Ceriwis

Inilah Alasan Mengapa Orang Makin Malas Mengganti Smartphone Baru

Ilustrasi bermain game di smartphone
Ceriwis – Kehadiran berbagai vendor smartphone ternyata tidak membuat orang-orang semakin gencar mengganti smartphone ke yang lebih baru. Justru sebaliknya, orang-orang malah semakin malas untuk ganti perangkat dalam genggaman itu.
Berdasarkan hasil riset Strategy Analytics, waktu rata-rata orang berganti smartphone saat ini bertambah menjadi 33 bulan sekali atau hampir 3 tahun sekali. Sementara zaman dulu, orang-orang cenderung ganti smartphone 2 tahun sekali.
Kalau dilihat dari segi merek, pengguna iPhone rata-rata menggunakan perangkat yang sama selama 18 bulan, sedangkan Samsung 16,5 bulan. Itu artinya, waktu berganti pemilik iPhone lebih panjang dibandingkan empunya perangkat Samsung.
Sementara dari sisi pengguna, satu dari lima orang ras Kaukasia cenderung memakai ponselnya tiga tahun atau lebih. Sedangkan, generasi Baby Boomers menunda pembelian smartphone baru hingga lebih dari tiga tahun.
Samsung Galaxy Note 10.
Pengguna di usia 55 tahun ke atas, biasanya tidak mengganti smartphone dalam jangka waktu yang lebih lama lagi. Sementara, generasi milenial dan generasi Y biasanya mengganti smartphone dalam kurun waktu yang lebih cepat.
Khusus perangkat iPhone, hanya 7 persen dari responden yang bersedia mengeluarkan lebih dari 1.000 dolar AS untuk meng-upgrade ke iPhone anyar atau smartphone merek lain.
Alasannya sederhana. Kurangnya inovasi yang ditawarkan vendor pengembang smartphone jadi salah satu faktor konsumen malas beli ponsel baru dengan harga yang cukup mahal.
“Operator dan brand menghadapi stagnasi karena persepsi konsumen soal meredupnya inovasi. Vendor mengejar keuntungan yang bisa dilihat dengan naiknya harga ponsel jadi USD 1.000 atau lebih,” kata David Kerr, Vice President Strategy Analytics dilansir Ubergizmo.
Aplikasi Oppo Service.
Sementara jika konsumen memimpikan lompatan inovasi dari yang ditawarkan vendor saat ini, jawabannya ada pada teknologi 5G. Namun, masalah lainnya ialah pada harga yang akan masih mahal dari perangkat 5G.
Satu dari lima responden menyatakan bahwa dirinya bersedia membeli perangkat dengan dukungan 5G. Menurut mereka, itu akan jadi faktor yang mampu menarik kembali minat konsumen untuk ganti smartphone baru.

Bella Priscilla