Ceriwis

Gempa 4,7 Magnitudo yang Terjadi di California Mengakibatkan Sekelompok Paus Jadi ‘Gila’

Paus.
Ceriwis – Setelah gempa berkekuatan 4,7 magnitudo mengguncang California pada 15 Oktober 2019, sekelompok paus di lepas pantai wilayah tersebut berubah menjadi ‘gila’, dengan melompat keluar dari air secara bersamaan.
‘Kegilaan’ paus-paus itu disaksikan oleh pemandu wisata dan para penumpang dari agen perjalanan wisata laut Blue Ocean Whale Watch di atas kapal. Mereka melihat tiga paus bungkuk dari kejauhan bersikap tidak normal. Paus-paus itu keluar dari air menghancurkan permukaan laut, melompat ke udara sebelum jatuh kembali ke dalam air.
Menurut seismolog, Lucy Jones, dalam kicauannya di Twitter, gempa itu bergetar di sepanjang Patahan San Andreas, merambat hingga melanda Hollister, sekitar 56 kilometer dari tempat salah satu kapal Blue Ocean Whale Watch berada.
“Dua pasang paus dari jauh keluar secara bersamaan, dan satu paus keluar juga. Kemudian kami menyaksikan tiba-tiba paus itu keluar secara serempak,” tulis Blue Ocean Whale Watch dalam akun Facebook miliknya.
Gempa di California.
“Kami kemudian mengetahui bahwa ini semua terjadi pada saat yang sama dengan gempa bumi 4,7 magnitudo, yang pusat gempanya hanya berjarak 56 km, menghasilkan suara bawah air di Teluk Monterey. Ini jelas bisa saja kebetulan, tetapi waktunya tidak tepat! Paus memiliki pendengaran yang sangat baik dan aktivitas permukaan mereka bisa menanggapi gempa.”
“Cara paus keluar di air benar-benar tampak seperti ada reaksi suara di bawah air. Begitu kami mengatakan di radio bahwa ikan paus menjadi gila di segala arah, kapten lain mengatakan mereka telah menerima pemberitahuan gempa,” ujar Katlyn Taylor, seorang naturalis di atas kapal pengamat paus kepada USA Today.
Begitupun dengan Kate Cummings, seorang kapten di Blue Ocean Whale Watch yang mengatakan bahwa ia juga menyaksikan kejadian yang sama. “Tujuh paus dengan jarak 6 kilometer dari kita, keluar seperti orang gila. Saya biasanya skeptis terhadap hal-hal seperti ini, dan berpikir bahwa hal itu hanya kebetulan saja. Namun sesuatu yang mendorong saya kembali ke arah lain adalah fakta bahwa pada tahun ini pada umumnya paus tidak terlalu aktif.”
Paus.
Menurut peneliti, perilaku yang ditunjukkan oleh paus tersebut berperan dalam komunikasi antar-paus. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Marine Mammal Science pada 2016 mengungkapkan, berdasarkan pengamatan pada 94 kelompok paus untuk memeriksa konteks sosial dan lingkungan tempat terjadinya aktivitas paus keluar dari air, temuan menunjukkan bahwa aktivitas itu mungkin merupakan cara mereka menyampaikan informasi kepada kelompok yang berjauhan.
Dengan melompat ke udara dan jatuh kembali ke air, paus dapat menghasilkan suara besar mencapai jarak yang cukup jauh melalui hempasan air.
Dalam hal ini, gempa bumi telah menghasilkan gelombang seismik yang merambat melalui Bumi, lalu membuat beberapa hewan menjadi sensitif. Begitupun dengan paus yang langsung meninggalkan suatu daerah saat terjadi gempa di bawah air.

Melanie Putri