar berikutnya. Dengan pemahaman seperti ini, tentu akan lebih mudah untuk mengendalikan keinginan masuk pasar secara sembarangan.

2. Sistem Trading Yang Dijalankan Dengan Disiplin
Perangkat ini bisa dikatakan menjadi yang paling penting jika Anda ingin mencari cara menghasilkan profit konsisten. Tanpa adanya sistem trading, Anda tidak akan memiliki aturan-aturan yang bisa dipakai sebagai patokan, baik untuk membaca pergerakan harga, mengenali sinyal Entry, maupun mencari posisi Buy dan Sell yang tepat.

Sistem trading mencakup metode analisa, strategi mencari posisi Entry, hingga manajemen risiko yang Anda gunakan. Setiap jenis sistem trading memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Perlu diketahui, pilihan sistem trading paling bagus atau buruk tergantung pada trader yang menggunakan, bukan sistem tradingnya. Hal itu karena tidak ada satupun sistem trading yang memuat strategi dengan potensi profit konsisten 100%; semua sistem pasti memiliki kelemahan dan risiko rugi, mengingat arah pergerakan pasar yang tidak bisa benar-benar diperkirakan arahnya.

Nah, Anda bisa meminimalisir risiko tersebut dengan memilih sistem trading yang tepat (sesuai gaya trading Anda), teruji, dan dijalankan dengan disiplin. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Pertama-tama, Anda perlu mengenali karakter dalam bertrading, apakah agresif, konservatif, atau netral.
  2. Selanjutnya, pilih sistem trading yang sesuai dengan gaya Anda. Misalkan Anda ternyata tipe trader agresif yang menginginkan profit dalam waktu singkat dan bisa mengikuti pergerakan harga di time frame rendah, maka sistem trading dengan strategi scalping bisa menjadi pilihan.
  3. Setelah menemukan sistem yang sekiranya cocok, Anda masih belum disarankan untuk mengandalkannya untuk trading di akun Real. Sebelum itu, uji dulu bagaimana performanya di akun demo. Anda perlu mendapatkan data yang cukup untuk memastikan profitabilitas sistem tersebut, jadi pastikan agar tidak tergesa-gesa mengakhiri proses back-testing dan forward-testing yang Anda lakukan.
  4. Lihat bagaimana hasil uji coba sistem, jika profitabilitasnya baik, maka bisa Anda gunakan untuk trading. Namun apabila hasilnya buruk, lebih baik cari sistem trading lain yang sesuai dengan gaya trading Anda.
Terapkan sistem trading dengan disiplin. Tahap ini merupakan yang paling penting dan perlu ditekankan, karena percuma saja Anda mempunyai sistem yang sesuai dan sudah teruji, apabila Anda tidak bisa menjalankannya dengan konsisten. Bagaimanapun juga, profit konsisten lahir dari disiplin menjalankan sistem trading yang Anda gunakan. Apabila masih suka melanggar aturan, maka jangan heran jika profit trading juga suka "melanggar ekspektasi" Anda.
Sebagai motivasi, Anda bisa mempelajari cara menguasai disiplin trading untuk mendapatkan profit konsisten lewat 25 aturan emas di e-book ini:

3. Memiliki Harapan Realistis
Ketika mengetahui jika trading forex bisa menjadi sumber penghasilan, apakah Anda membayangkan bisa mendapat keuntungan sekian Dolar setiap minggu atau bulan? Jika ya, maka sebaiknya pahami ulang jika anggapan itu tidaklah realistis untuk seukuran pemula. Terlalu bertumpu pada target itu justru akan membuat Anda terjerumus dalam cara menghasilkan profit yang tidak disiplin. Bukannya mendapat profit konsisten, risiko trading Anda justru semakin besar.

Jika Anda sudah memahami risiko dalam pasar forex, maka Anda seharusnya tahu jika tak ada seorang pun yang bisa menduga kemana harga akan bergerak dengan akurasi 100%. Artinya, akan selalu ada faktor-faktor tak terduga yang membuat harga bergerak di luar perkiraan. Jika Anda mengharapkan keuntungan stabil, katakanlah $100 per minggu, maka sama saja artinya dengan mengekspektasikan pasar forex untuk selalu bergerak sesuai prediksi Anda.


Apa yang terjadi jika harga ternyata tidak sesuai perkiraan dan Anda baru mendapat $40 menjelang akhir pekan? Bila terpacu pada target, Anda akan melakukan segala cara untuk mengejar sisa keuntungan $60 yang belum didapatkan. Mental trading seperti ini jelas sangat tidak direkomendasikan, karena membuka posisi trading seharusnya tidak dipaksakan apabila tidak ada sinyal yang terkonfirmasi. Masuk pasar tanpa sinyal yang jelas akan semakin menurunkan peluang profit, sehingga bukannya mendapat sisa target yang diharapkan, Anda justru berakhir dengan lebih banyak kerugian.

Lantas bagaimana solusinya? Apakah sebaiknya tidak memiliki target profit agar tidak terkekang oleh keharusan memanen keuntungan sekian Dolar dalam periode waktu tertentu? Sebenarnya, menerapkan target keuntungan sah-sah saja dilakukan, karena hal itu juga penting agar aktivitas trading Anda punya arah dan tujuan. Yang menjadi kunci perubahan di sini adalah besar target profit yang ditetapkan. Selain harus realistis sesuai kemampuan dan besar modal Anda, ada baiknya jika target profit ditetapkan dalam range.

Dengan cara ini, Anda bisa tetap memiliki target keuntungan, tapi tidak terpaku pada jumlah tertentu, karena besar profitnya ditetapkan dalam suatu kisaran yang lebih fleksibel. Jadi katakanlah Anda menargetkan profit antara $50-$100, maka Anda akan lebih mudah mentoleransi perubahan kondisi pasar yang membuat profitabilitas sistem trading tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Jika psikologi trading sudah lebih ringan, maka Anda akan lebih mudah mengontrol diri agar lebih sabar dan tidak serakah. pada akhirnya, keinginan untuk menyalahi aturan dengan masuk pasar di luar rencana juga akan terkikis dengan sendirinya. Anda pun bisa mengurangi risiko kerugian lebih besar dan berhasil memastikan profit konsisten sesuai target keuntungan.

SUMBER :www.seputarforex.com


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #720  
Old 30th May
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 856
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Cara Berpikir Yang Benar Dalam Trading

Cara berpikir salah dalam trading bisa menimbulkan efek negatif yang berpotensi menghancurkan account Anda.

Apakah yang sebenarnya Anda pikirkan tentang trading? Sinyal yang valid dan tidak valid, cara analisa yang benar atau salah, atau sesuatu yang pasti dan tidak pasti?

Cara berpikir salah dalam trading bisa menimbulkan efek negatif yang berpotensi menghancurkan account Anda. Ambil contoh Anda melihat sinyal trading yang menurut Anda sangat valid dan tidak mungkin salah, kemudian Anda melipat-gandakan ukuran lot atau volume trading, namun ternyata masih juga salah. Sangat mungkin Anda emosional dan kembali masuk pasar karena ‘dendam’ dengan volume yang lebih besar, dengan harapan paling tidak bisa menutup kerugian. Cara trading seperti ini cepat atau lambat akan menghancurkan account Anda. Akan sulit bagi Anda untuk menghindari pengaruh emosi yang negatif seperti itu kecuali merubah cara berpikir Anda tentang trading.
Cara Berpikir Yang Benar Dalam

Merubah cara berpikir tentang trading
Salah satu hal yang berpotensi menimbulkan masalah adalah trader terlalu fokus pada setiap trade yang telah dilakukan. Pada kenyataannya emosi Anda tidak seharusnya terikat dengan berharap pada setiap posisi trading yang telah Anda buka karena penyebaran pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak yang berarti Anda tidak akan pernah tahu dengan pasti apakah trade yang telah Anda lakukan akan profit, sekalipun sinyal tradingnya sangat valid. Kenyataan ini sering tidak disadari sehingga trader akan cenderung emosional dalam menyikapi pergerakan harga pasar.

Katakan Anda menggunakan sebuah sistem trading dengan persentasi profit (win rate) 60%, Anda tetap tidak akan pernah tahu trade mana yang akan menghasilkan profit dan mana yang akan berakhir dengan loss. Persentasi profit 60% artinya setelah beberapa kali trade Anda bisa mengharapkan profit 60% dari keseluruhan trade yang telah Anda lakukan, bukan berarti bahwa peluang profit dari setiap trade yang Anda lakukan adalah 60%. Persentasi profit ditentukan untuk jangka panjang setelah sekian kali trade, tidak untuk setiap trade yang Anda lakukan.

Sebagai ilustrasi ambil contoh sebuah botol yang berisi 100 bola, 60 bola berwarna biru dan 40 bola berwarna merah. Anggap warna biru menunjukkan trade yang profit dan merah menunjukkan trade yang loss, jadi ada 60 trade yang profit dan 40 trade yang loss.

Cara Berpikir Yang Benar Dalam
Jika Anda mengocok botol tersebut dan kemudian mengeluarkan sebuah bola, Anda tidak akan tahu dengan pasti warna bola yang akan keluar, juga Anda tidak bisa lebih mengharapkan warna biru yang akan keluar karena kemungkinan warna yang akan keluar adalah acak, bisa biru atau merah. Namun semakin banyak bola yang keluar akan semakin besar kemungkinan 60%-nya adalah berwarna biru. Demikian juga dalam trading, karena kemungkinan hasil setiap trade adalah acak maka Anda harus menentukan resiko pada setiap trade dengan menggunakan stop loss, dan tidak harus fokus atau berharap hanya pada sebuah trade.

Untuk menghindari trauma akibat emosi negatif yang timbul ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang diharapkan, Anda harus berpikir mengenai kemungkinan (probabilitas), bukan kepastian. Sebuah pin bar yang tampak valid dan benar pada trade sebelumnya belum tentu akan benar pada trade saat ini sekalipun formasinya persis sama. Hasil setiap trade adalah acak oleh sebab itu Anda tidak harus terpengaruh dan emosional jika ternyata mengalami loss. Sinyal valid yang dihasilkan bukanlah yang pasti benar, tetapi yang kemungkinannya paling besar. Disamping itu antara trade yang satu dengan trade berikutnya tidak saling berhubungan, masing-masing mempunyai kemungkinan yang bisa saja berbeda.

Mungkin saja Anda mengalami loss sekian kali secara beruntun tetapi bukan berarti Anda harus panik atau frustasi. Tetap berpegang pada sistem trading dan disiplin menjalankan strategi dan rencana yang telah dibuat, maka Anda akan melihat hasilnya setelah frekuensi trading Anda meningkat, seperti ilustrasi bola dalam botol diatas.


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
Sponsored Links
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +7. The time now is 04:43 PM.

 

About Us

"Ceriwis Forum is a place to find information in various categories. Be inspired, Be social, Join the Community!"

 

Pasang Iklan

Mau Pasang Iklan? Klik tombol di bawah ini.

Download on App store    Download on Google play
Copyright © 2018