Ceriwis

Forex Diskusi apapun tentang Forex disini.


Mau Pasang Banner/Iklan? Klik disini Welcome No Deposit Bonus $100 dari ForexChief - Page 25 - Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli
Reply
  ⚡ AMP
Thread Tools
  #241  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Risiko Strategi Hedging Dan Cara Mengatasinya

Sejatinya, strategi hedging diciptakan sebagai pelindung risiko dalam trading. Namun dengan berbagai macam jenis dan kesulitan dalam kepala dan hatinya, banyak trader justru merasa bahwa risiko strategi hedging lebih besar dari trading dengan cara standard. Benarkah strategi hedging hanya menambah risiko?


Seperti dulu pernah dibahas pada Strategi Hedging Bisa berbuah Profit Trading, hedging terbagi menjadi 2 jenis yaitu hedging terencana maupun tidak terencana. Umumnya, hedging terencana banyak dilakukan oleh trader-trader profesional yang telah paham betul dengan situasi dan kondisi pasar. Sedangkan hedging tidak terencana justru lebih banyak dilakukan oleh newbie.

Dalam artikel ini akan sedikit diulas lebih lanjut tentang risiko strategi hedging tidak terencana, kesalahan-kesalahan dalam melepas posisi hedging, serta bagaimana mengatasinya.

Sumber : seputarforex.com​

Sponsored Links.
0
Sponsored Links.
3
  #242  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Double spread, Double Commision, Double Stress!
Untuk melakukan strategi hedging, Anda diharuskan untuk membuka posisi Buy dan Sell dalam satu pasangan secara bersamaan atau dengan waktu relatif singkat. Kebanyakan akan berpendapat, dengan hal ini Anda tidak akan mendapat kerugian dan tinggal menunggu kapan harus membuka hedging. Namun, sudah tahukah Anda bahwa membuka posisi secara bersamaan di satu pair adalah hal yang impossible? Tidak percaya? Silahkan dicoba sendiri. Pada kondisi pasar sepi, selisih harga Bid dan Ask bisa terpaut 1 sampai 10 poin. Bagaimana dengan pasar yang ramai atau volatilitasnya sedang naik? Tentu saja lebih. Hal ini tidak termasuk jika Anda menggunakan pending order ataupun EA loh ya.

The point is, Anda telah rugi saat memutuskan untuk melakukan strategi hedging. Posisi yang dibuka dengan waktu relatif singkat tersebut tidak akan pernah menghasilkan keuntungan jika ditutup secara bersamaan! Oh, tunggu dulu, kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Jawabannya sebenarnya simpel: spread. Spread membuat order Anda tidak akan pernah bisa ada pada tempat yang sama.


Simak gambar di atas baik-baik, dan cermati, atau silahkan coba sendiri pada Metatrader Anda. Lakukan hedging dan posisi Anda akan otomatis loss ke manapun harga akan pergi. Tapi tunggu dulu, ada yang lain. Jika Anda menggunakan broker ECN, maka komisi juga akan dikenakan pada kedua posisi. Sedangkan over commission nanti adalah hal yang sangat dihindari para hedge funddengan dana ratusan ribu hingga jutaan Dolar. Ini belum saya ikutkan biaya swap, loh. Mengingat kebanyakan dari Anda pasti telah memiliki akun bebas swap, bukan?

Tingginya biaya yang dihasilkan dari spread dan komisi sendiri saja sudah menjadi kerugian besar buat Anda. Hal ini belum ditambah dengan rasa was-was, stress, takut karena posisi masih terkunci selama berhari-hari. Double spread, double commission, double stress!

Sumber : seputarforex.com​

  #243  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Terjebak Dalam Endless Hedging
Sudah sampai sini jangan gemetar dulu, ini baru permulaan. Pernah melihat Inception? Dalam film itu, Leonardo De Caprio sedang mimpi bahwa dia sedang bermimpi di dalam mimpinya. Hal ini juga bisa menjadi salah satu risiko strategi hedging. Anda bisa terjebak hedging yang telah di-hedging di dalam posisi hedging. Kondisi seperti ini bisa juga disebut sebagai Endless Hedging.

Kebanyakan trader newbie mempelajari strategi hedging dari beberapa oknum tidak bertanggung jawab. Oknum ini biasanya adalah orang-orang yang mengaku sebagai penasehat keuangan pasar, trader professional, atau bahkan hedge fund manager. Dengan iming-iming kerugian tidak akan bertambah, oknum tersebut malah meminta trader pemula untuk menambah posisi hedging-nya. Tidak jarang pula Anda akan diminta untuk menambah jumlah transaksi dalam setiap hedging-nya, sehingga strategi trading kemudian berubah menjadi Martingale.


Perhatikan gambar di atas. Strategi ini sedikit berbeda dari strategi hedging di atas. Pada strategi hedging ini, Anda tidak perlu eksekusi Buy dan Sell dalam waktu berdekatan; cukup dengan meletakkan pending order pada level-level dengan jarak tertentu. Strategi hedging ini pernah di pelajari dan dipraktekkan sendiri oleh penulis beberapa tahun lalu. Untuk jenis dan pengaturan lotnya bisa bermacam-macam dan berbeda-beda.

Strategi hedging model ini diawali dengan rasa ketidakpastian akan tren saat ini. Jadi, Pending Order ditempatkan pada level-level yang berpotensi menjadi permulaan tren. Jebakan pertama pertama-tama dipasang dengan lot 1. Ketika harga terus berputar-putar pada tempat yang sama hingga kedelapan Pending Order tersentuh, bagaimana cara membuka hedging ayng tepat?

Kebanyakan trader newbie dengan tingkat pengetahuan pasar rendah akan merasa overwhelming dengan keadaan seperti ini.Ketidakpastian akan posisi ini dapat membuat Anda menjadi ragu, bahkan salah dalam mengambil keputusan. Hal ini karena ada begitu banyak ketidakpastian yang bisa terjadi. Bagaimana jika harga kembali setelah kita membuka hedging? Atau, apa yang terjadi saat harga sudah mulai tren, sementara kita terlambat membuka hedging?

Kemungkinan paling buruk adalah harga akan terus mondar-mandir di sekitaran level itu, dan posisi kita akan terkunci dalam waktu yang cukup lama. Bukan hanya itu, Anda juga dapat terkena Margin Call atau bahkan Stop Out saat posisi hedging belum terbuka. Tidak percaya? Simak kasus di bawah berikut yang pernah dirasakan langsung oleh pemirsa pada forum tanya jawab Seputarforex.


Dalam kasus ini tidak akan dibahas perihal salah membuka hedging. Hal tersebut akan dibahas pada poin selanjutnya. Pada kasus ini, sebut saja trader Budi mengunci posisinya yang merugi karena risiko strategi hedging. Sambil berharap harga akan dapat berbalik, ia ingin menghasilkan keuntungan ganda. Budi tidak perlu melakukan apa-apa, dia hanya duduk manis sambil minum kopi di teras rumah. Baru ketika dia membuka kembali Metatradernya, sedang terjadi news besar dan posisinya sudah ditutup dengan paksa oleh broker. Mengapa bisa terjadi seperti ini? Mari kita analisa dengan seksama.

Budi mengaku mengunci kerugian dengan strategi hedging tanpa di-set dengan Stop Loss maupun Take Profit. Tiba-tiba semua posisi trader Budi di close paksa oleh broker dengan alasan terkena floating spread.

Hal pertama yang bisa kita simpulkan adalah trader Budi pasti overlot dalam setiap posisinya. Jika margin level terjaga, maka hedging sebanyak apapun harusnya tidak akan terkena Margin Call, lebih-lebih lagi Stop Out. Kedua, kemungkinan jarak antara posisi hedging cukup jauh dan tidak tepat. Budi kebetulan saat itu membeli di puncak, lalu ia baru membuka order sell setelah harga turun sejauh 100 pips. Sadarkah kalian, jika harga berada di antara range tersebut, maka kedua posisi mengalami kerugian?


Sekarang, dalam keadaan seperti di atas, bagaimana kondisinya saat itu terjadi big news dan spread melebar? FYI, pada spesifikasi akun broker, tidak pernah disebutkan maksimal spread pada akun dengan floating spread. Jadi spread bisa melebar di kisaran tak terduga. Loss dari masing-masing posisi pun jelas akan semakin besar. Bisa terjadi Stop Out saat sedang dalam strategi hedging?Absolutely YES!

  #244  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Salah Membuka Hedging
Sudah mulai mual dan pusing? Terjebak dalam endless hedging bukan puncak dari segala risiko yang bisa terjadi saat Anda melakukan hedging. Resiko terbesar tentu saja ada saat Anda salah dalam proses membuka hedging. Pada dasarnya terdapat 3 kemungkinan yang dapat terjadi setelah Anda melepas hedging: untung, rugi, atau impas. Perihal ini, berikut beberapa simulasi yang dapat terjadi:

1) Salah Menentukan Timing

Dalam melepas posisi hedging, timing adalah unsur paling penting. Sayangnya, timing juga merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan dalam membuka hedging. Umumnya, kesalahan timing terjadi karena seorang trader panik saat harga tiba-tiba bergerak melawan posisinya. Paniknya ini juga bisa bersambung hingga saat melepas posisi hedging.

Jika tindakan membuka hedging dilakukan saat timing pas, sekurang-kurangnya keuntungan dan kerugian akan impas atau breakeven.

2) Salah Membuka Posisi

Selain timing, salah melepas posisi juga menjadi kesalahan yang sering terjadi oleh trader. Kebanyakan trader di Indonesia khususnya, tidak mengerti cara melepas hedging-nya. Mereka hanya memiliki pengetahuan kalau hedging itu dapat mengunci lossyang sedang mereka alami saat itu. Kurangnya pengetahuan ini bahkan diiringi dengan rasa malas untuk belajar. Seringkali pula, kesalahan melepas posisi timbul karena saran dari Fund Manager abal-abal.

Baik posisi maupun timing sama-sama penting. Meskipun posisi yang dilepas benar arahnya, tapi jika timing pelepasan kurang tepat, kerugian bisa jadi semakin membengkak bahkan menyebabkan Margin Call maupun Stop Out.


Sumber : seputarforex.com

  #245  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Cara Mengatasi Risiko Strategi Hedging
Anda masih bertahan membaca artikel ini? Jika ya, keinginan dan usaha Anda untuk belajar dan terus berkembang patut diacungi jempol. Pada bagian akhir ini, akan sedikit dibahas bagaimana cara mengatasi risiko strategi hedging. Solusi simpel untuk hal ini sebenarnya hanya ada satu: jangan pernah lakukan hedging sama sekali! Solusi ribetnya, mari kita bahas beberapa kemungkinan lain yang mungkin bisa Anda terapkan atau setidaknya pelajari.



1. Jangan Lakukan Hedging

Masih ingat beberapa risiko strategi hedging di atas? Jika Anda takut mengalami hal-hal tersebut, sebaiknya tanamkan dalam pikiran Anda, JANGAN PERNAH MEMPRAKTEKKAN STRATEGI HEDGING! Seberapa sering Anda melihat trader-trader profesional di sekitar Anda menjadi sukses karena strategi hedging? Jujur, penulis belum pernah bertemu dengan trader seperti itu. Akan tetapi, anggapan tersebut bisa jadi karena memang pengalaman penulis masih pendek dalam dunia trading. Lakukan trading seperti bisnis dagang. Jika bisa memaksimalkannya, hanya dengan moving average saja sudah banyak yang menjadi jutawan. Strategi hedging yang memusingkan dan memicu was-was sudah tak perlu digunakan.

2. Bidik Keuntungan Saat Membuka Hedging

Jika Anda tetap ngotot atau gagal menahan gatalnya tangan Anda untuk membuka posisi hedging, maka sebaiknya posisi Anda harus berakhir dengan keuntungan. Perlakukan strategi hedging layaknya strategi trading normal dengan batas-batas kekalahan, target keuntungan, dll. Toh, apa gunanya trading jika pada akhirnya Anda tidak mendapatkan keuntungan? Coba baca artikel strategi hedging sederhana ini jika tidak punya gambaran tentang hedging yang bisa menjadi hal menguntungkan. Selain itu, masih banyak strategi lain yang bisa digunakan dan disatukan dengan hedging.

3. Belajar, Belajar, Belajar

Sudah mulai cerah dan terang pikirannya? Tidak sia-sia bukan Anda membaca artikel tentang resiko strategi hedging ini bukan?Rasa penasaran Anda untuk mendapatkan keuntungan dari strategi hedging saat ini sudah meningkat bukan? Pada akhir artikel ini, akan saya sertakan beberapa referensi dan strategi yang dapat Anda gunakan bersama dengan hedging.

Selalu ingat, tidak ada Master dalam dunia trading forex. Manusia terus berevolusi, begitu pula dengan kondisi psikologi pasar. Jika Anda enggan untuk terus berkembang, maka tentu saja Anda akan tertinggal oleh yang lainnya. Jadi pusatkan pikiran Anda saat ini untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Jika Anda bingung mulai dari mana, mungkin ada baiknya Anda mulai kembali dari basic. Perihal apa itu tren forex, mungkin? Perihal psikologi trader, mungkin?

Sebaiknya Anda baca baik-baik poin terakhir ini. Poin terakhir ini dapat menjadi obat dari berbagai macam penyakit trading. Jika Anda paham poin ini, bahkan dengan menggunakan strategi trading paling absurd sekalipun, Anda tidak akan pernah terkena MC atau SO.

Sumber : seputarforex.com

  #246  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Money Management Adalah Rajanya
Money Management adalah rajanya. Untuk hal ini mungkin bisa Anda baca lebih lengkap pada artikel money management yang baik. Tapi singkat dan ringkasnya, trading adalah bisnis. Jadi apabila bisnis ini mungkin telah menghabiskan banyak uang Anda, bukan karena Anda tidak bisa trading atau mental Anda lemah, tapi karena Anda tidak dapat mengatur dan mengontrol jalannya keuangan di akun trading Anda.


Coba tanyakan pada diri Anda sendiri, bagaimana sebuah perusahaan dapat mencapai keuntungan sangat tinggi dengan berbagai macam cost yang harus dikeluarkan? Karena pengaturan keungannya. Sebuah perusahaan tahu bagaimana cara mengatur keluar masuknya jalur uang. Beberapa caranya mungkin dengan menghentikan beberapa produk yang tidak mendapat respon pasar memuaskan, melakukan pemetaan pasar, atau menyewa seorang akuntan dan penasehat keuangan yang handal. Semuanya dilakukan agar arus keuangan pada perusahaan dapat berjalan dengan baik, atau bisa Anda bilang menguntungkan.

Sekarang mari kita gunakan analogi yang sama pada trading. Baca lagi paragraf di atas, hanya saja ganti perusahaan dengan trading forex. Sudahkah Anda mengatur keluar masuknya dana Anda? Sudahkah Anda mempelajari pasar yang akan Anda masuki? Sudahkah Anda menutup semua posisi yang mendapat kerugian atau respon jelek dari pasar? Sudahkah Anda menyewa seorang mentor yang dapat mengajari Anda? Jika belum, mungkin sudah saatnya Anda memperbaiki diri.

Sumber : seputarforex.com

  #247  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Pedoman Menciptakan Trading System Sendiri

Ada beberapa hal yang harus kita capai saat membuat sistem trading Forex

1. Menemukan entry point sedini mungkin.
2. Mencari exit point, mengamankan profit maksimum.
3. Menghindari sinyal palsu entry/exit.

Jika berhasil, tiga gol ini akan menghasilkan sebuah sistem trading yang profitable.

Jadi, dari mana memulainya ? Simak uraian berikut.


Langkah Satu: Memilih Time Frame Anda

Ini adalah langkah pertama, di mana Anda perlu menjawab sendiri : berapa jam Anda ingin mendedikasikan waktu untuk trading? Apakah Anda lebih suka duduk di depan layer memantau terus untuk trading beberapa jam dengan trading singkat (5, 15, 30 menit) time frame yang memerlukan pemantauan konstan dan reaksi cepat terhadap pergerakan harga ATAU time frame besar dimana Anda lebih nyaman dengan setting grafik sekali atau dua kali sehari dan tidak pernah menyalakan monitor Anda selama waktu istirahat ?

Ini lebih banyak menyangkut kenyamanan dan waktu yang Anda miliki yang bisa anda luangkan di dunia Forex, Namun, sambil menguji strategi baru tersebut, Anda perlu mencari tahu tentang performancenya dalam time frame yang berbeda dan kemudian memilih opsi yang paling akurat dan profitable.

Langkah Dua: Memilih Alat Trading

Ada banyak alat trading dan indikator yang tersedia untuk trader Forex, namun tidak semuanya bisa memberikan sinyal tercepat tentang peluang trading mendatang. Dan 'tujuan’ trader, tentu saja, adalah untuk entry sedini mungkin dan mengambil profit maksimum dari pergerakan harga.

Di antara indikator yang dapat memberikan trader dengan sinyal cepat tentang perubahan mendatang dan peluang trading adalah indikator seperti EMA (ExponentialMoving Average), SMA (Simple Moving Average), Parabolic SAR, fast, slow atau Full Stochastic, MACD dan lain-lain. di sini kuncinya adalah memahami sepenuhnya prinsip kerja indi-indi tsb untuk dapat mengambil profit maksimum dari sinyal yang dihasilkannya.

Salah satu cara umum, untuk menemukan sebuah pembalikan trend (reversal) secepat mungkin adalah dengan menggunakan Moving Averages. contoh sederhananya menggunakan strategi persilangan/cross EMA 5 dan EMA 10 bisa menunjukkan pembalikan trend dan peluang baru pada tahap yang paling awal.

Contoh lainnya adalah cross/persilangan Stochastic line atau cross MACD line.

Menggabungkan indikator di satu grafik dan bereksperimen dengan nilai indikator, trader dapat menciptakan cara yang optimal dan tercepat untuk menentukan posisi peluang trading lebih awal.

Langkah Tiga: Memilih pasangan mata uang dan menemukan jam trading aktifnya

Mata uang memiliki "karakter" dan perilaku sendiri-sendiri. Ada yang sangat aktif seperti GBP/USD atau GBP/CHF, beberapa yang lain cukup konsisten seperti EUR/JPY atau EUR/GBP. set-up Indikator yang berbeda, nilai yang berbeda perlu digunakan untuk mencapai hasil terbaik bagi masing-masing pasangan mata uang. Juga adalah ide yang baik untuk menemukan jam yang paling aktif untuk masing-masing pasangan mata uang yang dipilih. jam aktivitas tertinggi mata uang tsb mudah dilihat pada layar dan harus digunakan untuk mendapatkan profit maksimal selama sesi trading.

Langkah Empat: Memilih alat trading tambahan untuk mengkonfirmasi sinyal yang diterima sebelumnya

Setelah kita menemukan time frame, indikator dan pasangan mata uang, sekarang saatnya untuk langkah yang paling penting, mencari alat tambahan/indikator yang akan mengkonfirmasi sinyal sebelumnya dan memberi lampu hijau baik untuk action atau melindungi Trader dari sinyal palsu.

Sebagai indikator konfirmasi, Trader dapat menggunakan lagi setiap indikator atau alat trading yang familiar. Disarankan indi yang lebih canggih untuk mengkonfirmasi sinyal sebelumnya. Bisa juga Indikator yang sama tapi dengan setting yang berbeda.

Misalnya, jika menggunakan metode cross EMA 5 dan EMA 10, maka bisa menggunakan indi tambahan EMA 20. kemudian tunggu sampai EMA 5 dan EMA 10 cross/bersilangan (sebagai sinyal pertama) dan berlanjut melewati 20 EMA (sebagai konfirmasi untuk action).

Atau misalnya, kita bisa memilih indikator MACD - ini adalah Forex indicator yang dapat mengungkapkan banyak informasi berguna. Temukan performance terbaik set-up untuk MACD (setting default 12, 26, 9) yang bisa cocok dengan time frame serta perilaku mata uang tertentu, kita bisa menggunakannya sebagai Indikator konfirmasi untuk memisahkan sinyal yang paling berpeluang dari sinyal palsu lainnya.

Indikator yang baik lainnya/alat untuk mengkonfirmasi sinyal adalah Relative Strength Index, Stochastic, Fibonacci dll, Improvisasi dan pembelajaran akan membuat Trader dapat menemukan satu indi yang dapat memberikan hasil terbaik.

Sumber : seputarforex.com

  #248  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Keuntungan Trading Forex Dengan Price Action

Tulisan ini adalah pandangan dari Nial Fuller, seorang trader dan mentor trading forex dengan price action, tentang apa saja manfaat dan keuntungannya bila kita trading dengan metode price action.

Pasar forex punya bahasa sendiri. Bahasa ini berakar dari pola bentuk pergerakan harga. Untuk memahami dan bisa ‘berbicara’ dalam bahasa pasar forex tersebut, kita harus belajar membaca perubahan pola gerak harga (price action) pada trading chart yang bersih dari indikator teknikal. Segala sesuatu yang terjadi pada pasar telah tercermin dalam pola pergerakan harga pada trading chart. Jadi jika kita trading berdasarkan interpretasi terhadap pola perubahan gerak harga pasar, maka dalam waktu yang bersamaan kita juga melakukan interpretasi terhadap berita ekonomi yang adalah juga variabel yang mempengaruhi pasar. Banyak trader yang telah membuat kesalahan dengan bersasumsi bahwa mereka akan bisa ‘membaca’ pergerakan harga pasar dengan efektif dan akurat bila bisa mencerna rilis berita fundamental ekonomi, menerapkan kombinasi indikator teknikal atau menggunakan software trading dan robot yang telah diprogram. Metode trading dengan price action tidak memerlukan software trading dan robot, kombinasi beberapa indikator teknikal yang rumit, ataupun interpretasi berita fundamental ekonomi. Berikut akan dijelaskan alasannya.

Software trading dan robot
Salah satu masalah pada semua robot dan software untuk trading adalah bahwa software tersebut tidak mempunyai karakter dan sifat manusia yang benar-benar bisa membuat pertimbangan untuk masuk atau keluar dari pasar. Hanya dengan identifikasi kondisi pasar yang bijak, rasional dan obyektif kita bisa mengantisipasi pergerakan harga pasar, dimana robot dan sotware tidak bisa melakukannya. Selain itu, apa yang disebutkan oleh sebagian para pembuat software trading bahwa produknya bisa mengatasi masalah emosi dan disiplin dalam trading adalah tidak benar. Jika kita kurang bisa disiplin dalam menjalankan rencana trading kita, maka kita tidak akan bisa menerapkan software trading yang sering juga membutuhkan pengaturan beberapa parameternya dengan disiplin. Faktor utama untuk mencapai hasil maksimal dalam trading tetap ada pada diri kita sendiri dan kemampuan kita dalam melakukan analisa pasar. Disiplin, teratur dan tidak emosional sewaktu trading adalah mutlak dibutuhkan.

Kombinasi beberapa indikator teknikal
Indikator-indikator teknikal diturunkan dari perubahan pola gerak harga (price action), jadi mengapa kita tidak belajar membaca pola pergerakan harga? Dengan menerapkan beberapa indikator teknikal pada trading chart, maka kita jadi sulit mencermati setup price action yang terjadi dan rancu dalam menangkap gambaran riil dari pasar. Kombinasi indikator yang bisa berjalan baik pada kondisi pasar dan time frame tertentu belum tentu bisa bekerja pada kondisi dan time frame yang berbeda. Antara indikator yang satu dan lainnya seringkali menunjukkan sinyal trading (sinyal untuk buy atau sell) yang bertentangan atau konflik interpretasi. Selain itu indikator teknikal cenderung lambat (lagging) dalam memberikan prediksi karena dihitung setelah terjadinya perubahan harga pasar. Kombinasi indikator biasanya digunakan untuk saling mengkonfirmasi, misalnya indikator RSI atau stochastic tidak bisa mengindikasikan kondisi pasar trending dibanding dengan indikator ADX, tetapi ADX cenderung lambat dalam antisipasinya. Dengan metode price action tidak akan terjadi konflik interpretasi seperti diatas karena memang tidak bergantung pada banyak indikator teknikal dalam menganalisa pasar, dan hanya menggunakan indikator sederhana untuk menentukan momentum dalam membuka posisi trading, biasanya exponential moving average (ema).

Interpretasi berita fundamental ekonomi
Memang tidak ada salahnya untuk berlangganan situs berita yang paling cepat dalam memberikan informasi terkini, terutama untuk rilis berita fundamental sesuai kalender ekonomi. Masalahnya pergerakan harga pasar sangat banyak ditentukan oleh emosi dan feeling para pelaku pasar tentang apa yang paling mungkin terjadi berdasarkan ekspektasi mereka, tidak sepenuhnya berdasarkan logika. Mereka trading berdasarkan ekspektasi bagaimana berita tersebut akan mempengaruhi pasar. Ketika berita yang sebenarnya telah dirilis, ekspektasinya bisa saja berubah. Oleh karena itu sering pergerakan harga pasar berlawanan dengan yang seharusnya terjadi setelah berita dirilis. Jadi kita tidak bisa selalu berasumsi bahwa jika hasil rilis berita lebih baik dari sebelumnya atau lebih baik dari prediksi (forecast) maka secara logika harga akan naik dan sebaliknya. Yang jelas semua faktor yang mungkin tidak kita ketahui telah tercermin pada pergerakan harga saat berita tersebut dirilis. Setup price action yang terjadi pada trading chart adalah refleksi dari perubahan variabel yang menggerakkan pasar termasuk rilis berita fundamental.

Trading dengan metode price action
Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa trading forex dengan metode price action tidak diperlukan robot atau software trading, tidak dibutuhkan kombinasi beberapa indikator teknikal, dan tidak diharuskan analisa mendetail pada berita fundamental yang akan dirilis. Jika Anda ingin trading dengan price action, bersihkan trading chart Anda dari indikator teknikal yang rumit karena indikator diturunkan dari perubahan gerak harga. Hindari melakukan analisa yang berlebihan terhadap rilis berita fundamental. Pelajari konsep dasar price action yang sederhana, efektif dan akurat.

Sumber : seputarforex.com

  #249  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Berkenalan Dengan Price Action Trading

Bagi yang belum mengenal metode price action sama sekali, artikel kali yang didasarkan pada pandangan trader ternama Niall Fuller ini membahas mengenai dasar-dasar price action dan mengapa seorang trader sebaiknya menerapkan metode ini.


Apa Itu Price Action ?
Pasar keuangan adalah tempat terjadinya transaksi jual beli nilai tukar uang antara pelaku pasar. Nilai tukar uang ini meninggalkan jejak-jejak berupa pergerakan harga atau price action yang bisa diamati dengan jelas pada trading chart.

Seorang trader akan membaca, mencerna dan pada akhirnya membuka posisi trade mengikuti jejak yang dibentuk oleh price action. Cara trading seperti ini disebut trading dengan strategi price action atau trading dengan price action setup.

Pada kenyataannya, jejak-jejak pergerakan harga yang dibentuk oleh price action selalu berulang pada kondisi pasar apapun. Hal ini sangat berhubungan erat dengan karakteristik para pelaku pasar, dimana sifat seseorang pada umumnya akan mudah diprediksi bila berhadapan dengan uang. Aksi para pelaku pasar tersebut dengan jelas tercermin pada formasi bar-bar candlestick (jika Anda biasa menggunakan candlestick dalam trading), atau batang-batang bar pada bar chart yang membentuk pola gerakan harga (price action) yang berulang-ulang secara periodik, sehingga price action ini bisa dijadikan sebuah tool dalam trading untuk memprediksi pergerakan harga dengan akurat.

Tidak hanya pada pasar keuangan atau pasar forex saja, strategi price action bisa diterapkan pada pasar apa saja karena sifat dan karakteristik para pelaku pasarnya sama.

Trading dengan strategi price action bisa diterapkan pada time frame apa saja, tetapi sangat dianjurkan untuk menggunakan time frame daily mengingat akurasi data dan sinyal yang dihasilkan, selain itu price action juga cocok dan mudah diterapkan dalam pasar forex karena lebih banyak terjadi pola trending yang kontinyu dibanding dengan pasar lainnya.

Sumber : seputarforex.com

  #250  
Old 3 Weeks Ago
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Member Aktif
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 273
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Kenapa Menggunakan Price Action ?
Sebenarnya mudah untuk dijawab, karena price (harga) adalah adalah unsur pokok dalam pasar keuangan. Seperti halnya sebuah buku, jika Anda tidak tahu bagaimana cara membacanya, Anda tidak akan tahu apa isi sebenarnya atau cerita yang disampaikan dalam buku tersebut. Jika Anda tidak tahu bagaimana membaca gerakan harga (price action) dalam pasar, maka Anda tidak akan bisa mengerti dan mencerna ‘cerita’ harga yang disampaikan pasar.

Hasil akhir dari kombinasi berbagai variabel yang dipergunakan untuk menganalisa atau memprediksi pasar adalah gerakan harga itu sendiri, oleh karenanya sebaiknya seorang trader berfokus pada pemahaman price action dan bukan pada parameter dari berbagai indikator sebagai alat prediksi.

Penting Untuk Diperhatikan Pada Strategi Price Action:
1. Ada berbagai formasi bar pada candlestick yang mungkin terbentuk oleh price action pada kondisi pasar yang berbeda-beda. Hendaknya belajar membaca dan memahami satu formasi dahulu sebelum formasi yang lain. Setelah mengerti bagaimana menerapkan dalam trading untuk suatu kondisi pasar tertentu, baru belajar formasi lainnya.

2. Jika sebelumnya Anda biasa menggunakan time frame dibawah daily ( 1 hour, 30 minute, 15 minute, dsb), mulailah belajar trading dengan time frame daily untuk menghindari kesalahan sinyal dan ‘noise’ dalam pergerakan harga, yang akan sangat berpengaruh pada formasi price action yang terbentuk.
Selain itu semakin kecil time frame yang Anda gunakan, semakin Anda cenderung untuk over-trade atau sering entry, dan oleh adanya noise dan sinyal-sinyal palsu atau salah (false signal) yang sering terjadi pada time frame rendah, Anda cenderung salah dalam memprediksi pergerakan harga.
Jika Anda sudah terbiasa dengan time frame daily, mulailah mengamati formasi bar yang terbentuk oleh price action.

3. Belajar dari trader yang telah berhasil menerapkan strategi price action, atau belajar cara-cara penerapan dari berbagai contoh aplikasi price action dalam trading.

Satu hal lagi, terlepas dari strategi trading Anda saat ini, penerapan metode price action tidak akan mengacaukan trading Anda, malah akan menambah ketajaman Anda dalam memprediksi pergerakan harga pasar.

Sumber : seputarforex.com

Sponsored Links
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +7. The time now is 04:10 PM.

 

About Us

"Ceriwis Forum is a place to find information in various categories. Be inspired, Be social, Join the Community!"

 

Pasang Iklan

Mau Pasang Iklan? Klik tombol di bawah ini.

Download on App store    Download on Google play
Copyright © 2018