Ceriwis
Hal – Hal yang Harus Dilakukan Saat Ternak Mati Mendadak Demi Mencegah Penyebaran Antraks

Hal – Hal yang Harus Dilakukan Saat Ternak Mati Mendadak Demi Mencegah Penyebaran Antraks

Ternak Sapi.

 

Ceriwis – Kekhawatiran akan menyebarnya penyakit antraks tengah merebak di Gunungkidul, Yogyakarta. Laporan adanya ternak yang terjangkit di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, yang jadi penyebabnya.

Yang semakin mengkhawatirkan, ternak yang terjangkit dilaporkan ada yang disembelih oleh pemiliknya dan dibawa ke Kulonprogo. Menurut Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Veteriner DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti, hal ini bisa memicu penyebarannya. Ia mengatakan, seharusnya ternak yang mati mendadak harus dikubur dan tidak boleh disembelih.

“Kalau saat mati langsung dikubur maka antraks tidak akan menyebar lebih luas karena tetap berada di tubuh hewan yang mati,” kata Retno, Minggu (26/5) kemarin seperti dilansir dari harianjogja.com.

Ia menjelaskan, darah yang keluar dari hewan yang terjangkit saat berada di tanah akan berkembang dan membentuk spora antraks. Proses ini membuat bakteri lebih kuat karena memiliki pelindung dan dapat bertahan selama 80 tahun.

“Kalau seperti ini potensi penyebaran lebih tinggi. Jadi, kami mengimbau agar masyarakat tidak menyembelih ternak yang mati mendadak,” katanya.

Retno menjelaskan prosedur yang benar dalam penanganan hewan yang mati mendadak adalah dengan mengubur di kedalaman dua meter. Selain itu, untuk keamanan bangkai bisa dibakar dan disiram dengan formalin 10%.

Ia menuturkan, deteksi penyakit antraks pada hewan yang masih hidup sangat sulit. Namun indikasi bisa dilihat dari kondisi hewan yang mati secara mendadak dan dari delapan lubang di tubuh hewan akan mengeluarkan darah.

“Oleh karena itu kami menggencarkan vaksin terhadap hewan ternak agar penyebaran antraks tidak semakin meluas,” katanya.

Hal yang sama juga diutarakan Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Bagoes Poermadjaja. Menurutnya, penyembelihan ternak yang mati mendadak memperluas potensi penyebaran antraks. Pasalnya, darah yang keluar dari hewan yang terjangkit tidak bisa membeku dan akan terus menetes secara terus menerus.

“Kalau dibawa ke mana-mana potensi penyebaran semakin meluas karena darah dari hewan akan terus menetes di jalanan. Jadi, yang paling aman saat menemukan ternak mati mendadak dengan cara mengubur,” katanya.

Andika Gumilang