Ini Alasan Mengapa Kita Harus Mengendalikan Diri

Manusia Secara alamiah ingin mengendalikan apapun  — dalam menjalin hubungan, di tempat kerja dan masalah-masalah umum kehidupan.

Dan ketika kita berharap tetap duduk di kursi pengemudi, dengan kedua tangan di atas dua gir dan 10x sepanjang waktu— Penting untuk menyadari bahwa hal tersebut tidak mungkin.

Kamu tidak dapat merencanakan kehidupan. Saya tidak peduli siapapun mengatakan padamu. You can’t plan for life. I don’t care what anyone tells you. Kamu dapat menjadi seorang yang paling rajin, siap, disiplin di muka bumi ini dan segalanya akan tetap salah.

Hal-hal tertentu di luar jangkauanmu. Tragedi, nasib buruk yang bertubi-tubi, dan orang-orang ang menyebalkan selamanya akan tetap menyebalkan.

Jika kamu tetap mencoba mengendalikan orang lain dan situasi di sekitarmu. Hal itu hanya akan menjadi masalah sebelum kamu datang dengan tangan hampa.

Pada akhirnya, satu hal yang 100 persen dapat  kamu kendalikan adalah sikapmu.

Oleh karena itu, sikapmu dapat menentukan bagaimana reaksimu pada berbagai situasi dan orang—orang di sekitarmu — kendalikan sikapmu, dengan demikian kamu secara tidak sengaja telah menempatkan dirimu dalam posisi ang memiliki autoritas atau kewenangan.

Hal-hal kecil — seperti sikap positif dan yang bersentuhan dengan ambisi — dapat membawamu sejauh mana kamu membawanya.

Kamu tidak dapat berharap apapun.

Kamu hanya tidak dapat. Ketika kamu mengharapkan hasil tertentu, kamu hanya mengatur dirimu untuk kecewa. Pastinya, kamu berharap punya pekerjaan bagus setelah lulus kuliah, dan mungkin tidak bekerja— setidaknya belum.

Kamu mungkin berharap hubungan terakhirmu akan menjadi satu-satunya atau kehidupan soasialmu terlihat sedikit berbeda. Apapun masalahnya, ketika kamu terpaku pada hasil — dan bukan bagaimana menyikapi hasil — kamu tidak akan benar-benar bahagia.

Jika kamu fokus pada bagaimana menikapi berbagai hal dalam kehidupan, bagaimanapun, kamu seharusnya mulai menanggapi lebih baik. Hidup bukan tentang kesempurnaan.Hidup adalah bagaimana mengendalikan pasang surut dan mengakhirinya dengan kepala di atas permukaan air kemudian semua telah dikatakan dan dilakukan.

Hidup adalah perjalanan melalui perairan yang belum dipetakan — Hidup bukan sekedar mengikuti saja.

Alih-alih menantikan tujuanmu dan membawanya untuk dihargai, fokus pada perjalanan. Senyum, tetap positif dan membangun banyak rencana. Ketika satu tidak tercapai, ambisi pertamamu gagal, kemudian cari tahu untuk tindakan selanjutnya.

 

Berusaha mengendalikan akan membatasi zona nyaman.

Meskipun kamu berpikir bahwa mengendalikan kehidupan akan meninggalkanmu dengan rasa aman, ini tidak selalu lebih baik. Pada beberapa kasus, pengendalian diri dapat dicapai dengan kebiasaan.

Tentunya, kamu tidak setuju dengan terlalu banyak kejutan dalam kehidupan karena dirimu dibatasi dinding zona kenyamanan.

Jika kamu pernah merasa mengendalikan kehidupan secara penuh, kamu mungkin tidak benar-benar hidup. Mereka mengatakan tinggalkan zona kenyamananmu sekali dalam hidup, itu berarti sekali kamu mengendalikan hidupmu.

Pengendalian sifatnya subjektif, hal itu hanya ilusi. Tidak banyak hal yang harus dikendalikan, paling tidak kamu dapat menentukan kemana arah angin bertiup sewaktu-waktu.

Seringkali,pengendalian salah karena prediksi. Jika kamu merasa dapat mengendalikan hidupmu, kamu mungkin melakukan kesalahan.

 

Sikap akan membawamu sejauh mana dapat mengendalikan

Kamu dapat memiliki kesempurnaan, kamu dapat merancang sisa hidupmu dengan sangat mudah, dan hal itu tidak akan menjamin apapun. Hidup ibarat berada dalam cekungan bola, dan ketika itu terjadi, kita seperti terdorong ke meja gambar dan mencari hal lain untuk keluar.

Dan hal tersebut tidak selalu negatif. Ketika kamu menetapkan satu pilihan, kamu membatasi dirimu dari pilihan lain.

Kamu mungkin berpikir dirimu bukan apa-apa, hingga kesempatan yang lebih baik datang kepadamu. Dan apa yang akan kamu kerjakan kemudian? Melewatkan kesempatan besar karena kamu tidak memikirkan sama sekali —dan karena untuk menjalaninya butuh jalan yang belum pernah dilalui?

Kamu tidak dapat mengendalikan kesempatan-kesempatan. Mereka datang tiba-tiba atau tanpa alasan — hanya satu hal yang dapat kamu kendalikan bagaimana menerimanya.

Sikap akan membawamu lebih jauh dari sekedar kenyamanan — kenyamanan hanya akhir dari sesuatu yan berlangsung tiba-tiba.

Perhatikan, sikap tidak bergantung pada situasi. Dengan menjaga sikapmu, kamu akan menentukan bagaimana menangani hal-hal yang tidak terduga.

Pada akhirnya, jika kamu dapat menempatkan tindakanmu pada tempat yang tepat — dan tanggap — Untuk hal yang tidak terduga, kamu akan menyisihkan sedikit kekuatiran ketika salah dalam melakukan perencanaan. Kamu tidak akan menghabiskan banyak waktumu.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *