Ceriwis

Forex Diskusi apapun tentang Forex disini.


Mau Pasang Banner/Iklan? Klik disini Welcome Bonus $100 dari ForexChief - Page 82 - Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli
Reply
  ⚡ AMP
Thread Tools
  #811  
Old 5 Days Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Kenaikan Core CPI Tak Mampu Dongkrak Dolar AS

Kenaikan inflasi inti AS ke level tertinggi satu setengah tahun, tak mampu menutupi kekhawatiran pasar akan Rate Cut The Fed. Akibatnya, Dolar AS masih melemah.
Seputarforex.com - Data Inflasi Konsumen (CPI) AS yang dirilis pada hari Kamis (11/Juli) malam ini tak banyak membantu Dolar AS untuk menguat. Dalam time frame 1-jam, grafik Indeks Dolar AS (DXY) memang menunjukkan kenaikan. Akan tetapi, harga tampak masih tertekan dalam time frame harian. Saat berita ini ditulis, DXY diperdagangkan di kisaran 97.02, lebih rendah dibandingkan dengan posisi kemarin.

Core CPI AS Naik Signifikan
Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) yang tidak memasukkan harga makanan volatile dan komponen energi, menunjukkan kenaikan signfikan pada bulan Juni 2019. Data yang disebut dengan Core CPI tersebut naik 0.3 persen, lebih tinggi daripada indeks di bulan Mei dan ekspektasi pasar, yang masing-masing di 0.1 persen dan 0.2 persen. Data Core CPI terbaru ini sekaligus menjadi yang tertinggi sejak bulan Januari 2018.

Kendati demikian, CPI AS secara keseluruhan tidak menunjukkan pertumbuhan yang sama. CPI AS dalam basis bulanan (month-over-month) memang sedikit lebih baik daripada ekspektasi, tapi hanya naik 0.1 persen pada bulan Juni, sama dengan bulan sebelumnya. Pertumbuhan itu pun diraih karena harga bahan bakar dan makanan yang sedang murah.


Inflasi (CPI) AS
Consumer Price Index (CPI) adalah tingkat inflasi atau perubahan harga rata-rata di tingkat konsumen pada sejumlah jenis barang dan jasa tertentu.
Selengkapnya


Nada Dovish Powell The Fed Lebih Diperhatikan Pasar
Data Inflasi CPI memang merupakan salah satu indikator yang berdampak tinggi pada Dolar AS. Namun, pasar agaknya lebih memperhatikan testimoni Ketua The Fed, Jerome Powell, yang muncul setelah rilis data CPI.

Setelah menyatakan siap Rate Cut pada hari Rabu kemarin, Powell kembali menegaskan hal yang sama Kamis malam ini. Federal Reserve AS akan siap memotong suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Ekonomi global yang dinilai melambat, menjadi salah satu alasan untuk memotong suku bunga.

"Framing Powell adalah salah satu upaya untuk memberikan sinyal pada pasar bahwa meskipun ekonomi secara keseluruhan masih kuat, (tetapi) pemotongan suku bunga pada bulan Juli ini semestinya bisa lebih dipandang sebagai sinyal yang patut diwaspadai," kata pakar forex dari Nordea Markets, Moten Lund.


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
Sponsored Links.
0
Sponsored Links.
9Club Situs Judi Online Terpercaya
  #812  
Old 5 Days Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Kenaikan Core CPI Tak Mampu Dongkrak Dolar AS

Kenaikan inflasi inti AS ke level tertinggi satu setengah tahun, tak mampu menutupi kekhawatiran pasar akan Rate Cut The Fed. Akibatnya, Dolar AS masih melemah.
Seputarforex.com - Data Inflasi Konsumen (CPI) AS yang dirilis pada hari Kamis (11/Juli) malam ini tak banyak membantu Dolar AS untuk menguat. Dalam time frame 1-jam, grafik Indeks Dolar AS (DXY) memang menunjukkan kenaikan. Akan tetapi, harga tampak masih tertekan dalam time frame harian. Saat berita ini ditulis, DXY diperdagangkan di kisaran 97.02, lebih rendah dibandingkan dengan posisi kemarin.

Core CPI AS Naik Signifikan
Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) yang tidak memasukkan harga makanan volatile dan komponen energi, menunjukkan kenaikan signfikan pada bulan Juni 2019. Data yang disebut dengan Core CPI tersebut naik 0.3 persen, lebih tinggi daripada indeks di bulan Mei dan ekspektasi pasar, yang masing-masing di 0.1 persen dan 0.2 persen. Data Core CPI terbaru ini sekaligus menjadi yang tertinggi sejak bulan Januari 2018.

Kendati demikian, CPI AS secara keseluruhan tidak menunjukkan pertumbuhan yang sama. CPI AS dalam basis bulanan (month-over-month) memang sedikit lebih baik daripada ekspektasi, tapi hanya naik 0.1 persen pada bulan Juni, sama dengan bulan sebelumnya. Pertumbuhan itu pun diraih karena harga bahan bakar dan makanan yang sedang murah.


Inflasi (CPI) AS
Consumer Price Index (CPI) adalah tingkat inflasi atau perubahan harga rata-rata di tingkat konsumen pada sejumlah jenis barang dan jasa tertentu.
Selengkapnya


Nada Dovish Powell The Fed Lebih Diperhatikan Pasar
Data Inflasi CPI memang merupakan salah satu indikator yang berdampak tinggi pada Dolar AS. Namun, pasar agaknya lebih memperhatikan testimoni Ketua The Fed, Jerome Powell, yang muncul setelah rilis data CPI.

Setelah menyatakan siap Rate Cut pada hari Rabu kemarin, Powell kembali menegaskan hal yang sama Kamis malam ini. Federal Reserve AS akan siap memotong suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Ekonomi global yang dinilai melambat, menjadi salah satu alasan untuk memotong suku bunga.

"Framing Powell adalah salah satu upaya untuk memberikan sinyal pada pasar bahwa meskipun ekonomi secara keseluruhan masih kuat, (tetapi) pemotongan suku bunga pada bulan Juli ini semestinya bisa lebih dipandang sebagai sinyal yang patut diwaspadai," kata pakar forex dari Nordea Markets, Moten Lund.


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #813  
Old 3 Days Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Belajar Forex Dari Sistem Trading Terburuk

Di suatu forum trader, ada seorang member yang memberikan pengumuman berbunyi: Dicari EA yang dijamin selalu loss. Wah, buat apa cari sistem trading terburuk seperti itu?

Baru-baru ini di suatu forum trader, ada seorang member yang memberikan pengumuman yang menurut saya agak aneh. Bunyinya, "Dicari EA yang dijamin selalu loss". Lho, buat apa cari Expert Advisor yang dijamin loss?

Ternyata, dia berharap bisa menggunakan sinyal dari EA tersebut sebagai sinyal terbalik. Entah bagaimana cara dia mencari atau memanfaatkan EA yang dijamin selalu loss itu dan saya takkan mengulasnya di sini. Namun, melihat pengumuman tersebut membuat saya berpikir, memang ada baiknya kita mengetahui hal terburuk supaya kita bisa mengetahui di mana letak kesalahan atau kelemahannya, agar kelak bisa menghindarinya.

Nah, sehubungan dengan sistem trading, saya pernah membaca tentang satu metode yang dikatakan sebagai sistem trading terburuk yang pernah ada. Memang sih, sistem trading tersebut memiliki rekor terburuk ketika digunakan sistem trading di pasar saham. Namun, tak ada salahnya kita coba lihat, siapa tahu kita bisa ambil pelajaran dari sistem trading terburuk tersebut.

Belajar Dari Sistem Terburuk


Metode yang disebut-sebut sebagai sistem trading terburuk tersebut dikenal dengan istilah Average Down. Inti dari strategi ini adalah, trader melakukan aksi buy di saat tren sedang turun (harga bergerak berlawanan dengan keinginan trader), dan aksi buy ini dilakukan berulang-ulang selama tren terus menerus turun. Tujuan asalnya adalah mencari harga terendah dan mencoba menurunkan harga rata-rata saham yang sudah dibeli tersebut, sehingga apabila nantinya harga mulai naik, kita bisa menjual dengan keuntungan yang lebih tinggi.

Contohnya, katakanlah harga per lembar saham saat itu USD50 dan kita membeli sebanyak 1 lot. Harga kemudian turun menjadi USD40 per lembar. Bukannya melakukan Cut Loss, kita justru melakukan pembelian lagi sebanyak 1 lot pula, sehingga harga rata-rata 2 lot saham yang kita miliki adalah USD45. Jika harga ternyata masih turun lagi, kita kembali melakukan aksi beli kembali dengan tujuan untuk makin mengurangi harga rata-rata saham yang sudah kita miliki. Demikian seterusnya.

Nah, sudahkah terbayang bagaimana seandainya harga terus turun dan tak juga berbalik naik, padahal persediaan dana trader terbatas? Wah… menurut saya, itu sih sama saja dengan membuang uang.

Terbayangkah bila kita melakukan strategi yang sama di pasar forex? Mungkin Anda berpendapat, melawan trend seperti itu bisa saja kita lakukan apabila Money Management kita kuat.

Saya tak bermaksud mengatakan kalau melawan tren itu salah. Toh, kata para master, tak ada posisi yang "salah" dalam trading. Tapi… mari kita berpikir secara rasional saja. Buat apa "menyia-nyiakan" margin kita untuk mengulang posisi yang masih floating (jauh) negatif? Bukankan akan lebih menguntungkan secara rasional untuk menggunakan margin di posisi yang searah dengan trend saja!? Walaupun seandainya tren memang kemudian berubah arah dan floating negatif tersebut akhirnya ter-closed positif, bukankah kita tetap rugi waktu!?

Poin-poin yang Dapat Dipelajari Trader

Dalam ilmu ekonomi, apalagi bila berhubungan dengan investasi, kita harus selalu menghitung biaya kesempatan alias Opportunity Cost. Makna Opportunity Cost adalah kerugian karena kita tak memanfaatkan suatu alternatif bagus lantaran memilih alternatif lain pada waktu yang sama.

Jadi, seandainya kita memelihara posisi floating minus tersebut selama seminggu, kita seharusnya berpikir bahwa kita telah menyia-nyiakan modal trading kita selama seminggu tersebut, karena masih terpakai untuk menjaga posisi floating yang entah kapan akan berakhir. Akibatnya, kita jadi kehilangan kesempatan menggunakan modal tersebut untuk melakukan open position lain yang kemungkinan bisa menghasilkan profit lebih cepat dan atau lebih banyak.

Oke, jadi, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari sistem trading terburuk ini? Kalau boleh saya simpulkan di sini, ada empat hal:
  1. Jangan trading dengan menentang tren.
  2. Jangan terlalu percaya diri dan keras kepala mempertahankan pendapat, padahal pasar kemungkinan sudah memberikan sinyal berbeda.
  3. Jangan ragu untuk melakukan Cut Loss atau mengeksekusi Stop Loss, alias meng-"amputasi" posisi merugi sebelum kerugian makin membengkak.
  4. Saat dihadapkan pada banyak sinyal trading pada tempo bersamaan, pilihlah yang potensi profit dan risikonya paling proporsional. Jangan sampai kita harus menanggung Opportunity Cost karena salah mengeksplorasi peluang yang profitabilitasnya paling buruk dan risikonya paling tinggi.


SUMBER :www.seputarforex.com



Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #814  
Old 2 Days Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Waktu Trading Forex Paling Berbahaya

Apakah Anda tahu akan adanya waktu trading forex paling berbahaya? Pada momen-momen ini sangat riskan untuk melakukan open posisi.

Sebagai trader, tentunya Anda tahu bahwa waktu trading forex bisa kapan saja dalam kurun waktu 24 jam, 5 hari seminggu. Trader pun dapat menentukan sendiri apakah akan bertransaksi di pagi hari, siang, ataupun malam. Namun, apakah Anda tahu akan adanya saat-saat berbahaya untuk bertrading forex? Pada momen-momen ini sangat riskan untuk melakukan open posisi, sehingga trader harus memiliki kewaspadaan tinggi.

Menjelang Penutupan Pasar Akhir Pekan
Detik-detik menjelang penutupan pasar pada Sabtu dini hari (waktu Indonesia Barat) menjadi momok bagi sebagian trader, sehingga banyak yang memilih untuk "tutup toko" saja di hari Jumat. Pasalnya, pergerakan harga menjelang penutupan pasar disinyalir susah dilacak.

Lebih dari itu, open posisi yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu penutupan pasar berpotensi floating hingga hari Senin, melewati libur akhir pekan. Padahal, dalam masa itu dimungkinkan terjadi perkembangan-perkembangan mengejutkan yang mengakibatkan munculnya gap besar di awal pekan berikutnya. Target Profit (TP) maupun Stop Loss (SL) bisa gampang ter-trigger; apalagi kalau tidak pasang SL, maka Margin Call pun di depan mata. Mengingat pergerakan ke depan susah dipetakan, maka banyak trader menghindari waktu trading forex ini.

Namun demikian, bukan berarti tabu bertrading atau membiarkan posisi floating di masa-masa tersebut. Trader yang sengaja "pasang jebakan" untuk profit dari gap yang akan muncul di hari Senin pun ada saja. Waktu trading forex manapun pada dasarnya mengandung risiko tersendiri. Pahami saja bahwa jika Anda siap bertrading dengan risiko lebih tinggi, maka potensi profit pun semestinya lebih menggiurkan.

Menjelang Event Terkait Situasi Politik Suatu Negeri
Tahun 2016 dan 2017 diramaikan oleh banyak sekali event semacam ini, ditandai dengan tajuk "referendum" dan "pemilu". Karakteristik event politik adalah momennya tak bisa dipastikan, berbeda dengan rilis data ekonomi yang sudah terjadwal pada kalender forex. Dan biarpun para analis sudah memproyeksinya apa dampaknya bila kubu X mengalahkan Y, tetapi saja pergerakan harga spontan di pasar bisa berlawanan karena adanya faktor euforia.

Ambil contoh Pemilu Presiden AS tahun 2016 lalu. Jauh-jauh hari, para analis memperingatkan bahwa apabila Donald Trump terpilih maka akan memunculkan sederetan bahaya dan ketidakpastian. Namun, segera setelah ia mengalahkan Hillary Clinton, Dolar malah melejit kuat...dan baru sekitar sebulan setelahnya pasar kembali ingat kalau Trump merupakan ancaman bagi stabilitas ekonomi AS maupun Dunia.

Tak hanya event terkait politik. Sebagian trader pun akan menghindari waktu trading forex kapan saja yang berhubungan dengan rilis data ekonomi berpotensi dampak besar. Daripada terlindas volatilitas sesaat, lebih baik cari kesempatan di waktu trading forex lainnya.

Akan tetapi, hanya karena banyak yang menghindarinya dan menilai momen-momen tertentu sebagai waktu trading forex paling berbahaya, tak lantas berarti mustahil untuk profit. Nyatanya, ada juga golongan berjuluk News Trader yang justru sengaja mengincar momen perilisan data ekonomi berdampak tinggi.

Setelah Menang Besar
Apakah Anda termasuk orang yang mengalami loss segera setelah menang besar? Anda tak sendiri. Sindrom ini diderita oleh banyak sekali trader, khususnya pemula. Akar masalahnya ada pada kepercayaan diri berlebihan dan "nafsu" untuk mengejar profit lebih besar lagi.

Lalu, apakah sebaiknya kita stop trading setelah menang besar? Bukan begitu juga. Hanya saja, emosi diri yang hanyut terbawa kegirangan itu perlu dikendalikan jika Anda ingin menjadi trader sukses.

Agar tak terperosok dalam perangkap emosi, sudah banyak sekali artikel di Seputarforex menekankan perlunya rencana trading (trading plan). Dengan rencana trading tersebut, Anda diharapkan sudah memiliki sistem trading tertentu dan tidak menyimpang dari aturan-aturan entry, exit, maupun risk/reward ratio di dalamnya. Tak peduli Anda akan bertransaksi di waktu trading forex paling menguntungkan ataupun paling berbahaya, rencana trading akan berperan sebagai "filter" dari mana Anda bisa menyaring apakah suatu peluang trading itu benar-benar potensial atau justru sebaiknya dilewatkan.

SUMBER :www.seputarforex.com


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #815  
Old 2 Days Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Turnover Bonus

"Bonus" memungkinkan pedagang aktif mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk imbalan mingguan untuk omset perdagangan. Program ini beroperasi dalam mode otomatis dan tidak memerlukan aksi di Personal Area untuk mengaktifkan layanan ini. Pada akhir setiap minggu, omset perdagangan mingguan dihitung, dan bonus yang sesuai dikreditkan ke akun trading. keuntungan khas program bonus ini adalah tidak ada syarat dan ketentuan rahasia, tarif progresif, pembayaran mingguan, tidak ada MTP, dan penarikan tak terbatas.

Syarat Dan Ketentuan
  1. Layanan ini tersedia untuk jenis akun berikut: MT4.DirectFX, MT4.Classic+, cent-MT4.DirectFX, cent-MT4.Classic+;
  2. Bonus dikreditkan ke akun trading pada akhir setiap minggu, setelah penutupan sesi perdagangan. Jumlah bonus dihitung berdasarkan order ditutup selama target minggu: Senin 00:00:01 - Jumat 23:59:59 (waktu server);
  3. Omset perdagangan dalam USD untuk order adalah sama dengan omset agregat untuk dua transaksi: transaksi order pembukaan dan transaksi order penutupan.
  4. Semakin besar volume perdagangan mingguan, semakin tinggi tingkat net bonus akhir:
  5. Omset perdagangan dihitung berdasarkan penutupan order untuk semua instrumen yang tersedia untuk jenis akun yang dipilih;
  6. Trader bisa mendapatkan rincian informasi tentang setiap jumlah bonus yang dapat dihitung dengan mengklik jumlah dalam Personal Area;
  7. Bonus Turnover tidak akan diberikan dari turnover akun Welcome Bonus $100 yang aktif.
  8. Bonus dikreditkan ke akun tersebut dan dapat ditarik setiap saat, tanpa ada pembatasan.

SUMBER : ForexChief


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #816  
Old 2 Days Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Keamanan Dana Klien

Jaminan keuangan terhadap kesalahan teknis

Ini bukan rahasia bahwa broker Forex sering mengalami kesalahan teknis, yang disebabkan oleh banyak faktor. Menimbang bahwa Forex itu sendiri pasar yang cukup kompleks untuk mendapatkan pendapatan yang stabil, kemungkinan kerugian yang terkait dengan resiko teknis tidak dapat diterima oleh trader.

ForexChief adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang memberikan jaminan kepada klien mengenai keamanan dana dalam kasus kesalahan teknis pada server perdagangan. Dalam hal ini, tidak peduli apakah itu adalah kegagalan dalam saluran komunikasi data center di mana server trading berada atau masalah teknis di sisi counterparty, atau masalah lain. Setiap kasus dianggap individual, akan tetapi Perusahaan bertindak sesuai dengan aturan umum, tidak mengalihkan tanggung jawab sebagai penyedia teknologi atau penyedia likuiditas, dan bertindak sebagai entitas semata-mata tanggung jawab kepada klien.

Pada akhirnya, ForexChief cenderung untuk membela trader dari semua faktor negatif yang dapat mempengaruhi perdagangannya. Namun, meskipun perhatian yang luar biasa sudah diberikan kepada perangkat lunak dan peralatan teknis, Perusahaan tidak dapat menjamin tidak adanya kegagalan teknis pada server perdagangan atau di sisi counterparty ini karena sifat dari teknologi informasi, tetapi dapat menjamin setiap klien yang mengalami kerugian karena kegagalan tersebut, akan mendapatkan kompensasi yang memadai untuk kerugiannya.

Pemisahan dana klien

ForexChief menggunakan mekanisme yang berlaku secara umum pembatas klien dan pemisahan dana di akun bank. Penggunaan model ini tidak hanya persyaratan wajib yang ditetapkan oleh regulator keuangan tetapi juga merupakan instrumen yang tidak terpisahkan untuk perlindungan investor dari kebangkrutan broker.

Perusahaan, bagaimanapun tidak dapat menggunakan dana klien yang disimpan di akun bank khususnya untuk kegiatan operasional. Selain itu, dalam rangka mendukung solvabilitas tanpa syarat, ForexChief tidak mengalihkan 'dana untuk penyedia likuiditas' akun klien, dan menggunakan dana sendiri untuk melaksanakan 'persyaratan margin, ketika menempatkan rekanan order klien ke pasar'.

Selain itu, Perusahaan tidak menyimpan dana klien yang disimpan dalam bentuk mata uang digital di dompet sistem pembayaran. Dalam rangka untuk memastikan keamanan, dana yang disimpan sedemikian rupa ditransfer ke akun bank terpisah, yang memungkinkan untuk menghindari kerugian dalam hal terjadinya kebangkrutan sistem pembayaran elektronik.
Tentang Kami

Hormat kami,
ForexChief



Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #817  
Old 2 Days Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Euro Tergerus Ekspektasi Dovish Kebijakan ECB

Euro melemah dengan kecenderungan ranging karena sebagian besar pelaku pasar memperkirakan pemotongan suku bunga akan menjadi metode pelonggaran moneter ECB.

Euro bergerak ranging terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Senin (15/Juli) malam ini. Penguatan mata uang Single Currency tersebut terbentur oleh ekspektasi dovish-nya kebijakan European Central Bank (ECB) dalam rapat kebijakan yang akan digelar minggu depan. Oleh sebab itu, para investor pun semakin bearish terhadap Euro.

Saat berita ini ditulis, EUR/USD diperdagangkan di level 1.1268, setelah sempat anjlok sedalam 0.12 persen dari level tinggi 1.1283 satu jam sebelumnya.

Seperti yang sudah disinyalkan dalam notulen rapat ECB yang diterbitkan pada hari Kamis (11/Juli) pekan lalu, Mario Draghi dan rekan-rekannya akan mempertimbangkan penyuntikan stimulus baru kepada ekonomi Zona Euro. Caranya, bisa dengan memotong suku bunga ataupun meluncurkan kembali program pembelian obligasi sebesar 2.6 triliun Euro.

Pasar Wait And See Sebelum Konfirmasi ECB Minggu Depan
Sebagian pelaku pasar memperkirakan ECB akan memotong suku bunga sebanyak 10 basis poin pada bulan September, dan sekali lagi pada bulan Maret 2020. Menurut data dari U.S. Commodity Futures Trading Commission, para spekulator sudah menambah short position mereka terhadap Eiuro sejak tanggal 9 Juli. Oleh karenanya, rapat kebijakan moneter ECB pada tanggal 25 Juli mendatang akan diperhatikan pasar guna memperkuat ekspektasi mereka.

Analis forex di ING, Francesco Pesole, memperkirakan bahwa dalam jangka pendek, laporan survei ZEW Jerman yang akan dirilis besok dan Inflasi Zona Euro besok lusa, juga penting untuk diperhatikan oleh para trader forex untuk mengetahui kondisi ekonomi, meskipun trader Euro cenderung masih Wait-and-See.


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #818  
Old 1 Day Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Menetapkan Target Realistis Dalam Trading Forex

Banyak orang mengira trading dapat menghasilkan profit instan. Padahal, sikap realistis sangat diperlukan dalam menentukan target trading forex.

Bersikap realistis bagi sebagian orang itu sulit. Di dunia nyata maupun di trading forex, begitu banyak orang menetapkan target yang 'tidak realistis' bagi diri mereka sendiri. Pertama-tama, Anda perlu tahu apa yang Anda inginkan. Analisa itu; apakah cukup realistis hingga Anda bisa mempercayai itu dapat diwujudkan? Ataukah itu cukup realistis bagi Anda untuk dicapai dalam jangka waktu tertentu?

Dalam hal menetapkan suatu target trading forex, Anda perlu berpikir dengan realistis. Banyak orang mengira mereka bisa berhenti dari pekerjaan utama mereka, lalu mulai trading forex dengan modal kecil. Mereka mendengar kata-kata orang lain bahwa forex bisa mengantar pada kekayaan, Anda bisa menghasilkan uang "banyak" dalam waktu singkat. Ya, memang hal itu mungkin. Tetapi, sebagaimana Anda ketahui, 90% trader di Dunia malah kehilangan uang mereka. Jika Anda menetapkan target yang realistis atau tidak terlalu tinggi untuk dicapai dengan nyaman, maka Anda justru bisa bertrading lebih baik daripada orang lain.

Pentingnya Target Trading Forex Yang Realistis
Dengan menetapkan target yang realistis, Anda bisa menghindari kekecewaan besar. Sebaliknya, jika Anda memasang target terlalu tinggi hingga sulit direalisasikan, maka Anda mungkin sekali akan kecewa dan malah kehilangan semua dana Anda.

Setiap orang memiliki mimpi untuk menghasilkan jutaan dolar dengan bertrading forex, tetapi mereka sering lupa bahwa untuk menghasilkan sejuta dolar, Anda perlu dana lebih dari sejuta dolar sebagai modal awal. Padahal kenyataannya, trader bermodal besar belum tentu trader yang bagus. Modal besar itu hanya memberikan fleksibilitas lebih besar dalam bertrading, risiko yang lebih kecil per-transaksi, dan kemampuan untuk bertahan lebih lama di pasar. Semakin lama Anda bisa bertahan dalam bisnis ini, semakin besar peluang Anda untuk sukses.

Dulu, ketika awal saya mulai bertrading forex, saya memiliki target untuk menghasilkan setidaknya 20 USD per hari. Minggu pertama trading sangat luar biasa; saya berhasil mendapatkan lebih dari 100 USD. Tetapi kemudian mengalami kekalahan beruntun. Saya mulai kelewatan, membuka posisi trading terlalu banyak hingga berujung pada lebih banyak kerugian. Pada akhirnya, saya kehilangan semua dana saya.

Masalahnya sangat simpel. Itu bukanlah target yang realistis bagi saya. Modal awal saya waktu itu hanya 100 USD! Dengan target harian 20 USD, persentasenya dibandingkan dengan modal awal terlalu besar, sehingga fleksibilitas juga rendah. Saya sangat kecewa, dan kemudian merubah cara trading saya dan memasang target yang lebih realistis.

Memasang Target Realistis
Jika Anda ingin membuat target dalam bertrading forex, maka pertama-tama, buatlah target yang masuk akal. Daripada membuat target ekstrim, coba membuat satu yang mudah dicapai. Katakanlah Anda memiliki akun sebesar 1000 USD dan target Anda sebesar 100 USD per hari; apakah itu masuk akal? 100 USD adalah 10% dari 1000 USD. Jika Anda ingin mendapatkan hasil setidaknya minimal 10% dari modal awal, maka Anda harus berani menerima risiko sebesar itu pula. Padahal mempertaruhkan 10% dari akun Anda BUKAN ide yang bagus. Percayalah.


Mari lihat target trading saya. Sebagai seorang day trader, saya memiliki target untuk mencapai setidaknya 12% dari modal dalam sebulan. Setiap kali bertrading, saya mengambil risiko 3% dari modal. Untuk mencapai target 12% setiap bulan, maka setidaknya saya harus meraih empat trading yang sukses dalam sebulan. Itu tidak sulit. Target seperti itu masuk akal dan bisa dicapai dengan mudah. Saya merasa sangat nyaman dengan target tersebut, dan hal itu nampak pula di performa trading saya.

Setiap trader berbeda-beda. Target seorang trader akan berbeda dengan target trader lainnya. Semua itu tergantung pada karakter trading Anda. Mengetahui bagaimana Anda bertrading, kekuatan dan kelemahan, berarti Anda bisa mengetahui apakah target yang ingin Anda capai itu cukup masuk akal bagi Anda. Cobalah target yang kecil dulu, lalu jika Anda sudah bisa menggapainya, maka Anda bisa meningkatkannya secara bertahap.

Jadilah seorang trader yang bisa bertahan dalam trading forex.

SUMBER :www.seputarforex.com




Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #819  
Old 1 Day Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Mitos Umum Dalam Trading Forex

Tidak sedikit mitos-mitos tentang dunia forex telah beredar, tetapi sebagian besar hanyalah kesalahan pemahaman konsep yang harus diluruskan.

Perputaran modal di pasar forex yang mencapai trilyunan US dollar per hari adalah yang terbesar didunia. Jumlah modal dan pelaku yang terlibat di pasar ini meningkat dari waktu ke waktu, mulai dari trader retail, broker, bank, institusi hingga pemain besar lainnya. Trading di pasar forex tergolong beresiko tinggi dengan perolehan yang besar (high risk high return), dan yang membuat pasar forex menarik adalah waktu trading yang tak terbatas dari Minggu malam hingga Sabtu dini hari serta bisa dilakukan diseluruh penjuru dunia dengan dukungan teknologi on-line yang terus berkembang.

Secara logika, trading di pasar forex bisa menghasilkan keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen per hari, tetapi juga bisa menyebabkan kehilangan dana dalam jumlah yang sama. Menilik kenyataan ini, ada beberapa mitos yang beredar dan lebih merupakan kesalahan dalam memahami konsep trading di pasar forex. Beberapa mitos yang umum adalah:

1. Anda harus menjadi pakar ekonomi untuk bisa trading di pasar forex.

Anggapan ini tidak benar. Jika para pakar di bidang ekonomi pasti akan mahir jika terjun di pasar forex, kenapa tidak banyak ahli ekonomi yang menjadi trader profesional?, bahkan sebagian besar dari mereka cenderung untuk menjadi pengamat atau analis. Para profesional yang bekerja di bank-bank dan institusi keuangan besar datang dari berbagai latar belakang pendidikan yang kadang tidak berhubungan dengan ilmu ekonomi. Trader forex profesional juga tidak semuanya berlatar belakang pendidikan ekonomi.

Faktor utama yang menunjang keberhasilan seorang trader forex adalah kecepatan reaksinya terhadap perubahan pasar, penerapan management resiko yang memadai dan persepsinya yang kuat terhadap arah pergerakan harga pasar. Yang menarik hal ini biasanya diperoleh seseorang secara otodidak dan eksperimental, dan tidak diajarkan secara formal di institusi pendidikan ekonomi.

2. Anda perlu modal besar untuk terjun di pasar forex.

Saat ini modal besar untuk trading forex sudah bukan jamannya lagi. Seperti mungkin telah Anda ketahui, banyak broker yang menawarkan account mini dan account micro bahkan account nano dimana hanya dengan US$ 1.00 Anda sudah bisa trading di pasar forex, bahkan ada broker yang memberikan modal cuma-cuma untuk digunakan trading.

Mungkin 20 tahun yang lalu, hanya bank-bank dan institusi keuangan besar atau fund manager dengan dana yang cukup besar saja yang bisa terjun di pasar forex, tetapi dengan perkembangan teknologi online dan persaingan para broker yang sangat ketat menyebabkan perubahan regulasi yang memungkinkan setiap orang berpartisipasi dalam trading di pasar forex. Jadi mitos tersebut bisa dianggap kuno atau sudah tidak berlaku lagi di jaman sekarang.

3. Trading di pasar forex sebenarnya mudah.

Ya, melakukan download dan install platform trading memang mudah, bahkan melakukan setup program untuk robot trading juga tidak sulit. Namun, trading di pasar forex dengan dana riil dan menghasilkan profit yang konsisten tidak mudah dilakukan.

Para trader profesional jatuh bangun sebelum terbiasa dengan sistem trading yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Bukan sistem trading saja, faktor pengendalian emosi adalah yang paling sulit dilakukan ketika trading, perlu waktu yang cukup lama untuk melatihnya. Mitos ini berlaku bagi mereka yang belum pernah terjun secara nyata di pasar forex.

4. Anda harus memantau pasar 24 jam penuh.

Anggapan ini mungkin benar 30 tahun yang lalu dimana para trader mesti melakukan transaksinya melalui broker lewat bagian dealing-nya baik untuk membuka ataupun menutup sebuah posisi. Anda mesti selalu memantau pergerakan harga guna mengetahui status perkembangan posisi Anda. Namun, dengan perkembangan internet saat ini yang memungkinkan Anda trading secara on-line, Anda bisa entry dan exit setiap waktu tanpa harus berhubungan dengan broker.

Selain itu, berbagai fasilitas seperti stop loss, target profit dan trailing stop membuat Anda sangat fleksibel dalam trading dan tidak harus meminitor layar komputer terus menerus. Mitos memantau pasar 24 jam tersebut juga bisa dianggap kuno dan tidak berlaku lagi di jaman sekarang.

SUMBER :www.seputarforex.com


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
  #820  
Old 1 Day Ago
jakaduriat's Avatar
jakaduriat jakaduriat is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2018
Posts: 847
Rep Power: 3
jakaduriat mempunyai hidup yang Normal
Default

Waspadai 3 Bahaya Belajar Trading Terlalu Lama Di Akun Demo


Meskipun bermanfaat, belajar trading forex di akun demo ternyata berbahaya jika terlalu lama. Selain tak mengasah kemampuan, ada 2 bahaya lain yang perlu diwaspadai.

Setiap trader pemula pasti tahu yang namanya akun demo. Sebagai akun yang memungkinkan trader untuk berlatih menggunakan platform, mengakses harga secara real-time, dan melakukan transaksi dengan dana virtual, akun demo memang memiliki peran vital dalam proses belajar trading forex.

Namun demikian, akun demo ternyata menyimpan bahaya tersembunyi bagi perkembangan trader. Alasannya sederhana: Trader yang sukses di akun demo belum tentu bisa mengulangi keberhasilan di akun real, karena akun demo tidak melibatkan uang sungguhan. Hal itu praktis mengeliminasi faktor penting yang perlu dikuasai dalam pengambilan keputusan trading, yaitu tekanan psikologis saat menghadapi risiko kerugian nyata.

Bisa digarisbawahi, Anda memang tidak akan menderita kerugian materi apapun saat trading di akun demo, tapi berkubang terlalu lama dalam akun tersebut dapat menghambat Anda menguasai skill yang diperlukan untuk memperoleh profit konsisten di akun real.

Jika diuraikan lebih lanjut, ada tiga bahaya trading akun demo yang perlu diwaspadai. Apa sajakah itu?


1. Trader Jadi Meremehkan Kesalahan
Poin ini mungkin terkesan aneh, tapi sebenarnya cukup masuk akal. Akun demo sebenarnya adalah perangkat belajar yang berfungsi untuk mempermudah Anda berlatih trading. Namun ketika sudah digunakan terlalu lama, kemudahan akun demo rentan disalahgunakan untuk 'meremehkan' kesalahan trading.

Seperti yang telah diketahui, akun demo menggunakan dana virtual sehingga ketika posisi trading loss, maka tidak ada kerugian real yang Anda terima. Ketika suatu kesalahan trading tidak menimbulkan dampak berarti, akan mudah bagi Anda untuk menyepelekannya.

"Ah, ini kan cuma di akun demo. Nanti saja saya pelajari kesalahan ini kalau sudah trading pakai uang sungguhan". Jujur saja, pernahkah terbesit anggapan seperti itu dalam pikiran Anda? Jika ya, maka sebenarnya Anda telah menyalahgunakan fungsi akun demo sebagai sarana belajar forex.

Justru karena akun demo tidak menggunakan uang sungguhan, Anda bisa lebih leluasa untuk belajar dari kesalahan. Apabila Anda bersedia memperbaiki kesalahan trading hanya kalau sudah berjuang di akun real, lantas apa gunanya akun demo tersebut?

2. Tidak Mengasah Kemampuan Menghadapi Risiko
Salah satu alasan mengapa banyak trader pemula sulit mendapat profit adalah kebiasaan 'memotong' profit dan membiarkan loss terus ter-floating. Untuk mengatasi hal itu, Anda mungkin sudah berkenalan dengan manfaat Stop Loss dan Take Profit, berikut konsep Rasio Risk/Reward yang menjadi bagian dari manajemen risiko. Di samping itu, ada pula alternatif manual seperti melakukan Averaging, mengatur Trailing Stop, dan masih banyak lagi

Akan tetapi, kelebihan akun demo yang tidak mengusung risiko nyata justru mudah membuat Anda meremehkan pentingnya manajemen risiko. Anggapannya seperti ini: "Untuk apa repot-repot memperkirakan stop loss dan take profit ideal atau bahkan mengatur strategi averaging? Toh kalau loss sungguhan juga tidak ada uang yang hilang".

Di sinilah letak bahaya trading akun demo jika Anda terlalu lama menjajakinya. Karena sudah nyaman dengan berbagai kemudahan akun demo, manajemen risiko jadi tidak diprioritaskan atau bahkan dilalaikan. Ketika sudah waktunya bertransisi ke akun real, keahlian mengatur manajemen risiko jadi tidak terasah. Padahal, justru aspek inilah yang menjadi kunci penting agar bisa bertahan di akun real.

3. Menciptakan Kebiasaan Buruk Dalam Trading
Masih ingatkah Anda dengan contoh "komitmen" di poin pertama? Jika ya, coba perkirakan berapa persen trader yang benar-benar menerapkan itikad tersebut di akun real. Faktanya, sebagian besar cara trading di akun sungguhan adalah hasil kebiasaan dari apa yang Anda lakukan di akun demo.

Disadari atau tidak, kebiasaan buruk di akun demo pasti akan terbawa di akun real, meski sebelumnya Anda selalu berjanji dalam hati untuk lebih mawas setelah membuka akun sungguhan. Untuk mengubah dan menyesuaikan dengan kondisi akun real, perlu waktu dan (mungkin) beberapa kerugian nyata yang memotivasi Anda untuk memperbaiki kebiasaan.

Dalam beberapa kasus, kebiasaan buruk itu justru bisa semakin berakibat fatal jika sudah dibebani oleh tekanan psikologis dari risiko trading dengan uang real. Sebagai contoh, ketika Anda terbiasa memperlebar jarak Stop Loss tanpa alasan di akun demo, Anda akan mengulanginya lagi saat trading di akun real. Namun karena di sini Anda sudah menggunakan uang sungguhan, maka alasan memperlebar stop loss bisa semakin tidak rasional karena dipengaruhi oleh faktor psikologis yang bisa menghancurkan trading Anda.

Cara Menghindari Bahaya Trading Akun Demo
Solusi tepat untuk mengantisipasi semua bahaya trading akun demo di atas sebenarnya simpel: perlakukan akun demo layaknya akun real. Namun seringkali, prinsip ini tidak dijalankan karena belum mengerti, tidak bisa menerapkan, atau bahkan sengaja tidak dilakukan. Hal itu sebenarnya bisa dimaklumi, karena sekeras apapun Anda berusaha untuk menganggap akun demo seperti akun real, komitmen dan psikologi trading di kedua akun tersebut tidak akan bisa setara.

Mengapa? Jawabannya kembali lagi pada apa yang dipertaruhkan, yaitu uang virtual (akun demo) dan uang sungguhan (akun real). Ketika Anda sudah mengetahui bahwa trading di akun demo hanya menggunakan uang virtual, maka sikap antisipasi terhadap risiko jelas akan lebih longgar.

Untuk itu, cara terbaik menghindari bahaya trading akun demo adalah dengan menggunakan fasilitas tersebut sesuai fungsinya, yaitu sarana belajar trading. Jika sudah memahami cara kerja platform, bagaimana memanfaatkan tool dan melakukan transaksi, serta menguji sistem hingga mendapat konsistensi profit, maka segeralah bertransisi ke akun real. Jangan berlama-lama tinggal di akun demo hanya karena Anda masih ingin trading tanpa risiko.

SUMBER :www.seputarforex.com

SUMBER :www.seputarforex.com


Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
Sponsored Links
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +7. The time now is 11:51 AM.

 

About Us

"Ceriwis Forum is a place to find information in various categories. Be inspired, Be social, Join the Community!"

 

Pasang Iklan

Mau Pasang Iklan? Klik tombol di bawah ini.

Download on App store    Download on Google play
Copyright © 2018