Ceriwis

Forex Diskusi apapun tentang Forex disini.


Mau Pasang Banner/Iklan? Klik disini Welcome No Deposit Bonus $100 dari ForexChief - Page 27 - Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli
  #261  
Old 3rd June
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 398
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Klien yang Terhormat,

Seluruh Team ForexChief mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga kita semua kembali ke Fitrah.



Sponsored Links.
0
Sponsored Links.
9Club Situs Judi Online Terpercaya
  #262  
Old 3rd June
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 398
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Tips Identifikasi Supply Dan Demand Menggunakan Price Action

Supply dan demand adalah faktor penting dalam bertrading. Tanpa pengetahuan dasar mengenai pengaruh supply dan demand pada pasar forex, kita tidak akan dapat memahami penyebab bergeraknya harga pasar. Ada beberapa cara dalam mendeteksi area permintaan dan penawaran (demand/supply zone) pada chart, salah satu pilihan terbaiknya adalah dengan price action.

Kunci Utamanya Adalah Titik Balik Perubahan Supply dan Demand
Supply (penawaran) dan demand (permintaan) menjadi faktor utama dalam menentukan ke mana pasar akan bergerak. Saat demand lebih besar daripada supply, harga dasar dari suatu instrumen akan melonjak. Sebaliknya, saat supply lebih besar daripada demand maka harga akan bergerak turun.

Umumnya trader akan menggunakan DoM (depth of market) untuk memantau daftar harga (kuotasi) order buy dan sell pada target instrumen. Perbedaan volume dan kuotasi pada order buy dan sell pada DoM menunjukkan dinamika supply dan demand secara mendasar.

Namun, mengetahui supply dan demand saja tidak akan cukup untuk mendapat keuntungan di pasar forex. Alasannya, forex adalah pasar terbesar di dunia dengan likuiditas tertinggi, supply dan demand akan selalu ada tanpa kita harus mencarinya.

Lalu bagaimana cara memanfaatkan supply dan demand untuk mendapatkan profit di pasar forex?

Kemungkinan untuk mendapat profit akan menjadi lebih besar bila Anda mampu "membidik" titik-titik balik perubahan supply dan demand. Maksudnya, titik balik ini adalah momentum di mana supply melampaui demand atau sebaliknya.

titik balik saat supply melampaui demand adalah resistance. Saat harga bergerak naik menyentuh zona resistance, berikutnya harga akan turun. Anda bisa memperoleh profit dengan cara menjual (sell/short) pair target.
titik balik saat demand melampaui supply adalah support. Jika harga menurun menyentuh area support, nantinya harga akan naik. Ambil keuntungan dengan membeli (buy/long) pair target.

Sumber : seputarforex.com

  #263  
Old 4th June
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 398
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Ikuti dua langkah praktis berikut untuk memaksimalkan potensi profit dari pasar forex melalui proses identifikasi zona/area titik balik supply vs demand.


1. Fokus Pada Suatu Level Harga (Price Level Zone) Dengan Memperhatikan Price Action.

Tanpa memfokuskan perhatian pada suatu level harga, akan sangat sulit untuk menentukan di mana potensi titik balik (reversal) berpotensi untuk terjadi. Anda dapat menemukan area titik balik tersebut dengan menggunakan beragam cara, misalnya swing high/low dan level-level fibonacci.

Berikut adalah contohnya:


Pada gambar di atas, perhatikan bahwa harga akan bergerak memantul dari level-level fibonacci (garis 23.6%, 38.2%, 50%, dan 61.8%). Umumnya titik balik supply vs demand muncul pada level antara poin 50 dan 61.8.

Gambar kedua:


Pada gambar kedua tersebut, swing low ditentukan dari pergerakan titik balik (reversal) sebelumnya sebagai patokan level harga berikutnya. Titik balik pada swing-low umumnya akan dikonfirmasi oleh pola price action seperti inside-bar atau pola-pola bullish lainnya.

Perhatikan bahwa ketika harga bergerak turun mendekati area swing-low tersebut, harga akan mengalami bullish reversal karena demand telah melampaui supply.


2. Observasi Apa Yang (Telah) Terjadi Pada Daerah Support/Resistance.

Saat harga bergerak mendekati batas/zona support dan resistance, perhatikan indikasi-indikasi berikut untuk menentukan momentum kapan harga akan mengalami pembalikan.

Indikasi Demand (Permintaan) Meningkat:

Muncul pola price action candlestick bullish, misalnya bullish engulfing
Ketidakmampuan untuk menembus batas support
Peningkatan Volume
Konsolidasi (sideway)
Indikasi Supply (Penawaran) Meningkat:

Muncul pola price action candlestick bearish, misalnya bearish harami
Ketidakmampuan menembus batas resistance
Peningkatan Volume
Konsolidasi
Contoh:


Gambar di atas menunjukkan peningkatan volume trading saat harga akan menguji batas support. Anak panah pertama menunjukkan peningkatan volume saat harga low mengalami reversal sebelum sempat menyentuh batas support. Sedangkan anak panah kedua menunjukkan kenaikan volume saat harga low telah menyentuh batas support.



Setelah Anda menemukan daerah support dan resistance potensial, ingatlah bahwa indikasi-indikasi tersebut hanya menunjukkan kemungkinan, bukan kepastian. Anda harus bersiap-siap membatasi kerugian seandainya harga bergerak tidak sesuai ekspektasi.

Agar kerugian tidak terlalu besar, Anda dapat belajar mengaplikasikan salah satu dari 3 teknik money management sesuai dengan pengalaman dan gaya bertrading Anda. Jika Anda termasuk trader konservatif, gunakan teknik equity stop atau chart stop, sehingga kerugian hanya akan mengikis sebagian kecil dari deposit.

Sumber : seputarforex.com

  #264  
Old 4th June
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 398
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar

Formasi sebuah pin bar biasanya merupakan pola reversal price action yang menunjukkan penolakan (rejection) pada sebuah level harga tertentu. Seorang trader yang telah terbiasa dengan formasi ini akan dengan mudah memperoleh profit dengan membuka posisi pada bar setelah terbentuknya pin bar. Berikut ini penjelasan mengenai formasi pin bar dan bagaimana memanfaatkannya dalam trading.


Definisi pin bar
Pin bar adalah singkatan dari sebutan nama sebuah candlestick bar yang berbentuk memanjang yaitu ‘pinocchio’ bar. Candlestick tersebut mempunyai ekor (tail) atau sumbu (wick) yang lebih panjang dari badan (body)nya. Pin bar sering ditemukan dalam chart trading sehari-hari dan bisa muncul pada semua time frame.


Karakteristik pin bar
Sebuah pin bar memiliki ekor yang lebih panjang dari body-nya. Ekor ini juga disebut dengan sumbu atau bayangan (shadow). Panjangnya ekor menunjukkan kekuatan penolakan (rejection) atau terjadinya kesalahan break (false break) pada suatu level harga tertentu. Semakin panjang ekor sebuah pin bar maka akan semakin valid pin bar tersebut, dalam hal ini berarti semakin tinggi sentimen penolakan terhadap suatu level harga tertentu.
Semakin sempit atau semakin kecil body sebuah pin bar maka akan semakin valid pin bar tersebut.
Secara umum bisa disimpulkan bahwa sebuah pin bar dianggap valid jika panjang ekor kira-kira dua per tiga dari panjang total pin bar tersebut.
Sisi lain dari ekor disebut dengan ‘nose’ (hidung). Semakin pendek hidung akan semakin valid pin bar tersebut.

Sumber : seputarforex.com

  #265  
Old 4th June
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 398
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Formasi bullish dan bearish reversal pin bar
Bullish reversal pin bar biasanya terbentuk pada keadaan downtrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah uptrend setelah terjadi penolakan pada level tertentu sesuai yang ditunjukkan ekor pin bar, sementara bearish reversal pin bar terbentuk pada keadaan uptrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah downtrend setelah terjadi penolakan pada level harga tertentu.


Ekor pada formasi bullish reversal pin bar berada pada bagian bawah body karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih rendah, sementara ekor pada formasi bearish reversal pin bar berada pada bagian atas body karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih tinggi. Karena ciri formasi sebuah pin bar adalah sebuah bar yang menonjol keluar diantara bar-bar sebelum dan sesudahnya, maka konfirmasi validitas pin bar adalah pada bar setelah pin bar yang terbentuk tersebut.

Konfirmasi reversal pin bar
Agar sebuah bullish reversal pin bar terkonfirmasi maka panjang bar candlestick sesudah pin bar tersebut (body dan ekornya) seluruhnya harus lebih tinggi dari level terendah pin bar, dan harga penutupannya harus lebih tinggi dari harga penutupan pin bar. Sementara untuk bearish reversal pin bar yang terkonfirmasi maka panjang bar candlestick sesudah pin bar tersebut seluruhnya harus lebih rendah dari level tertinggi bearish pin bar tersebut, dan harga penutupannya harus lebih rendah dari harga penutupan pin bar.

Contoh formasi reversal pin bar pada chart trading
Berikut contoh beberapa bullish reversal pin bar yang terbentuk pada chart CAD/JPY daily. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi time frame trading maka akan semakin valid sebuah pin bar asalkan telah terkonfirmasi dengan benar. Hal ini disebabkan karena kemungkinan tingkat kesalahan pergerakan harga (noise) pada time frame tinggi (biasanya 4 hour keatas) akan lebih kecil dibandingkan dengan time frame rendah (1 hour kebawah). Oleh sebab itu contoh-contoh pada artikel ini dibuat pada time frame daily atau 4 hour.​


Seperti tampak pada gambar diatas, semua pin bar telah terkonfirmasi dan menunjukkan keadaan bullish reversal. Yang penting diperhatikan adalah bahwa dalam contoh ini warna body sebuah bullish pin bar tidak harus putih, atau harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, tetapi bisa juga sebaliknya (berwarna hitam). Perhatikan saja ciri utama pin bar, yaitu sebuah bar yang menonjol keluar diantara bar-bar sebelum dan sesudahnya.

Contoh pada USD/JPY daily berikut ini adalah formasi sebuah bullish reversal pin bar yang dianggap sempurna:​


Selain ekor pin bar yang cukup panjang (lebih dari dua pertiga panjang pin bar) dan menonjol keluar, body pin bar tersebut juga minimal atau harga pembukaan sama dengan penutupan. Formasi tersebut persis sama dengan doji yang menunjukkan keseimbangan antara sentimen bullish dan bearish, atau pasar yang sedang berkonsolidasi. Setelah pin bar doji tersebut terkonfirmasi, maka dengan cepat harga bergerak kearah uptrend seiring dengan keputusan pasar untuk membawa harga ke level yang lebih tinggi. Pola pembalikan arah seperti pada contoh diatas sering pula disebut dengan ‘V bottom reversal’, karena polanya yang mirip dengan huruf ‘V’.

Pin bar yang terbentuk pada kondisi pasar yang sedang trending akan cenderung mempunyai probabilitas tinggi seperti pada contoh GBP/JPY daily berikut ini, dimana bullish reversal pin bar terbentuk pada setiap akhir retracement (koreksi). Perhatikan bahwa bullish pin bar yang pertama (paling kiri) tidak terkonfirmasi sehingga pin bar tersebut tidak valid.​


Sumber : seputarforex.com

  #266  
Old 5th June
whiteking's Avatar
whiteking whiteking is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Jun 2017
Posts: 395
Rep Power: 3
whiteking mempunyai hidup yang Normal
Default

Trading strategi dengan menggunakan pin bar, ini merupakan salah satu cara trading yang sederhana, hanya akan mencari sinyal dimana terjadi pembentukan ekor panjang pada satu candlestick, dimana ini terjadi pembalikan arah trend yang memberikan indikasi kuat, namun memang tidak selalu valid karena dinamisnya market, untuk belajar dengan pin bar bisa menggunakan akun mikro Firewoodfx dengan fixed rate 1$ sama dengan Rp 10.000
  #267  
Old 7th June
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 398
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Trading dengan formasi pin bar
Sering kali formasi pin bar menunjukkan pola pembalikan arah trend (reversal pin bar), meski ada juga pin bar yang mengisyaratkan penerusan arah trend. Ada 3 kemungkinan cara untuk entry pada bar setelah pin bar, yaitu:


Market entry: entry pada harga pasar yang dianggap terbaik pada saat itu. Entry buy bila terbentuk bullish reversal pin bar, dan entry sell jika yang terjadi adalah bearish reversal pin bar.
Stop entry: yaitu pending order berupa ‘buy stop’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell stop’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order buy stop harus lebih tinggi dari harga pasar sekarang, dan nilai untuk order sell stop harus lebih rendah dari harga pasar sekarang. Level stop loss bisa ditentukan beberapa pip dibawah level terendah pin bar (untuk buy stop), atau beberapa pip diatas level tertinggi pin bar (untuk sell stop).
Limit entry: yaitu pending order berupa ‘buy limit’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell limit’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order buy limit harus lebih rendah dari harga pasar sekarang, dan nilai untuk order sell limit harus lebih tinggi dari harga pasar sekarang. Level stop loss bisa ditentukan beberapa pip dibawah level terendah pin bar (untuk buy limit), atau beberapa pip diatas level tertinggi pin bar (untuk sell limit). Limit entry ini didasarkan pada asumsi bahwa biasanya pergerakan harga akan retrace atau mengalami koreksi ketika telah mencapai 50% dari panjang ekornya, atau 50% level Fibonacci retracement-nya.
Perlu diperhatikan agar probabilitas entry yang kita lakukan tinggi, maka disarankan untuk entry pada bar setelah pin bar hanya jika disertai dengan faktor-faktor pendukung yang cukup kuat, antara lain level support atau resistance, level-level Fibonacci retracement atau expansion terutama 38.2%, 50% atau 61.8%, dan kurva indikator moving average sebagai level support atau resistance dinamis.

Contoh trading dengan reversal pin bar pada kondisi pasar sidewaysPada chart EUR/USD daily berikut tampak terbentuk bearish pin bar pada resistance kunci (key resistance). Keadaan ini sering disebut dengan rejection atau penolakan pada level resistance tersebut karena harga telah gagal menembus level tersebut, atau disebut juga dengan false break.​


Setelah terbentuknya pin bar tersebut maka besar kemungkinannya harga akan bergerak kembali kearah downtrend. Dalam hal ini trader bisa menggunakan cara sell limit untuk entry, yaitu dengan pending order sell limit pada level 50% dari panjang ekor pin bar. Untuk kondisi pasar yang sideways seperti pada contoh tersebut, risk/reward ratio bisa cukup tinggi karena take profit bisa ditentukan pada level yang dekat dengan support.

Contoh trading dengan reversal pin bar pada kondisi pasar trendingBerikut contoh bearish pin bar yang terjadi pada kondisi pasar yang sedang downtrend:​


Dalam hal ini pin bar yang terbentuk didukung oleh rejection dari resistance statis (garis horisontal resistance) dan resistance dinamis yaitu kurva exponential moving average (ema) 8 dan ema 21. Pin bar seperti ini biasanya mempunyai probabilitas yang tinggi, dan entry bisa dilakukan dengan cara market entry maupun stop entry. Dari pergerakan harga yang terjadi, pin bar tersebut menunjukkan penerusan arah trend (downtrend).

Sumber : seputarforex.com

  #268  
Old 7th June
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 398
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Formasi Candlestick Dalam Price Action

Cara membaca pergerakan harga pasar dengan menggunakan formasi candlestick telah diterapkan di negara asalnya, Jepang, sejak abad ke-18. Pada saat itu, chart candlestick digunakan untuk memprediksi pergerakan harga beras. Ketika bursa saham di Jepang mulai beroperasi pada tahun 1870, candlestick secara luas dipakai oleh para trader untuk menganalisa naik turunnya saham-saham tertentu dari waktu ke waktu.

Analis terkenal Amerika Serikat, Charles Dow, pada tahun 1900-an ikut menggunakan candlestick dalam memprediksi arah pergerakan harga saham, hingga formasi ini menjadi populer di seluruh dunia sampai sekarang.

Pada dasarnya, formasi candlestick memberikan informasi yang sama dengan formasi bar biasa. Namun demikian, grafik formasi candlestick lebih jelas dan akurat dalam menggambarkan pergerakan harga (Price Action). Secara visual, tingkah laku harga permintaan dan penawaran lebih jelas untuk dipahami dalam formasi candlestick. Dalam chart trading, peran trader yang menginginkan harga naik (Bull) dan harga turun (Bear) jelas kelihatan, dan siapa pemenangnya akan tampak pada formasi yang terbentuk.



Formasi Candlestick Yang Sering Muncul
Dasar dari metode Price Action adalah pengamatan dan interpretasi pergerakan harga melalui formasi candlestick. Karena sudah populer, para analis memberikan nama atau sebutan untuk formasi-formasi tertentu yang sering terjadi, seperti misalnya Hammer atau Doji. Berikut gambar formasi candlestick yang sering muncul di pasar dan digunakan dalam analisa dengan metode Price Action:


1. Bullish Candle
Menggambarkan pergerakan harga naik pada periode waktu tertentu. Dalam hal ini, jumlah trader yang menginginkan kenaikan harga lebih besar dari mereka yang mengharapkan harga akan turun.



2. Bearish Candle
Menggambarkan pergerakan harga turun pada periode waktu tersebut. Dalam hal ini, jumlah trader yang menginginkan harga turun lebih besar dari mereka yang mengharapkan kenaikan harga pasar.



3. Long Lower Shadow
Formasi ini bersifat bullish. Panjang ekor minimal harus sama dengan panjang Body candle-nya. Semakin panjang ekor (Shadow candle), semakin valid pula formasi candlestick ini. Artinya, kemungkinan bullish lebih besar karena trader pendukung kenaikan harga lebih banyak dari trader pendukung penurunan harga.



4. Long Upper Shadow
Formasi ini bersifat bearish. Panjang Shadow atas minimal harus sama dengan panjang Body candle-nya. Semakin panjang Shadow atas yang terbentuk, semakin valid pula formasi Long Upper Shadow. Artinya, kemungkinan untuk bearish lebih besar karena pada kondisi ini, trader yang menginginkan harga turun lebih banyak dari para pendukung penurunan harga.



5. Hammer
Formasi candlestick ini mengindikasikan keadaan bullish. Hammer ebih valid jika terjadi pada kondisi Downtrend, dengan panjang ekor minimal 2 kali panjang Body candle-nya. Karena Hammer tidak mempunyai Shadow atas, maka formasi candlestick ini menggambarkan trader yang menginginkan kenaikan harga lebih banyak masuk pasar di saat-saat akhir penutupan. Baca juga: Mengenali Pola Candle Hammer Bullish.



6. Shooting Star
Kebalikan dari Hammer, formasi candlestick ini bersifat bearish. Shooting Star lebih valid jika terjadi pada kondisi Uptrend, dengan panjang Shadow atas minimal 2 kali panjang Body candle-nya. Dalam konteks formasi ini, trader pendukung harga turun lebih banyak masuk pasar di saat-saat akhir penutupan. Baca juga: Pola Candlestick Shooting Star, Cara Ampuh Penanda Reversal.



7. Harami
Merupakan satu dari 3 Indecision Candle, sehingga sifatnya tidak bisa dipastikan. Harami merupakan salah satu penanda reversal yang terdiri dari 2 candle. Formasinya sering dianggap mirip dengan Inside Bar dan Mother Bar, karena sama-sama terdiri dari candle pertama yang berukuran besar dan mampu menutupi candle kedua. Bedanya, Harami hanya memperhitungkan Body, sehingga dalam formasi candlestick ini, Shadow candle kedua bisa tak tertutupi oleh candle pertama. Baca juga: Mengenal Pola Candlestick Harami.



8. Doji
Tidak seperti Harami, Indecision Candle ini hanya terdiri dari 1 format candlestick. Doji terbentuk ketika pasar sedang konsolidasi atau ragu-ragu mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Sentimen bullish dan bearish tampak dalam keadaan seimbang, sehingga tidak dapat dipastikan apakah harga bergerak naik atau turun setelah candle ini terbentuk. Para trader biasanya menggunakan konfirmator lain untuk membaca sinyal Doji, baik itu dengan melihat candle setelah Doji, indikator teknikal lain, atau posisi harga terhadap Support Resistance. Baca juga: Formasi Doji Candlestick.



9. Dragonfly Doji
Merupakan jenis Doji yang bersifat bullish bila terjadi pada kondisi Downtrend. Dibanding pola utama Doji, formasi candlestick ini lebih jarang terjadi, dan bisa mengindikasikan kekuatan seller yang gagal menarik harga untuk melanjutkan penurunan.



10. Gravestone Doji
Merupakan jenis Doji yang bersifat bearish bila terjadi pada kondisi Uptrend. Formasi candlestick ini merupakan kebalikan Dragonfly Doji, sehingga menandakan kegagalan buyer untuk mendukung harga melanjutkan penguatan. Pola ini juga lebih jelas mengindikasikan arah harga ketimbang Doji biasa yang masih menunjukkan kebimbangan pasar.



11. Engulfing
Merupakan formasi yang terdiri dari 2 candle. Berbanding terbalik dengan Harami, pola Engulfing mencerminkan candle pertama yang 'dimakan' sepenuhnya oleh candle kedua. Selain itu, jenis candle pertama dan kedua selalu berbeda, dan inilah yang membedakan antara Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing. Baca juga: Trading Dengan Pola Engulfing Candle.



12. Spinning Tops
Sifatnya tidak bisa dipastikan, sehingga Spinning Tops termasuk dalam jenis Indecision Candle. Sama seperti Doji, Spinning Tops sering muncul di chart dan mewakili tarik-menarik seimbang antara buyer dan seller. Bedanya, Spinning Tops masih memiliki Body yang membuatnya bisa dibedakan sebagai Bullish dan Bearish Spinning Top. Para trader membaca sinyal dari candle ini dengan membandingkan posisi pembentukannya, apakah di Uptrend atau Downtrend harga.

Sumber : seputarforex.com

  #269  
Old 7th June
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 398
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Setup Price Action Utama
Terlepas dari berbagai macam formasi candlestick di atas, setup Price Action utama adalah Pin Bar, Inside Bar, dan Fakey Bar. Berikut formasi candlestick pada chart Daily dengan masing-masing Setup tersebut:

Formasi Candle Pin Bar


Seperti tampak pada gambar di atas, formasi candlestick untuk Pin Bar yang sering terjadi adalah Long Upper atau Lower Shadow. Formasi-formasi tersebut sesuai dengan karakteristik Pin Bar, yakni:

Harga Open dan Close mendekati level High atau Low. Semakin dekat, maka semakin valid.
Harga Open dan Close harus dekat satu sama lain. Semakin dekat, maka semakin valid.
Pin Bar bisa mengindikasikan penerusan arah tren (trend continuation) maupun pembalikan arah tren (trend reversal), tergantung dari posisi Pin Bar tersebut dalam alur tren terkini. Dalam hal harga Open dan Close yang mendekati level High dari bar (formasi Long Lower Shadow), maka terlihat bahwa para buyer lebih banyak dari seller. Jadi walaupun pada mulanya harga turun hingga level terendah, tetapi pada akhir penutupan, harga terdorong naik hingga mendekati level tertingginya.

Sebuah Pin Bar wajib dikonfirmasikan oleh candle yang terjadi sesudahnya, untuk memastikan mana sentimen yang lebih kuat, apakah Bull atau Bear. Jika harga penutupan candle sesudahnya lebih besar dari penutupan candle Long Lower Shadow, maka sentimen pasar cenderung bullish. Hal sebaliknya berlaku juga untuk formasi Long Upper Shadow.

Jika formasi candle berupa Hammer atau Dragonfly Doji, maka sentimen pasar cenderung lebih kuat di sisi buyer; mereka yang cenderung menginginkan harga turun telah keluar pasar atau 'kalah', jika dibandingkan dengan mereka yang mengharapkan harga naik dan telah mengambil posisi buy. Pemahaman sebaliknya juga berlaku ketika harga Downtrend dan formasi Shooting Star atau Gravestone Doji muncul.

Contoh lain untuk formasi candlestick pada Pin Bar:


Formasi Candle Inside Bar
Inside Bar adalah sebuah candle, dengan panjang Body dan Shadow berada dalam range candle sebelumnya. Pada dasarnya, semua formasi candlestick bisa menjadi Inside Bar selama harga Open dan Close berada dalam range candle sebelumnya. Inside Bar menunjukkan konsolidasi pasar singkat sebelum terjadi breakout pada arah tren dominan. Formasi candlestick yang terdiri dari sebuah atau beberapa Inside Bar, haruslah dikonfirmasikan oleh candle berikutnya untuk mengetahui sentimen pasar.


Formasi Candle Fakey Bar
Formasi Fakey Bar mengindikasikan penolakan pada level tertentu. Harga akan bergerak mengikuti tren, tetapi kemudian berbalik arah setelah break level support atau resistance. Pasca terbentuknya formasi Fakey, harga sering berbalik arah dengan kuat. Biasanya, Fakey Bar didahului dengan terbentuknya Inside Bar.


Pada contoh di atas, tampak formasi Inside Bar diikuti oleh sebuah Pin Bar berupa Upper Shadow Candle. Kedua formasi candlestick tersebut membentuk sebuah Setup Fakey Bar, dan sebaiknya tidak ditindaklanjuti dengan keputusan trading apapun sebelum terjadi break di level support atau resistance. Dalam grafik di atas, terlihat harga langsung meluncur naik setelah candle pasca Setup Fakey Bar menembus resistance terdekat.


Sumber : seputarforex.com

[/QUOTE]
  #270  
Old 10th June
senjanjani's Avatar
senjanjani senjanjani is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2018
Posts: 398
Rep Power: 1
senjanjani mempunyai hidup yang Normal
Default


Belajar Formasi Candlestick Dengan Contekan
Mengingat ada begitu banyak variasi formasi candlestick dan Setup Price Action penting, maka tak heran jika banyak pemula sering merasa kesulitan mengenali formasi penting. Kebingungan juga bisa terjadi manakala mereka dituntut untuk membedakan pola-pola candle yang memiliki kemiripan bentuk, tapi memancarkan sinyal pergerakan berbeda. Oleh karena itu, tim Seputarforex telah membuat lembar "contekan" candlestick untuk mempermudah pengamatan para trader yang masih belajar.


Sumber : seputarforex.com

Sponsored Links
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +7. The time now is 11:03 AM.

 

About Us

"Ceriwis Forum is a place to find information in various categories. Be inspired, Be social, Join the Community!"

 

Pasang Iklan

Mau Pasang Iklan? Klik tombol di bawah ini.

Download on App store    Download on Google play
Copyright © 2018