Ceriwis

Wisata Kuliner Ekstrem, Berani Makan? - Ceriwis - Komunitas dan Forum Jual Beli
  #1  
Old 29th January 2015
Gusnan's Avatar
Gusnan Gusnan is offline
Moderator
 
Join Date: Jun 2013
Posts: 27,725
Rep Power: 42
Gusnan memiliki kawan yg banyakGusnan memiliki kawan yg banyakGusnan memiliki kawan yg banyak
Default Wisata Kuliner Ekstrem, Berani Makan?







Ulat sagu Papua (Fitraya/detikTravel)

Jakarta - Wisata kuliner adalah salah satu kegiatan favorit ketika pergi liburan ke suatu tempat. Namun ada juga kuliner ekstrem yang terbuat dari hewan-hewan yang bagi sebagian orang menjijikan. Apakah Anda berani memakannya?

Salah satu yang menarik dari kegiatan traveling adalah kita mempelajari dan berkenalan dengan budaya setempat. Budaya itu juga artinya termasuk apa yang masyarakat lokal biasa makan. Nah, ada beberapa bahan makanan yang justru bagi orang yang asing adalah menjijikan. Travel Highlight Kuliner Ekstrem akan mengupas hal ini secara mendalam.

Istilah kuliner ekstrem lahir dari subjektifitas para traveler yang datang ke satu daerah. Bagaimana tidak, suatu makanan yang biasa bagi warga lokal, bisa dianggap aneh oleh orang lain dan sebaliknya.

Orang Indonesia makan jeroan, kaki ayam, durian, belalang dan ular kobra. Itu pasti dianggap aneh oleh orang Amerika latin, padahal di sana mereka juga memakan marmut atau kura-kura.

Bahkan sebagian orang Indonesia menganggap ekstrem makanan di bagian Indonesia yang lain. Di Indonesia Timur, masyarakat mengkonsumsi ulat sagu di Papua dan Maluku, cacing di NTB dan aneka hewan tidak lazim misalnya di Pasar Tomohon. Di Indonesia Barat, orang juga makan belalang atau ular.

Pengalaman menikmati ekstrem kuliner berlanjut ke Asia Tenggara. Gorengan serangga adalah camilan pasaran di setiap pasar malam di Bangkok. Laba-laba saja dimakan di Kamboja. Singapura yang modern dan maju, punya restoran kaki buaya, siapa sangka bukan?

Lebih luas lagi di Asia, China sudah dikenal dengan aneka sate-sate hewan yang aneh bin ajaib. Sate kalajengking, bintang laut dan aneka restoran yang mengolah penis hewan ada di sana. Orang Jepang malah terkenal mengkonsumsi ikan fugu yang beracun, salah masak bisa meninggal.

Makanan ekstrem juga dikenal sampai ke benua Afrika, Amerika Latin dan Eropa. Kucing dimakan di Pantai Gading, kodok dijus di Peru dan bahkan di Italia sekalipun ada keju yang difermentasi dengan larva lalat.

Intinya, makanan ekstrem ada dimana-mana dan dianggap normal untuk warga sekitar. Toh mereka baik-baik saja selama ini mengkonsumsi makanan tersebut. Namun jika wisatawan ingin mencobanya, memang butuh kiat-kiat khusus karena bahan makanan itu belum dikenali oleh tubuh kita.

Wisata kuliner ekstrem tentunya jadi tantangan sekaligus daya tarik di saat liburan. Menikmati makanan aneh bin ajaib menjadi pengalaman traveling yang tidak terlupakan. Kisah seru menikmati wisata kuliner, tentu menjadi cerita tak berkesudahan untuk dibawa pulang.

Sponsored Links.
1
Sponsored Links.
3
  #2  
Old 15th April 2015
jambrong111 jambrong111 is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Oct 2014
Posts: 509
Rep Power: 5
jambrong111 mempunyai hidup yang Normal
Default

Sering liat di TV, makan ulat sagu katanya enak, gurih :3 jadi penasaran..
Sponsored Links
poker online terbaik
Reply

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off



All times are GMT +7. The time now is 12:54 PM.

 

About Us

"Ceriwis Forum is a place to find information in various categories. Be inspired, Be social, Join the Community!"

 

Pasang Iklan

Mau Pasang Iklan? Klik tombol di bawah ini.

Download on App store    Download on Google play
Copyright © 2018
close
Banner iklan disini