Ceriwis

Hal yang Perlu Diketahui soal Aksi Boikot Huawei

Perusahaan teknologi Huawei.

Ceriwis – Awal pekan ini raksasa teknologi asal China, Huawei, tengah menjadi sorotan. Huawei terkena boikot atau pemutusan hubungan kerja sama oleh banyak perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.

Hal ini terjadi setelah pemerintah AS memutuskan memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan. Akibatnya bisnis perusahaan yang akrab dengan logo ‘kipas merah’ itu terancam menurun.

Untuk membuat kamu paham apa yang sebenarnya terjadi dari kasus yang melibatkan Huawei dan perang dagang AS-China ini, dan bagaimana nasib perangkat smartphone Huawei yang kamu miliki sekarang, baiknya simak beberapa pertanyaan berikut ini.

1. Apa yang terjadi antara Huawei dan Amerika Serikat?

Perusahaan teknologi Huawei.

Sebenarnya hubungan Huawei dan Amerikat Serikat sudah merenggang sejak awal tahun 2018 lalu. Pejabat tinggi dari beberapa Badan intelijen AS pernah mengimbau warganya agar tidak menggunakan perangkat Huawei, karena dituduh memiliki kemampuan untuk memodifikasi atau mencuri informasi, termasuk melakukan spionase yang tak terdeteksi.

 

Huawei bersama perusahaan teknologi China lain, ZTE, juga terkena tuduhan melanggar peraturan embargo AS dengan menjual dan mengirimkan produk telekomunikasi yang komponennya dirancang dan dibuat oleh AS ke Iran pada 2016. Pengiriman ini melanggar regulasi AS karena Iran terkena sanksi hukum dan dagang.

Akhir tahun 2018, Hubungan Huawei dan pemerintah AS kembali memanas. Chief Financial Officer (CFO) yang juga putri dari pendiri Huawei, Meng Wanzhou, ditahan di Kanada atas permintaan Pemerintah AS. Meng ditahan pada 1 Desember setelah diamankan petugas kepolisian saat transit di bandara Vancouver, Kanada.

Direktur Eksekutif Dewan raksasa teknologi Cina Huawei, Meng Wanzhou menghadiri sesi Forum Investasi Modal VTB “Rusia Calling!”.

Kasus ini juga menjadi bagian dari dugaan AS terhadap aksi Huawei yang dianggap melanggar sanksi AS terhadap Iran. Berdasarkan putusan pengadilan, perusahaan Skycom, di mana Meng menjadi salah satu anggota dewan direksinya, diduga menjalin bisnis dengan Iran antara 2009 dan 2014.

Puncaknya pada Kamis (16/5) lalu, Presiden AS Donald Trump akhirnya memasukkan Huawei Technologies Co Ltd ke dalam daftar hitam perdagangan. Dengan begitu, Huawei akan kesulitan menjalin kerja sama dengan perusahaan AS, seperti Google contohnya.

Ada banyak perusahaan asal AS yang telah memboikot kerja sama dengan Huawei. Selain Google, ada Intel, Qualcomm, Xilinx, dan Broadcom, yang semuanya adalah perusahaan teknologi top dunia.

2. Apa dampak pemboikotan kerja sama dengan Huawei?

Perusahaan teknologi Google.

Sejumlah perusahaan AS sudah terang-terang melakukan pemboikotan atau pemutusan hubungan kerja sama dengan Huawei. Mereka adalah Google, Intel, Qualcomm, Xilinx, Qorvo, Micron Technology, Western Digital dan Broadcom. Tidak hanya perusahaan AS saja, ada Infineon Technologies asal Jerman juga dilaporkan yang memboikot Huawei.

Keputusan Google untuk mencabut lisensi Android pada smartphone Huawei menjadi pukulan telak bagi Huawei. Akibatnya, smartphone Huawei nantinya tidak akan mendapatkan akses ke aplikasi-aplikasi inti Google, seperti Play Store, Gmail, Chrome, hingga YouTube.

Seperti dilaporkan Reuters, Huawei hanya diperbolehkan untuk menggunakan sistem operasi Android berlisensi open source yang bisa digunakan siapa saja, yaitu Android Open Source Project (AOSP). Dengan AOSP ini, Huawei masih bisa memberikan update sistem operasi dan keamanan untuk smartphone Android buatannya.

Sementara perusahaan semikonduktor dilarang melakukan transaksi atau mengirimkan produknya untuk digunakan Huawei. Dalam hal ini, Huawei tidak bisa menggunakan komponen-komponen dari perusahaan AS.

3. Bagaimana dengan smartphone Huawei dan Honor yang telah beredar?

Smartphone Huawei P30 Pro.
Tidak perlu khawatir dengan smartphone Huawei yang kamu gunakan saat ini. Huawei dan Google sudah memastikan ponsel Huawei yang sudah beredar di pasaran dan menggunakan sistem Android masih mendapatkan dukungan keamanan dan teknis.

Perangkat Huawei masih mendapatkan perlindungan keamanan melalui Google Play Protect yang merupakan detektor malware bawaan yang menggunakan pembelajaran mesin untuk mendeteksi dan menyingkirkan aplikasi jahat. Kabarnya dukungan ini hanya akan berlangsung selama tiga bulan ke depan.

Meski begitu, Google tidak mengungkapkan apakah perangkat Huawei dan Honor saat ini, misalnya P30, Mate 20, dan lainnya ke depannya yang masih beredar di pasaran akan menerima pembaruan Android di masa depan. Di sini masih terjadi ketidakpastian, sehingga diprediksi akan membuat perangkat Huawei jatuh dari segi harga jual.

4. Apakah ada tanda perdamaian ke depannya?

Ilustrasi bendera Amerika Serika.

Tidak menutup kemungkinan ada itikad baik dari kedua belah pihak antara Huawei dan pemerintah AS untuk berdamai. Tapi saat ini hubungan keduanya sedang memanas yang tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir. Jadi siapa pun tidak dapat menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

Banyak perusahaan AS melaksanakan kebijakan pemboikotan terhadap Huawei. Di luar pasar asalnya, Huawei bisa dibilang sebagai perusahaan teknologi China paling sukses sejauh ini. Bahkan untuk perangkat smartphone menjadi brand paling laris kedua di dunia dari laporan IDC kuartal I 2019.

5. Apa rencana alternatif Huawei?

Perusahaan teknologi Huawei.

Telah lama diketahui bahwa Huawei telah bekerja untuk mengembangkan sistem operasi sendiri. Dilaporkan bahwa sistem operasi milik Huawei itu akan bernama “Hongmeng” yang dikembangkan sejak 2012. Laporan itu tidak mengonfirmasi bahwa Hongmeng akan menjadi nama asli OS dari Huawei atau hanya nama kode saja.

Sebenarnya perangkat Huawei dengan lisensi Android ditujukan untuk pasar di luar China. Untuk perangkat di negeri asalnya, Huawei menggandeng perusahaan Tencent dan Baidu untuk sistem operasinya.

Huawei juga mengembangkan cip prosesor sendiri untuk smartphone melalui anak perusahaannya HiSilicon yang bernama Kirin. Tapi dengan adanya boikot dari perusahaan semikonduktor AS, bisa saja Huawei akan kesulitan untuk mendapatkan dukungan teknis untuk pengembangan perangkatnya sendiri.

6. Bagaimana dengan Honor?

Honor 9 Lite.

Seperti diketahui, Honor adalah sub-brand Huawei yang dioperasikan secara independen, tetapi masih sepenuhnya dimiliki oleh Huawei dan banyak menggunakan teknologi serta rantai pasokan perusahaan induk. Ke depannya smartphone Honor akan tetap mendapatkan pembaruan sistem operasi dan keamanan dari Huawei meski lisensi Android-nya dicabut.

7. Bagaimana dengan Microsoft?

Logo Microsoft.

Selain Google, perusahaan teknologi besar lain seperti Microsoft juga pernah menjalin kerja sama dengan Huawei. Bagaimana nasib kerja sama itu nantinya? Jika Google patuh terhadap kebijakan AS, tidak menutup kemungkinan Microsoft juga melakukan hal yang serupa.

Perangkat laptop milik Huawei menggunakan Windows sebagai sistem operasinya. Microsoft sendiri belum memberikan pernyataan terkait hal ini. Jika Microsoft menghentikan kerja sama, maka Huawei akan menggunakan sistem operasi alternatif lainnya, mungkin saja Linux atau lainnya.

8. Bagaimana dengan perusahaan China lainnya?

Sejauh ini baru Huawei yang secara resmi masuk dalam daftar hitam perdagangan AS. Namun, terjadi kekhawatiran akan berimbas terhadap perusahaan China lainnya.

Departemen Perdagangan AS memilih Huawei pada pekan lalu untuk dimasukkan ke dalam Biro Entitas Industri dan Keamanan, yang merinci perusahaan-perusahaan yang dianggap sebagai potensi ancaman keamanan nasional.

Andika Gumilang